cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS KEKUATAN LENTUR DAN DAKTILITAS PADA PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG, KOLOM BAJA DAN KOLOM COMPOSITE DENGAN SOFTWARE ‘XTRACT’ Rudy Tiara
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.478 KB)

Abstract

Abstract Ductility and flexural strength are two important parameters in designing columns. Moment-curvature curve can be used to determine the ductility of columns. In this paper, moment-curvature analysis is conducted to investigate the effect of some parameters on flexural strength and ductility of reinforced concrete columns, steel reinforced concrete columns and steel columns. The parameters are longitudinal bar area, transverse reinforcement spacing, steel section area and its shape, concrete strength, longitudinal and transverse rebar yield strength. The analysis is conducted by using ‘XTRACT’. Analysis results show that closer transverse spacing, lower concrete strength and lower longitudinal bar yield strength increase the ductility of RC columns. However, bigger longitudinal bar area and lower transverse rebar yield strength decrease the ductility. In addition, the configuration of longitudinal bars may influence the ductility of  columns. SRC column with H-shaped steel has a higher ductility than that with I-shaped steel since H-shaped steel provides higher confinement effect than I-shaped steel.   Keywords : Ductility and Flexural Strength, Moment-Curvature Analysis, Confinement Effect.
PEMANENAN AIR HUJAN ( RAIN WATER HARVESTING ) Nurhamimah Daulay
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.734 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas dibuat sebuah sistem panen hujan untuk alternatif pengelolaan sumber daya air di Rumah Tangga. Daerah ini termasuk daerah kekeringan karena daerah ini terkenal dengan daerah perkebunan sawit. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sistem panen hujan dan menghitung volume air hujan yang turun dengan kebutuhan air yang dibutuhkan agar sistem panen hujan yang ada dapat digunakan untuk orang banyak dan lingkup yang lebih luas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Rasional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder kemudian dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Dalam hasil analisa nilai curah hujan yang digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah nilai curah hujan Distribusi Log Person III. Waktu konsentrasi ditentukan dengan persamaan Kirpich . Untuk Intensitas curah hujan digunakan rumus Mononobe, dan untuk mencari debit saluran menggunakan metode Rasional. Dari hasil analisa dan perhitungan pemanenan air hujan diperoleh intensitas hujan selama 1 tahun sebanyak 56,508 mm/jam. Dengan intensitas yang diperoleh maka debit yang dapat ditampung adalah 0,000383 m 3/detik. Rata-rata hujan di Daerah Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas minimal berlangsung selama 10 menit atau 600 detik dalam sehari. Maka limpasan hujan yang mampu ditampung adalah 2.298 liter (selama musim hujan). Kebutuhan air dalam 1 rumah (1 KK) dengan 5 orang jiwa ( Ayah + Ibu + 3 orang anak) diperoleh 300 liter. Kunci : analisa frekuensi,debit rencana,waktu konsentrasi, metode rasional.
ANALISA FAKTOR_FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PROYEK GEDUNG Zulvantino Zulvantino
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.251 KB)

Abstract

ABSTRAK Ketika proyek konstruksi terlambat, artinya pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak dapat diselesaikan sesuai dengan kontrak. Jika pekerjaan proyek tidak dapat dilaksanakan sesuai kontrak maka akan ada penambahan waktu. Apabila setelah penambahan waktu pelaksanaan proyek ini juga tidak selesai sesuai kontrak yang sudah disepakati, maka akan diberikan waktu tambahan oleh pihak pemilik (owner) kepada pihak pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut. Tujuan studi ini adalah Mencari faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan proyek pembangunan gedung, dan tindakan yang perlu diperhitungkan terhadap resiko-resiko yang dominan dalam mempengaruhi keterlambatan proyek gedung. Analisa data diolah dengan statistik deskriptif dan analisa level resiko, untuk mendapatkan rangking faktor. Studi kasus pada penelitian ini adalah pelaksanaan proyek konstruksi gedung di kota medan. Dari hasil analisa data menunjukan ada enam faktor resiko utama yang berpengaruh terhadap kinerja waktu pelaksanaan konstruksi gedung di kota medan , yaitu: Keahlian tenaga kerja yang kurang terampil (X11), rangking 1 (3,83); Tidak efektifnya perencanaan dan penjadwalan (X24), rangking 2 (3,48); Kesulitan finansial (X23), rangking 3 (3,38); Jadwal tenaga kerja dibutuhkan (X19), rangking 4 (3,45); Adanya perubahan desain (X2), rangking 5 (3,45); dan Jumlah peralatan yang digunakan (X14), rangking 6 (3,45). Kata kunci : keterlambatan proyek,proyek gedung, faktor-faktot resiko.
PERBANDINGAN ANALISA BESAR DAYA DUKUNG PONDASI BORE PILE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA TERHADAP METODE ANALITIK DAN METODE LOADING TEST Arby Wira Karya S
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.644 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam setiap bangunan diperlukan pondasi sebagai dasar bangunan yang kuat dan kokoh. Untuk mengetahui daya dukung dari pondasi bore pile, biasanya dilakukan pengujian beban tiang statis aksial (loading test). Dalam perencanaannya, sangatlah penting dilakukan analisis mengenai daya dukung pondasi. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, penulis mengadakan penelitian tentang daya dukung aksial bore pile tunggal yang dihitung dengan metode elemen hingga (MEH) dibandingkan dengan metode analitis dan metode loading test. Lalu juga dibandingkan mengenai komparasi kurva beban dengan penurunan. Berdasarkan hasil analisis kapasitas daya dukung tiang tunggal, jenis tanah dari penelitian ini berupa tanah kohesif diantaranya jenis lanau kelempungan hingga lanau berpasir. Untuk tiang ø 100 cm didapatkan nilai daya dukung menggunakan program MEH adalah 571,5 ton. Dan besar penurunan maksimum saat diberikan beban secara siklik 150% yaitu sebesar 6300 ton, dari hasil output program MEH adalah 205,42 mm, sedangkan dari interpretasi uji beban statis diperoleh sebesar 97,69 mm. Kata kunci : Metode elemen hingga, Loading test, Pondasi bore pile
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI BORE PILE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS (STUDI KASUS PROYEK MANHATTAN MALL DAN CONDOMINIUM ) Henry Beteholi Hulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.891 KB)

Abstract

ABSTRAK Bangunan yang kokoh pasti memiliki pondasi yang kuat yang menopangnya. Dalam pemahamannya ,pondasi yang kuat adalah pondasi yang mampu menahan beban diatasnya dan menyalurkan beban kedalam tanah serta mampu untuk menahan gaya-gaya yang berasal dari luar seperti angin maupun gempa bumi. Meminimalkan potensi terjadi penurunan maupun kehancuran suatu pondasi sangatlah penting untuk diketahui. Makanya kita harus dapat mengetahui secara pasti berapa besar daya dukung dari suatu pondasi tersebut. Maka dalam hal mengetahui besarnya daya dukung pondasi,penulis dalam hal ini membahas tentang bagaimana besarnya daya dukung pondasi secara analitis yang mana dalam hal ini mengunakan pondasi Bore Pile. Besarnya daya dukung yang kita cari ini untuk dapat mengetahui kekuatan pondasi yang memikul suatu beban yang berada diatasnya dalam hal ini pada proyek Manhattan Mall dan Condominium. Daya dukung yang dihitung secara analitis ini nantinya akan dibandingkan dengan perhitungan daya dukung yang dihitung dengan cara loading test maupun secara Metode Elemen Hingga. Daya dukung yang didapat secara analitis adalah 445,451 ton. Setelah dibandingkan dengan perhitungan metode lain didapat nilai daya dukung sebesar 501,125 ton untuk perhitungan secara Loading Test dan secara Metode Elemen Hingga sebesar 571,5 ton. Perbedaan yang didapat dipengaruhi oleh bedanya cara atau metode yang digunakan dalam perhitungan besaranya daya dukung. Kata Kunci : daya dukung pondasi,Bore Pile,
PEMODELAN PROFIL PANTAI UNTUK ESTIMASI JARAK SEMPADAN PANTAI DI KAWASAN PANTAI CERMIN Afwan Syahputra Sitompul
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.297 KB)

Abstract

  Abstrak Proses terjadinya kenaikan muka air laut yang terjadi terus menerus sangatlah membahayakan wilayah pesisir hal ini merupakan permasalahan yang sering dialami oleh Negara yng memiliki bayak pulau, dimana proses pemanasan global dan perubahan iklim memberikan dampak yang signifikan yaitu ancaman dari perubahan iklim adalah kenaikan muk air laut yang bisa mengakibatkan kumunduran garis pantai dan erosi pada pantai berpasir. Penulisan Tugas Akhir ini akan membahas tentang kenaikan muka air yang menyebabkan erosi dan berdampak kepada berkurangnya kawasan lebar sempadan pantai, dengan mengacu kepada prinsip ‘Bruun rule’. Pada sekenario kemunduran garis pantai Xs sebesar 0,288 m pada Pantai Mutiara menerima pengurangan kawasan lebar sempadan pantai sebesar 39,677 di hitung dengan menggunakan priode evaluasi 30, hal ini masih pada titik aman mengingat kreteria lebar sempadan pantai adalah sepanjang 100 m dari titik pasang tertinggi kearah daratan.
ANALISA WAKTU DAN BIAYA OPTIMUM PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN Ebeneser Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.584 KB)

Abstract

ABSTRAK Keterlambatan menyebabkan timbulnya masalah baru dalam proyek, antara lain pembengkakan biaya dan kontraktor dapat dikenai sanksi. Berbagai macam cara dilakukan oleh kontraktor agar pekerjaan sesuai dengan schedule awal yang telah di rencanakan. Namun pada kenyataannya sering sekali schedule awal tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan. Metode Crashing adalah salah satu metode yang digunakan untuk mempersingkat durasi kegiatan suatu proyek, dimana kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan Crashing adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan pada penelitian ini penentuan kegiatan kritis diperoleh dengan menggunakan Program Primavera 6.0.Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Crashing pada proyek dengan mengunakan bantuan Primavera 6.0 untuk menentukan durasi optimum yang didapat dengan alternative penambahan jam kerja (lembur) guna mengantisipasi keterlambatan yang terjadi pada proyek pembangunan jembatan kereta api yang berada di lintas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, dimana penjadwalan awal proyek ini menggunakan metode CPM. Dari analisis data dengan Crashing dan Primavera 6.0 ini diperoleh durasi optimum untuk 3 jam kerja lembur adalah 143 hari (efisiensi waktu 2.72%) dengan biaya Rp.14.935.281.359,73 (efisiensi biaya 0.196%) dan untuk 4 jam kerja lembur diperoleh durasi optimum 141 hari (efisiensi waktu 4.08%) dengan biaya menjadi Rp.14.942.155.682,72 (efisiensi biaya 0.24%). Kata kunci: keterlambatan, Primavera6.0, Crashing
Analisa Lendutan Balok Beton Bertulang dengan variasi diameter tulangan berbeda dan letak tulangan berbeda namun luas penampang tetap sama dengan cara teoritis dan simulasi program FEA Yogi Rikardo Pakpahan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.817 KB)

Abstract

  ABSTRAK Balok merupakan salah satu bagian elemen struktur yang berfungsi menerima beban yang ada. Karena dibebani, komponen struktur tersebut pasti memiliki reaksi terhadap beban yang bekerja, contohnya saja balok beton bertulang, jika dibebani maka akan mengalami lendutan yang besarnya tergantung dari besarnya beban yang diberikan dan material balok beton bertulang itu sendiri. Dan jika beban melampaui batas kekuatan balok beton bertulang tersebut maka lendutan tersebut semakin besar dan akhirnya terjadi retak pada daerah balok beton bertulang yang mengalami tarik. Selain anlisa teoritis ada beberapa cara untuk menganalisa lendutan balok beton bertulang dan salah satunya adalah metode finite element . Tugas akhir ini menyajikan hasil analisa terhadap 2 (dua) buah balok beton bertulang yang memiliki dimensi sama yaitu 400 mm x 800 mm, dan memiliki luas tulangan tarik yang sama namun diameter tulangan berbeda. Type pertama menggunakan 16 16 dan type kedua 4 32. Analisa lendutan dilakukan dengan dua metode yaitu secara teoritis dan menggunakan program berbasis elemen hingga. Hasil yang diperoleh adalah Dengan luas tulangan yang sama, Balok Type II memiliki momen nominal/momen layan serta beban P yang lebih besar yaitu 425,3 kNm dan 99 kN, sedangkan balok type I memiliki momen nominal/momen layan serta beban P yang lebih besar yaitu 417,5 kNm dan 97 kN. Berdasarkan rangkaian analisis dan perhitungan mengenai perilaku lendutan beton bertulang, menurut SNI-03-2847-2002 dan simulasi program Abaqus/CAE membuktikan bahwa dengan beban yang sam balok Type II memiliki lendutan yang lebih kecil dibandingkan balok Type I. Sehingga bisa dikatakan bahwa Diameter dan letak tulangan mempengaruhi kemampuan balok menahan beban lentur yang ada Kata kunci : Beton bertulang, lendutan, finite element, tulangan, tinggi efektif, inertia efektif, momen kritis
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG & PENURUNAN KONSOLIDASI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN SEI DELI – BELAWAN Sahat Marolop Tua Manullang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.527 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang umum digunakan, yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur kelapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam didalam tanah. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang digunakan. Hasil masing – masing rumus tersebut menghasilkan nilai kapasitas yang berbeda – beda. Tujuan dari Tugas Akhir ini untuk menghitung dan menganalisis daya dukung tiang pancang pada proyek pembangunan jembatan sei deli – belawan medan.Kapasitas daya dukung kelompok tiang dihitung berdasarkan nilai effisiensi, dimana dihitung pula daya dukung tiang berdasarkan data lapangan yaitu data SPT, data PDA, dan data kalendering. Serta menghitung gaya lateral dan penurunan konsolidasi tiang. Hasil perhitungan daya dukung pondasi terdapat perbedaan nilai, baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan Mayerhoff Qu= 161,160 ton pada abutment 1, Qu = 183,80 ton pada abutment 2 dan Qu = 245,43 ton pada pier untuk data SPT, Qu = 194,300 ton pada abutment 1, Qu = 163,600 ton pada abutment 2, Qu = 205,700 ton pada pier untuk data PDA dan Qu = 202,404 ton dan Qu = 190,623 ton pada abutment 1, Qu = 200,751 ton dan Qu = 195,167 ton pada abutment 2, Qu = 215,739 ton dan Qu = 184,191 ton pada pier untuk data kalendering. Gaya lateral ijin menurut metode Broms menurut rumus H = 43,59 kN dan menurut grafik H = 35,83 kN. Penurunan konsolidasi yang terjadi adalah sebesar 5,00 cm = 0,05 m. Dari hasil perhitungan daya dukung tiang pancang, lebih aman memakai perhitungan dari hasil data SPT dan PDA karena lebih actual. Kata kunci : pondasi tiang, daya dukung tiang, SPT, PDA, Kalendering
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TUNGGAL DENGAN PANJANG TIANG 21 METER DAN DIAMETER 0,6 METER SECARA ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA Rizka Rizka Lazuardi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 4 NO. 1 TAHUN 2015
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.729 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang berfungsi untuk meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan ke dasar tanah yang cukup kuat mendukungnya dan harus diperhitungkan dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri dan gaya-gaya luar serta tidak boleh terjadi penurunan pondasi dari batas tertentu. Tujuan dari studi ini adalah untuk menghitung dan membandingkan kapasitas daya dukung aksial tiang tunggal dari data SPT metode Mayerhof, data Kalendering metode ENR dan Danish serta Metode Elemen Hingga, menghitung daya dukung lateral menggunakan metode Broms, dan menghitung penurunan elastis tiang yang terjadi. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan observasi serta pengambilan data dari konsultan dan perusahaan pemancangan. Diperoleh perbedaan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi, baik ditinjau dari metode perhitungan dan lokasinya. Daya dukung aksial tiang tunggal dengan data SPT = 189,2 Ton, data Kalendering, ENR = 102,889 Ton, Danish = 235,569 Ton, Metode Elemen Hingga = 320,83 Ton. Perhitungan daya dukung lateral tiang tunggal dengan metode Broms diperoleh hasil secara analitis = 23,09 Ton, grafis = 22,358 Ton. Dan penurunan elastis tiang tunggal = 12,743 mm, penurunan dengan Metode Elemen Hingga = 20,19 mm. Perbedaan daya dukung dan penurunan tersebut disebabkan karena perbedaan jenis tanah, cara pelaksanaan pengujian yang bergantung pada ketelitian operator dan perbedaan parameter yang digunakan dalam perhitungan. Kata Kunci : Kapasitas Daya Dukung, SPT, Kalendering, Metode Elemen Hingga, Penurunan Elastis