cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Kajian Kekuatan Dan Stabilitas Struktur Bangunan Menara Tungku Pembakaran Batu Bara Dengan Memperhitungkan Pengaruh Gempa, Angin Dan Temperatur Tinggi Hendry Tanadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.046 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya, rangka baja sering digunakan pada bangunan-bangunan tinggi seperti menara, gudang, pabrik, gedung perkantoran dll. Material baja pada rangka baja tersedia dalam berbagai jenis ukuran dan mempunyai sifat – sifat yang menguntungkan dalam perencanaan struktur bangunan. Dalam perencanaan struktur bangunan, suatu desain rangka baja harus mampu menahan beban - beban  rencana yang umum seperti beban mati, beban hidup, beban gempa, beban angin dan beban khusus lain contohnya temperatur yang tinggi. Dan untuk itu dalam Tugas Akhir ini penulis akan mengkaji kekuatan sebuah desain struktur baja portal 3D bangunan menara tungku pembakaran batu bara untuk mengetahui ketahanan struktur tersebut menahan beban- beban rencana yang akan diberikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu desain struktur, analisis dan output. Penelitian ini menggunakan program SAP 2000 untuk menganalisis struktur 3D terhadap pengaruh beban mati, gempa, angin dan temperatur untuk mendapatkan output berupa nilai gaya-gaya dalam (momen, lintang, normal) maksimum dan juga besarnya nilai deformasi  maksimum akibat beban-beban yang teraplikasi pada desain struktur baja portal 3D bangunan menara tungku pembakaran batu bara.   Kata kunci : rangka baja, struktur portal 3D, gempa, angin, temperatur, SAP2000
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BREAKWATER DENGAN LAPIS PELINDUNG BAMBU DAN TETRAPOD UNTUK MEREDUKSI ENERGI GELOMBANG LAUT DI PELABUHAN KUALA TANJUNG Nur Lely Hardianti Zendrato
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.03 KB)

Abstract

ABSTRAK Kemudahan kapal untuk melakukan bongkar muat barang dipengaruhi oleh tingkat ketenangan perairan yang disebabkan oleh angin, arus, pasang surut serta gelombang laut.Untuk itu sangat diperlukan perencanaan bangunan pelindung pantai yaitu pemecah gelombang yang diharapkan mampu untuk mengurangi atau menghilangkan pengaruh tersebut. Lokasi penelitian adalah di Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak diPantai  Timur Provinsi Sumatera Utara dansecara administratifberadadiKabupatenBatubara denganletakgeografispadaposisi03022’15” LUdan99027’57”BT.Penelitian ini dilakukan dengan merencanakan tata letak, tipe, dan dimensi pemecah gelombang yang terbaik untuk digunakan di pelabuhan Kuala Tanjung dengan menggunakan data gelombang, pasang surut, angin dan arus. Tipe pemecah gelombang yang dianalisa yaitu pemecah gelombang dengan lapis pelindung bambu dan beton serta tetrapod dengan kemiringan struktur yang berbeda-beda. Didalam perhitungan stabilitas unit lapis pelindung digunakan rumus Hudson yang akan menghasilkan nilai berat butir batu pelindung.Hasil perhitungan diperoleh untuk alternatif I dengan kelandaian  = 1,5 berat material per 1 meter panjang adalah 192 kg untuk bambu dan beton dan 397 kg untuk tetrapod. Alternatif II dengan kelandaian cot  = 2, berat material per 1 meter panjang adalah 144 kg untuk bambu dan beton dan 298 kg untuk tetrapod. Alternatif III dengan kelandaian cot  = 3, berat material per 1 meter panjang adalah 96 kg untuk bambu dan 198 kg untuk tetrapod.Pemecah gelombang yang cocok digunakan adalah pemecah gelombang alternatif II dari material bambu dan beton dengan kemiringan cot  = 2, karena memiliki kelandaian yang lebih besar dari alternatif I. Selain itu karena memiliki berat material yang tidak terlalu besar dibandingkan alternatif I yaitu sebesar 144 kg untuk bambu dan beton serta 298 kg untuk tetrapod, namun penggunaan material pada struktur lebih sedikit dibandingkan alternatif III yaitu sebanyak 601 bambu per 10 m2 dan 84 buah tetrapod per 10 m2. Kata Kunci : Pelabuhan, breakwater, gelombang, pasang surut, angin, dan arus
TEKUK BAJA PROFIL IWF DAN HONEYCOMB (CASTELLA) (TEORI DAN EKSPERIMENTAL) Philip Lamsihar Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.423 KB)

Abstract

ABSTRAK Apabila sebuah batang lurus dibebani gaya tekan aksial dengan pemberian beban semakin lamasemakin tinggi, maka pada batang tersebut akan mengalami perubahan keadaan sumbu batang lurusmenjadi batang melengkung dinamakan tekuk. Terjadinya fenomena tekuk pada struktur bajadisebabkan karena elemen baja pada umumnya sangat tipis, sehingga mudah mengalami tekuk yangakan mengurangi kapasitas dari struktur itu sendir i. Penelit ian ini menggunakan benda uji berupaprofil baja iwf dan honeycomb (castella). Penelit ian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarantentang uji tekuk pada benda uji, menentukan berapa nilai beban krit is (Pyang terjadi pada benda uji, membandingkan beban krit is (Pkrkr), dan deformasi lendutan ) dan deformasi lendutan yang terjadipada benda uji dar i hasil pengujian dan perhitungan analit is. Pada penelit ian ini, dilakukan pengujian pada profil baja iwf yang memiliki dimensi 150. 75. 5.7 mm dan untuk profil baja honeycombmemiliki dimensi 225. 75. 5.7 mm, masing- masing dengan t inggi batang 2,5 m (untuk duasampel). Profil memiliki per letakan sendi-sendi dan diber ikan pembebanan aksial. Hasil yangdiperoleh secara pengujian untuk sampel I profil baja iwf, yaitu Psampel II diperoleh Pkr kr= 17000 kg dan untuk = 17100 kg. Sedangkan, hasil yang diperoleh secara perhitungan analitis yaituPkr= 16398 kg. Adapun hasil yang diperoleh secara pengujian untuk sampel I profil honeycomb (castella), yaitu Pkr = 19800 kg dan untuk sampel II diperoleh Pkr = 20000 kg. Sedangkan, hasilyang diperoleh secara perhitungan analit is yaitu Pkr=  16326 kg.  Semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar pula deformasi lendutan yang terjadi pada benda uji tersebut. Kata kunci: baja, pengujian tekuk, beban krit is, profil baja iwf, profil baja honeycomb (cast ella) .
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TIANG PANCANG PADA BORE HOLE II DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS PROYEK SKYVIEW APARTMENT MEDAN) Baby Hardianty
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.383 KB)

Abstract

ABSTRAK Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimal yang mungkin terjadi. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk menghitung kapasitas daya dukung aksial berdasarkan data Sondir, SPT dan menggunakan Program Metode Elemen Hingga. Menghitung kapasitas daya dukung lateral tiang dengan metode Broms. Menghitung daya dukung kelompok berdasarkan Efisiensi. Menghitung penurunan tiang dengan Penurunan Elastis, metode Poulus dan Davis dan menggunakan Metode Elemen Hingga, serta menghitung penurunan kelompok pada proyek pembangunan Skyview Apartment Medan. Berdasarkan hasil perhitungan dari data Sondir, daya dukung ultimit titik S-2 = 416,36 ton,  titik S-5 = 440,86 ton, dan berdasarkan data SPT nilai daya dukung tiang tunggal = 275,20 ton. Daya dukung lateral pada Bore Hole II secara analitis 19,79 ton dan secara grafis 20,11 ton. Nilai efisiensi tiang berdasarkan metode Converse-labarre =  0,88 maka daya dukung tiang kelompok = 193,74 ton. Penurunan Poulus dan Davis = 13,79 mm dan Penurunan Elastis = 11,50 mm. Hasil penurunan tiang kelompok = 15,90 mm. Nilai daya dukung dan penurunan berdasarkan Program Metode Elemen Hingga adalah 285,46 ton dan 11,42 mm, nilai ini tidak jauh berbeda dengan secara analitis.
PENGARUH PENGGUNAAN ADITIF ZEOLIT PADA WARM MIX ASPHALT TERHADAP MUTU CAMPURAN BERASPAL DI LABORATORIUM Andry F Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.758 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya, campuran beraspal yang sering dijumpai adalah campuran aspal panas. Namun Hotmix dianggap kurang baik terhadap lingkungan karena membutuhkan banyak bahan bakar dalam proses pencampurannya.Penurunan suhu pada campuran memberikan dampak terhdapa penghematan bahan bakar. Namun untuk memenuhi spesifikasi yang diisyaratkan campuran beraspal hangat harus ditambahkan dengan bahan tambah. Campuran beraspal hangat dengan tambahan aditif dianggap sebagai salah solusi yang dapat dikembangkan. Sudah banyak penelitian yang dilakukan dengan menggunakan berbagai macam aditif, salah satunya menggunakan aditif mineral zeolit yang bahannya sangat mudah  ditemukan di Indonesia. Penggunaan aditif pada campuran beraspal hangat bertujuan untuk membantu campuran agar tetap memenuhi parameter-parameter uji Marshall yang disyaratkan pada spesifikasi. Metode penelitian berupa percobaan yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan variasi kadar zeolit sebesar 0%, 2%, 3%, 4% yang sudah diaktivasi secara kimia terlebih dahulu, serta kadar aspal optimum 6,11%. Dari hasil perbandingan terhadap variasi kadar zeolit terhadap campuran, didapat hasil yang menunjukkan nilai-nilai yang memenuhi persyaratan spesifikasi. Namun pada variasi kadar zeolit 4%, diperoleh VIM setelah PRD sebesar 1,47%, dimana nilai tersebut tidak memenuhi nilai yang disyaratkan. Dengan demikian dari penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa kadar zeolit maksimum yang dapat digunakan pada campuran beraspal hangat dalam penelitian ini adalah 3%. Dengan kadar zeolit 3% diperoleh peningkatan nilai stabilitas sebesar ± 25% dari nilai stabilitas tanpa zeolit ( 984kg menjadi 1228kg). Jika dilihat dari penelitian sebelumnya yang dilakukan di tahun 2015, penelitian ini sendiri memperkuat kesimpulan bahwa zeolit dapat digunakan sebagai bahan tambah pada campuran beraspal hangat. Pada penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan bahwa dengan kadar zeolit 10% pada campuran memberikan peningkatan maksimal terhadap mutu campuran. Kata Kunci : Campuran Beraspal Hangat, aditif, zeolit, Kadar Aspal Optimum, Uji Marshall
PERBANDINGAN NILAI DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG PANCANG BERDIAMETER 60 CM PADA TITIK BORE HOLE I DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA ( STUDI KASUS : PROYEK SKYVIEW APARTMENT SETIABUDI ) Titi Hayati
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.247 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang dipilih sebagai  pondasi yang akan dibuat pada tanah yang memiliki lapisan tanah keras yang jauh dan memikul beban struktur atas yang besar (tidak sanggup lagi di pikul oleh pondasi dangkal).Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk menghitung nilai daya dukung aksial dan daya dukung ijin tiang pancang berdasarkan data Sondir dan data SPT dengan metode Mayerhoff. Menghitung nilai daya dukung lateral tiang pancang dengan metode Broms. Menghitung efisiensi kelompok tiang pancang dengan metode Converse-Labarre, metode Los Angeles dan metode Feld. Menghitung penurunan tiang pancang tunggal dengan metode Poulus dan Davis dan metode Penurunan Elastis. Menghitung penurunan tiang pancang kelompok dengan metode Meyerhoff. Menghitung daya dukung ultimit dan penurunan tiang pancang menggunakan program Metode Elemen Hingga dengan pemodelan tanah Soft Soil dan Mohr Coulomb.Berdasarkan hasil perhitungan data Sondir, besar daya dukung aksial dan daya dukung ijin tiang pancang berturut-turut pada titik S-3 adalah 667,69 ton dan 198,35 ton dan pada S-6 adalah 689,94 ton dan 209,88 ton. Hasil daya dukung aksial dan daya dukung ijin dari data SPT pada Bore Hole I adalah 221,84 ton dan 88,74 ton. Daya dukung lateral pada Bore Hole I secara analitis 19,02 ton dan secara grafis 19,33 ton. Dengan nilai efisiensi tiang sebesar 0,65 maka daya dukung kelompok tiang 173,04 ton. Penurunan Poulus dan Davis yang dihasilkan 4,04 mm sedangkan dengan penurunan elastis sebesar 3,58 mm. Hasil penurunan tiang kelompok sebesar 11,2 mm. Nilai daya dukung dan penurunan berdasarkan program Metode Elemen Hingga sebesar 238 ton dan 3,31 mm nilai ini tidak jauh berbeda dengan secara analitis.   Kata Kunci : Kapasitas Daya Dukung, Sondir, SPT, Efisiensi Tiang Pancang, Penurunan Elastis, Metode Elemen Hingga
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DIAMETER 0,6 METER DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA PADA INTERCHANGE BINJAI DARIPROYEK JALAN TOL MEDAN – BINJAI Welman F.F Tambunan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.601 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang umum digunakan. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang dapat digunakan. Hasil masing- masing rumus tersebut menghasilkan nilai kapasitas yang berbeda beda. Tujuan studi ini untuk menghitung dan menganalisis daya dukung tiang pancang dari hasil Standard Penetration Test (SPT), dan Kalendering kemudian membandingkan hasil perhitungan tersebut dengan hasil perhitungan dengan Metode Elemen Hingga dengan bantuan program Plaxis. Hasil perhitungan daya dukung ultimit (Qu) tiang pada kedalaman yang sama yaitu 22 m, untuk SPT dengan metode Mayerhoff diperoleh 462,38 ton, untuk Kalendering  dengan metode Danish 439,82 ton dan metode ENR 488,90 ton , dan dengan Metode Elemen Hingga diperoleh 255,55 ton. Daya dukung lateral ultimit tiang pancang tunggal dengan  metode  Broms  secara  analitis  bernilai  24,47  Ton dan  secara grafis bernilai 28,60 Ton. Penurunan yang terjadi untuk tiang apung atau friksi diperoleh sebesar 2,44 mm untuk tiang dukung ujung sebesar 2,56 mm penurunan elastis tiang tunggal sebesar 6,53 mmdan berdasarkan Metode Elemen Hingga sebesar 18,72 mm. Untuk kapasitas kelompok tiang menggunakan metode Converse-Labore diperoleh efisiensi grup tiang pancang sebesar 0,66 dan metode Los Angeles diperoleh efisiensi grup tiang pancang sebesar 0,74. Terdapat perbedaan daya dukung dari titik SPT, Kalendering dan hasil Metode Elemen Hingga. Perbedaan hasil tersebut dapat disebabkan oleh kedalaman tanah yang ditinjau, dan cara pelaksanaan pengujian yang bergantung pada ketelitian operatordan perbedaan parameter yang digunakan dalam perhitungan. Kata kunci:Tiang Pancang, SPT, Kalendering, Daya Dukung, Plaxis
EVALUASI RANCANGAN BENDUNG DAERAH IRIGASI BELUTU KABUPATEN SERDANG BERDAGAI Posma Nikolas Hutabarat
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.208 KB)

Abstract

ABSTRAKBendung merupakan bangunan air sangat penting untuk menunjang kebutuhan air irigasi terlebih lagi program pemerintah yang ingin mewujudkanswasembada pangan di Indonesia. Bendung Daerah Irigasi Belutu yang terletak diKabupaten Serdang Berdagai, Provinsi Sumatera Utara, diproyeksikan mampumengairi Daerah Irigasi Belutu seluas 5.032 Ha.   Maksud dan tujuan dari penelitian ini antara lain, adalah untukmengevaluasi rancangan relokasi Bendung Daerah Irigasi Belutu. Evaluasirancangan bendung pada penelitian ini mencakup evaluasi secara hidraulis danstruktur. Evaluasi secara hidraulis meliputi fungsi bendung untuk memenuhikebutuhan air irigasi, dan evaluasi secara struktur meliputi analisa stabilitasbendung tersebut.  Metode pengerjaan tugas akhir ini adalah metode komparatif deskriptif,menggunakan data primer berupa pengamatan langsung di lapangan yakni berupadata fisik bendung dan lokasinya, dan data sekunder berupa dokumen DetailEngineering Design Bendung Daerah Irigasi Sei Belutu. Data curah hujan yangdiperoleh dari BMKG, dan juga dari literatur lainnya. Kriteria Perencanaan (KP –02 dan KP – 06) yang telah ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umumdijadikan sebagai acuan untuk mengevaluasi bendung yang dimaksud.  Dari hasil evaluasi secara hidraulis didapat bahwa kebutuhan air irigasiDaerah Irigasi Belutu sebesar 1,67 Liter/detik/Ha, dengan kebutuhan total irigasisebesar 10.085 Liter/detik, dapat dilayani oleh bendung tersebut dengan baik.Secara struktur, Bendung Daerah Irigasi Belutu pada saat debit normal, memilikiangka keamanan terhadap guling (Fg) 1,98, dan angka keamanan terhadap geser(Fs) 2,83. Pada saat debit banjir rencana, kondisi tanpa gempa, memiliki angkakeamanan terhadap guling (Fg) 4,6, dan angka keamanan terhadap geser (Fs)1,42. Pada kondisi gempa, memiliki angka keamanan terhadap guling (Fg) 1,53,dan angka keamanan terhadap geser (Fs) 3,44, dengan demikian, bendung amansecara struktur. Maka dari hasil evaluasi diketahui bahwa rancangan bendungtersebut sudah layak. Kata Kunci : Bendung, Kebutuhan Air Irigasi, Debit Banjir Rencana, Stabilitas
ANALISA KAPASITAS PENGENDALIAN BANJIR DENGAN PERBANDINGAN METODE HSS, HECHMS DAN HEC-RAS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI 2 1 SEI SIKAMBING, KABUPATEN DELI SERDANG Lamhot Trisaputra Sihotang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.814 KB)

Abstract

ABSTRAKSungai Sei Sikambing merupakan salah satu anakan sungai atau Sub DAS dari Sungai Deli. Sub DAS SeiSikambing terbentang sepanjang 4.223,93 ha meliputi Kabupaten/Kota Deli Serdang dan Medan. Pertumbuhanpenduduk yang pesat di pinggiran DAS Sei Sikambing merubah fungsi daerah resapan air menjadi daerah berpotesibanjir di Kota Medan.Metodologi Penelitian menggunakan  metode kuantitatif dengan pengolahan data primer meliputi data karakteristikdan geometri sungai, data sekunder terdiri dari data stasiun hujan, data curah hujan harian maksimum, dan datakarakteristik DAS  yang di analisa kedalam metode Hidrograf Satuan Sintetik, HEC-RAS dan Simulasi HEC-HMS. Pada perhitungan debit banjir rancangan diperlukan data curah hujan, data pengukuran sungai, dan kondisi sungai.Berdasarkan data tersebut dapat dihitung hujan rencana kala ulang 2,5,10,20,25 dan 50 tahun  dengan analisadistribusi frekuensi curah hujan seperti Distibusi Normal, Distribusi Log Normal, Distribusi Log Pearson III danDistribusi Gumbel, sehingga dipilih analisa Distribusi Gumbel yang lebih mendekati dan lebih teliti. Berdasarkanpengolahan data dengan  metode HSS Nakayasu diperoleh nilai debit banjir puncak (QP) sebesar 0,1294 m/detikdan Q15 sebesar 1,9412 m3/detik Q25 sebesar 3,2354 m3/detik  dan Q50 sebesar 6,4708 m3/detik. Data debit banjir kalaulang 15, 25 dan 50 kemudian dimodelkan dan disimulasikan pada  software Hydrologic Engineering Center RiverAnalysis System (HEC-RAS) Versi 4.0 dan The Hydrologic Modeling System (HEC-HMS) untuk melihat sejauhmana pengaruh banjir yang terjadi pada kawasan sepanjang 1 km sungai seikambing yang dianalisa.Hasil perhitungan analisa dan pembahasan menyimpulkan bahwa debit banjir menyebabkan kenaikan air sungaisebesar 4,03 meter dari bantaran sungai, luapan air sungai dapat mencapai daerah pemukiman warga yang memilikiresiko kerusakan. Hasil simulasi HEC-RAS menyatakan bahwa sungai sekambing memiliki kapasitas pengendaliandebit banjir namun sangat rentan terhadap banjir dan erosi tanah. Kata kunci: Sungai  Seikambing, Analisa Banjir, HSS, HEC-RAS, HEC-HMS ABSTRACT
STUDI PERBANDINGAN ANTARA GABLE FRAME PENAMPANG I NON-PRISMATIS (TAPER) DENGAN PENAMPANG I PRISMATIS 2 DITINJAU DARI SEGI KEKUATAN DAN BIAYA Akbar Soesilo
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.653 KB)

Abstract

Abstrak  2 Pada konstruksi bangunan bentang lebar, penggunaan material baja memiliki banyak keunggulan dibanding beton,.Dikarenakan sifat baja lebih praktis, stabil, dan kuat. Namun, penampang profil baja yang dihasilkan dari pabrikumumnya hanya berupa profil I, H, siku, C, hollow, dan pelat baja. Akibat keterbatasan dalam pemilihan penampangbaja tersebut, desain portal baja dapat menjadi kurang efisien. Untuk mendapatkan desain portal baja yang optimal, salah satu modifikasi penampang yang favorit digunakan adalah penampang taper. Penampang ini dibentuk darimemodifikasi penampang I prismatis. Pada tulisan ini akan diperbandingkan antara portal baja berpenampang Iprismatis (konvensional) dengan portal baja berpenampang I non-prismatis (taper) ditinjau dari segi biaya dankekuatan. Bentang masing-masing portal baja adalah 29 meter dan 50 meter. Nilai D/C (demand capacity) ratiodigunakan sebagai kriteria penerimaan konstruksi. Program SAP2000 v1.7 digunakan untuk memperhitungkananalisa struktur portal baja. Kemudian, pengecekan kriteria penerimaan pada elemen (member) mengacu kepadaprinsip AISC-LRFD 2010. Beban kombinasi yang digunakan adalah beban yang memberikan kondisi paling kritispada portal baja. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai D/C ratio kekuatan pada portal baja bentangan 29meter adalah 0,6499 dan 0,5779, berturut-turut untuk portal baja berpenampang konvensional dan taper. Sedangkannilai D/C ratio lendutannya berturut-turut adalah 0,838 dan 0,993. Kemudian, nilai D/C ratio  pada portal bajabentangan 50 meter berturut-turut adalah 0,844 dan 0,975. Sedangkan nilai D/C ratio lendutannya berturut-turutadalah 0,8409 dan 0,697. Lebih lanjut, penggunaan modifikasi penampang baja taper pada portal baja bentangan 29meter dan 50 meter akan menghemat biaya konstruksi hingga 25%, dibandingkan dengan penggunaan penampangbaja konvensional. Kata Kunci :  Metode LRFD, Gable Frame, Taper Beam, D/C Ratio, Harga