cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
BANGKITAN PERGERAKAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM DENGAN METODE KLASIFIKASI SILANG Samuel Manogar Nainggolan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.177 KB)

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan suatu kawasan dinilai dari sektor ekonominya baik melalui usaha industrialisasi besar sampai rumah tangga akan memberikan pengaruh kepada kawasan tersebut. Semakin tinggi kegiatan perekonomian suatu kawasan, maka nilai guna dari kawasan itu sendiri akan semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat bangkitan pergerakan dengan menggunakan metode klasifikasi silang dan metode analisa regresi linier maka akan didapat perhitungan jumlah perjalanan berbasis rumah tangga di Kecamatan Lubuk Pakam Sumatera Utara. Setelah melalui survey pada 120 responden didapat 53 jenis kategori yang menghasilkan 596.98 pergerakan / hari dan untuk keseluruhan populasi Kecamatan Lubuk Pakam dengan populasi 18987 rumah tangga  menghasilkan 94457.160 pergerakan / hari. Analisa yang kedua menggunakan regresi linier, yang menghasilkan persamaan  regresi yang terbaik adalah :  Y = 0.107 + 0.823 X1  R² =  0,705  .Dari hasil persamaan regresi yang terbaik, dengan memasukkan nilai variabel jumlah keluarga (X1) kedalam persamaan, maka didapat nilai pergerakan dari persamaan  Y = 0.107 + 0.823 X1  sebesar 38024.10 pergerakan / hari Kata Kunci :  Model Bangkitan Perjalanan, Analisis Regresi Linear Berganda, Analisa Kategori
ANALISIS JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI Saur M. F Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.653 KB)

Abstract

ABSTRAK   Air bersih  adalah  salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi. Suplai air bersih di Kecamatan Sidikalang dilayani oleh PDAM Tirta Nciho. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jaringan dan sistem pendistribusian pada daerah Kecamatan Sidikalang dengan menggunakan software Epanet 2.0. Tahapan-tahapan dalam penyelesaian tugas akhir ini yaitu terlebih dahulu mengumpulkan data yang dibutuhkan baik primer dan sekunder. Kemudian menghitung banyaknya penduduk yang ada di daerah Kecamatan Sidikalang tersebut. Tahapan berikutnya adalah menghitung kebutuhan air pada tiap titik layanan pada daerah tersebut baik. Dari data yang ada dan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, kemudian dilakukan evaluasi dengan metode Hardy-Cross dengan mengambil sampel loop dalam jaringan perpipaan. Setelah itu dilakukan pemodelan dan analisa dengan menggunakan software EPANET 2.0. Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa total penggunan air untuk seluruh area Kecamatan Sidikalang sebesar 132345 m3/bulan. Selisih rata-rata perbandingan metode Hardy cross dengan software Epanet 2.0 sebesar 0,035885 m3/dtk. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perhitungan manual dengan menggunakan metode Hardy cross dianggap dapat mendekati analisis program Epanet 2.0, setelah dilakukan perbandingan hasil analisa metode hardy–cross dengan analisis program Epanet 2.0.     Kata Kunci: Distribusi Air, Hardy Cross, EPANET 2.0
PENGEMBANGAN GENTENG BETON RINGAN SEBAGAI ALTERNATIF PENUTU ATAP Sahala Maruli Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.556 KB)

Abstract

Adanya penelitian terhadap beton ringan yang dapat digunakan sebagai alternatif pemilihan material pada bangunan merupakan inspirasi yang sangatlah pantas untuk diteliti dan dikembangkan pada genteng. Didukung pula dengan beratnya genteng beton yang besar. Dengan adanya ditemukan foaming agent sebagai bahan tambahan yang sangat baik dalam hal pembuatan beton ringan, begitu pula dicoba untuk diterapkan dalam pembuatan genteng beton ringan. Adanya penambahan foaming agent pada campuran beton memang membuat beton menjadi ringan. Terlihat dalam pembuatan benda uji silinder beton ringan. Pada komposisi semen : pasir sebesar 1 : 2 ; 0,9 : 2 menghasilkan kuat tekan 2,558 mpa dan 2,448 mpa dengan berat masing-masing 5,818 dan 5,774 kg. Begitu juga pada penelitian penambahan admixture dalam penelitian digunakan sikaset accelerator mempunyai kuat tekan sebesar 2,512 mpa dan 2,556 mpa dengan berat masing-masing 5,966 dan 6,098 kg. Adapun mix design yang digunakan dalam pembuatan benda uji genteng beton ringan adalah berdasarkan hasil pengujian kuat tekan dari silinder beton ringan. Yang mana dalam peneitian ini digunakan mix design semen : pasir adalah 1 : 2. Penerapan konsep beton ringan dalam membuat genteng beton ringan akan menghasilkan sifat yang sama seperti dalam pembuatan beton ringan, dimana kuat tekan yang dihasilkan lebih kecil dari beton pada umumnya. Dan dalam pembuatan genteng beton ringan pada percobaan ini diperoleh kuat lentur sebesar 465,355 n dengan tebal 25 mm.Kata kunci : genteng, foaming agent, admixture, kuat tekan, kuat lentur
ANALISIS LAJU ANGKUTAN SEDIMEN BAGI PERHITUNGAN KANTONG LUMPUR PADA D.I. PERKOTAAN KABUPATEN BATUBARA Aris Munandar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.252 KB)

Abstract

ABSTRAKSedimentasi adalah proses pengendapan material yang terangkut oleh aliran dari bagian hulu. Proses sedimentasi meliputi proses erosi, angkutan, pengendapan, dan pemadatan sedimen. Lokasi penelitian adalah Daerah Irigasi Perkotaan yang teletak pada Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, dan letak koordinat bendung (weir) 3°15’34,9” LU dan 99°20’56.8” BT. Dari hasil survei awal, tinggi sedimen pada saluran primer mencapai 0,8 m. Pada saluran primer Sta ± 10 km sudah tidak mampu lagi mensuplai air. Maka dengan areal irigasi ± 3.350 Ha diperkirakan akan berkurang suplai air dihilir area. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa prediksi erosi yang terjadi pada DAS Bah Bolon dengan menggunakan metode USLE dan menghitung sedimentasi pada DAS Bah Bolon. Lalu menganalisa laju angkutan sedimen dan menghitung volume sedimen yang masuk ke dalam saluran irigasi Perkotaan dengan menggunakan estimasi sedimen. Kemudian direncanakan dimensi kantong lumpur. Hasil perhitungan yang dilakukan didapat bahwa besarnya erosi yang terjadi pada DAS Bah Bolon mencapai 31,331 ton/ha/tahun atau sebesar 3.574.604,08 ton/tahun dengan sedimentasi yang dihasilkan adalah sebesar 300.606,98 ton/tahun. Estimasi sedimen metode Yang’s didapat hasil sedimen 18,888 ton/hari, dengan metode Engelund and Hansen didapat hasil sedimen 15,341 ton/hari, dengan metode Shen and Hung didapat hasil sedimen 0,448 ton/hari, dengan metode Sampling Meyer, Petter, and Muller (MPM) didapat hasil sedimen 33,385 ton/hari. Maka dapat disimpulkan bahwa angkutan sedimen yang masuk ke saluran irigasi Perkotaan adalah 4,054 % dari sedimentasi yang dihasilkan DAS Bah Bolon. Metode estimasi angkutan sedimen yang dipakai adalah metode Sampling Meyer, Petter, and Muller karena hasilnya lebih memungkinkan dan jumlah muatan sedimen yang dihasilkan lebih besar daripada metode lainnya. Jadi volume kantong lumpur Daerah Irigasi Perkotaan adalah 200 m3, dengan dimensi kantong lumpur adalah panjang 54 m dan lebar 6,6 m, dan kedalaman kantong lumpur pada saat kosong adalah 0,4525 m.Kata kunci: Kantong lumpur, Sedimen, Erosi
EVALUASI KAPASITAS SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN MEDAN JOHOR Alfrendi C B Hst
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.566 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Medan Johor, khususnya pada Jl. Karya Kasih, Jl. Karya Darma, Jl. Eka Rasmi, Jl. Eka Warni dan Jl. Karya Wisata merupakan daerah yang masih digenangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta genangan banjir dan letak titik-titik genangan banjir Kota Medan yang diperoleh dari Dinas Bina Marga Kota Medan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan saluran drainase yang sudah ada dalam menampung dan mengalirkan debit limpasan permukaan, melihat kondisi, bentuk, konstruksi dan melihat arah aliran pada saluran di daerah terjadinya genangan banjir. Batasan masalah yang ditinjau dari penulisan tugas akhir ini adalah menganalisa curah hujan rencana, intensitas curah hujan dan waktu konsentrasi, analisa debit rencana dan analisa kapasitas drainase. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan dan analisa data. Pengumpulan data primer dan data sekunder, merupakan langkah awal dalam penelitian ini. Kemudian dianalisa dengan metode Analisa Frekuensi. Metode ini menganalisa empat jenis distribusi yaitu distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Log Person III dan distribusi Gumbel. Nilai curah hujan yang digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah nilai curah hujan Distribusi Log Person III periode ulang 5 tahun. Untuk intensitas curah hujan digunakan rumus Mononobe, sedangkan untuk evaluasi penampang akan dihitung apakah debit saluran lebih besar daripada debit rencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banjir yang terjadi disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi lagi. Akibat pendangkalan saluran dan kebersihan saluran yang sangat buruk dan juga tidak terpadunya semua pihak yang terlibat dalam menjaga dan merawat kebersihan drainase. Ada juga sebagian dimensi saluran yang tidak memadai untuk menampung debit banjir sehingga perlu dilakukan pelebaran, dan perencanaan ulang sistem jaringan drainase Kecamatan Medan Johor sehingga menghasilkan sistem drainase yang berkelanjutan.Kata Kunci : analisa frekuensi, metode rasional, drainase eksisting
PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM PERESAPAN TERHADAP ALIRAN DRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR DI KECAMATAN BANDA SAKTI KABUPATEN ACEH UTARA Muazzi Muazzi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.863 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan banjir bukanlah persoalan yang sederhana, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Misalnya faktor permasalahan drainase dalam perencanaan ini antara lain, pertambahan debit banjir akibat perubahan tata guna lahan, penyempitan dan pendangkalan saluran akibat desakan permukiman, endapan sedimen, dan permasalahan sampah. Solusi untuk mengatasi banjir di Kecamatan Banda Sakti adalah dengan menerapkan sistem konservasi air, salah satunya lubang resapan biopori dan sumur resapan. Dalam Penelitian ini Sebagai studi kasus peneliti mengambil lokasi di Kecamatan Banda Sakti, data-data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis kembali. Data primer yang di dapat berupa laju infiltrasi air ke dalam tanah dan nilai laju infiltrasi sebelum dan sesudah adanya lubang resapan biopori dan jumlah lubang resapan biopori untuk mengetahui nilai reduksi debit banjir akibat lubang resapan biopori. Metode analisa yang dipakai untuk mendapatkan data tersebut adalah metode Harton. Selain itu data intensitas hujan harian maksimum juga akan dicari, dengan menggunakan metode Distribusi Normal, Log Normal, Log Person-III dan Gumbel. Kemudian di hitung kapasitas drainase dan sumur resapan. Berdasarkan penelitian diperoleh nilai koefisien permeabilitas (k) tanah adalah 9,610 x cm/detik, nilai laju infiltrasi konstan (fc) di lokasi studi adalah 16.2 cm/jam, sedangkan nilai laju infiltrasi (fc) rata-rata lubang resapan biopori adalah 95,20 cm/jam. Berdasarkan data yang telah dianalisis didapat jumlah lubang resapan biopori yang ideal untuk kawasan studi dengan luas Atap Rumah 90 m2 sebanyak 33 lubang resapan biopori. Dan berdasarkan penelitian untuk sumur resapan yang berbentuk lingkaran, diperlukan untuk setiap atap 90 m2 yaitu dengan sumur resapan diameter 1 meter dan kedalaman 1,5 meter. Dari hasil penelitian sumur resapan yang digunakan dengan ukuran diameter 1 dan kedalaman 1,5 meter, mampu mengatasi banjir di Kecamatan Banda Sakti Kabupaten Aceh Utara.Kata kunci: Lubang resapan biopori, sumur resapan, infiltrasi, permeabilitas,drainase
KAJIAN BERTH OCCUPATION RATIO DI DERMAGA PELABUHAN PENYEBERANGAN SIBOLGA KAITANNYA DENGAN PERKEMBANGAN PELABUHAN Boyma P Sinaga Boyma P Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.406 KB)

Abstract

ABSTRAK Transportasi laut merupakan salah satu bagian dari sistem transportasi nasional yang merupakan titik atau node dimana pergerakan barang dan atau penumpang dengan menggunakan moda laut akan dimulai, diakhiri atau transit. Sekarang ini, aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Sibolga cukup tinggi seiring meningkatnya kunjungan kapal kargo milik PT Meratus Lines yang mengangkut peti kemas. Selain itu kapal dari Korea Selatan yang mengangkut barang-barang untuk kebutuhan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Sarulla Kabupaten Tapanuli Utara juga menggunakan jasa pelabuhan Sibolga. Bukan hanya itu, semen padang yang sebelumnya diangkut melalui pelabuhan Belawan sekarang ini melalui pelabuhan sibolga. Dengan melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan kajian ukuran dermaga apakah masih layak digunakan berdasarkan ukuran kapal yang melakukan tambat didermaga sekarang ini serta bagaimana pelayanan pelabuhan penyeberangan sibolga terhadap kapal dan muatannya, baik orang maupun barang berdasarkan fasilitas darat pelabuhan. Penelitian ini menggunakan metode Berth Occupation Ratio (BOR) dalam menentukan berapa persen tingkat pemakaian dermaga pada pelabuhan penyeberangan Sibolga. Untuk tingkat pelayanan pelabuhan sibolga itu sendiri didasarkan pada fasilitas darat pelabuhan yang dilihat dari kondisi sebenarnya fasilitas darat yang disediakan pihak pelabuhan kemudian membandingkannya dengan standart fasilitas yang dikeluarkan oleh menteri perhubungan. Data-data yang dibutuhkan untuk perhitungan dalam metode ini diperoleh dengan cara mengumpulkan data-data dari PT. PELINDO-I dan dari penelitian langsung dilapangan. Berdasarkan nilai maksimum BOR yang diperoleh dari simulasi Perhitungan Berth Occupation Ratio ( BOR ) Atau Kebutuhan Dermaga dalam satu periode bulan pada bulan desember yang mewakili bulan-bulan lainnya dalam tahun 2013 adalah 60,476 %, Sama sekali tidak layak karena panjang dermaga yang tersedia saat ini sangatlah kecil sehingga harus ditambah panjangnya yang sebelumnya memiliki panjang 103,5 meter menjadi 200 meter dengan angka BOR 31,29 % dimana jumlah dermaga sebanyak satu buah.. Melalui perhitungan ukuran panjang kapal, ukuran kapal yang memenuhi untuk sandar didemaga adalah 45 meter kebawah dan juga tidak boleh lebih dari satu kapal untuk melakukan sandar secara bersamaan. Berdasarkan perhitungan fasilitas darat sesuai peraraturan menteri perhubungan dengan kondisi fasilitas darat dipelabuhan sibolga, fasilitas dipelabuhan sibolga harus diperbaiki dan ukurannya harus ditambah.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PADA RENCANA KAWASAN INDUSTRI DELI SERDANG DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS M. Harry Yusuf
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1968.294 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada kecamatan Medan Amplas akan direncanakan sebuah Kawasan Industri yang bernama Kawasan Industri Deli Serdang seluas 310 Ha yang terdapat 110 kapling. Awalnya daerah ini hanya sebuah rawa yang sudah di olah oleh penduduk sekitar untuk dijadikan sawah. Karena adanya perubahan tata guna lahan yang lahan, kini akan berubah menjadi sebuah kawasan industry. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk untuk mendesain system saluran drainase dan bentuk saluran drainase agar dapat mengalirkan limpasan air yang terjadi di permukaan secara grafitasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Rasional. Data yang digunakan adalah data sekunder kemudian dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Dalam hasil analisa nilai curah hujan yang digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah nilai curah hujan Distribusi Log Person III periode ulang 5 tahun. Waktu konsentrasi ditentukan dengan persamaan Kirpich . Untuk Intensitas curah hujan digunakan rumus Mononobe, dan untuk mencari debit saluran menggunakan metode Rasional. Dari hasil analisa dan perhitungan saluran jaringan drainase yang akan dibuat sebanyak 11(sebelas) bentuk, dimana semua typical trapesium. Jenis saluran tersebut terdapat 1 bentuk saluran tersier, 4 bentuk saluran sekunder, dan 6 bentuk saluran primer yang akan dibuat. Pada Kawasan Industri Deli Serdang (KIDS) ini peneliti juga merencanakan sumur resapan, dimana terdapat 110 sumur resapan untuk mengurangi debit banjir sehingga diharapkan air permukaan dapat msauk kedalam system air tanah. Kunci : analisa frekuensi,debit rencana,waktu konsentrasi, metode rasional.
PENGARUH INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TERHADAP SUMUR RESAPAN DI KAWASAN PERUMAHAN (STUDI KASUS: TAMAN SETIA BUDI INDAH II, MEDAN) Azhar Fuadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.164 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan perumahan di perkotaan yang demikian pesatnya, mengakibatkan makin berkurangnya daerah resapan air hujan, karena meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perumahan mengakibatkan tidak berlangsungnya dengan baik proses infiltrasi air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir, laju infiltrasi dan nilai permeabilitas untuk menentukan dimensi sumur resapan dalam mereduksi debit banjir. Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil lokasi di Perumahan Taman Setia Budi Indah II, Medan. Pengumpulan data mengambil data curah hujan sebagai data sekunder, sedangkan data primer didapat dari pengujian infiltrasi dan uji permeabilitas tanah. Kemudian data-data tersebut dianalisa dan dibahas agar dapat disajikan data pengurangan debit banjir. Untuk menentukan curah hujan menggunakan analisa Log Pearson III, untuk intensitas curah hujan dianalisa metode Van Breen. Permeabilitas tanah didapat dari pengujian falling head permeability, daya infiltrasi diambil menggunakan single ring infiltrometer dengan analisa menggunakan metode Horton. Pengurangan debit banjir didapat setelah penentuan dimensi sumur resapan. Berdasarkan penelitian diperoleh nilai laju infiltrasi konstan (fc) di lokasi studi adalah 14,40 cm/jam, sedangkan nilai koefisien permeabilitas (k) tanah adalah 1,718 x 10­­­­-4 cm/detik. Berdasarkan data yang telah dianalisis didapat dimensi sumur resapan yang berbentuk lingkaran dengan diameter 1 meter, kedalaman 1,261 meter dan debit masukan rencana 0,604 x  m³/detik. Untuk sumur resapan ini, estimasi waktu tunda limpasan air hujan dari atap menuju saluran drainase adalah 0,465 jam. Total debit banjir kawasan perumahan sebelum direncanakan sumur resapan adalah 3,339 m³/detik, setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 1,527m³/detik sehingga terjadi reduksi debit banjir sebesar 54,32 %. Untuk debit banjir  yang terjadi 1 unit rumah tipe 60/100 tanpa sumur resapan adalah 0,647 x m³/detik, setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 0,0427 x  m³/detik, sehingga terjadi reduksi banjir sebesar 93,39 % untuk setiap unit rumah. Kata Kunci : Sumur resapan, infiltrasi, permeabilitas
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI KOTA PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN RIAU Tofandi Yumahira
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 No. 3 Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.057 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Pangkalan Kerinci, khususnya pada beberapa jalan sekunder masih digenangi banjir. Hal ini diketahui berdasarkan letak titik-titik genangan banjir Kota Pangkalan Kerinci. Pada kawasan Kota Pangkalan Kerinci dengan adanya perubahan tata guna lahan dari daerah resapan air hujan menjadi sebuah kawasan industri dan permukiman, perencanaan drainase menjadi sangat perlu di pikirkan dan direncanakan guna mencegah banjir dan menyalurkan limpasan air hujan ke sungai melalui drainase. Untuk menentukan curah hujan rencana menggunakan empat jenis distribusi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi yaitu distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Log Person III dan distribusi Gumbel., kemudian diambil nilai curah hujan periode ulang 25 tahun Distribusi Log Person III untuk digunakan pada perhitungan selanjutnya. Dari analisa frekuensi curah hujan berdasarkan empat jenis distribusi dengan periode ulang 25 tahun diperoleh nilai curah hujan dari Distribusi Log Person III R25= 245.997 mm. Drainase direncanakan pada 14 saluran existing dan 5 saluran baru. Dimensi kolam retensi yang direncanakan 40 m×20 m×2.39 m dengan  memakai pompa 0,5 m3/detik dialirkan menuju ke sungai Kerinci dari hilir drainase Sutan Syarif Kasim. Dari analisa dimensi saluran ternyata seluruh saluran tidak mampu menampung debit saluran sehingga perlu dilakukan pelebaran dan perencanaan ulang sistem drainase. Perencanaan saluran baru menuju sungai Kampar dan kolam retensi yang menghasilkan kota yang bebas banjir bagi masyarakat sekitar kota Pangkalan Kerinci. Kata Kunci : analisa frekuensi, metode rasional, drainase eksisting