cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2015)" : 6 Documents clear
Perancangan alat bantu kerja pada proses pengecatan frame jam dinding di PT. Permata Chandra Surya Marshella Felicia Angela; Dian Retno Sari Dewi; Hadi Santosa
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1735

Abstract

Perancangan dan pengembangan produk merupakan tahapan untuk pembuatan produk yang efisien dan efektif guna diproduksi dan dijual untuk meraih keuntungan perusahaan. PT. Permata Chandra Surya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perakitan jam dinding. Terdapat proses produksi pengecatan frame jam dinding yang mengalami kesulitan. Pada proses ini perusahaan mengharapkan adanya peningkatan hasil produksi dari biasanya. Namun, proses ini masih dilakukan secara manual oleh pekerja yaitu tangan sebelah kiri memutar media untuk meletakkan frame sedangkan tangan sebelah kanan memegang alat semprot cat. Apabila proses pengecatan telah usai dilakukan maka pekerja dapat mengehentikan media jam dinding tersebut dengan cara tangan sebelah kiri menyentuh media tersebut. Proses ini juga dilakukan dengan posisi yang kurang nyaman sehingga ini menyebabkan pekerja mengalami keluhan kesakitan pada anggota tubuhnya. Selain itu, proses ini merupakan proses yang memiliki resiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi organ tubuh pekerja, khusunya paru-paru. Alat pengecatan frame jam dinding dengan penggerak motor adalah salah satu alat bantu kerja yang dapat diusulkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh sebab itu, alat bantu kerja ini dapat diaplikasikan di perusahaan.
Penurunan kadar sianida pada umbi gadung (Dioscorea hispida) dengan proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus Oryzae Darwin Junaidi; Mario Christofer Kresna Pratama Santoso; Ery Susiany Retnoningtyas; Sandy Budi Hartono
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1736

Abstract

Umbi gadung merupakan tanaman umbi – umbian yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini umbi gadung masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Umbi gadung memiliki kandungan sianida yang tinggi, sehingga jika dikonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan keracunan hingga kematian. Pada penelitian pendahuluan terhadap bahan baku, umbi gadung memiliki kandungan sianida sebesar 424,92 ppm. Maka sianida harus dikurangi dengan melakukan metode fermentasi menggunakan Rhizopus oryzae agar umbi gadung dapat dikonsumsi oleh manusia dan tidak menyebabkan keracunan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu fermentasi dan volume nutrient yaitu 5,7,9 ml dalam proses penurunan kadar sianida dan pengaruh fermentasi terhadap kandungan protein , lemak dan pati pada umbi gadung. Mula-mula umbi umbi gadung dicuci bersih dan dikupas kulitnya terlebih dahulu, kemudian dipotong dengan ukuran (2 cm x 1 cm x 0,5 cm). Setelah itu, potongan umbi gadung disterilisasi dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Selanjutnya ditambahkan nutrient yang sudah ditambah inokulum Rhizopus oryzae dan difermentasi selama 5 hari. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan penurunan sianida terbaik dengan volume nutrien 9 ml, kandungan sianida setelah fermentasi menjadi 69,48 ppm. Sedangkan untuk kandungan protein naik dari 0,0133 g/g gadung menjadi 0,0263 g/g gadung, lemak naik dari 0,0048 g/g gadung menjadi 0,0133 g/g gadung dan untuk pati turun dari 0,167 g/g gadung menjadi 0,1586 g/g gadung
Studi in vitro ekstrak kulit jeruk purut untuk aplikasi terapi diabetes melitus Cicilia Setyabudi; Stefani Tanda; Wenny Irawaty Santosa; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1737

Abstract

Jeruk purut memiliki kandungan senyawa polifenol dan flavonoid yang diyakini memiliki sifat antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas yang menghambat kinerja pankreas dalam menghasilkan hormon insulin untuk menstabilkan jumlah glukosa di dalam darah manusia. Antioksidan yang berasal dari limbah kulit jeruk purut menjadi fokus penelitian ini. Beberapa studi menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dalam limbah buah; seperti kulit dan biji; daripada bagian buah yang dapat dikonsumsi. Pada penelitian ini, senyawa antioksidan dalam kulit jeruk diekstrak dengan menggunakan metode maserasi menggunakan berbagai macam pelarut yang berbeda tingkat polaritasnya (air, etanol, etil asetat, dan heksana) dan variasi waktu ekstraksi pada temperatur ruang. Pada ekstrak yang diperoleh dilakukan uji kandungan total senyawa fenolik (TPC) dan total senyawa flavonoid (TFC). Dilakukan pula uji in-vitro terhadap ekstrak yang memberikan perolehan TPC dan TFC terbesar dari masing-masing pelarut untuk mengamati aktivitas antidiabetes dari ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air memberikan perolehan TPC dan TFC terbesar pada 18 jam, sedangkan etanol dan etil asetat pada 45 jam. Uji in-vitro pada ekstrak-ekstrak tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk purut dengan pelarut etanol memberikan %inhibition enzim α-amylase tertinggi dibanding dengan pelarut lainnya, yaitu sebesar 34,2%.
Pengaruh rasio massa biji dan volume air dan suhu ekstraksi terhadap ekstraksi biji- bijian dalam pembuatan susu nabati Nicholas Oerip Ariyanto; Stefanus Dedy Wiyanto; Herman Hindarso; Aylianawati .
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1738

Abstract

Susu nabati merupakan produk susu alternatif bagi yang memiliki alergi terhadap laktosa dari susu hewani. oleh karena itu, dibutuhkan susu nabati dengan kandungan gizi yang tinggi. Kandungan nutrisi dari susu yang dibutuhkan oleh tubuh adalah protein, lemak, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio massa biji:volume air dan suhu ekstraksi terhadap persen protein, lemak, dan karbohidrat terekstrak pada proses pembuatan susu nabati. Selain itu juga membandingkan kandungan protein, lemak dan karbohidrat dari berbagai macam bahan baku susu nabati (kedelai, saga, biji bunga matahari dan biji beras). Pengolahan bahan baku menjadi susu nabati dilakukan dengan cara merendam biji buah saga, beras, biji kedelai, atau biji bunga matahari dengan larutan soda kue dengan konsentrasi 0,5% untuk membersihkan bahan baku dari pestisida. Hasil penggilingan biji diekstraksi dengan air sebagai pelarut, kemudian disaring untuk memisahkan ampas dengan susu. Ampas ekstraksi dianalisa kadar protein dengan metode Kjeldhal, kadar karbohidrat dengan metode DNS, dan kadar lemak dengan menggunakan Soxhlet. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa rasio pelarut 1:3 sampai 1:5, menghasilkan persentase protein, lemak, dan karbohidrat yang terekstrak semakin meningkat dari 20% menjadi 50%. Pada suhu ekstraksi 30oC sampai 70oC, semakin tinggi suhu, semakin meningkat persentase protein, lemak, dan karbohidrat yang terekstrak dari 20% menjadi 50%. Pada rasio 1:5, persentase protein terekstrak terbanyak didapat dari biji bunga matahari, persentase lemak terekstrak terbanyak dari beras, sedangkan persentase karbohidrat terekstrak terbanyak dari biji bunga matahari. Pada suhu 70oC didapatkan persentase protein dan karbohidrat terekstrak terbanyak dari biji bunga matahari, sedangkan persentase lemak terekstrak terbanyak dari kedelai. Berdasarkan kandungan protein dan lemak pada susu hasil percobaan, didapatkan susu yang memenuhi kedua parameter dalam SNI susu sapi dan susu kedelai adalah biji bunga matahari.
Koefisien transfer massa kurkumin dari temulawak Ayndri Nico Prayudo; Okky Novian; . Setyadi; . Antaresti
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1739

Abstract

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh disebabkan karena memiliki kandungan kurkumin yang berwarna kuning yang ada. Kurkumin dapat dipisahkan dari temulawak dengan metode ekstraksi padat-cair (leaching). Waktu ekstraksi diantaranya dipengaruhi oleh harga koefisien perpindahan massa. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mencari harga koefisien perpindahan massa yang dicari dengan melakukan pendekatan dengan persamaan dengan penelitian yang memakai bahan baku lain.Selanjutnya penelitian ini dilakukan dengan variasi kecepatan pengadukan dan ukuran partikel temulawak. Hasil ekstrak dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan TLC (thin layer chromatograph) dan secara kuantitaif dengan menggunakan densitometri. Hasil penelitian yang diperoleh dinyatakan dengan persamaan
Penurunan kekeruhan air oleh biji pepaya , biji semangka dan kacang hijau Raindy Aprilion; . Antaresti; Adriana Anteng
Widya Teknik Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v14i1.1740

Abstract

Populasi manusia yang semakin banyak dan meningkatnya aktivitas ekonomi misalnya industri, tidak hanya menyebabkan semakin banyak kebutuhan akan air bersih, tetapi juga menyebabkan pencemaran sumber daya alam air yang mengakibatkan berkurangnya jumlah air bersih. Pencemaran sumber daya alam air, misalnya pembuangan air limbah yang belum diolah dari rumah tangga dan industri ke selokan yang akhirnya mengalir ke sungai. Hal ini menyebabkan air sungai menjadi tercemar, sehingga jumlah air bersih menjadi berkurang, padahal sebagian besar kebutuhan manusia akan air bersih diambil dari air sungai. Selain itu, air sungai yang tercemar akan mengganggu kehidupan biota sungai. Oleh karena itu, sebelum air sungai digunakan untuk kebutuhan manusia, perlu diolah dahulu untuk mengurangi kekeruhan. Salah satu cara yang mudah dan sering digunakan untuk mengurangi kekeruhan adalah dengan koagulasi alami antara lain biji pepaya , biji semangka, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah Mempelajari konsentrasi NaCl terbaik dalam proses ekstrak protein sebagai koagulan alami , Mempelajari pengaruh jenis koagulan biji pepaya , biji semangka dan kacang hijau terhadap pengurangan kekeruhan air dan Mempelajari pengaruh massa koagulan alami yang diekstrak terhadap pengurangan kekeruhan air.

Page 1 of 1 | Total Record : 6