cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022)" : 5 Documents clear
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Poligon Pada Seam D Daerah Lahat, Sumatera Selatan: Coal Resources Estimation Using the Polygon Method on Seam D Lahat Area, South Sumatera Fatahilah Tirtadiwangsa; Asmoro Widagdo
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i1.30645

Abstract

Batubara sudah menjadi hal yang tidak asing bagi manusia. Sebagai bahan yang menjadi sumber energi nasional, perlu dilakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan daerah yang berpotensi. Salah satu kegiatan eksplorasi yaitu kegiatan perhitungan estimasi sumberdaya agar diketahui potensi dan kemungkinan yang lain sebagai dasar untuk pertimbangan kegiatan selanjutnya termasuk dalam eksplorasi batubara. Penentuan sumberdaya batubara menghasilkan informasi berupa sebaran/bentuk dan kuantitas tertentu yang didasari oleh penelitian yang nantinya menjadi penentu apakah ekonomis atau tidak. Latar belakang dari penulisan ini yaitu untuk menghitung estimasi sumberdaya batubara menggunakan metode poligon dan pemodelan secara 2D dan 3D dari 13 titik data pengeboran yang bersumber dari data lapangan yang telah dilakukan dan dikemas secara sederhana untuk menghasilkan tulisan yang mudah dipahami untuk menambah wawasan baru. Hasil akhir dari tulisan ini menunjukkan pemodelan lapisan batubara seam D serta perhitungan estimasi sumberdaya batubara menggunakan metode poligon dengan jumlah total tonase sebesar 983.820 Ton dengan luas daerah terukur 121.717 m2.
Perencanaan Pemulihan Logam Tanah Jarang dari Tanah Terkontaminasi dengan Metode Resin In Leach: Planning for The Recovery of Rare Earth Element from Contaminated Soil by The Resin In Leach Method Difany Aulia Rahman; Di Ajeng Arum Kusuma
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i1.31093

Abstract

LTJ (Logam Tanah Jarang) atau Rare Earth Element merupakan salah satu bentuk mineral ikutan pada mineral utama seperti emas, perak, timah, tembaga, dan lain-lain (Gunradi dkk, 2019). Penggunaan logam tanah jarang selalu berkaitan dengan produk industri teknologi seperti teknologi industri, telekomunikasi, dan nuklir. LTJ menyebar secara terbatas dan jumlahnya tidak besar. Dalam pengambilannya, LTJ sangat sukar ditambang karena memiliki konsentrasi yang cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Hal tersebut dapat menyebabkan tanah disekitar bahan galian terkontaminasi. Tanah yang terkontaminasi dapat memcemari ekosistem tanah, dan perairan sekitar. Metode resin in leach (RIL) adalah metode umum dalam industri hidrometalurgi yang bertujuan untuk memulihkan logam dari bahan mentah padat dalam suatu unit operasi. Proses RIL menggunakan H2SO4 encer sebagau agen pelindian. Manfaat dari H2SO4 adalah penggunaan, sebagai lixivant perolehan LTJ yang lebih tinggi melalui reaksi pelindian yang didorong ke arah depan, serta langkah pelindian dan pemulihan secara simultan. Tanah yang terkontaminasi LTJ dapat menjadi sumber potensial agar sumber daya mineral yang berharga tidak hilang dalam rangkaian produksinya. Strategi resin in leach diperlukan secara bersamaan untuk membersihkan tanah dan menghasilkan LTJ serta berkontribusi pada lingkaran ekonomi. Kebutuhan LTJ dalam aplikasi industri sangat tinggi, sehingga kegiatan pertambangan LTJ perlu diimbangi dengan teknologi recovery yang dapat memaksimalkan LTJ dari kontaminan di tanah.
Preparasi dan Analisis Kandungan Unsur dalam Batuan Bijih Emas: Preparation and Analysis of Elemental Content in Gold Ore Rocks Siti Aminah; Fanteri Aji Dharma Suparno; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i1.31352

Abstract

Emas termasuk ke dalam golongan logam mulia karena keterdapatannya di bumi yang langka dan memiliki sifat spesifik tertentu. Proses pengolahan ore/bijih pada umumnya dilakukan beberapa tahap, diantaranya adalah tahap kominusi yang terdiri dari crushing dan grinding.Bijih yang telah mempunyai fraksi fraksi ukuran P80 -200# (74 mikron) akan diblending agar homogen. Bijih yang sudah homogen akan dibagi menjadi beberapa contoh sampel yang akan digunakan untuk proses selanjutnya. Analisis komposisi unsur kimia beserta konsentrasinya dalam bijih dilakukan dengan X-Ray Fluorescence (XRF). Berdasarkan hasil analisis XRF, dapat disimpulkan bahwa kandungan mineral terbesal dari sampel bijih batuan emas adalah silica, SiO2
Analisis Rencana Biaya Reklamasi Berdasarkan Kesesuaian Jenis Tanaman di PT. JR: Reclamation Cost Plan Analysis by Plant Type in PT. JR Andi Deddy Setiawan; Wd Rizky Awaliah; Deniyatno Deniyatno
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i1.31459

Abstract

Salah satu tujuan mengelola industri pertambangan adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya mengingat pentingnya dalam mengetahui biaya yang akan dikeluarkan bagi perusahaan. Mulai dari biaya penambangan dan produksi hingga upah karyawan seta biaya reklamasi (pasca tambang). Salah satu komponen biaya reklamasi yang perlu diperhitungkan adalah revegasi tanaman. Pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan analisis sampel tanah blok G PT. JR. Didapatkan hasil bahwa Khaya Anthotheca (Mahoni Uganda) dan A. Carssicarpa cocok untuk ditanam. Perhitungan biaya reklamasi dimulai dari menghitung luas area reklamasi, penataan lahan, revegetasi. Untuk penataan lahan terdiri dari terdiri dari biaya penggunaan alat, maintenance alat, dan pengendalian erosi dan pengelolaan air. Biaya revegasi terdiri dari biaya untuk analisis kualitas tanah, jumlah kebutuhan tanaman, proses pembibitan tanaman, proses pemupukan dan proses pemeliharaan. Berdasarkan hasil penelitian luas area yang akan direklamasi sebesar 52.467m2 . Jumlah material yang akan di pindahkan sebesar 393.574 m³. Waktu kegiatan penataan lahan adalah 180 hari. Dengan jenis tanaman yang ditetapkan butuh waktu 714 hari penyiraman agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik. Dan total biaya kegiatan reklamasi tersebut adalah Rp. 1.985.499.777,-.
Coal Bed Methane di Indonesia : Review dan Permasalahannya: Coal Bed Methane in Indonesia: Review and Problems Riska Laksmita Sari; Hadziqul Abror; Eriska Eklezia Dwi Saputri; Welayaturromadhona Welayaturromadhona
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i1.31696

Abstract

Coal Bed Methane (CBM) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Gas Metana Batu Bara, merupakan salah satu sumber energi baru yang termasuk dalam kategori hidrokarbon nonkonvesional. CBM dinilai dapat menjadi energi alternatif gas konvensional. Diperkirakan terdapat 11 cekungan batubara darat di Indonesia dengan total sumber daya CBM prospektif sebesar 453,3 TCF. Cekungan-cekungan tersebut tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menurut studi yang dilakukan oleh beberapa peneliti, potensi CBM pada batu bara di Indonesia sebagian besar pada kelompok high-rank coal yang artinnya memiliki cadangan energi atau kalori yang besar. Terkait perkembangan wilayah kerja pengembangan CBM di Indonesia, dari semula berjumlah 54 blok CBM yang sudah dilakukan tanda tangan kontrak antar pemerintah dengan kontraktor, hanya tersisa 34 blok yang terdaftar dengan 2 blok dalam proses terminasi. Adannya trend menurun pengembangan proyek CBM di Indonesia ini disebabkan beberapa faktor, diantarnnya faktor teknis dan non teknis yang salah satunnya terkait regulasi pengembangan CBM sebagai gas nonkonvensional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5