cover
Contact Name
Ani Fatonah
Contact Email
medimuh.jurnal@gmail.com
Phone
+6285863115797
Journal Mail Official
medimuh.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Cirebon, Jawa barat INDONESIA
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : 27762823     DOI : 10.37874/mh
Core Subject : Health,
Medimuh Journal is a journal published twice a year by the University of Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon (UMMADA). Contains writings that are lifted from the results of research and analysis in the health sector. This journal is a means, and scientific publications on health issues. Published twice a year in January-June and July-December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2024)" : 7 Documents clear
REVIEW JURNAL : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK Trisna Lestari; Astuti, Nurmaya; Silvia Zahara, Vira Ratu; Rizky, Muhamad; Yasmin; Kunaedi, Aan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1032

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang dalam mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Rata-rata rumah tangga di indonesia melakukan pengobatan sendiri dengan cara menyimpan obat. Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,5?C.yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus. Demam merupakan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak. Obat Analgetik dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan rasa sakit, sehingga masyarakat umumnya memilih obat analgetik sebagai swamedikasi. Tujuan dari review jurnal ini adalah memberikan gambaran swamedikasi demam dengan pengobatan analgetik dan antipiretik. Metode penelitian dilakukan dengan metode literature review matrix. Penelusuran jurnal menggunakan akademik Google Scholar yang diterbitkan dengan rentang waktu 5 tahun terakhir (2019-2023). Didapatkan dari 5 jurnal yang berkaitan bahwa Analgesik atau antipiretik  adalah obat yang seingkali dipilih oleh masyarakat karena efek yang ditawarkan dengan pemberian obat ini dapat meredakan atau menurunkan nyeri yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian menyatakan tingkat pengetahuan pengetahuan dalam katagori baik namun tetap butuh peranan apoteker dalam tindakan konseling yang diberikan dalam pasien yang melakukan swamedikasi. Kata kunci : Swamedikasi, Demam, Analgetik, Antipiretik.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Penggunaan Telefarmasi Fadli; Emmanuela, Estevaniya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1311

Abstract

Data statistik kesehatan 2022 menunjukkan penggunaan telemedicine masyarakat masih rendah sekitar 5% masyarakat yang menggunakan layanan kesehatan jarak jauh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan alumni Akademi Farmasi Yarsi Pontianak terhadap perilaku penggunaan telefarmasi, mengetahui sikap alumni Akademi Farmasi Yarsi Pontianak terhadap perilaku penggunaan telefarmasi dan mengetahui pengetahuan dan sikap alumni Akademi Farmasi Yarsi Pontianak terhadap perilaku penggunaan telefarmasi. Metode kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar secara online dengan google form. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 97 orang dari 1.753 orang alumni Akademi Farmasi Yarsi Pontianak. Hasil penelitian ini yaitu nilai signifikansi antara pengetahuan dan perilaku penggunaan 0.069 dan nilai t hitung 1.837. Nilai signifikansi antara sikap dan perilaku penggunaan 0.009 dan nilai t hitung 2.664. Serta nilai signifikansi antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan 0.003 dan nilai F hitung 6.077. Koefisien determinasi pengetahuan dan sikap sebesar 11.7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh terdapat perilaku penggunaan telefarmasi, sikap berpengaruh terhadap perilaku penggunaan telefarmasi serta pengetahuan dan sikap secara bersama-sama berpengaruh rendah tapi pasti terhadap perilaku penggunaan telefarmasi.
Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Di Desa Kuala Kecamatan Selakau Fadli; Dinda
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1312

Abstract

Di Indonesia menunjukkan tingginya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dengan prevalensi 86,10%. Di Sambas, mayoritas masyarakat kurang tepat dalam menggunakan antibiotik. Pengetahuan yang baik mendorong perilaku yang baik, kurangnya pengetahuan dapat memengaruhi sikap dan perilaku terkait penggunaan antibiotik yang baik. Mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap perilaku penggunaan, sikap berpengaruh terhadap perilaku penggunaan serta mengetahui pengetahuan dan sikap berpengaruh terhadap perilaku penggunaan antibiotik di desa Kuala Kecamatan Selakau. Penelitian Kuantitatif, dengan kausalitas, yaitu desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antar variabel. Penelitian dilaksanakan di desa Kuala Kecamatan Selakau, pengambilan data secara primer dan sekunder dengan alat kuesioner dan analisis data seperti analisis Univariat, Bivariat dan Multivariat, bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil uji normalitas data terdistribusi normal 0,126 > 0.05, uji multikolineritas menyatakan tidak ada korelasi yang tinggi adapun data tidak heteroskodasitas sehingga nilai regresi dikatakan baik. Hasil uji t pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan (0,019 < 0,05), sikap tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan (0,887 > 0,05), sedangkan uji f pengetahuan dan sikap berpengaruh bersama-sama terhadap perilaku penggunaan antibiotik (0,02 < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan berpengaruh rendah tapi pasti sebesar 8%.
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Agus Khurniawan; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan  kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah  konsentrasi 25%, 50%,  dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak  etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1),    dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Staphylococcus Epidermidis Dan Propionibacterium Acnes Senja, Rima Yulia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1685

Abstract

Buah mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid dalam buah mentimun berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60% menghasilkan daya hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penyarian simplisia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode perkolasi, cairan penyari yang digunakan yaitu etanol 70%. Pengujian daya hambat ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode difusi cetak lubang. Ciprofloxacin injeksi sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Hasil Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes (p<0,05). Diameter hambat rata-rata ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut yaitu 9,0±0,7 mm; 10,2±0,7 mm; 12,1±0,2 mm; 13,2±0,3 mm, sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes berturut-turut yaitu 8,9±0,6 mm; 11,5± 0,4 mm; 13,1±0,2 mm; 14,1±0,5 mm. Ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60 % memiliki daya hambat paling besar dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan  Propionibacterium acnes. Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus L.), Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi cetak lubang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7