cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
PENENTUAN NILAI EVAPOTRANSPIRASI DAN KOEFISIEN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS PADI UNGGUL DI RUMAH KACA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Determination of Value of Evapotranspiration And Plant Coefficient of Some Rice of Varieties In the Faculty Indi Sajiwo; Sumono Sumono; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.017 KB)

Abstract

ABSTRACT The water requirement of rice crop include saturation, percolation, flooding and evapotranspiration. The amount ofevapotranspiration can be determined based on the value of potensial evaporation and the rice crop coefficient values for each period of growth. This study was aimed to assess the value of evapotranspiration and crop coefficient of Situ Bagendit, Ciherang and Makongga Varieties In Green house of Faculty of Agriculture, University of North Sumatra.The results showed that the value of the evapotranspiration of rice plants at Situ Bagendit, Ciherang and Makongga varieties were the vegetative phase of 1,68 mm/day, 1,68 mm/day and 1,69 mm/day respectively, at the reproductive phase were 1,83 mm/day, 1,72 mm/day and 1,76 mm/day respectively and the phase of ripening were 1,71 mm/day, 1,69 mm/day and 1,70 mm/day respectively. The plant coefficient ofSitu Bagendit, Ciherang and Makongga varieties at the vegetative phase were 1,20 mm/day,1,20 mm/day and 1,21 mm/day respectively, at the reproductive phase were 1,14 mm/day, 1,07 mm/day and 1,08 mm/day respectively and at the phase of ripening were 1,05 mm/day, 1,03 mm/day and 1,05 mm/day respectively. Ciherang variety had a value of grain production higher compared to Situ Bagendit and Makongga. The productivity ofrice of Situ Bagendit was 102,81 gram, Ciherang was 124,16 gram and Makongga was 94,48 gram respectively. Keywords: Evapotranspiration, Plant coefficient, Rice, High Yield Variety, greenhouse. ABSTRAK Kebutuhan air areal tanaman padi meliputi penjenuhan, perkolasi, penggenangan dan evapotranspirasi. Besarnya nilai evapotranspirasi dapat ditentukan berdasarkan nilai evaporasi potensial dan nilai koefisien tanaman padi untuk setiap periode pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Evapotranspirasi dan Nilai Koefisien Tanaman Padi Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga Di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan besar nilai Evapotranspirasi tanaman padi pada varietas Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga yaitu pada fase vegetatif 1,68 mm/hari, 1,68 mm/hari dan 1,69 mm/hari, fase reproduktif 1,83 mm/hari, 1,72 mm/hari dan 1,76 mm/hari, fase pemasakan 1,71 mm/hari, 1,69 mm/hari dan 1,70 mm/hari. Nilai koefisien tanaman padi pada varietas Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga yaitu pada fase vegetatif 1,20 mm/hari, 1,20 mm/hari dan 1,21 mm/hari, fase reproduktif 1,14 mm/hari, 1,07 mm/hari dan 1,08 mm/hari, fase pemasakan 1,05 mm/hari, 1,03 mm/hari dan 1,05 mm/hari. Varietas Ciherang memiliki nilai produksi bulir padi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Situ Bagendit dan Makongga. Produktivitas bulir padi untuk varietas Situ Bagendit 102,81 g, varietas Ciherang 125,16 g dan varietas Makongga 94,48 g. Kata kunci : Evapotranspirasi, Koefisien Tanaman, Tanaman Padi, Varietas Unggul,  Rumah Kaca.
UJI SUHU UAP PADA ALAT PENYULING MINYAK ATSIRI CENGKEH TIPE UAP LANGSUNG (Temperature Test on Clove Oil Distillator Direct Steam Type) Luthfan Minhal; Lukman Adlin Harahap; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.211 KB)

Abstract

ABSTRACT In the clove oil distillation equipment direct steam type, distillation temperature setting must be set properly. The temperature determines the quality of clove oil. This study was testing various temperature levels on clove oil distillation equipment direct steam type on the moisture content, free fatty acids and yield of the clove oil produced. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering and Food Chemistry Analysis Laboratory, Faculty of Agriculture in November 2015 until completion using a non-factorial completely randomized design usualytemperature of 950C, 1000C and 1050C. Parameters measured were moisture content, free fatty acids and yield. The results showed that the highest water content was in the U1 (15.72%) and the lowest water content we in the U3 (11.23%). The highest level of free fatty acid we in the U1 (5.83%) and the lowes free fatty acid we in the, us (5.60%) the highest yield value we in the U3 (0.54%) and the  lowest yield we in the U1 (0.40%). Keywords: Clove, distillation temperature, clove oil. ABSTRAK Pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung, pengaturan suhu penyulingan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil minyak cengkeh. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat suhu pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung terhadap kadar air, asam lemak bebas dan rendemen minyak cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian dan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian pada bulan November 2015 sampai selesai dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non  factorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 950C, 1000C dan 1050C. Parameter yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan U1 yaitu 15,72% dan kadar air terendah pada perlakuan suhu U3 yaitu  11,23%. Kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada suhu U1 yaitu 5,83% dan asam lemak bebas terendah terdapat pada perlakuan suhu U2 yaitu 5,60% Nilai rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan suhu U3 yaitu 0,54% dan nilai rendemen terendah terdapat pada perlakuan suhu U1 yaitu 0,40%.   Kata kunci: Cengkeh, suhu penyulingan, minyak cengkeh.
UJI BERBAGAI TINGKAT KECEPATAN PUTARAN TERHADAP KUALITAS HASIL PADA ALAT PENGERING KELAPA (DESICCATED COCONUT) (Testing The Speed Of Pulley Of Desiccated Coconut Dried In Desiccated Coconut Dryer) Yoga Purnama Noor; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.2 KB)

Abstract

ABSTRACT Drying of grated coconut is a food processing technology that can produce healthy food without much changing it’s original nature liketaste, aroma, color and nutrient of the food. This research was aimed to test the speed of pulley ofDesiccated Coconut Dried in Desiccated Coconut Dryer Therefore, a research had been conducted at Agricultural Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture USU in january 2015 using a non factorial completely randomized design with three threatmentsie: D1 = 2 inch (70 RPM), D2 = 4 inch ( 35 RPM ), D3 = 6 inch (23,3 RPM).Parameters observed were moisture content, yield and organoleptic tests.the different of  RPM had significant effect on water content and yield, and had no effect on color, aroma and overall acceptance. The best  RPM was D1 = 2 inch (70 RPM). Keywords : Desiccated Coconut, Rotation speed and Desiccated Coconut Dryer ABSTRAK Pengeringan kelapa parut merupakan sebuah teknologi pengolahan bahan pangan yang dapat menghasilkan makanan sehat tanpa banyak mengubah bentuk aslinya seperti rasa, aroma, warna dan nutrisi bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai kecepatan pulley terhadap kualiatas hasil pada alat pengeringan kelapa parut.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU pada Januari 2015 menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan tiga perlakuan     D1 = 2 inchi ( 70 RPM ) , D2 = 4 inchi ( 35 RPM ) , D3 = 6 inchi ( 23,3 RPM ). Parameter yang diamati adalah kadar air, rendemen dan uji organoleptik. Perbedaan kecepatan putaran memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan rendemen serta memberikan pengaruh tidak nyata terhadap uji organoleptik warna, aroma, dan penerimaan keseluruhan.Kecepatan putaran terbaik adalah D1 = 2 inchi ( 70 RPM ) . Kata kunci : Kelapa parut,Kecepatan Putaran,Alat Pengering Kelapa Parut.
RANCANG BANGUN MATA PISAU PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (Test of Blades on The Soymilk Maker (Glycine Max) Mhd Fadil; Saipul Bahri Daulay; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.938 KB)

Abstract

ABSTRACT Soybean is a shrubs crop that grow upright. In the form of soy protein, it can be used as an industrial material that is processed into foods, such as: milk, MSG, pastries, candies and edible meat industry. Crusher knife is one of the main components in the soymilk maker, which plays as crusher that crush soybeans into perfect soymilk. This research  was aimed to design, test, analyze and compare the effectiveness between  two types of crusher knives with blades of different shapes to be applied on soymilk maker. The parameters observed were the effective capacity of the tool, yield, economic analysis, cost of digestion of soy beans, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). The results showed the capacity of the equipment are 6.14 kg/h, the yield obtained in making the soymilk using a non serrated knife was 64.4%, while using a serrated knife was 61.84%, cost of manufacture of soymilk was Rp. 1903.18/kg in the  year 1, Rp. 1813.04/kg in year 2, Rp. 1783.02/kg in year 3, Rp. 1724.18/kg in year 4, and Rp. 1722.72/kg in year 5, break even point it was 31.860 kg/year, Net present value of this equipment with an interest rate of 8% was Rp. 189.285.7881,7 and its internal rate of return was 47%, then the equipment was worth to used. Keywords: blade, soymilk maker. ABSTRAK Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati. Pisau penghancur merupakan salah satu komponen utama pada alat pembuat sari kedelai, dimana pisau penghancur berperan sabagai penghancur kedelai sehingga menjadi sari kedelai yang sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, menguji, menganalisis serta membandingkan tingkat efektivitas antara dua jenis pisau penghancur dengan bentuk mata pisau yang berbeda terhadap penggunaannya pada alat pembuat sari kedelai. Parameter yang diamati adalah Kapasitas efektif alat, Rendemen, Analisis ekonomi, Biaya pelumatan biji kedelai, Break Even Point (Perhitungan Titik Impas), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas alat  6,14 kg/jam, Rendemen yang didapat pada alat pembuat sari kacang kedelai dengan menggunakan pisau tidak bergerigi adalah sebesar 64,4%, sedangkan menggunakan pisau bergerigi adalah 61,84%, biaya pembuatan sari kedelai sebesar Rp. 1.903,18/kg pada tahun pertama, Rp. 1.813,04/kg pada tahun ke-2, Rp. 1.783,02/kg pada tahun ke-3, Rp. 1.724,18/kg pada tahun ke-4, dan Rp. 1.722,72/kg tahun ke-5, break even point apabila telah menghasilkan sari kedelai dengan memproses kedelai sebanyak 31.860 kg/tahun, Net present value alat ini dengan suku bunga 8% adalah Rp. 189.285.7881,7 dan Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 47%, berarti alat ini layak untuk diusahakan. Kata kunci : mata pisau, alat pembuat sari kedelai.
KAJIAN DISTRIBUSI AIR PADA TANAH ANDOSOL MENGGUNAKAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DENGAN JUMLAH PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA (Study of Water Distribution on Andosol Soil Planted is the Small Chili (Capsicum frutescens) with Different Amount Of Indah Khairani Siregar; Sumono Sumono; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.998 KB)

Abstract

ABSTRACT Knowing the distribution of water on agricultural land is important as one of the considerations in providing irrigation water. This study was aimed to study the distribution of water in the Andosol soil using small chili with different amount of water provision and their effect on crop production. Parameters measured were physical properties of soil, the water content at field capacity, evapotranspiration, soil water distribution and plant dry weight. The results showed that the Andosol soil texture was sandy clay loam. The volumetric water content of field capacity was 45.42%. The evapotranspiration at the age of 30-40 and 41-75 days were 1.54 mm / day and 1.44 mm / day respectively. Distribution of groundwater at the treatment of 100%, 80% and 60% FC on the plant aged of 30-40 days, was 49.13%-52.51%, 40.38%-48.61% and 30 %-42.36% respectively, with the highest water content was in the soil layer of 0-5 cm. At the aged of was 41-75 days, the distribution of groundwater at the treatment of 100% field capacity ranged between 45.2% - 56.04%, with the highest water content was in the layer of 5-10 cm, while in the treatment of 80% and 60% FC soil water distribution was 44.32% and 44,32% - 47.82% - 39.80% respectively with the highest water content was in the layer of 0-5 cm. The highest plant dry weight at treatment of 80% was 1.37 g at 30-40 days and 5.62 g at 41-75 days. Keywords: Water Distribution, Small chili, Andosol Soil ABSTRAK Mengetahui distribusi air pada tanah pertanian cukup penting sebagai salah satu pertimbangan dalam memberikan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi air pada tanah Andosol menggunakan tanaman cabai rawit dengan jumlah pemberian air yang berbeda dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman cabai rawit. Parameter yang diamati adalah sifat fisik tanah, kadar air kapasitas lapang, evapotranspirasi, distribusi air tanah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tanah Andosol bertekstur lempung liat berpasir. Kadar air kapasitas lapang (KL) volumetrik tanah 45,42%. Evapotranspirasi tanaman cabai rawit pada umur 30-40 hari dan umur 41-75 hari sebesar 1,54 mm/hari dan 1,44 mm/hari. Distribusi air tanah dengan perlakuan 100% KL, 80% KL dan 60% KL pada tanaman umur 30-40 hari, berturut-turut berkisar antara 49,13%-52,51%, 40,38%-48,61% dan 30%-42,36%, dengan kadar air tertinggi terdapat pada lapisan tanah 0-5 cm. Untuk tanaman umur 41-75 hari, distribusi air tanah pada perlakuan 100% KL berkisar antara 45,2%-56,04%, dengan kadar air tertinggi terdapat pada lapisan 5-10 cm, sedangkan pada perlakuan 80% KL dan 60% KL distribusi air tanah berturut-turut berkisar antara 44,32%-47,82% dan 36,47%-39,80% dengan kadar air tertinggi terdapat pada lapisan 0-5 cm. Berat kering tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan 80% KL sebesar 1,37 g untuk tanaman umur 30-40 hari dan 5,62 g untuk tanaman umur 41-75 hari.   Kata Kunci: Distribusi Air, Tanaman Cabai Rawit, Tanah Andosol
UJI KERAPATAN KERANJANG PENIRIS PADA ALAT PENIRIS TIPE SENTRIFUGAL (Hole Density Test of Centrifugal Drainer) Ryandy Santoso; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.429 KB)

Abstract

ABSTRACT Fruit chips is one of agricultural commodity processing results and also an attempt to extend the shelf-life of the commodity. Therefore, every process in the processing must be optimal , especially in the draining process. The purpose of this research was to test the hole density of basket on centrifugal drainer to see the quality of chips produced. The research was conducted from July to September 2014 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Agricultural Faculty, USU using a simple research design on basket with density of 4 mesh, 16 mesh, 25 mesh, 36 mesh, and 49 mesh. Parameters measured were effective capacity of the drainer, the amount of oil that was drained, and the percentage of defects in draining banana chips. The results showed that the hole density had highly significant effect on the three parameters. The best type of basket density was KK3 ( 25 mesh ) with the effective capacity of 9.6333 kg/h, the amount of the drained oil was 3.6667 % , and the percentage of defects was 9.6667 %. Keywords : chips drainer, basket density, chips quality   ABSTRAK Keripik buah adalah salah satu hasil pengolahan komoditi pertanian yang juga merupakan upaya untuk memperpanjang umur simpan komoditi tersebut. Oleh karena itu setiap proses dalam pengolahannya haruslah optimal, terutama dalam proses penirisannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kerapatan keranjang peniris pada alat peniris tipe sentrifugal terhadap kualitas keripik buah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2014 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, USU dengan menggunakan model percobaan sederhana yaitu pada jenis kerapatan keranjang 4 mesh, 16 mesh, 25 mesh, 36 mesh, dan 49 mesh. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase minyak yang ditiriskan, dan persentase kerusakan hasil pada proses penirisan keripik pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kerapatan memberikan pengaruh berbeda nyata pada pengamatan ke tiga parameter. Jenis kerapatan keranjang terbaik adalah KK3 (25 mesh) dengan kapasitas efektif alat sebesar 9,6333 kg/jam, banyaknya minyak yang ditiriskan sebesar 3,6667%, dan persentase kerusakan hasil sebesar 9,6667%. Kata Kunci : alat peniris keripik, kerapatan keranjang, kualitas keripik
PEMBUATAN BRIKET DARI SEKAM PADI DENGAN KOMBINASI BATUBARA (Briquetting of Rice Husk With a Combination of Coal) Kasta Efrata Barus; Achwil Putra Munir; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.728 KB)

Abstract

ABSTRACT Briquette is one type of alternative fuel made from various kinds of biological or biomass. Briquette materials used in this study were rice husk and coal. This research was aimed to improve the utilization of biomass by making charcoal biobriquette as alternative fuels and to find the best charcoal briquette, rice husk composition. The research was done by non factorial completely randomized design with the parameters of water content, density, firmness press, ash content and calorific value.The results showed that the composition charcoal biobriquette had highly significant effect on water content, density, firmness press, ash content and calorific value. The water content of the best biobriquette was 1,513% in compliance with those made in Japan, America, England and Indonesia. Density value was equal to 0.610 to 0.443 g/cm3, which was approaching the quality standards of briquettes made in Indonesia and England. Firmness press was 3.78 kg/cm2 which did not meet the quality standards of briquettes made in UK, Japan, USA and Indonesia. Ash content was 49.0724%, did not meet the quality standard briquettes for Indonesia, Japan, UK and USA. Calorific value equal to 5857.8581 cal/g that met the quality standard of briquettes made in Indonesia and approaching the quality standard of briquettes made in the UK and Japan. Keywords: Briquettes, rice husk and coal ABSTRAK Briket merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang terbuat dari aneka macam hayati atau biomasa. Bahan briket  yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekam padi dan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan biomassa dengan membuat biobriket arang sebagai bahan bakar alternatif dan untuk menguji komposisi briket arang yang terbaik antara sekam padi dengan pencampuran batubara terhadap mutu briket yang dihasilkan. Pengujian yang dilakukan adalah  dengan rancangan acak  lengkap non faktorial dengan parameter kadar air, kerapatan, keteguhan tekan, kadar abu dan nilai kalor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan biobriket arang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kerapatan, keteguhan tekan, kadar abu dan nilai kalor. Kadar air terbaik dalam penelitian ini yaitu 1,513%  % yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Amerika, Inggris dan Indonesia. Nilai kerapatan dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,610 - 0,443  gr/cm3, yang mendekati standar mutu briket buatan Indonesia dan briket buatan Inggris. Keteguhan tekan terbaik dalam penelitian ini diperoleh yaitu 3,78 kg/cm2 yang belum memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, Jepang, Amerika dan Indonesia. Nilai kadar abu terbaik dalam penelitian ini yaitu 49,0724% yang tidak memenuhi standar mutu briket buat Indonesia, Jepang, Inggris dan Amerika. Nilai kalor terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 5857,8581 kal/gr yang memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia dan mendekati standar mutu briket buatan Inggris dan Jepang. Kata kunci : Briket, sekam padi dan batubara
UJI JARAK ANTAR PUNCAK ULIR KEMPA PADA ALAT PENCETAK TERASI (Screw Press Thread Pitch Test of Shrimp Paste Molder) Mitra Junetris Tarigan; Ainun Rohanah; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.223 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste molder must be able to support shrimp paste’s home industry so that the industry can achieve the optimal production. This research was aimed to examine the effect of thread pitch on the shrimp paste molder performance. This research was conducted in October and December 2015 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, using non factorial randomized block design with three levels, i.e. 4 cm, 5 cm, 6 cm. The parameters observed were effective capacity, yield, density of product and basic cost of production. Based on this research, it was summarized that thread pitch had significant effect on the effective capacity and yield,  and had no significant effect on density of product. The best treatment was L3 (6 cm) which had  effective capacity of 93.61kg/h, yield 76.86%, density of product was 0.581g/cm3 and the basic cost of production for the first to the fifth year were Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg respectively. Keywords: shrimp paste, molder, thread pitch, performan ABSTRAK   Alat pencetak terasi harus mampu mendukung industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang terasi agar produksi dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jarak antar puncak ulir kempa terhadap kinerja alat pencetak terasi. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Oktober hingga November 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Metode penelitian menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan taraf pengujian jarak puncak 4 cm, 5 cm, 6 cm. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase berat bahan tercetak, kerapatan massa hasil tercetak, dan biaya pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antar puncak ulir kempa memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kapasitas efektif alat dan persentase berat bahan tercetak serta memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap kerapatan massa hasil tercetak. Perlakuan terbaik untuk seluruh parameter yang diamati dari penelitian ini adalah taraf L3 (jarak puncak 6 cm) menghasilkan 93.61kg/jam, nilai persentase berat bahan tercetak 76.86%, kerapatan massa hasil tercetak 0.581g/cm3 dan biaya pokok tahun pertama hingga kelima berturut Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg. Kata Kunci: terasi, alat pencetak, jarak puncak ulir, kinerja
KAJIAN BEBERAPA METODE PEMBERIAN AIR PADI SAWAH (Oriza sativa L) VARIETAS CIHERANG DI RUMAH KACA (Study of Various Provison of Water Paddy Methods (Oryza sativa) Ciherang Variety Rice in Green House) Riza Revita Pinem; Sumono Sumono; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.964 KB)

Abstract

ABSTRACT The provision of water on a paddy is very influential to rice growth and production. This research was aim ed to study various paddy water provision methods on ciherang variety (Oryza Sativa L) in greenhouse. Parameters observed wer evapotranspiration value, potential evaporation, crop coefficient, percolation, grains weight and dry plant weight. The results show-ed that the value of crop evapotranspiration for intermiten method, humid and flooding were in an average of 1.54 mm / day, 1.60 mm / day, and 1.71 mm / day respectively. The average value of potential evaporation from vegetative phase to the ripening was 1.62 mm / day. The value of the plant's method of intermiten coeffitient, humid and flooding were in an average of 0.95, 0.99 and 1.06 respectively. The value of percolation to intermiten, humid and floodingwere in an average of 1,83 cm / day, 1 , 3 cm / day and 3.36 cm / day respectively. The plant's dry weight ofintermitent, humid and flooding were in an average of 87.5 g, 84.1 g and 77.5 g respectively and the weight of grains in intermiten, humid and flooding were in an average of 50 g, 43.3 g and 30 g respectively. Keywords : Ciherang rice, evapotranspiration, water provision, crop coefficient, percolation. ABSTRAK Pemberian air padi sawah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa metode pemberian air padi sawah (Oriza sativa L) varietas ciherang di rumah kaca. Parameter yang diamati adalah evapotranspirasi tanaman, evaporasi potensial, koefisien tanaman, perkolasi, berat bulir padi dan dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan nilai evapotranspirasi tanaman untuk metode terputus, macak-macak dan penggenangan berturut-turut dengan rata-rata 1,54 mm/hari, 1,60 mm/hari, dan 1,71 mm/hari. Nilai rata-rata evaporasi potensial mulai dari fase vegetatif hingga pemasakan sebesar 1,62 mm/hari. Nilai koevisien tanaman untuk metode terputus, macak-macak dan penggenangan berturut-turut dengan rata-rata 0,95, 0,99 dan 1,06. Nilai perkolasi untuk metode terputus, macak-macak dan penggenangan berturut-turut dengan rata-rata 1,83 cm/hari, 1,3 cm/hari dan 3,36 cm/hari. Berat kering tanaman untuk metode terputus, macak-macak dan penggenangan berturut-turut dengan rata-rata 87,5 g 84,1 g dan 77,5 g  dan berat bulir padi pada metode terputus,macak-macak dan penggenangan berturut-turut dengan rata-rata 50 g, 43,3 g dan 30 g. Kata kunci: padi ciherang, evapotranspirasi, pemberian air, koefisien tanaman, perkolasi.
ANALISIS ERGONOMI TERHADAP RUANG KENDALI PADA TRAKTOR RODA EMPAT KINTA SB55 (Analize Ergonomic of Controlling Room for Four-Wheel Tractor KINTA SB55) Robi Salim Rambe; Achwil Putra Munir; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.866 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was done to test the effect of operator comfort level of the control room operated by hand, operational by foot, and the optimum area in four-wheel tractor. This research was using anthropometric data with a sample of 100 people taken at random. The results showed that control space operated by hand, operational of foot, and the optimum area in four-wheel tractor was each 21 cm, 55 cm, and 77 cm respectively from the SRL. Keywords:tarctor, anthropometry ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan operater terhadap ruang kendali yang dioperasikan dengan tangan, pengoperasian alat dengan kaki, dan daerah optimum pada traktor roda empat. Penelitian ini mengguanakan data antropometri dengan sampel 100 orang yang diambil secara acak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil ruang kendali yang dioperasikan dengan tangan, pengoperasian alat dengan kaki, dan daerah optimum pada traktor roda empat masing-masing adalah 21 cm, 55 cm, dan 77 cm dari SRL Kata Kunci:traktor, antropometri

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue