cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS PENGARUH VOLUME PRODUKSI KEDELAI, JAGUNG, UBI KAYU DAN UBI JALAR TERHADAP TINGKAT KONSUMSI BERAS DI SUMATERA UTARA Budi Ginting; Thomson Sebayang; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.893 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kecenderungan perkembangan volume produksi kedelai, jagung, ubi kayu dan ubi jalar dan menjelaskan tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara serta menganalisis pengaruh volume produksi kedelai, jagung, ubi kayu dan ubi jalar terhadap tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara. Daerah penelitian ditentukan secara purposive, yaitu Provinsi Sumatera Utara yang mencakup 26 kabupaten/kota. Data yang dipergunakan adalah data sekunder dengan jenis data kuantitatif bentuk time series tahunan pada kurun  waktu 15 tahun (1999-2013). Data bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Ketahanan Pangan Sumatera Utara. Model yang digunakan adalah trend linear analysis dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan volume produksi kedelai cenderung menurun sedangkan perkembangan volume produksi jagung, ubi kayu dan produksi ubi jalar cenderung meningkat. tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara cenderung menurun, namun masih lebih tinggi dari rata-rata tingkat konsumsi nasional. Secara simultan volume produksi kedelai, jagung, ubi kayu dan ubi jalar berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara, namun secara parsial hanya variabel volume produksi jagung yang  berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara. Variabel volume produksi kedelai, ubi kayu dan ubi jalar tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi beras di Sumatera Utara. Disarankan agar kampanye gerakan diversifikasi pangan berbahan baku jagung perlu lebih ditingkatkan lagi.   Kata Kunci: Volume Produksi, Jenis Pangan Lokal, Tingkat Konsumsi Beras
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG (Studi Kasusdi Desa Kinepen Kecamatan Munthe Kabupaten Karo) M Jufri, Theodoric, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.731 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor internal (kekuatan dan kelemahan ) dan eksternal (peluang dan ancaman ) dalam meningkatkan produksi jagung dan mengetahui bagaimana strategi untuk meningkatkan produksi jagung di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis swot. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, dan untuk pengambilan data dilakukan wawancara menggunakan kuesioner  terhadap petani jagung di daerah penelitian. Kuesioner yang digunakan mencakup karakteristik petani  dan pertanyaan mengenai faktor – faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi peningkatan produksi jagung . Hasil penelitian diperoleh terdapat faktor  internal yang terdiri dari lima kekuatan dan empat kelemahan sedangkan faktor eksternal yang terdiri dari tiga peluang dan enam ancaman yang mempengaruhi peningkatan produksi jagung di daerah penelitian dan strategi yang diperoleh untuk meningkatkan produksi jagung di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kata Kunci :Jagung, Produksi, Strategi, Faktor Eksternal dan Internal
ANALISIS FAKTOR PERTIMBANGAN PETANI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN MENGKONVERSI LAHAN SAWAH IRIGASI MENJADI LAHAN SAWIT (Studi kasus : Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun) Ahmad Muzzani; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.72 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan luas lahan sawah irigasi dan luas lahan sawit dan untuk menganalisis faktor pertimbangan petani yang berhubungan dengan keputusan mengkonversi lahan sawah irigasi menjadi lahan sawit di Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Uji Chi-square. Data yang digunakan adalah data sekunder untuk menjelaskan perkembangan lahan selama periode 10 tahun dan data primer untuk menganalisis faktor pertimbangan petani. Data sekunder dikumpulkan dari instasi terkait dan data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2004 hingga tahun 2013 di daerah penelitian, luas tanam padi sawah menurun sebesar 732 ha sedangkan luas tanam kelapa sawit rakyat di waktu yang sama meningkat sebesar 826,01 ha. Faktor ekonomi mencakup ketersediaan dana, keuntungan usahatani, dan biaya pemeliharaan; Faktor lingkungan mencakup hama penyakit, kondisi irigasi, dan luas lahan; Faktor teknis mencakup teknik budidaya, frekuensi panen, dan jumlah tenaga kerja. Semua faktor pertimbangan tersebut di atas berhubungan nyata dengan keputusan petani untuk mengkonversi lahan sawah irigasi menjadi lahan kelapa sawit di Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun.   Kata Kunci: Konversi Lahan, Lahan Sawah Irigasi, Lahan Kelapa Sawit Rakyat, Faktor Pertimbangan Konversi Lahan.
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DAN PREDIKSI PRODUKSI DAN KONSUMSI BERAS DI KABUPATEN DELI SERDANG M. Sidik Pramono; Tavi Supriana; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.238 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk: menganalisis laju alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Deli Serdang; menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Deli Serdang; dan melakukan prediksi produksi dan konsumsi beras tahun 2015-2020 di Kabupaten Deli Serdang. Metode penentuan daerah penelitian secara sengaja (purposive). Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder dan primer. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Sampel yang digunakan adalah petani padi sawah yang pernah melakukan alih fungsi lahan sawah dan petani yang pernah menjual lahan sawah. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode peramalan (forecasting). Hasil penelitian menunjukkan dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir (tahun 2006-2014) luas lahan sawah telah berkurang sebesar 1.226 ha atau 2,51%. Alih fungsi lahan sawah menjadi komoditi lain dipengaruhi oleh irigasi yang kurang baik sebesar 73% dan teknik budidaya komoditi pengganti lebih mudah sebesar 27%. Penyebab petani menjual lahan sawah adalah harga yang ditawarkan tinggi (Rp 60.000.000-Rp 100.000.000 per rante) sebesar 40%, kebutuhan mendesak sebesar 20%, lokasi proyek sebesar 33%, dan lahan yang dimiliki terlalu kecil sebesar 7%. Jenis lahan sawah yang dialih fungsikan dan dijual adalah lahan sawah tadah hujan sebesar 53% dan lahan sawah irigasi sebesar 47%. Produksi beras dan konsumsi beras pada tahun 2015 sampai tahun 2020 mengalami tren kenaikan. Perbandingan produksi beras dan konsumsi beras Kabupaten Deli Serdang  menunjukan bahwa produksi beras masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk.     Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan Sawah, Analisis Forecasting.
PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP KEMITRAAN AGRIBISNIS DENGAN PT. ALAMANDA SEJATI UTAMA (Kasus: Gapoktan Maju Bersama Desa Tiga Panah Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo) Aidi Sasmita; Lily Fauzia; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.203 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kemitraan agribisnis antara Gapoktan Maju Bersama dengan PT. Alamanda Sejati Utama, untuk mengetahui persepsi petani hortikultura terhadap kemitraan agribisnis di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Simple Random Sampling, yaitu sampel diambil secara acak sebanyak 53 sampel dari populasi petani sebesar 114 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Metode CIPP dan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kemitraan agribisnis antara Gapoktan Maju Bersama dengan PT. Alamanda Sejati Utama berjalan cukup baik. persepsi petani hortikultura terhadap kemitraan agribisnis antara Gapoktan Maju Bersama dengan PT. Alamanda Sejati Utama adalah positif. Kata Kunci      : Hortikultura, Kinerja Kemitraan, Persepsi Petani
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN TELUR AYAM RAS (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah) Surya A Sitorus; Hasman Hasyim; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.155 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan teluar ayam ras di pasar tradisional Petisah di tingkat konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) atau metode kuadrat terkecil dengan alat bantu SPSS 16.0. Pengambilan sample konsumen dan pedagang dilakukan secara Accidental Sampling dengan besar sample konsumen adalah 30 orang dan besar sample pedagang adalah 5 orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari sisi permintaan, variable harga telur ayam ras, pendapatan rata-rata keluarga/bulan, jumlah tanggungan, dan harga tempe secara serempak berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras di pasar tradisional Petisah, Kota Medan. Secara parsial variabel harga telur ayam ras, jumlah tanggungan dan harga tempe berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan telur ayam ras, sedangkan variabel pendapatan rata-rata keluarga/bulan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras di pasar tradisional Petisah, Kota medan di tingkat konsumen. Dari sisi penawaran, variabel harga beli pedagang, biaya produksi, dan keuntungan secara serempak berpengaruh nyata terhadap jumlah penawaran telur ayam ras di pasar tradisional petisah, Kota Medan. Secara parsial, variabel biaya pemasaran dan keuntungan berpengaruh nyata terhadap jumlah penawaran telur ayam ras di pasar tradisional petisah, Kota medan. Secara parsial, variabel harga beli pedagang tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah penawaran telur ayam ras di pasar tradisional petisah, Kota Medan. Kata Kunci    : permintaan, penawaran, telur ayam ras, harga
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN BOLU DAN BROWNIES RAMBUTAN (Studi Kasus : Industri Royyan Bakery, Kota Binjai) Eka Syaputra; Satia Negara Lubis, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.608 KB)

Abstract

  ABSTRAK Rambutan Kota Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia. Dengan melakukan pengolahan terhadap buah rambutan maka harga jual dapat meningkat, masa simpan menjadi lama dan jangkauan pemasaran lebih luas. Kegiatan pengolahan pasca panen atau agroidustri sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah. Peningkatan nilai tambah produk pertanian dapat dilakukan dari pengolahan secara terpadu yang memperhatikan pengoptimalan setiap tahapan proses dan pemanfaatan hasil samping sehingga dapat menambah pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan nilai tambah dan keuntungan hasil olahan produk rambutan menjadi bolu dan brownies, dan untuk menganalisis perbandingan pendapatan tenaga kerja dan keuntungan pengusaha dalam pembuatan bolu dan brownies rambutan. Penentuan daerah dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah metode Hayami. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai tambah dan keuntungan yang dihasilkan dalam pembuatan bolu rambutan lebih tinggi dibandingkan pada pembuatan brownies rambutan. Pendapatan tenaga kerja pada pembuatan brownies rambutan lebih untung dibandingkan pada pembuatan bolu rambutan apabila dilihat secara makro. Dan untuk keuntungan bagi pengusaha dalam memproduksi bolu rambutan lebih untung dibandingkan dengan memproduksi brownies rambutan apabila dilihat secara mikro. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai tambah dan keuntungan yang dihasilkan dalam pembuatan bolu rambutan lebih tinggi dibandingkan pada pembuatan brownies rambutan. Dan pendapatan tenaga kerja pada pembuatan brownies rambutan lebih untung dibandingkan pada pembuatan bolu rambutan apabila dilihat secara makro. Dan untuk keuntungan bagi pengusaha dalam memproduksi bolu rambutan lebih untung dibandingkan dengan memproduksi brownies rambutan apabila dilihat secara mikro. Saran dari penelitian ini kepada industri Royyan Bakery, agar usaha Royyan Bakery dapat memberikan inovasi pada produknya mulai dari segi rasa, kemasan dan harga untuk dapat memikat konsumen lebih banyak lagi.   Kata kunci: bolu dan brownies rambutan, keuntungan, nilai tambah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SERTA PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PROGRAM PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN OLEH PEMERINTAH ( Studi Kasus : Kelurahan Bagan Deli, Kec.Medan Belawan, Kota Madya Medan) Roy Asido Sianturi; Rahmanta Ginting; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.313 KB)

Abstract

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal kerja, jumlah tenaga kerja, pengalaman kerja, dan harga jual terhadap pendapatan nelayan, mengetahui progam-program peningkatan pendapatan yang dilakukan pemerintah di daerah penelitian, menganalisis persepsi nelayan terhadap program peningkatan yang dilakukan pemerintah. Daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kotamadya Medan dengan Populasi nelayan sebanyak 1.528 orang nelayan. Penarikan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu sampel diambil sebanyak 40 sampel. Metode analisis yag digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukkan, variabel Modal kerja berpengaruh negatif, variabel Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan, variabel Pengalaman berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dan variabel Harga jual berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan Nelayan. Program peningkatan pendapatan yang ada di Kelurahan Bagan Deli adalah Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Tangkap (BLM PUMP). Persepsi nelayan yang tidak dapat program BLM PUMP terhadap program PUMP adalah 90 % negatif, 10 % adalah positif sedangkan persepsi nelayan yang dapat program adalah 70 % positif dan 30 % negatif. Jadi dapat disimpulkan Persepsi nelayan terhadap program BLM PUMP adalah negatif. Kata kunci : modal kerja, jumlah tenaga kerja, pengalaman, harga jual, pendapatan nelayan, program, persepsi
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA TERNAK BURUNG PUYUH (Kasus : Desa Jati Mulyo, Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai dan Desa Pantai Labu Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang) Syahrul Akbar; Lily Fauziah, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.7 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan teknis penyelenggaraan usaha peternakan puyuh di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai dan desa Pantai Labu, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan serta BEP produksi dan BEP harga usaha ternak burung puyuh di daerah penelitian. Metode analisis adalah analisis deskriptif, analisis biaya, analisis penerimaan, pendapatan dan Break Even Point. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa teknis penyelenggaraan usaha ternak yang dilakukan oleh peternak 1 di Pantai Labu dan peternak 2 di Jati Mulyo diantaranya: persiapan kandang, pembibitan ternak, pemeliharaan ternak dan pemanenan telur. Pemeliharaan ternak yang dilakukan peternak 1 adalah pemberian pakan, vaksin dan pembersihan kandang. Sedangkan peternak 2 menambahkan pemberian vitamin selain pakan, vaksin dan pembersihan kandang. Biaya yang dikeluarkan pada usaha ternak peternak 1 sebesar Rp.746.407.214,-  terdiri dari biaya tetap Rp. 8.372.214,- dan biaya variabel Rp.738.035.000,-. Penerimaan dari penjualan telur puyuh dalam 1 periode sebesar Rp.806.400.000,- maka pendapatan usaha ternak burung puyuh Rp.59.992.786,-. Break Even Point pada jumlah 3.110.030 butir telur dalam 1 periode dan pada harga Rp.222,1. Biaya yang dikeluarkan pada usaha ternak peternak 2 sebesar Rp.295.140.928,- terdiri dari biaya tetap 5.118.428,- dan biaya variable Rp.290.022.500,-. Penerimaan dari penjualan telur puyuh dalam 1 periode sebesar Rp. 403.200.000,- maka pendapatan usaha ternak burung puyuh sebesar Rp.108.059.072,-. Break Even Point pada jumlah 1.229.754 butir telur dalam 1 periode dan pada harga   Rp. 175,7.   Kata kunci: ternak burung puyuh, BEP, telur
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN MANGROVE PADA KELOMPOK PEREMPUAN MUARA TANJUNG Shella Fitriani; Rahmanta Ginting, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.543 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan mangrove menjadi dodol, teh, keripik dan sirup dan untuk mengetahui nilai tambah dan rasio nilai tambah dari proses pengolahan mangrove menjadi dodol, teh, keripik dan sirup. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif  dan  metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tambah dan rasio nilai tambah dari olahan mangrove adalah dodol dengan nilai tambah Rp. 122.706 dengan rasio nilai tambah 40,90%, teh dengan nilai tambah Rp. 198.498 dengan rasio nilai tambah 79,39%, keripik dengan nilai tambah Rp. 489.694 dengan rasio nilai tambah 77,72% dan sirup dengan nilai tambah Rp. 436.153 dengan rasio nilai tambah 67,10%. Kata kunci : Mangrove, Olahan Mangrove, Nilai Tambah

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue