cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017" : 8 Documents clear
STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM PUTIH DI KOTA MEDAN Siti Hafsah Siregar; Iskandarini Iskandarini; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Siti Hafsah Siregar (130304028/ Agribisnis) dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Olahan Jamur Tiram Putih di Kota Medan”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, M.M, Ph.D sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 di Kota Medan dengan metode Purposive. Tujuan penelitian in adalah untuk Untuk mengetahui faktor internal dan eksternal pemasaran yang dihadapi oleh usaha pengolahan jamur tiram putih di daerah penelitian, dan untuk menentukan strategi pemasaran produk olahan jamur tiram putih di daerah penelitian. Metode analisis data untuk mengetahui faktor internal dan eksternal pemasaran menggunakan metode deskriptif, dan untuk menentukan strategi pemasaran produk olahan jamur tiram putih menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Strategi berada pada kuadran III yaitu strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang Turn Arround. Memanfaatkan modal sendiri untuk mengatasi kelemahan dukungan Pemerintah, memanfaatkan jejaring (networking) untuk mengatasi  kurangnya dukungan Pemerintah, memanfaatkan pengalaman produsen dalam berusaha untuk mengatasi lemahnya dukungan Pemerintah, memanfaatkan  peluang stabilnya harga jual dengan meningkatkan promosi, memanfaatkan besarnya potensi pangsa pasar dengan meningkatkan promosi, memanfaatkan nilai strategis lokasi dengan mengatasi kelemahan promosi, memanfaatkan permintaan selera masyarakat yang tinggi dengan mengatasi kelemahan promosi.   Kata Kunci: Jamur Tiram, Pemasaran, Strategi, SWOT  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI DAGING AYAM RAS DI PASAR TRADISIONAL DAN MODEREN DI KOTA MEDAN (Studi Kasus Pasar Tradisional Pringgan dan Pasar Moderen Brastagi Supermarket) Yoga Muhammad Phalovey; Iskandarini Iskandarini; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi yaitu umur, pendidikan, jumlah tanggungan, pendapatan, dan jarak ke lokasi pasar terhadap jumlah membeli daging ayam ras di pasar tradisional dan pasar moderen di Kota Medan, menganalisis pengaruh atribut kesegaran, kebersihan, pelayanan, sertifikasi, dan kemasan terhadap jumlah membeli daging ayam ras di pasar tradisional dan pasar moderen di Kota Medan, dan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan faktor atribut kesegaran, kebersihan, pelayanan, sertifikasi, dan kemasan di pasar tradisional dan pasar moderen Kota Medan.   Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda dan uji beda rata-rata menggunakan alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 60 konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai April tahun 2017.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada pasar tradisional, karakteristik sosial ekonomi secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel jumlah tanggungan, pendapatan, dan jarak ke lokasi pasar berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras.Pada pasar moderen Brastagi Supermarket, karakteristik sosial ekonomi secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel umur, jumlah tanggungan dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Pada pasar tradisional Pringgan, dari keseluruhan variabel bebas faktor atribut secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel kesegaran dan kebersihan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Pada pasar moderen Brastagi Supermarket, faktor atribut secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel kesegaran, sertifikasi, dan kemasan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Faktor atribut (memiliki perbedaan antara pasar tradisional Pringgan dan Pasar moderen Brastagi Supermarket. Kata Kunci: Karakteristik Sosial Ekonomi, Atribut, Perilaku Konsumen, Daging Ayam Ras
ANALISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Ade Fitri Yasha; Iskandarini Iskandarini; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ade Fitri Yasha (130304001) dengan judul “Analisis Kebutuhan Modal Kerja Petani Padi Sawah (Studi Kasus; Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)”.Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, M.M., Ph.D sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Emalisa, SP., M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan modal kerja petani padi sawah, menganalisis sumber permodalan petani padi sawah, menganalisis kemampuan petani dalam mengembalikan pinjaman modal di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupten Serdang Bedagai.Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan  ROI (return on investment). Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan untuk usahatani padi sawah yaitu sebesar Rp 3,342,681per satu musim tanam, sumber permodalan yang dibutuhkan untuk usahatani padi sawah berasal dari modal sendiri sebesar 37,07 %  yang didapat dari tabungan petani dan modal pinjaman sebesar 62,93%, Return on Investmentdidapat sebesar 2,78, artinya dengan biaya 100 maka akan dihasilkan keuntungan sebesar Rp. 278,- per petani sehingga penggunaan modal tertutupi, maka menurut analisis ROI (Return On Investment) usahatani padi sawah di daerah penelitian layak untuk diusahakan.   Kata Kunci : Modal Kerja, Analisis, Kebutuhan
ANALISIS KELAYAKAN PENGOLAHAN GULA MERAH DARI NIRA KELAPA SAWIT (Studi Kasus: Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara) Jumiyati Jumiyati; Iskandarini Iskandarini; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017 di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai dengan metode Purposive. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar biaya, pendapatan dan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan gula merah dari nira kelapa sawit di daerah penelitian. Metode analisis data untuk mengetahui besar biaya pengolahan menggunakan rumus TC, untuk menganalisis besar pendapatan menggunakan rumus pendapatan (Income), dan untuk menganalisis kelayakan usaha dianalisis dengan BEP dan R/C Ratio. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah pengrajin sampel sebanyak 15 pengrajin gula merah. Data yang digunakan adalah data primer dengan bantuan daftar pertanyaan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari instansi atau lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya < penerimaan. BEP Produksi < Produksi, BEP Harga <  Harga output. R/C Ratio > 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha gula merah layak dikembangkan secara finansial di daerah penelitian. Kata Kunci: Gula Merah, Nira Kelapa Sawit, Break Event Point (BEP), R/C Ratio
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI DODOL RASA BUAH (Studi Kasus: Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Muhammad Ardi; Iskandarini Iskandarini; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman agroindustri dodol rasa buah serta menentukan strategi pemasaran agroindustri dodol rasa buah di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Berdagai. Metode penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode sensus sebanyak 20 sampel pedagang dodol. Jenis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu ukuran yang sesuai pasar, warna dodol yang bervariasi, variasi rasa yang beragam, letak pasar yang strategis, harga dodol yang terjangkau, dan kenyamanan produksi yang baik. Kelemahan dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu ketahanan dodol yang kurang baik, jumlah produksi yang sedikit, dan promosi dodol yang sangat tidak luas; Peluang dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu permintaan dodol rasa buah yang stabil, daya beli masyarakat yang baik, selera masyarakat yang baik, kebijakan pemerintah yang mendukung, dan rendahnya biaya retribusi; Ancaman dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu jumlah pesaing yang mempengaruhi, jumlah saluran distribusi yang sedikit, infrastruktur yang tidak baik, musim yang tidak mendukung, dan biaya produksi yang tinggi; Strategi  pemasaran usaha dodol rasa buah di Desa Bengkel, yang paling tepat  yaitu strategi agresif.   Kata Kunci :Dodol, Strategi pemasaran, faktor internal-ekstenal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA UNTUK MENJADI WIRAUSAHAWAN DALAM BIDANG AGRIBISNIS Muhammad Ikhlasul Amal; Iskandarini Iskandarini; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017 di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan metode Purposive. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis pengaruh faktor internal (kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan Keinginan) dan pengaruh faktor eksternal ( Pola asuh keluarga, peluang, dan Jaringan Usaha) terhadap niat mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan dalam bidang Agribisnis. Metode analisis data untuk mengetahui faktor Internal dan faktor eksternal terhadap niat mahasiswa  menggunakan metode regresi linear berganda. Faktor Internal (Kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa  di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan. Variabel yang paling dominan adalah Kepribadian. Faktor Eksternal (Pola asuh keluarga, peluang, dan Jaringan Usaha) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa  di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan. Variabel yang paling dominan adalah Jaringan Usaha. Kata Kunci: Niat Berwirausaha, Mahasiswa, Kepribadian, dan Jaringan Usaha
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI BUAH-BUAHAN MASYARAKAT (Studi Kasus: Kecamatan Medan Denai) Dexna Sofiaranti Solin; Iskandarini Iskandarini; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi rumah tangga, mengetahui pola konsumsi buah rumah tangga dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi buah rumah tangga di Kecamatan Medan Denai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan mengamati langsung kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga, kemudian menggunakan kuesioner untuk melihat gambaran pola konsumsi buahnya. Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi buah rumah tangga tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsumen buah di Kecamatan Medan Denai memiliki karakteristik sosial ekonomi yang berbeda-beda, baik itu dari segi pendapatan, umur, jumlah anggota keluarga maupun pendidikan. Karakteristik sosial ekonomi konsumen buah yaitu pendapatan, umur, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh nyata secara serempak terhadap jumlah konsumsi. Pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah, sedangkan variabel umur tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah. Buah yang paling diminati adalah buah jeruk dan mangga. Hal-hal yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi buah adalah minat konsumsi, jenis buah, kebiasaan, pengetahuan akan kandungan buah, ketersediaan buah dipasar, lokasi pedagang, intensitas mengkonsumsi, pola 4 sehat 5 sempurna dan porsi sekali makan. Jenis buah yang diteliti terbatas, hanya berkisar kepada buah jeruk, mangga dan jambu. Konsumen buah-buahan sebagian besar sudah menerapkan pola 4 sehat 5 sempurna dengan mengkonsumsi minimal 1 buah per hari per orang untuk buah jeruk atau minimal 1 buah per hari per keluarga untuk buah mangga dan jambu.   Kata kunci : Konsumen buah, karakteristik sosial ekonomi konsumen dan konsumsi buah
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI IKAN ASIN (Studi Kasus: Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara) Zainal Abidin Damanik; Iskandarini Iskandarini; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Zainal Abidin Damanik (130304056/Agribisnis) dengan judul “Strategi Pengembangan Agroindustri Ikan Asin Di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, M.M, Ph.D sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Siti Khadijah H.N, SP, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan pengembangan agroindustri ikan asin di daerah penelitian, apa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengembangan agroindustri ikan asin di daerah penelitian, dan bagaimana strategi pengembangan agroindustri ikan asin di daerah penelitian. Metode penelitian dalam menentukan lokasi penelitian secara purposive (sengaja). Pengambilan sampel menggunakan metode sensus yaitu mengambil semua sampel yang ada di daerah penelitian dengan total sampel yaitu 9 pengusaha ikan asin. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan rumus kelayakan yaitu R/C ratio, BEP (Break Event point) dan analisis SWOT. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah agroindustri ikan asin layak untuk dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni (2,75) > 1 dan berdasarkan analisis Break Event Point (BEP) dapat diketahui nilai BEP produksi lebih kecil dari hasil produksi dan BEP harga lebih kecil dibanding dengan harga jual. Kekuatan agroindustri ikan asin yaitu ketersediaan ikan, ketersediaan bahan penunjang, alat produksi, ketersediaan tenaga kerja, jumlah produksi agroindustri ikan asin, tingkat pendidikan produsen, pengalaman produsen, keterampilan yang dimiliki produsen dan kemitraan agroindustri. Kelemahan agroindustri ikan asin yaitu teknologi pengolahan, jumlah tanggungan keluarga dan ketersediaan modal. Peluang agroindustri ikan asin yaitu permintaan pasar, sarana-prasarana, dan tingkat kosmpolitan. Ancaman agroindustri ikan asin yaitu harga input, harga jual ikan asin, dukungan instansi pemerintah, keadaan iklim, koordinasi antar instansi, dan penyuluhan perikanan. Adapun strategi pengembangan agroindustri ikan asin yaitu strategi diversifikasi yang terletak di kuadran II yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang.   Kata Kunci : Agroindustri, Kelayakan, Startegi Pengembangan Ikan Asin

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue