cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022" : 5 Documents clear
MENGKHOTBAHKAN KITAB NABI-NABI SECARA ALKITABIAH DAN KONTEMPORER teguh hariyanto
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab nabi-nabi adalah kitab yang ada dalam Perjanjian Lama. Keberadaan dari kitab nabi-nabi ini dimasukkan dalam kanon dan diterima oleh gereja kalangan Prostestan maupun gereja Katolik. Meskipun diterima dan diakui keberadaannya tidak jarak orang tidak mengetahui bahkan tidak pernah mendengar kisah-kisahnya. Hanya pada kisah-kisah nabi-nabi besar saja orang mengerti minimal mengetahui nama-namanya. Misal Yesaya, Daniel, Yeremia dan Yehezkiel. Sedangkan nabi-nabi kecil seperti Hagai, Zefanya, Zakharia dll. Jarang untuk dibaca ataupun dikhotbahkan dalam khotbah mingguan. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak setiap orang percaya memiliki pengetahuan tentang kitab nabi-nabi secara umum. Hal ini bisa diperoleh dengan melakukan pembacaan Alkitab secara rutin, mengikuti Pendalaman Alkitab dengan tema kitab nabi-nabi dan terkhusus bagi pengkhotbah, mengkhotbahkan dari bagian kitab nabai-nabi. Terlebih dari itu mengajak untuk mengkhotbahkan kitab nabi-nabi secara alkitabiah dan kekinian. Metode yang dipakai oleh peneliti adalah metode kualitatif. Penulis menggunakan sumber data penelitian dari Alkitab, buku-buku referensi dan jurnal-jurnal yang relevan dengan tema yang dibahas penulis. Berdasarkan obyek kajian penelitian ini, maka penulis menempuh beberapa tahap untuk mendapatkan data yang akan dibahas  yakni:pertama, mencatat beberapa pembahasan mengenai nabi dan peranannya dalam kehidupan zaman Alkitab. Kedua, menjelaskan dan mengajak untuk para pengkhotbah mengajari dan mengenalkan kitab nabi-nabi melalui khotbah-khotbah yang disampaikan.
Makna Karya Penebusan Kristus: Penebusan Dosa dan Sinergi djubale, sarni hasang
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i2.69

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengambarkan bagimana manusia memperoleh keselamatan yang seutuhnya. Maka dari itu doktrin penebusan Kristus bukan hanya untuk menebus dosa kita tetapi juga ada ajakan Tuhan untuk bersinergi dengannya melalui karya penebusan tersebut. Selain itu karya penebusan Kristus merupakan dokrin yang sangat dalam karena melalui pendapat dari bapa-bapa gereja terutama dari St. Cyril. Peran penting penebusan Kristus dalam upaya mengimplementasikan kehendak Bapa dalam diri manusia yang merindukan kemenangan dan juga keselematan yang seutuhnya. Itu sebabnya artikel ini ditulis supaya kita dapat berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus. Penebebusan terjadi karena adanya inkarnasi. Tujuan Allah berinkarnsi menjadi daging hanya untuk menyucikan kodrat kita yang telah rusak akibat dosa. Dosa telah membuat kita kehilangan kemulian Allah. Namun karena kasih Allah kita diberikan keselamatan dan keselamatan itu harus direspons dengan bersinergi dengan Allah. Untuk meneliti topik tersebut penulis menggunakan studi pustaka dari beberapa sumber untuk membahas topik ini. Topik ini memberikan dampak kepada kita bagimana cara mengerjakan keselamatan yang seutuhnya.
MAKNA KEKUATAN INJIL MENURUT ROMA 1:16-17 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBINAAN MISI DI INDONESIAN CARE CENTER (ICC) HONG KONG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Muliawati Kho
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penginjilan adalah jantung dari perkembangan kekristenan, juga merupakan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikanNya ke surga. Tugas ini diterima dan diteruskan oleh para rasul Tuhan Yesus dengan semangat yang tinggi sehingga kekristenan berkembang pesat pada masa itu. Semangat penginjilan seperti ini sangat perlu dijaga dan dikembangkan oleh orang-orang Kristen pada masa ini,  masa di mana semua orang menghadapi pandemi covid-19. Keputusasaan dalam menantikan berakhirnya pandemi, pembatasan pertemuan fisik dan berita-berita duka banyak terjadi, merupakan tantangan besar bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak Tuhan baik dalam kehidupannya sendiri mau pun dalam mengemban Amanat Agung dari Tuhan Yesus. Sekali pun demikian, Penulis percaya bahwa kekuatan Injil itu tetap berlaku di masa ini. Ini sebabnya, Penulis merasa perlu untuk menyelidiki makna yang terkandung dalam pernyataan rasul Paulus dalam Roma 1:16-17 dengan fokus kepada frasa “Injil adalah kekuatan Allah”, dengan harapan bisa menemukan prinsip-prinsip yang berguna untuk membangun semangat penjangkauan di Indonesian Care Center (ICC), yang anggotanya adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Penulis percaya bahwa kuasa Injil yang telah mereka alami, akan terus berkarya di dalam dan melalui mereka, dalam situasi apa pun termasuk masa pandemi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Injil dapat dialami dengan tidak malu terhadap Injil, yakin terhadap kuasa penyelamatan Allah, mampu melihat jangkauan Injil yang luas dan hidup berdasarkan iman. Keempat prinsip ini membentuk keyakinan yang kokoh yang sangat penting dimiliki dalam menunaikan Amanat Agung dengan penuh semangat dan kuasa.
RINGKASAN KEKUDUSAN MENURUT SURAT 1 PETRUS 1:13-16 DAN IMPLIKASINYA BAGI UMAT KRISTEN MASA KINI olitos, wahyudi pin
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i2.83

Abstract

Artikel ini adalah sebuah ringkasan mengenai kekudusan menurut 1 Petrus 1:13-16 dalam hubungan dan penerapannya dengan umat kristen zaman sekarang. Berawal dari rasul Petrus sebagai orang Yahudi yang menganut pemahaman Taurat namun pada akhirnya dipilih oleh Tuhan Yesus sebagai murid, tentu tidak mudah menerima pengalaman penglihatan Illahi tentang kekudusan. Terbukti masih melekat pemahaman kekudusan seperti dalam penjelasan kitab Imamat sehingga tidak mengherankan bila rasul Petrus menolak keras pemberian makanan yang terlarang dalam kitab Imamat sekalipun Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk di makan (Kisah Para Rasul 10:11-16). Mengusahakan kekudusan harus tampak bukan untuk membangun citra diri sebagai orang Kristen justru tanggungjawab sebagaimana kewajiban orang Kristen memang sudah seharunya hidup kudus.ABSTRACT This article is a summary of holiness according to 1 Peter 1:13-16 in its relationship and application to Christians today. Starting from the apostle Peter as a Jew who adhered to the understanding of the Torah but in the end was chosen by the Lord Jesus as a disciple, of course it was not easy to accept the experience of God's vision of holiness. It is proven that there is still an understanding of holiness as in the explanation of the book of Leviticus, so it is not surprising that the apostle Peter balked at giving food that was forbidden in the book of Leviticus even though God himself commanded to eat (Acts 10:11-16). Striving for holiness must appear not to build a self-image as a Christian, but rather a responsibility as a Christian's obligation to live a holy life.
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP KEPEMIMPINAN TOKOH WANITA PERJANJIAN LAMA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENAHBISAN PENDETA (STUDI KASUS DI GPT KRISTUS GEMBALA SURABAYA) Ley Nie Marthalia
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dulu kepemimpinan masih didominasi oleh laki-laki, baik di bidang pemerintahan, kesehatan, pendidikan serta kerohanian. Laki-laki dianggap sudah sepantasnya dan sudah kodratnya menjadi seorang pemimpin. Namum seiring perkembangan zaman, pandangan ini sudah berubah. Saat ini sudah banyak ditemui wanita-wanita yang menjadi seorang pemimpin di segala bidang termasuk di bidang kerohanian, dalam hal ini di agama Kristen.Saat ini sudah banyak ditemui Gereja-gereja yang dipimpin dan digembalakan oleh seorang wanita. Namun tidak dapat dipungkiri kepemimpinan wanita di bidang kerohanian, di kalangan agama Kristen masih menimbulkan perdebatan antara yang pro dan kontra. Ada yang sependapat bahwa wanita dapat menjadi seorang pemimpin, tetapi ada yang tidak sependapat.Penelitian ini akan membahas tentang tinjauan teologis terhadap tokoh kepemimpinan wanita Perjanjian Lama dan implementasinya dalam penahbisan Pendeta, studi kasus di GPT Kristus Gembala Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket dan wawancara kepada Bapak Gembala, Penatua, dan pelayan Gereja yang lain.Implementasi dari tinjauan teologis mengenai penahbisan Pendeta menurut kepemimpinan tokoh wanita Perjanjian Lama adalah pertama, dengan membuat forum diskusi tentang kepemimpinan wanita, melalui pendalaman Alkitab juga melalui kelompok baca Alkitab, dan kedua, Pendeta wanita mendapat kesempatan untuk ditahbiskan. Kata kunci; Kepemimpinan, Tokoh Wanita Perjanjian Lama, Penahbisan dan Pendeta.

Page 1 of 1 | Total Record : 5