cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
GAMBARAN DAN ANALISIS USAHATANI PEMBIBITAN (PreNursery)KELAPA SAWIT (Elais guineensis)RAKYAT (Studi Kasus: Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat) Ivan Kurnia; Luhut Sihombing; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.014 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar biaya pembibitan kelapa sawit, menganalisi kelayakan finansial usahatani pembibitan kelapa sawit serta mengetahui hubungan antara subsistem pada subsistem agribisnis usahatani pembibitan kelapa sawit di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat provinsi Sumatera Utara. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Penentuan sampel penelitian menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 17 petani pembibitan kelapa sawit. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani, analisis kelayakan finansial, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Biaya usahatani pembibitan pre nusery kelapa sawit di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat  sebesar  Rp. 5.512.958,20, dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp. 1.435 per bibit kelapa sawit. Pembibitan Kelapa Sawit tergolong layak diusahakan secara finansial (R/C = 3,16 dan B/C = 2,16) serta hubungan antar subsistem pada subsistem agribisnis pembibitan pre nursery kelapa sawit dari subsistem hulu hingga subsistem penunjang di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat saling berkaitan Kata Kunci : Kelapa Sawit, Biaya, Kelayakan Finansial, Subsistem Agribisnis
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK PONDOH (Kasus: Desa Rumah Lengo, Kec. STM Hulu, Kab. Deli Serdang) Kiki Handayani; Thomson Sebayang; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.62 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis keuntungan dan kelayakan usahatani salak pondoh secara finansial di daerah penelitian, dan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap produksi salak pondoh di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, sementara untuk metode penentuan sampel digunakan metode sensus dimana semua jumlah populasi jadikan sampel yaitu sebanyak 35 sampel. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis pendapatan dan kelayakan usahatani, dan metode analisis fungsi produksi Cobb-Douglas. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa usahatani salak pondoh di Desa Rumah Lengo menguntungkan  dan layak secara finansial untuk dikembangkan dengan menggunakan analisis yaitu NPV, Net B/C dan IRR.  Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi salak hanya jumlah tenaga kerja.   Kata Kunci: salak pondoh, kelayakan, profit
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Kasus: Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara) Maimuddin Noor; Thomson Sebayang; Rulianda Purnomo Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.881 KB)

Abstract

ABSTRAK Bawang Merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting bagi  masyarakat. Meskipun bawang merah bukan merupakan kebutuhan  pokok,  akan tetapi kebutuhan bawang merah sangat diperlukan oleh konsumen rumah tangga. Semakin meningkatnya permintaan dan konsumsi bawang merah, maka diperlukan cara agar produktifitas bawang merah di beberapa sentra produksi mengalami peningkatan sehingga jumlah permintaan dan penawaran di pasar mengenai bawang merah menjadi seimbang dan Indonesia tidak mengimpor bawang merah dibutuhkan proses usahatani yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani bawang merah, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani bawang merah, serta mendeskripsikan pola saluran pemasaran bawang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa usahatani bawang merah menguntungkan dan layak utuk diusahakan, sarana produksi pupuk, tenaga kerja dan pengalaman secara parsial berpengaruh nyata sedangkan pestisida secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap produksi, faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani bawang merah adalah biaya pupuk dan upah tenaga kerja. Pola saluran pemasaran bawang merah pada saluran I pendek dan pada saluran II cukup panjang.   Kata Kunci: Bawang Merah, Usahatani, Produksi, Pendapatan, Pemasaran
HUBUNGAN SALURAN TATANIAGA DENGAN EFISIENSI TATANIAGA CABAI MERAH (Capsicum annuum SP.) (Kasus : Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) Masyuliana Masyuliana; Kelin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.013 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran tataniaga cabai merah, biaya, keuntungan, dan margin tataniaga setiap lembaga di masing-masing saluran, menganalisis efisiensi pemasaran setiap saluran tataniaga cabai merah di daerah penelitian, dan menganalisis hubungan antara saluran tataniaga dengan efisiensi tataniaga cabai merah di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis pola saluran tataniaga cabai merah, biaya, keuntungan, dan margin tataniaga setiap lembaga di masing-masing saluran, efisiensi pemasaran setiap saluran tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran tataniaga di daerah penelitian yaitu : petani – pedagang pengecer – konsumen, petani – pedagang besar - pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang besar - pedagang pengecer – pedagang pengecer lokal  - konsumen. Margin pemasaran terendah terdapat pada saluran pertama dan margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran ketiga. Saluran tataniaga di daerah penelitian sudah efisien (Ep > 50%). Ada keterkaitan antara saluran tataniaga dengan efisiensi tataniaga cabai merah di daerah penelitian dengan nilai keeratan hubungan sebesar 81,6%.   Kata Kunci : Tataniaga, cabai merah, biaya, margin, keuntungan, efisiensi pemasaran.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KERUPUK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus Commerson) (Studi Kasus : UD. Seven Islands, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat) Nurul Hidayah Lubis; Salmiah Salmiah; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.294 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan kerupuk ikan tenggiri di UD. Seven Islands, menganalisis besarnya pendapatan dan untuk menganalisis besarnya nilai tambah kerupuk ikan tenggiri. Metode penelitian adalah metode purposive untuk menentukan daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk penentuan sampel adalah metode purposive sampling atau sengaja memilih UD. Seven Islands. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode perhitungan pendapatan dan dianalisis secara deskriptif, dan metode perhitungan nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan kerupuk ikan tenggiri di UD. Seven Islands terdiri dari 6 tahapan yaitu tahap pembersihan ikan, penggilingan ikan, pembuatan adonan, pencetakan kerupuk, penggorengan kerupuk dan pengemasan. Pendapatan yang diperoleh dari pengolahan kerupuk ikan tenggiri per satu kali produksi  adalah sebesar Rp. 1.168.781,62. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kerupuk ikan tenggiri adalah sebesar Rp. 14.292/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 23,30%. Kata Kunci : Ikan Tenggiri, Kerupuk Ikan Tenggiri, Nilai Tambah
ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGUASAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Kasus: Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang) Octasella Ainani As’ad; Salmiah Salmiah; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.383 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan petani tanpa lahan, perbandingan produksi dan pendapatan usahatani padi sawah dan faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian secara purvosive. Penentuan jenis sampel menggunakan rumus slovin dan metode proportional sampling sebanyak 39 sampel. Metode analisis data yang digunakan analisis regresi berganda dan uji ANOVA One-Way. Hasil penelitian faktor yang mempengaruhi petani tanpa lahan adalah modal, alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan dan lahan warisan dijual. Faktor produksi mempengaruhi produksi pemilik adalah luas lahan, benih dan pestisida;  pada penyewa adalah tenaga kerja, benih dan pupuk; dan pada bagi hasil adalah luas lahan dan benih. Pada biaya produksi dan produksi menurut sistem penguasaan lahan di daerah penelitian tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pendapatan usahatani padi sawah menurut sistem penguasaan lahan di daerah penelitian terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan.   Kata Kunci : Sistem Penguasaan Lahan, Pemilik, Penyewa, Penyakap.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN KOPI KE LAHAN JERUK (Kasus: Desa Pegagan Julu V, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi) Oscar Pramukti Luckita; Muhammad Jufri; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.259 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis konversi lahan yang terjadi di daerah penelitian dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konversi lahan kopi menjadi lahan jeruk di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian secara purvosive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode slovin diperoleh sebanyak 45 sampel karyawan. Untuk penentuan sampel digunakan metode simple random sampling. Sampel adalah petani kopi yang mengkonversikan lahannya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi lahan di desa Pegagan Julu V, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi yang terjadi dikarenakan harga jual kopi yang lebih rendah dari harga jual jeruk, adanya petani jeruk yang pindah akibat erupsi gunung Sinabung dan tingginya biaya hidup keluarga petani; secara parsial hanya jumlah tanggungan petani dan pengeluaran keluarga petani yang berpengaruh nyata terhadap konversi lahan kopi, sedangkan harga komoditi kopi, usia petani dan peranan lembaga penyuluhan tidak berpengaruh nyata terhadap konversi lahan kopi tersebut. Kata Kunci: Konversi Lahan, Kopi, Jeruk
ANALISIS TATANIAGA JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) (Studi Kasus : Desa Tanjung Anom, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang) Supriadi Supriadi; Salmiah Salmiah; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.513 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga jambu biji, fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga, biaya, margin keuntungan yang diterima oleh setiap lembaga tataniaga di masing-masing saluran, dan untuk mengetahui tingkat efisiensi tataniaga jambu biji di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Metode penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan populasi petani jambu biji 44 kepala keluarga dan besar sampel yang diambil sebagai representasi 30 sampel petani jambu biji yang dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana dengan undian. Untuk lembaga tataniaga ditentukan dengan metode Snowball Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis margin tataniaga, dan analisis efisiensi tataniaga. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat dua saluran tataniaga jambu biji di daerah penelitian, yaitu : Saluran I : Produsen – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen dan Saluran II : Produsen – Pedagang Pengecer – Konsumen. Share margin saluran I ditingkat petani, yaitu : daerah Jakarta 0,07%, Batam 0,08%, jambu biji kualitas BS (barang sisa) daerah lokal 0,24%, dan Aceh 0,14%. Share margin saluran II ditingkat petani 0,28% dan ditingkat pedagang pengecer 0,36%. Efisiensi saluran tataniaga jambu biji di daerah penelitian pada saluran I daerah Jakarta lebih besar dari pada daerah Aceh, Batam, dan jambu biji kualitas BS (barang sisa) daerah lokal, yaitu 2,22, 2,10, 1,48, dan 1,03. Sedangkan, efisiensi saluran tataniaga jambu biji II adalah1,74.   Kata Kunci: tataniaga, share margin, efisiensi, jambu biji
ANALISIS KELEMBAGAAN IRIGASI SETENGAH TEKNIS TANAMAN PADI DI KABUPATEN DELI SERDANG Sylvia Nurul Aini; Luhut Sihombing; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.585 KB)

Abstract

ABSTRAK Sylvia Nurul Aini (120304108) dengan judul skripsi “Analisis Kelembagaan Irigasi Setengah Teknis Tanaman Padi di Kabupaten Deli Serdang”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP selaku ketua komisi pembimbing dan Ibu Ir. Iskandarini, MM., PhD selaku anggota komisi pembimbing. Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan air irigasi secara efisien, pemerintah telah mendorong terbentuknya perkumpulan petani pemakai air sehingga terbentuklah suatu lembaga yang disebut Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Setiap kelembagaan memiliki bentuk yang tercipta dari tujuan lembaga itu sendiri untuk menunjukkan identitas lembaga tersebut. Kontribusi P3A tentunya sangat berpengaruh dalam proses perkembangan teknologi. Kontribusi yang dilakukan oleh P3A biasanya berbentuk pemeliharaan jaringan irigasi, cara pembagian air irigasi, pelaksanaan pembagian air dan rehabilitasi jaringan air jika ada kerusakan. Keberadaan P3A akan lebih dinamis apabila dilakukan pembinaan dan koordinasi yang baik agar kinerja P3A dalam kegiatan perbaikan infrastruktur irigasi juga berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan perkembangan P3A dalam mengelola jaringan irigasi, perlu dilakukan evaluasi kinerja terhadap P3A, sehingga dapat diketahui kemampuan, kesadaran, serta peran P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi sesuai dengan tujuan P3A itu sendiri.  Aplikasi teknologi yang masih sederhana di tingkat petani, berakibat pada rendahnya produktivitas dan pendapatan petani. Perbaikan teknologi dan sistem budidaya padi sawah khususnya pada bidang keirigasian setengah teknis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan juga pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bentuk kelembagaan, kontribusi yang diberikan oleh masing-masing unsur kelembagaan P3A, evaluasi kinerja P3A, dan aplikasi teknologi yang dilakukan oleh petani. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive area sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kelembagaan irigasi setengah teknis di Kabupaten Deli Serdang berbentuk formal.  Kontribusi yang diberikan P3A di Kabupaten Deli Serdang kepada para petani sudah terealisasi dan tidak semua unsur kelembagaan berperan aktif dalam memberikan kontribusinya terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh P3A. Evaluasi kinerja P3A di Kabupaten Deli Serdang baik, hal itu menujukkan bahwa P3A di Kabupaten Deli Serdang sudah efisien dan menjalankan setiap tugas, fungsi, dan perannya dengan baik dalam mengelola irigasi. Aplikasi teknologi yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Deli Serdang merupakan teknologi modern dan madya karena membutuhkan tenaga kerja, biaya, fasilitas riset, pengembangan, dan keterampilan dari masing-masing petani, serta adanya suatu penelitian yang telah dilakukan oleh P3A. Kata Kunci : P3A, Bentuk Kelembagaan, Kontribusi, Evaluasi Kinerja, Aplikasi Teknologi
ANALISIS SIKAP PETANI TERHADAP PEMAKAIAN PESTISIDA DAN PUPUK PADA TANAMAN TOMAT DI KABUPATEN KARO Putra Persadanta Tarigan; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.807 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aplikasi pestisidadan pupuk yang dilakukan petani pada tanaman tomat, untuk menganalisis sikap petani terhadap penggunaan pestisida dan pupuk pada tanaman tomat di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara purposive. Sampel ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode penskalaan likert . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aplikasi pestisida yang dilakukan petani pada tanaman tomat tidak sesuai standar. (2) Aplikasi pupuk yang dilakukan petani pada tanaman tomat tidak sesuai standar. (3) Sikap petani terhadap penggunaan pestisida pada tanaman tomat di daerah penelitian adalah positif.(4)Sikap petani terhadap penggunaan pupuk pada tanaman tomat di daerah penelitiana dalah negatif. Kata Kunci:    Aplikasi Pestisida, Aplikasi Pupuk, Sikap Petani

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue