cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI USAHA TANI PENANGKARAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT Muhammad Sucahyo; AT. Hutajulu, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.637 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal dalam meningkatkan produksi usaha tani penangkaran benih padi. Serta menganalisis strategi peningkatan produksi usaha tani penangkaran benih padi di Desa Tumpatan nibung Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal dan faktor eksternal dalam peningkatan produksi penangkaran benih padi di daerah penelitian terdiri dari  kualitas fisik produksi yang sangat baik, pemanfaatan teknologi yang baik, kepercayaan pembeli gabah sangat tinggi, bahan baku benih tersedia ketika musim tanam. Ketersediaan lahan yang minim, modal usaha tani, sarana prasarana produksi yang minim. adanyapenyuluh yang aktif, permintaan benih sangat tinggi, pemerintah sangat mendukung kesejahteraan petani. perubahan iklim dan cuaca, tidak adanya lembaga keuangan dengan kredit ringan, adanya alih fungsi lahan. Strategi yang diperoleh adalah strategi diversifikasi atau strategi ST (Strengths – Threats) yaitu menggunakan kekuatan untuk meminimalkan ancaman yang ada Kata Kunci : Penangkaran benih padi, Factor internal dan eksternal, Strategi, Produksi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK UDANG (Studi Kasus : Desa Sei Meran, Kec. Pangkalan Susu, Kab. Langkat ) Rizky Hermawan Pulungan; Lily Fauzia, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.341 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem budidaya udang vannamei di daerah penelitian, untuk mengetahui apakah usaha udang vanname layak atau tidak layak dikembangkan di daerah penelitian.sistem budidaya udang vannamei dijelaskan secara deskriptif, sedangkan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya udang vannamei menggunakan perhitungan BEP,dan R/C Ratio. Hasil penelitian adalah sistem budidaya udang vannamei di daerah penelitian menggunakan sistem semi intensif dan usaha udang vannamei layak dikembangkan secara finansial. . Kata Kunci: Udang Vannamei, Break Event Point (BEP), R/C Ratio
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN TENAGA KERJA DAN OPTIMASI PRODUKSI PADA PENGOLAHAN CPO (Studi Kasus: PKS PT. Sinar Sawit Lestari Tbk. Damuli-Aek Kanopan) Sri Ayu W. Saragih; Sri Fajar Ayu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.586 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan tenaga kerja pada pengolahan CPO di daerah penelitian dan menganalisis tingkat optimasi penggunaan tenaga kerja pada pengolahan CPO di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penentuan daerah penelitian secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu. Metode pengumpulan data terdiri dari data sekunder (1 tahun) dan primer (24 sampel) yaitu keseluruhan tenaga kerja pada pengolahan CPO di pabrik kelapa sawit yang diteliti. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis frontier dan linear programming menggunakan alat bantu Frontier 4.1 dan ABQM. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tenaga kerja pada pengolahan CPO dikatakan efisien baik secara teknis maupun ekonomis. Dapat dilihat dari hasil perhitungan efisiensi teknis yakni sebesar 0,80. Dengan nilai 0,80 < 1 maka penggunaan input tenaga kerja dikatakan efisien secara teknis. Sedangkan untuk mendapatkan efisiensi ekonomis diperoleh dari perhitungan NPMx/Px = 1 yakni sebesar 0,34. Dengan nilai 0,34 < 1 maka penggunaan input tenaga kerja pada pengolahan CPO dikatakan efisien secara ekonomis. Produksi CPO periode Juni 2015 dikatakan optimal. Berdasarkan perhitungan menggunakan Linear Programming diperoleh optimasi produksi sebesar 1800 ton CPO. Bila dibandingkan dengan data real yang diperoleh dari daerah penelitian, diketahui bahwa produksi CPO periode Juni 2015 sebesar 2.701,59 ton. Kata Kunci: efisiensi, optimasi, tenaga kerja, produksi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI KEDELAI DI SUMATERA UTARA Titus Egatama Sembiring; Satia Negara Lubis; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.158 KB)

Abstract

  ABSTRAK Ketimpangan didalam kemampuan untuk memenuhi ketersediaan kedelai dibandingkan dengan konsumsi kedelai yang besar mempengaruhi stabilitas keadaan pangan kedelai di Sumatera Utara. Diperlukan intensifikasi ataupun ekstinfikasi di dalam menuntaskan ketimpangan tersebut. Untuk itu, diperlukan upaya khusus guna mempercepat ketersediaan kedelai untuk memenuhi konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Dari penelitian ini diperoleh bahwa Ketersediaan kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh luas panen, tenaga kerja, pendapatan, dan nilai tukar. Sedangkan secara parsial dipengaruhi oleh luas panen kedelai, pendapatan, dan tidak dipengaruhi oleh tenaga kerja dan nilai tukar. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga impor kedelai, jumlah penduduk, jumlah industri tahu/tempe, pendapatan, nilai tukar, dan rasio harga daging ayam/domestik kedelai. Sedangkan secara parsial konsumsi kedelai di Sumatera Utara tidak dipengaruhi oleh salah satu variabel yang mempengaruhi konsumsi. Rasio perbandingan ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara  mengalami fluktuasi di tahun 1998-2013. Berdasarkan Rasio yang diperoleh memperlihatkan bahwa masih belum stabilnya kemampuan ketersediaan kedelai menghadapi konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Untuk ketersediaan kedelai, perlu ditingkatkan kembali luas panen kedelai dan pendapatan, sedangkan jumlah tenaga kerja dan nilai tukar sebaiknya diperbaiki. Untuk konsumsi kedelai, perlu diperbaiki kembali variabel harga impor kedelai, jumlah penduduk, jumlah Industri tahu/tempe, pendapatan, nilai tukar, dan rasio harga daging ayam/domestik kedelai. Untuk rasio ketersediaan dan konsumsi, perlu diperbaiki ketersediaan kedelai untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan konsumsi kedelai. Kata Kunci: Ketersediaan Kedelai, Konsumsi Kedelai, Rasio ketersediaan-Konsumsi kedelai.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WANITA PADA USAHA LEMANG DAN KONTRIBUSINYA PADA PENDAPATAN KELUARGA DI KOTA TEBING TINGGI Siti Fatimah; Lily Fauzia, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.637 KB)

Abstract

  ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tenaga kerja wanita pada usaha lemang di daerah penelitian, untuk menganalisis adanya pengaruh faktor sosial ekonomi (umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman bekerja dan jumlah tanggungan keluarga)  terhadap pendapatan wanita pada usaha lemang di daerah penelitian, untuk mengetahui persentase kontribusi pendapatan wanita pada usaha lemang terhadap pendapatan keluarga di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan metode perhitungan persentase kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita terhadap pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas tenaga kerja wanita dalam berjualan lemang dimulai pada pukul 08.00-18.00 wib dengan upah yang diterima berkisar Rp.25.000-Rp.40.000 per hari, pada faktor sosial ekonomi secara serempak seluruh variabel bebas (umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja dan jumlah tanggungan keluarga) tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (pendapatan tenaga kerja wanita) dan secara parsial hanya variabel umur yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan tenaga kerja wanita, kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita pada usaha lemang terhadap total pendapatan keluarga kecil dan berada di bawah UMK Kota Tebing Tinggi tahun 2015.   Kata Kunci: Faktor Sosial Ekonomi, Tenaga Kerja Wanita, Pendapatan, Kontribusi Pendapatan.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI TAPE UBI (Studi Kasus: Kelurahan Baru Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan) Ade Silvana Sari; Lily Fauzia, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.663 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan ubi kayu menjadi tape ubi, menghitung dan menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan ubi kayu menjadi tape ubi, serta menghitung dan menganalisis besarnya pendapatan usaha tape ubi di Kelurahan Baru Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penentuan daerah penelitian secara purposive (sengaja) berdasarkan pertimbangan daerah tersebut memiliki banyak pengusaha tape ubi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Metode pengambilan subjek penelitian menggunakan Metode Sensus, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 28 pengusaha. Untuk menghitung dan menganalisis nilai tambah digunakan metode nilai tambah netto. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa proses pengolahan ubi kayu menjadi tape ubi di daerah penelitian terdiri dari 7 tahapan, yaitu: pengupasan, pengerokkan, perebusan, pendinginan, peragian, pembungkusan, dan pemeraman. Seluruh tahapan ini terangkai dalam satu kegiatan yang berkesinambungan dan membutuhkan waktu selama 3 hari. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan ubi kayu menjadi tape ubi pada skala industri rumah tangga di daerah penelitian tergolong tinggi (58,82%). Rata-rata pendapatan pengusaha tape ubi di daerah penelitian sebesar Rp.3.548.018,78 per bulan atau lebih besar dari upah minimum Kota Medan (UMK).   Kata kunci: Tape Ubi, Nilai Tambah, Pendapatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS LAHAN SAWAH DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Praja Sembiring; Tavi Supriana; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.417 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh Produktivitas Padi, Harga Padi dan Harga Kelapa Sawit terhadap luas lahan sawah di Kabupaten Serdang Bedagai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series data tahun 2008-2014 (7 tahun). Metode analisis yang digunakan adalah Metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel produktivitas Padi dan harga padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi luas lahan sedangkan harga kelapa sawit berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi luas lahan sawah. Kata Kunci : Luas lahan, produktivitas padi, harga padi dan harga kelapa sawit
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGGILINGAN PADI SKALA KECIL (Studi Kasus : Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara) Ismael Limbong; HM Mozart B Darus, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.373 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari mana sumber gabah yang digiling oleh pengusaha penggilingan padi skala kecil serta jumlah produksi per tahun, untuk mengetahui biaya produksi, untuk mengetahui besar pendapatan, dan untuk melihat kelayakan dari usaha penggilingan padi skala kecil di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Daerah penelitan ditentukan secara purposive, sementara penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan kriteria investasi (NPV, Net B/C, IRR dan PP) yang digunakan untuk melihat kelayakan usaha. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sumber bahan baku (gabah) usaha penggilingan padi skala kecil di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara sebagian besar berasal dari masyarakat lokal sekitar usaha penggilingan padi dengan rata-rata jumlah gabah yang diolah adalah sebesar 85,4 ton gabah per tahun. Rata-rata biaya produksi    Rp 431.861.080 per tahun. Pendapatan rata-rata Rp 125.824.668 per tahun. Sedangkan untuk analisis kelayakannya di peroleh rata-rata NPV sebesar 95.806.378, rata-rata Net B/C sebesar 1,3, rata-rata IRR sebesar 24,7% serta rata-rata PP sebesar 3 tahun 1 bulan, maka dengan mengetahui besar tingkat kelayakan yang telah dihitung maka usaha penggilingan padi skala kecil di Kecamatan Tanjung Morawa layak untuk diusahakan.   Kata Kunci :Penggilingan Padi, Analisis Kelayakan.
ANALISIS PENGELOLAAN USAHATANI TEBU DENGAN SISTEM TEBU RAKYAT INTENSIFIKASI (TRI) DI DESA BULU CINA KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG Tarisa Hanjani; Luhut Sihombing; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.27 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) di daerah penelitian, untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani Sistem TRI Mitra dengan Sistem TRI Murni, untuk menentukan strategi pengembangan pengelolaan usahatani tebu dengan Sistem TRI Mitra dan untuk menentukan strategi pengembangan pengelolaan usahatani tebu dengan Sistem TRI Murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) di daerah penelitian dilaksanakan dengan Sistem Tebu Rakyat Intensifikasi Mitra dan Sistem Tebu Rakyat Intensifikasi Murni dengan pola tanam yang sama yaitu pola tanam Plant Cane (PC) dan Ratoon danhasil produksi usahatani tebu petani TRI diolah menjadi gula dengan bantuan Pabrik Gula berupa hubungan bagi hasil antara petani dengan pabrik gula yaitu, 65% untuk petani dan 35% untuk Pabrik Gula.Perbedaan pendapatan petani Sistem TRI Mitra dengan Sistem TRI Murni adalah sebesar Rp. 16.422.966 per petani dan perbedaan per ha sebesar Rp. 931.634 dimana pendapatan rata-rata petani dengan sistem TRI Mitra lebih tinggi daripada pendapatan rata-rata petani dengan sistem TRI Murni setelah diuji dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov Test. Strategi pengembangan pengelolaan usahatani tebu dengan sistem TRI Mitra dapat diterapkan dengan strategi S-O (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan varietas tebu yang unggul untuk meningkatkan rendemen dan produksi tebu sehingga pendapatan meningkat serta melibatkan kelompok tani untuk meningkatkan kerja sama dengan Pabrik Gula dalam mengolah tebu menjadi gula. Strategi pengembangan pengelolaan usahatani tebu dengan sistem TRI Murni dapat diterapkan dengan strategi S-O (Strengths-Opportunities) yaitu melakukan intensifikasi pertanian untuk memaksimalkan produksi sehingga meningkatkan penerimaan dari sistem bagi hasil yang menguntungkan. Kata Kunci: Usahatani, Sistem Tebu Rakyat Intensifikasi, Pendapatan, Strategi
ANALISIS USAHATANI UBI KAYU (Manihot esculenta) Studi Kasus : Desa Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun Bill Clinton Siregar; Rahmanta Ginting, M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.028 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan Penelitian adalah untuk  menganalisis biaya produksi ubi kayu  di daerah penelitian, untuk  menganalisis pendapatan usahatani ubi kayu di daerah penelitian, serta untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani ubi kayu di daerah penelitian. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa daerah yang diteliti merupakan salah satu sentra produksi ubi kayu yang cukup potensial di Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel petani menggunakan Rumus Slovin, dengan besar populasi 37 orang. Untuk menganalisis biaya produksi ubi kayu di daerah penelitian digunakan metode analisis deskriptif. Untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani ubi kayu di daerah penelitian digunakan metode analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menyimpulkan total biaya usahatani ubi kayu sebesar Rp. 7.606.479,- permasa tanam dalam satu masa tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar 45,77 HKO dan produktivitas lahan sebesar 27.500 kg/ha. Tingkat pendapatan dalam satu masa tanam yang diterima dari usahatani ubi kayu sebesar Rp. 13.412.440,- permasa tanam. Usahatani masa tanam di daerah penelitian adalah usaha yang menguntungkan, dan secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan finansial (R/C) sebesar 2,79. Kata Kunci : Ubi kayu, Pendapatan, Usahatani

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue