cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021" : 5 Documents clear
KONSEP JALAN KEHIDUPAN DAN JALAN KEMATIAN MENURUT MATIUS 7:13-14 Gulo, Ribala Erni; Hendi, Hendi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v11i2.58

Abstract

Abstract:Choosing a way of life is the most important thing in the life of a believer. Why? For the only way of life is Christ, without Christ there is no life. Hendi stated that although believers practice all the Shari'a in Christianity, but without Christ it is useless and futile because it is not religion or Sharia that can save humans but Christ. However, in reality it is stated that some Christians or believers who have believed in Christ for years and even diligently worship prefer the way of death to the way of life. So it's not surprising, a student in the guise of a prospective servant of God hanged himself because he was tired of hearing a lot of people talking for the sake of his parents not being allowed to move churches and sell houses. In this case it is also stated that people who have known Christ for many years do not guarantee to choose the path of life. By looking at the problems above, what is the attitude of believers in responding to such cases? It seems that the lay church or believers can't answer this, because lay believers understand the way of life based on moral understanding and understanding that is too shallow not as taught by Christ. So one example in the text of Matthew 7:13-14 is the author's attention and analyzes the text so that it can produce 2 points. First: Enter through the door and the wide path to destruction. Second: The door and the narrow path leading to life. Third, the results of the text itself. And from these three points the author will explain how important the Concept of the Way of Life and the Way of Death according to the text of Matthew 7:13-14 and the implications for the lay congregation.Keywords: Way of life; Way of death, Christ.Abstrak:Memilih jalan hidup merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan orang percaya. Mengapa? Karena jalan kehidupan satu-satu ialah Kristus, tanpa Kristus tidak ada kehidupan. Hendi menyatakan walaupun orang percaya menjalankan segala syariat dalam agama Kristen tapi tanpa Kristus maka percuma dan sia-sia sebab bukan agama atau syariat yang bisa menyelamatkan manusia melainkan Kristus.  Akan tetapi, secara realita dinyatakan bahwa sebagian orang Kristen atau orang percaya yang bertahun-tahun percaya Kristus dan bahkan rajin beribadah lebih memilih jalan kematian dibanding dengan jalan kehidupan. Maka tidak heran, seorang mahasiswa dalam status kedok calon hamba Tuhan gantung diri dikarenakan bosan mendengar banyak omongan orang demi kedua orang tua tidak memperbolehkan pindah gereja dan menjual rumah. Dalam hal ini pun dinyatakan bahwa orang yang telah mengenal Kristus bertahun-tahun tidak menjamin memilih jalan kehidupan. Dengan melihat adanya permasalahan diatas, lalu bagaimana sikap orang percaya dalam menanggapi kasus yang demikian? Sepertinya gereja atau orang percaya tidak bisa menjawab hal ini, dikarenakan orang percaya memahami jalan kehidupan berdasarkan pemahaman secara moral dan pemahaman yang terlalu dangkal tidak seperti yang diajarkan oleh Kristus. Maka salah satu contoh dalam teks (Matius 7:13-14) yang menjadi perhatian penulis dan menganalisis teks tersebut sehingga dapat menghasilkan 2 point. Pertama: Masuk melalui pintu dan jalan yang lebar menuju kehancuran. Kedua: Pintu dan jalan yang sempit menuju pada kehidupan. Ketiga, Hasil dari teks itu sendiri. Dan dari ketiga poin tersebut penulis menjelaskan seberapa penting Konsep Jalan Kehidupan Dan Jalan Kematian menurut teks (Matius 7:13-14) dan implikasi bagi jemaat kaum awam.Kata Kunci: Jalan kehidupan; Jalan kematian, Kristus.
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG DOKTRIN TRINITAS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI REFORMED DAN IMPLIKASINYA BAGI IMAN KRISTEN Nova Saputro
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The doctrine of the Trinity is one of the important and fundamental teachings in the Christian faith. However, it must be admitted that this doctrine is complicated and not easy to understand. So that most Christians even God's servants try to avoid discussing this topic. They consider the Trinity Doctrine to be a difficult topic and is the domain of academics. Not surprisingly, some Christians can only affirm the formulation of this doctrine, without having a good and correct understanding. So that in the end it is difficult for Christians to apply it in daily life. The failure to see the practical aspects of this doctrine is due to several factors. First, there is confusion in understanding this doctrine. Second, the inability to appreciate the divine mystery in this doctrine. Third, the reluctance to take the doctrine of the Trinity on a popular level. Through this article, the writer wants to examine that by understanding the doctrine of the Trinity in the perspective of Reformed Theology correctly and comprehensively, we as Christians can apply the doctrine of the Trinity in daily life with the right perspective. This writing uses literature study or literature study (book research). Considering the topic of the author's discussion is contained in the subject of doctrinal studies, so it is in dire need of data related to the Bible, reference books from the perspective of Reformed Theology. Based on the object of this research study, the author will go through several stages to obtain data to be discussed, among others: first, record several discussions about the doctrine of the Trinity contained in the Bible, theological books in the perspective of Reformed Theology. Second, the author looks for references regarding the application of the doctrine of the Trinity in the lives of believers through the latest books and journals or writings. Third, analyze the findings and the fourth author draws a conclusion from the results of the discussion.
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG TEMAN PEWARIS DARI KASIH KARUNIA MENURUT I PETRUS 3:7 DAN IMPLIKASINYA BAGI TANGGUNG JAWAB SUAMI DALAM IKATAN PERNIKAHAN KRISTEN (Studi kasus di Gereja Bethel Indonesia Berkat Bagi Bangsa Surabaya) Antony Sanjaya Suwignyo
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan untuk berpasangan dalam koridor pernikahan adalah kebutuhan yang hakiki sesuai dengan natur manusia dimana laki-laki ditetapkan sebagai kepala, pemimpin bagi istri dan keluarganya. Sebagai pemimpin, laki-laki juga berkewajiban membimbing, membagi tugas dengan isterinya untuk bersama-sama beranak cucu, memenuhi bumi dan mengelolanya. Pasangan suami istri yang telah mengerti dengan jelas maksud dan tujuan pernikahan maka akan  menyadari bahwa pernikahan yang nantinya akan mereka jalani adalah sebuah kehidupan bersama yang tidak luput dari permasalahan, konflik rumah tangga Istri sebagai teman pewaris dari kasih karunia dan suami haruslah menaruh hormat, respek dan tidak boleh mengambil keuntungan dari kepatuhan istrinya itu. Penelitian kualitatif deskriptif studi kasus ini dilakukan dengan tujuan mencari kebenaran yang sesungguhnya dari peran, atau dampak seorang suami terhadap pernikahannya menurut I Petrus 3:7. Analisis yang dilakukan bersifat studi biblika eksegese terhadap makna dari frasa teman pewaris dari kasih karunia menurut I Petrus 3:7 dan kajian studi pustaka untuk melihat implikasinya terhadap penerapan praktis dari tanggung jawab para suami Kristen di GBI Berkat Bagi Bangsa Surabaya.Dalam penelitian ini, digunakan angket sebagai alat pengumpulan data dari para responden. Temuan dari sebaran angket itu adalah tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, sebagai imam dan teladan bagi isterinya, di dapatkan prosentase 94,1% serta tanggung jawab untuk menghormati isterinya dengan tidak mempermalukannya karena isterinya adalah satu-satunya bagi hidupnya, di dapatkan prosentase sebesar 94,1%, sementara itu, suami harus bersikap tegas tetapi tidaklah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan isterinya, diperoleh prosentase sebesar 41,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah para suami menyadari perannya sebagai kepala dan imam, yang harus mengasihi dan menghormati isterinya. Ada temuan yang lain, yaitu ketidak setujuan beberapa responden terhadap pernyataan suami harus bersikap tegas tetapi tidak boleh lebih tinggi kedudukannya dari isterinya.   Kata kunci; Teman Pewaris dari kasih karunia, I Petrus 3:7, Tanggung jawab suami, Pernikahan Kristen 
STRATEGI GENERASI MUDA DALAM MENGINJIL: BERKACA PADA TELADAN PARA MISIONARIS DALAM SEJARAH GEREJA INDONESIA Hermanto, Yanto Paulus; Alexander, Christopher; Christi, Joseph Patria; Napitupulu, Tina Natalia; Gracia, Jeremy Deo
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v11i2.62

Abstract

AbstractThe lack of awareness of the young generation towards evangelism needs to be addressed. As Indonesia will enter the demographic bonus period in 2030-2040, Christianity also needs to take advantage of this opportunity to spread the gospel of the Lord Jesus Christ. Therefore, the young generation needs to prepare themselves to be able to do evangelism effectively, one of which is by understanding evangelism strategies. On this occasion, the author raised the title "The Strategy of the Young Generation in Evangelizing: Reflecting on the Example of Missionaries in Indonesian Church History" with the aim that the young generation can imitate the evangelism strategy that has been implemented by missionaries who have been successful in the history of the Indonesian church. The method used in this study is the library research method. The conclusion of this study is that the young generation must have an evangelism strategy that is divided into at least three important points, namely (1) spiritual life, where the young generation needs to have a good spiritual life before doing evangelism; (2) a heart like Jesus, where the young generation needs to have the attitude of a servant's heart who is willing to serve, a heart filled with compassion and sensitivity to answer the needs of those around them; and (3) creativity, where the young generation needs to use the creativity that God has given them in their daily lives, including in doing evangelism.Keywords: evangelism, evangelism strategy, young generation, Indonesian church history, missionaries AbstrakMinimnya kesadaran generasi muda terhadap penginjilan perlu mendapatkan penanganan. Seiring dengan Indonesia akan memasuki masa bonus demografi pada tahun 2030-2040, maka kekristenan juga perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menyebarluaskan Injil Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan dirinya agar dapat melakukan penginjilan dengan efektif, salah satunya adalah dengan mengerti strategi penginjilan. Dalam kesempatan kali ini, penulis mengangkat judul “Strategi Generasi Muda dalam Menginjil: Berkaca pada Teladan Para Misionaris dalam Sejarah Gereja Indonesia” dengan tujuan agar para generasi muda dapat meneladani strategi penginjilan yang telah diterapkan oleh para misionaris yang telah tercatat berhasil dalam sejarah gereja Indonesia. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa generasi muda harus memiliki strategi penginjilan yang setidaknya terbagi menjadi tiga poin penting, yaitu (1) kehidupan spiritual, di mana generasi muda perlu memiliki kehidupan spiritual yang baik sebelum melakukan penginjilan; (2) hati seperti Yesus, di mana generasi muda perlu memiliki sikap hati hamba yang mau melayani, hati yang dipenuhi belas kasihan dan kepekaan untuk menjawab kebutuhan orang di sekitar; dan (3) kreativitas, di mana generasi muda perlu menggunakan kreativitas yang telah Tuhan berikan untuk mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari, termasuk dalam hal melakukan penginjilan.Kata kunci: penginjilan, strategi penginjilan, generasi muda, sejarah gereja Indonesia, misionaris
IMMANUEL "ALLAH BESERTA KITA" EKSEGESIS YESAYA 7:14 Waruwu, Erliwati
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v11i2.63

Abstract

AbstractIn the Old Testament there is a prophecy about God Himself giving a sign, a virgin gave birth and a son she would name Immanuel. Women in general, give birth and give birth to a child, both male and female due to sexual relations or feuds and desires of both parties. However, a remarkable result occurred to a young and virgin woman named Mary who gave birth to a child, namely the baby Jesus, who was called "Immanuel". The birth of the baby Jesus through Mary was a divine creation because without having sex with any man, her fiancé, Joseph, was a carpenter. Mary's pregnancy did not go through a process where there was sexual intercourse, but it happened because of the power of the Holy Spirit. The Holy Spirit does not mean having sexual relations with Mary but imagines Mary is a miraculous and creative work of God's power beyond all human reason. So that the child who is born is not fully human but He is also only fully God because He comes from God and takes the form of an ordinary human. Keywords: God, Prophecy, a sign, a virgin, Immanuel Abstrak                                                                                                                           Dalam perjanjian lama terdapat nubuat tentang Allah sendiri memberikan suatu tanda, seorang perawan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dia  akan menamakan Dia Immanuel. Wanita pada umunya, mengandung dan melahirkan seorang anak, baik lelaki maupun perempuan disebabkan oleh hubungan seksualitas atau perseteruan dan keinginan kedua belah pihak. Akan tetapi sebuah keajaiban yang luar biasa terjadi terhadap seorang perempuan muda dan masih perawan bernama Maria yang mengandung dan melahirkan seorang anak yaitu bayi Yesus yang disebut “Immanuel”. Kelahiran bayi Yesus melalui Maria adalah sebuah keajaiban Ilahi karena tanpa bersetubuh dengan laki-laki mana pun apa lagi terhadap seorang tunanganya bernama Yusuf seorang tukang kayu. Kehamilan Maria tidak melalui sebuah proses alami dimana adanya hubungan seksual, namun hal itu terjadi karena kuasa Roh Kudus. Roh Kudus bukan berarti melakukan hubungan seksual terhadap Maria melainkan kehamilan Maria adalah suatu karya kuasa Allah yang ajaib dan kreatif melampaui segala akal manusia. Sehingga anak yang lahir itu bukan hanya manusia sepenuhnya namun Dia juga Allah sepenuhnya sebab Dia berasal dari Allah dan mengambil rupa seperti manusia biasa.Kata kunci: Allah, Nubuat, suatu tanda, seorang perawan, Immanuel

Page 1 of 1 | Total Record : 5