cover
Contact Name
Ani Fatonah
Contact Email
medimuh.jurnal@gmail.com
Phone
+6285863115797
Journal Mail Official
medimuh.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Cirebon, Jawa barat INDONESIA
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah
ISSN : -     EISSN : 27762823     DOI : 10.37874/mh
Core Subject : Health,
Medimuh Journal is a journal published twice a year by the University of Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon (UMMADA). Contains writings that are lifted from the results of research and analysis in the health sector. This journal is a means, and scientific publications on health issues. Published twice a year in January-June and July-December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PEMAKAIAN OBAT ANALGETIK NON-NARKOTIK DI APOTEK K24 CIREMAI PERUMNAS CIREBON: LEVEL OF PATIENT KNOWLEDGE ON THE USE OF NON-NARCOTIC ANALGESIC DRUGS IN K24 CIREMAI PERUMNAS CIREBON PHARMACY Yadi Supriyadi; Sarah Diah Maharani; Rinto Susilo; Nur Rahmi Hidayati; Iqbal Bagus Prayogo
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.541

Abstract

Nyeri adalah salah satu  penyakit yang dibutuhkan terapi secepat mungkin. Obat analgetik non-narkotik obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit atau obat-obat penghilang nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Obat analgesik non-narkotik dapat digunakan melalui resep tetapi juga tersedia tanpa resep. Obat analgetik non-narkotik mudah didapatkan, sehingga masalah pengetahuan pengguna tentang efek kesehatan yang merugikan dan potensi risikonya menjadi sangat relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan pasien tentang bagaimana dalam penggunaan obat analgetik non-narkotik di Apotek K24 Ciremai Perumnas selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif secara total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 pasien yang membeli analgetik non narkotik di Apotek K24 Ciremai Perumnas dengan resep dokter maupun swamedikasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan rumus persentase diniliai sesuai ketentuan skor yang berlaku hasil dari menjawab kuesioner pertanyaan seputar pengetahuan mengenai penggunaan analgetik non-narkotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penggunaan obat analgetik non-narkotik pasien (83%), 13 pasien mempunyai pengetahuan yang cukup dan 2 pasien (2%) mempunyai pengetahuan yang kurang.
PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KONSUMEN DI APOTEK “X“ TAHUN 2020: PROFILE OF ANTIBIOTIC USE ON CONSUMER IN "X" PHARMACY IN 2020 Markhamatul Aeni; Ikanah Wulandari; Aan Kunaedi; Tomi; Dinda Alifia Hapsari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.544

Abstract

Antibiotik kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dimana antibiotik memiliki fungsi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter ketika pasien tersebut menderita keluhan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun saat ini masyarakat sangat mudah mendapatkan antibiotik tanpa menggunakan resep. Antibiotik memiliki berbagai macam jenis, dosis , sediaan serta fungsi yang berbeda-beda jika jenis antibiotik dan dosis yang digunakan tidak sesuai dengan keluhan penyakit yang diderita oleh pasien maka dapat menyebabkan Resistensi Antibiotik. Penelitian ini dilakukan di Apotek “X” pada bulan Mei 2021. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari penjualan atau transaksi obat antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penjualan obat Antibiotik periode Januari 2020 – Desember 2020 berdasarkan pola penggunaan resep yaitu 538 transaksi sebanyak 21% sedangkan pola penggunaan non resep yaitu 2048 transaksi sebanyak 79%. Berdasarkan golongan antibiotik yang banyak digunakan adalah golongan antibiotik Penicilin yaitu Amoxycyclin dengan kekuatan dosis 500mg dan sediaan Kaplet.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON Muhammad Yani Zamzam; Nina Karlina; Kaori Roselina Yesa
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.547

Abstract

Sesuai dengan Permenkes No 007 tahun 2012 jamu dilarang ditambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) baik hasil isolasi maupun sintetik. Namun beberapa penelitian sebelumnya menemukan pada beberapa produk jamu yang beredar mengandung BKO. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya BKO dalam jamu pegal linu serta mengetahui BKO apa saja yang terkandung dalam jamu pegal linu. Penelitian ini menguji 5 sampel jamu yang beredar di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan dalam identifikasi adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF 254, fase gerak etil asetat - metanol - amonia (60:30:10) dan kloroform - metanol (90:10) dengan deteksi sinar uv 254 nm. Larutan yang ditotolkan adalah larutan sampel (A), larutan kontrol positif (B) dan larutan baku yang mengandung BKO (C). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 4 dari sampel jamu pegal linu positif mengandung bahan kimia obat yaitu sampel II, III, IV, dan V. Pada sampel II dan IV positif mengandung ibuprofen dan parasetamol, sampel III positif mengandung ibuprofen, parasetamol, dan piroksikam, sedangkan sampel V positif mengandung asam mefenamat, ibuprofen, dan piroksikam.
REVIEW : PERILAKU SWAMEDIKASI BATUK DAN ASMA: REVIEW : COUGH AND ASTHMA SELF-MEDICATION BEHAVIOR Defi Salsabila Putri; Dwi Noviasari Naros; Elfrida Ananda Nadhifah; Fadiyah Romadhona Berliani; Hana Syifaun Nufus; Hikmatul Fauziah; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.555

Abstract

Kesehatan merupakan suatu hal pokok yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia oleh sebab itu penting untuk memahami swamedikasi. Swamedikasi (pengobatan sendiri) merupakan upaya seorang individu dengan cara memilih obat-obatan untuk mengobati penyakit berdasarkan diagnosis gejala oleh dirinya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari-hari. Asma merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya peradangan saluran pernafasan kronis dengan riwayat gejala seperti mengi, nafas pendek, nyeri dada dan batuk yang sering disertai dengan ekspirasi napas yang terbatas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu swamedikasi merupakan tindakan seseorang dalam menyembuhkan gejala atau penyakit ringan dengan obat-obatan secara mandiri seperti batuk dan asma. Pengobatan batuk dalam bentuk swamedikasi dapat dilakukan dengan cara meminum madu, menggunakan tablet hisap pelega tenggorokan, mengurangi minuman bersoda dan kopi, menghentikan merokok, mengurangi makanan berminyak dan minum banyak air putih untuk mengurangi iritasi pada tenggorokan. Sedangkan, pengobatan asma yang dapat dilakukan dengan memberikan obat inhalasi. Pada review artikel ini akan diulas mengenai swamedikasi batuk dan asma. Kata kunci : asma, batuk, swamedikasi
REVIEW JURNAL : PENGGUNAAN ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK PADA MASYARAKAT SECARA SWAMEDIKASI: JOURNAL REVIEW : USE OF ANALGESICS AND ANTIPYRETICS IN COMMUNITY SWAMEDICATED Adha Zahara; Amanda Aulia Azahra; Bella Putri Firanti; Dea Ayu Ningtias; Dea Praviti; Riska Lediyana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.558

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya masyarakat untuk mengobati dan memelihara kesehatan diri sendiri secara mandiri atau tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi yaitu parasetamol  untuk mengatasi demam dan ibuprofen untuk mengatasi nyeri.Tujuan penulisan review ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat penggunaan obat pada  swamedikasi analgetik dan antipiretik. Demam sendiri merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk kedalam tubuh saat suhu tubuh meningkat  melebihi suhu normal 37,50C, dan Nyeri yaitu sensasi yang menandakan bahwa suasana tubuh sedang mengalami kerusakan pada jaringan, inflamasi. Metode penulisan review ini menggunakan 11 jurnal untuk mencari referensi menggunakan Google Scholar. Dengan melakukan pengembangan jurnal yang sudah ada sebelumnya, sehingga mendapatkan pengetahuan serta penemuan yang baru. Kata kunci: Analgetika, Antipiretika, Swamedikasi
REVIEW : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP INFLUENZA PADA ORANG DEWASA DAN ANAK-ANAK: REVIEW : OVERVIEW OF SWAMEDICATION OF INFLUENZA IN ADULTS AND CHILDREN Karunia Bintang; Laelatuz Zahro; Lala Komalasari; Muhammad Amir; Muhammad Agustian Erlangga; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.563

Abstract

Flu adalah suatu infeksi saluran pernafasan atas orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengetahuan swamedikasi terhadap influenza. Penelitian ini merupakan penelitian literatur review. Studi literatur dilakukan melalui review jurnal atau artikel yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dari hasil jurnal maka dapat disimpulkan tingkat pengetahuan  informasi obat untuk sumber informasi obat diperoleh dari pengalaman pribadi atau keluarga terdekat sebanyak 30 orang (33,3%). Persentase tertinggi berdasarkan pertanyaan tingkat pengetahuan mengenai swamedikasi influenza yaitu (98.8%) influenza pada anak-nak dapat diatasi dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi pada jam 6.30-08.00. Kata kunci : Swamedikasi, Influenza, Penyakit
REVIEW : TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PADA IBU TERHADAP TERAPI OBAT DIARE PADA ANAK: REVIEW : KNOWLEDGE LEVEL OF SWAMEDICATION IN MOTHERS ON DRUG THERAPY IN CHILDREN Trisna Lestari; Fayza Suqya Wa’anzil; Jihan Budiahningsih; Nafa Trisnia; Nusikho; Nyimas Melati; Putri Muliawati; Wulan Rabbani Akbar
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.572

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan mengobati diri sendiri dengan pengobatan sederhana yang dapat dibeli di apotek atau toko obat sendiri tanpa bantuan dokter atau tenaga medis lainnya (Kurniasih et al., 2020). Diare adalah suatu kondisi dimana frekuensi buang air besar (BAB) meningkat hingga lebih dari tiga kali per hari dan disertai dengan perubahan konsistensi, seperti menjadi lebih encer atau seperti bermain. Penyebab utama diare pada balita adalah ketidaktahuan ibu tentang cara menjaga kebersihan dan sanitasi pribadi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi pada ibu terhadap terapi obat diare pada anak. Studi ini mengandalkan tinjauan pustaka untuk menemukan, menggabungkan, dan mengevaluasi fakta dari sumber ilmiah berdasarkan kriteria yang valid dan akurat. Selain mengulangi materi yang telah diterbitkan, studi literatur memberikan informasi atau analisis baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara prevalensi penyakit diare pada anak dengan pengetahuan ibu. Dapat dikatakan bahwa pengetahuan ibu tentang penyakit diare baik atau buruk. status tersebut dianggap menguntungkan. Selain itu, dianggap tidak diinginkan karena status sosial ekonomi rendah dan kurangnya kesadaran ibu tentang diare anak. Lalu ada obat untuk diare anak, seperti oralit, zinc, dan kotrimoksazol. Karena oralit digunakan untuk menggantikan mineral dan cairan yang hilang saat muntah dan diare, itu adalah salah satu dari tiga obat yang paling sering digunakan untuk mengobati diare anak. Gula, garam, dan natrium bikarbonat semuanya digabungkan dalam larutan oralit. Membuat oralit di rumah dapat memudahkan ibu untuk merespon dengan cepat kehilangan cairan pada anak mereka untuk mencegah dehidrasi.
REVIEW JURNAL: EDUKASI DAN SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT CACING PADA MASYARAKAT: JOURNAL REVIEW : EDUCATION AND SELF-MEDICATION OF THE USE OF WORM MEDICINE IN THE COMMUNITY Trisna Lestari; Anisah; Atiqoh Rohmawati; Aulia Oktaviani; Dian Dwi Septiani; Difa Rayhan Firdaus; Enih Nindi Astuti; Muhamad Annas Sidik
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.579

Abstract

Kecacingan adalah penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh parasit berupa cacing. Penyakit kecacingan biasanya terjadi di anak-anak usia 1 sampai 12 tahun, yang disebabkan karena anak belum bisa menjaga kebersihan. Prevensi penyakit kecacingan masih tinggi terutama di wilayah beriklim tropis dan sub tropis. Faktor penyebab tingginya prevensi  kecacingan yaitu rendahnya tingkat sanitasi pribadi (sikap hidup bersih serta sehat) dan buruknya sanitasi lingkungan. Tujuan dari review jurnal ini yaitu untuk mengetahui tingkat swamedikasi obat cacing di masyarakat. Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap pengetahuan pencegahan kecacingan, peneliti menemukan bahwa masyarakat kurang memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecacingan. Oleh karena itu edukasi tentang helminthiasis sangat diperlukan. Konseling kesehatan membantu menyebarkan pengetahuan masyarakat khususnya dalam pengobatan kecacingan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak. Kata kunci: edukasi, swamedikasi. kecacingan, obat cacing
REVIEW ARTIKEL TINGKAT PENGETAHUAN TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE DI KALANGAN MASYARAKAT INDONESIA : REVIEW ARTICLE KNOWLEDGE LEVEL OF DIARRHEA SWAMEDICATION ACTIONS IN INDONESIAN COMMUNITY Dede Rafi Gifari; Della Nur Nadiya; Devita Alifa Soleha; Dinda Wibowo; Fachrurrozy Purwadinata; Alvia Nuraisah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.581

Abstract

Swamedikasi adalah cara mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang sederhana yang bisa dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter atau tenaga kesehatan terlebih dahulu. Diare adalah buang air besar dengan konsistensi yang lebih encer atau cair dari biasanya sebanyak lebih dari 3 kali perhari yang timbul secara mendadak dan berlangsung kurang dari 2 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi diare di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literatur review jurnal atau artikel yang bekaitan dengan masalah dan tujuan penelitian ini. Maka dapat disimpulkan pada Tabel I dan Tabel III bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare tertinggi pada karakteristik jenis kelamin, pada Tabel II bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare pada nilai yang cukup, pada Tabel IV bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare tertinggi pada karakteristik usia 26-35tahun. Kata kunci : diare, swamedikasi, tingkat pengetahuan
GAMBARAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGOBATAN INFLUENZA SECARA SWAMEDIKASI : DESCRIPTION OF PUBLIC UNDERSTANDING OF SELF-MEDICAATION OF INFLUENZA TREATMENT Aan Kunaedi; Kelvin Muhaerin; Kurniawati; Lika latifatul Amanah; Lilis Listiyani; Muhammad Naufal Nugraha Junior; Mutiara Agustianti; Rizqah Sely Salsabil
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.594

Abstract

Pengumpulan data masyarakat digunakan untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri pada influenza. Dilakukannya swamedikasi influenza, bertujuan agar jenis obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit influenza sesuai gejala yang timbul. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan jurnal gambaran pemahaman masyarakat terhadap pengobatan influenza secara swamedikasi yang dipilih dengan menggunakan google scholar. Dari berbagai jurnal yang dikumpulkan, dipilih 10 jurnal untuk pengambilan pemahaman responden terhadap Hasil pengobatan influenza. Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tinggi, terutama pada perempuan sebesar 89,6% dan pengetahuan tentang swamedikasi influenza pada laki-laki sebesar 10,4%. Jenis obat yang paling banyak digunakan adalah obat tradisional sebesar 41,93% dan modern sebesar 39,5%. Obat modern yang paling berperan adalah Anakonidin sebesar 39,5%% dan obat atau cara tradisional yang banyak digunakan adalah minuman jahe hangat sebesar 41,93%.

Page 6 of 10 | Total Record : 91