cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017" : 10 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH (Studi Kasus : Desa Silalahi III, Kec. Silahisabungan, Kabupaten Dairi) Rini Elisabeth Pardede; Tavi Supriana; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah di Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Penentuan daerah penelitian secara purposive (sengaja). Metode penentuan sampel yaitu Simple Random Sampling dengan perhitungan menggunakan Metode Slovin sebanyak 65 petani. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat produksi bawang merah. Secara parsial variabel luas lahan, bibit, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh positif dan nyata terhadap produksi bawang merah, sedangkan untuk variabel pupuk berpengaruh negatif dan nyata terhadap produksi bawang merah.   Kata Kunci: Bawang Merah, Faktor Produksi Luas Lahan, Bibit, Pupuk, Pestisida, dan Tenaga Kerja
ANALISIS TATANIAGA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Studi Kasus : Kel. Haranggaol, Kec. Haranggaol Horison, Kab. Simalungun) Hastri Yunita Nasution; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui saluran tataniaga bawang merah, fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga, biaya, margin serta keuntungan yang diterima oleh tiap lembaga tataniaga di masing-masing saluran dan untuk mengetahui apakah saluran tataniaga bawang merah di daerah penelitian sudah efisien. Metode penentuan daerah dilakukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan metode Accidental Sampling dengan sampel petani sebanyak 30 sampel. Untuk lembaga tataniaga yang terlibat ditentukan dengan metode Snowball Sampling dimana terdapat 2 sampel pedagang pengumpul, 8 sampel pedagang besar, dan 9 sampel pedagang pengecer. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis pola saluran tataniaga bawang merah di daerah penelitian dan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga bawang merah disana,analisis margin tataniaga, dan analisis efisiensi tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran tataniaga di daerah penelitian, yaitu: petani – pedagang  pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, petani – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen dan petani – pedagangpengecer – konsumen. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga adalah fungsi pembelian, penjualan, pengangkutan, pengolahan, penyimpanan, penanggungan resiko, pembiayaan, standardisasi dan grading serta informasi pasar. Saluran tataniaga di daerah penelitian sudah efisien(Ep< 50%). Kata Kunci : Tataniaga, BawangMerah, Biaya, Margin, Keuntungan, Efisiensi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)” (Studi Kasus: Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Mei Dita Clara Aritonang; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MEI DITA CLARA ARITONANG (130304155/AGRIBISNIS) dengan judul ”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). (Studi Kasus Penelitian di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara). Peneliti dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS sebagai ketua komisi pembimbing dan Ibu Emalisa, SP., M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum usahatani bawang merah dan menganalisis pengaruh pemakaian bibit, pupuk, pestisida, dan curahan tenaga kerja terhadap produksi bawang merah di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit, pupuk, pestisida, dan curahan tenaga kerja. Bibit bawang merah yang digunakan adalah bibit unggul lokal, yaitu bibit bawang merah dengan jenis Samosir yang ditanam 1-2 kali per tahun dan diselingi dengan tanaman lainnya seperti padi dan jagung. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bibit dan jumlah pupuk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi bawang merah sedangkan jumlah pestisida dan curahan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi bawang merah. Kata Kunci : bawang merah, bibit, pupuk
ANALISIS FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) DI KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Yoga Pratama; Luhut Sihombing; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan input usahatani bawang merah per petani/ha, untuk mengetahui besarnya harga rata-rata input, harga output, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan petani bawang merah per hektar dan per petani, untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani bawang merah di daerah penelitian, untuk mengetahui apa program dan rencana aksi pengembangan usahatani bawang merah yang dapat direkomendasikan di daerah penelitian. Hasil Penelitian diperoleh: 1. Ketersediaan input bawang merah yang terdiri atas tenaga kerja, bibit, pupuk, serta pestisida bersifat tersedia. 2. Besar harga rata-rata input per petani per hektar yaitu: (a) bibit sebesar Rp 33.000/kg, (b) pupuk sebesar Rp 2.340/kg, (c) pestisida sebesar 29.192/liter, (d) tenaga kerja sebesar Rp 55.000/HKP. Rata-rata biaya produksi petani bawang merah sebesar                            Rp 4.917.142 per petani dan Rp 48,679,686 per hektar. Rata-rata penerimaan petani bawang merah sebesar Rp 8.033.745 per petani danRp 79.524.216 per hektar. Dan rata-rata pendapatan yang di terima petani bawang merah sebesar Rp 3.116.603 per petani dan Rp 30.844.530 per hektar. 3. Secara finansial usahatani bawang merah di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dapat dikatakan layak, dilihat dari nilai R/C Ratio per petani dan per hektar sebesar 1,60 (>1) artinya bahwa usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan. Nilai BEP harga memiliki nilai sebesar Rp 12.875/kg  per petani dan Rp 12.871/kg per hektar dengan harga jual sebesar Rp 20.378/kg yang artinya harga jual > BEP harga sehingga usahatani bawang merah layak untuk diusahakan. Sedangkan Nilai BEP produksi  yaitu sebesar 234 kilogram per petani dan 2.315 kilogram per hektar yang artinya produksi > BEP produksi sehingga usahatani bawang merah layak untuk diusahakan. 4. Program yang akan direkomendasikan kepada petani yaitu: (a) program peningkatan produksi bawang merah yaitu dengan menggunakan bibit bawang merah yang unggul  dan berkualitas baik, (b) program pengembangan sarana dan prasarana agribisnis bawang merah yaitu dengan penyediaan sarana produksi di setiap kelompok tani berupa bibit, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian, (c) program perluasan sentra produksi usahatani bawang merah yaitu dengan pemanfaatan lahan tidur untuk bercocok tanam bawang merah, (d) program perbaikan tingkat adopsi teknologi petani yaitu dengan melakukan penyuluhan kepada petani dengan mengikut sertakan penyuluh pertanian setempat mengenai cara mengoptimalkan produksi bawang merah petani.   Kata Kunci : bawang merah, analisis finansial, analisis SWOT
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Kasus: Kelurahan Haranggaol, Kec. Haranggaol Horison, Kab. Simalungun Hidayati R; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.689 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani Bawang Merah di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sampel dilakukan secara Snowball Sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan finansial. Metode analisis kelayakan digunakan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani Bawang Merah. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 2,71 per petani dan berdasarkan analisis Break Even Point (BEP) dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melalui titik impas yaitu dengan ratarata titik impas sebesar 513,26 kg atau Rp 7.199,70 /kg. Berdasarkan hasil diatas usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan. Kata Kunci : Kelayakan Finansial, Bawang Merah
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Kasus: Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara ) Elita Talenta Lumban Tobing; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman)  yang dihadapi dan dimiliki oleh agribisnis bawang merah di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara dan untuk memformulasikan strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary) dan analisis matriks SWOT yaitu untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Alternatif strategi  yang paling tepat untuk dikembangkan di daerah penelitian tersebut yaitu strategi kekuatan-peluang (Strenght-Opportunity Strategy). Kata kunci : Bawang Merah, IFAS, EFAS, SWOT, Strategi Pengembangan Agribisnis
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L.) (Kasus : Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Ivana Marsinta L. Sitorus; Tavi Supriana; Lily Fauziah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis produktivitas, biaya produksi dan pendapatan petani dan untuk mengetahui budidaya usahatani dan kelayakan usahatani bawang merah di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan secara Sensus dengan jumlah populasi sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kelayakan  usahatani. Hasil penelitian ini menunjukkan besar biaya produksi sebesar Rp.29.848.529 per hektar. Penerimaan yang didapat sebesar Rp.144.066.667 per hektar dan pendapatan petani bawang merah sebesar Rp. 19.036.356 per bulan. Usahatani Bawang Merah layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 5,08 per hektar. Berdasarkan analisis Break Even Point dapat diketahui bahwa BEP produksi bawang merah per hektarnya selama ini sudah melampaui titik impas yaitu dengan rata-rata titik impas sebesar 1.523,128/Kg dan BEP harga per hektarnya sebesar Rp..4.451/kg. Berdasarkan hasil diatas, usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan. Kata Kunci: Pendapatan, Kelayakan, Bawang Merah.
ANALISIS USAHA TANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Studi Kasus: Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Dhika Permata Ulvi; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK DHIKA PERMATA ULVI (130304111/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi”Analisis Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Studi Kasus penelitian di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Ketua Komisi Pembimbing dalam penelitian ini adalahDr. Ir. Tavi Supriana, MS dan Anggota Komisi Pembimbing adalah Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum sistem pengelolaan usahatani bawang merah, besar biaya produksi, besar penerimaan dan pendapatan dan kelayakan usahatani di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kelayakan finansial usahatani.Hasil penelitian ini menunjukkan besar biaya produksi per petani sebesar Rp. 2.808.432,69 dan sebesar Rp.32.263.439,07 per hektar. Penerimaan yang didapat sebesar Rp. 6.525.333,33 perpetani Rp.78.113.888,9  per hektar dan pendapatan sebesar Rp. 3.716.900,6 per petaniRp.45.850.449,8 per hektar. Usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C >1 yaitu sebesar 2,54 per petani dan 2,54 per hektar. Berdasarkan analisis Break Even Point dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melampaui titik impas yaitu dengan rata-rata titik impas sebesar Rp. 8.375,68/Kg. Berdasarkan hasil diatas, usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan.   Kata Kunci: Analisis usahatani, bawang merah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR UDANG DI INDONESIA Fattya Rahmah S; Tavi Supriana; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor udang di Indonesia. Metode penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), dengan mempertimbangkan Indonesia merupakan salah satu pengekspor udang terbesar serta memiliki potensi dalam pengembangan budidaya udang. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Generalized Least Square (GLS) dan dianalisis menggunakan program E-Views 6.0. Hasil penelitian diperoleh faktor yang mempengaruhi ekspor udang di Indonesia adalah faktor produksi udang di Indonesia dan faktor GDP negara tujuan ekspor. Variabel produksi udang Indonesia berpengaruh negatif secara signifikan terhadap volume ekspor udang Indonesia dengan nilai koefisien -0,1954. Sedangkan variabel GDP negara tujuan ekspor berpengaruh positif secara signifikan terhadap volume ekspor udang Indonesia dengan nilai koefisien 0,3127. Kata Kunci: Ekspor, Produksi, Gross Domestic Product
HUBUNGAN IMPOR BAWANG MERAH DENGAN HARGA BAWANG MERAH DAN PRODUKSI BAWANG MERAH SUMATERA UTARA Imam Teguh Prakoso; Tavi Supriana; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ImamTeguhPrakoso (100304147) dengan judul skripsi Hubungan Impor Bawang Merah dengan Harga Bawang Merah dan Produksi Bawang Merah Sumatera Utara. Dibimbing oleh Ibu Dr. Ir Tavi Supriana MS dan Bapak Ir. Sinar Indra Kusuma, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan impor bawang merah dengan harga bawang merah domestik. Untuk menganalisis hubungan harga bawang merah domestik dengan harga bawang merah internasional. Untuk menganalisis hubungan impor bawang merah dengan produksi bawang merah di Sumatera Utara.Metode daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) yaitu Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang dikumpulkan peneliti dari Badan Pusat Statistik, dinas yang terkait, dan berbagai terbitan baik melalui media cetak maupun elektronik pada tahun 2011 – 2015. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan nyata antara harga domestik bawang merah dengan volume impor bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Ada hubungan yang negatif dan nyata antara produksi bawang merah dengan volume impor bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Ada hubungan yang positif dan nyata antara harga domestik bawang merah dengan harga internasional bawang merah di Provinsi Sumatera Utara .Kata Kunci :Impor, Produksi, Domestik

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue