cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkebidanan204@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN
ISSN : 20882505     EISSN : 25804774     DOI : https://doi.org/10.35874/jib.v15i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan memuat karya ilmiah tentang kebidanan yaitu tentang kehamilan, asuhan kehamilan, bayi baru lahir, neonatus, anak prasekolah, premenopause, kesehatan reproduksi dan lain lain
Articles 233 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TERHADAP INTENSITAS ANTENATAL CARE DI BPS HJ UMI SALAMAH KEC. PETERONGAN, KAB. JOMBANG Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.167

Abstract

Kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara dapat dilihat dari kesanggupan suatu negara untuk memberikan pelayanan kesehatan. Menurut WHO sekitar 585.000 jiwa pertahunnya meninggal saat hamil dan bersalin. Kematian maternal tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99%. Tujuan enelitian yaitu mengetahui tingkat pendidikan ibu primigravida terhadap intensitas antenatal care. Peneliti menggunakan design penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian ini hendak menentukan hubungan tingkat pendidikan ibu hamil primigravida dengan intensitas ANC. Hasil penelitian adalah H0 ditolak sehingga ada pengaruh tingkat pendidikan ibu terhadap intensitas Antenatal care di BPM. Hj. Umi Salamah Kecamatan Peterongan, Kabubaten Jombang. Penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap intensitas ANC di BPM Hj. Umi Salamah, Peterongan, Jombang. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan pada profil Dinkes Jombang bahwa ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan yaitu fisik, psikologi dan pendidikan, sosial budaya, serta ekonomi. Kata Kunci : Pendidikan, Antenatal Care
HUBUNGAN PERAN SERTA PASUTRI DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI BPM HJ. UMI SALAMAH,Amd.,Keb KECAMATAN PETERONGAN – KABUPATEN JOMBANG Inayatul Aini
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.168

Abstract

dilakukan oleh pasangan suami istri yang diikat dalam perkawinan yang sah untuk menjadi peserta KB, sedangkan peran serta tidak langsung dari pasutri dapat dilakukan dengan cara memberikan kebebasan dan dukungan kepada pasangan untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai. Salah satu upaya Pemerintah mewujudkan program tersebut dengan memberdayakan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program KB, hal tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai isu gender yang berkembang di masyarakat bahwa kesertaan KB yang timpang antara laki-laki dan perempuan, perempuan tidak memiliki kekuatan untuk menentukan metode kontrasepsi yang diinginkan, dll. Untuk menganalisis hubungan antara peran serta pasutri terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan metode Analitik Korelasional, sampel pada penelitian ini adalah Pasutri yang berkunjung di BPM Hj.Umi Salamah,Amd.,Keb yang ingin mendapatkan pelayanan kontrasepsi dan memenuhi kriteria inklusi dengan besar sampel 40 responden, variabel dalam penelitian ini adalah peran serta pasutri sebagai variabel independen dan pemilihan metode kontrasepsi sebagai variabel dependen, jenis uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square.Dari hasil data yang telah dilakukan uji Chi-Square diperoleh hasil X2 hitung = 5,29 sedangkan nilai X2tabel = 3,84. Karena X2 hitung lebih besar dari X2tabel sehingga H0 ditolak dan  H1 diterima. Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran serta pasutri terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Kata Kunci : Peran Serta Pasutri, Pemilihan Metode Kontrasepsi
KECEMASAN IBU HAMIL USIA RESIKO TINGGI DALAM MENGHADAPI KEHAMILANNYA (STUDI DI DESA TANON, KEC. PAPAR, KAB. KEDIRI) Ratna Sari Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.169

Abstract

Pada ibu hamil usia <20 tahun belum memiliki kesiapan fisik maupun psikologis sehingga mudah mengalami cemas dan kecemasan akan meningkat pada usia >35 tahun karena keadaan fisik ibu hamil sudah tidak bugar lagi. Dari studi pendahuluan di Desa Tanon Kec. Papar Kab. Kediri pada tanggal 21 April 2015. Dari 7 ibu hamil dengan usia resiko tinggi didapatkan 5 dari mereka mengatakan perasaannya sering cemas, dan 2 ibu hamil lainnya mengatakan dapat menjalani kehamilannya dengan normal. Tujuan penelitian ini mengetahui kecemasan ibu hamil usia resiko tinggi dalam menghadapi kehamilannya di Desa Tanon Kec. Papar Kab. Kediri. Desain penelitian ini adalah Deskriptif survey. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil usia resiko tinggi dalam menghadapi kehamilannya di Tanon Kec. Papar Kab. Kediri sebanyak 23 responden. Sampel semua populasi 23 responden dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kecemasan ibu hamil usia resiko tinggi dalam menghadapi kehamilannya, instrumen penelitiannya menggunakan kuesioner DASS, pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating. Berdasarkan hasil penelitian pada 23 responden didapatkan sebagian kecil normal sebanyak 5 responden (22%), sebagian kecil mengalami kecemasan ringan sebanyak 5 responden (22%), sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 12 responden (52%), sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 1 responden (4%). Kesimpulan penelitian Kecemasan Ibu Hamil Usia Resiko Tinggi Dalam Menghadapi Kehamilannya di Desa Tanon Kec. Papar Kab. Kediri. sebagian besar mengalami kecemasan sedang. Kata Kunci : Kecemasan Ibu Hamil, Usia Resiko Tinggi, Kehamilan.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-6 BULAN (STUDI DI POLINDES NGUMPUL KEC. JOGOROTO KAB. JOMBANG) Harnanik Nawangsari
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.170

Abstract

Pemberian ASI penting bagi bayi terutama pada usia 0-6 bulan tanpa makanan apapun yang disebut ASI eksklusif, tetapi banyak kaum ibu yang memberi non ASI eksklusif pada bayinya. Studi pendahuluan di Polindes Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, dari 112 bayi usia 0-6 bulan 72,3% diberi non ASI eksklusif dan  ASI Eksklusif 27,7%, dan observasi bulan mei 2013 di posyandu IV di peroleh 5 ibu yang memberi non ASI pada bayinya 4 diantaranya mengalami gangguan pertumbuhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan. Penelitian dilaksanakan di Polindes Ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang bulan Maret-Agustus 2013.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 41 ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, sampel sebanyak 37 responden dengan pengambilan sampel secara proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian ASI eksklusif 35,14% dan Non ASI eksklusif 64,86%, sedangkan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan pertumbuhan baik 48,65% dan tidak baik 51,35%. Dari uji statistik Chi square didapatkan harga r (0,017) < a (0,05) maka Ho ditolak. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan. Berdasarkan hal di atas di harapkan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai kajian ilmu dan menambah pustaka sebagai sumber bacaan bagi mahasiswa lainnya dan referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan. Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih mengintensifkan penyuluhan tentang ASI Eksklusif dan memberi contoh yang lebih konkret bahwa dengan ASI Eksklusif pertumbuhan bayinya baik sehingga di harapkan ibu  memberikan ASI Eksklusif pada bayinya sampai usia 0-6 bulan dan mengikuti kegiatan Posyandu secara rutin untuk memantau pertumbuhan bayinyaKata kunci: ASI, eksklusif, pertumbuhan
HUBUNGAN POLA KONSUMSI TABLET FERROS (FE) DENGAN STATUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN DAWAR BLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO Heni Purwati; Anisa Trisna Ningtyas
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.171

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 44,33%. Faktor penyebab terjadinya penurunan hemoglobin (Hb) pada ibu hamil diantaranya adalah kurang Fe (zat besi), kehilangan besi, perdarahan, dan akibat penyakit-penyakit yang mengganggu absorpsi. Angka kejadian anemia ini salah satunya dipengaruhi oleh pola konsumsi tablet ferros (Fe).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi tablet ferros (Fe) dengan status anemia pada ibu hamil di Desa Temuireng Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Temuireng Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto sebanyak 30 orang. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 30 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan checklist dan pemeriksaan kadar Hb. Dan dianalisa menggunakan statistik korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pola konsumsi tablet ferros (Fe) secara tidak teratur sebanyak 18 ibu hamil (60%) dan sebagian besar ibu hamil berstatus anemia sebanyak 18 ibu hamil (60%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan ada hubungan pola konsumsi tablet ferros (Fe) dengan status anemia pada ibu hamil di Desa Temuireng Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Dengan hasil penelitian ini hendaknya tenaga kesehatan mampu melakukan deteksi dini anemia, menerapkan metode untuk pengawasan pola konsumsi tablet ferros (Fe) pada ibu hamil dengan melibatkan kader atau orang terdekat serta penatalaksaan yang lebih inovatif sehingga berdampak positif dalam keteraturan konsumsi tablet ferros (Fe) dan menurunkan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci : Tablet Ferros (Fe), Pola Konsumsi, Status Anemia 
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN MELALUI TAMAN PEMULIHAN GIZI TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 1 SAMPAI 5 TAHUN (STUDI DI DESA TURIPINGGIR KECAMATAN MEGALUH KABUPATEN JOMBANG) Nining Mustika Ningrum
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.172

Abstract

Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Status gizi pada anak biasa dibedakan menjadi tiga yaitu status gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Di Desa Turipinggir wilayah kerja Puskesmas Megaluh terdapat gizi kurang  sebanyak 25 yang terjadi pada anak balita usia 1 sampai 5 tahun,  angka ini menduduki urutan tertinggi dengan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Megaluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan melalui taman pemulihan gizi terhadap peningkatan status gizi anak usia 1 sampai 5 tahun. Jenis Penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan menggunakan design one gruop pre and post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian anak usia 1 sampai 5 tahun dengan status gizi kurang dan mendapat PMT sebanyak 15 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu pemberian makanan tambahan melalui taman  pemulihan gizi dan peningkatan status gizi. Data dikumpulkan dengan menggunakan checklist dan Kartu Menuju Sehat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik “Wilcoxon” dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi anak usia 1-5 tahun sebelum pemberian makanan tambahan mengalami gizi kurang sebanyak 15 balita (100%) dan status gizi setelah pemberian makanan tambahan terdapat peningkatan status gizi baik  sebanyak 8 anak (54%). Hasil uji,  = 0,020. Diperoleh   atau 0,020 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian makanan tambahan melalui Taman Pemulihan Gizi terhadap peningkatan status gizi pada anak usia 1 sampai 5 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikant pemberian makanan tambahan melalui Taman Pemulihan Gizi terhadap peningkatan status gizi anak usia 1 sampai 5 tahun. Diharapkan setiap desa dapat meningkatkan program TPG yang memang telah terbukti memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan status gizi pada anak.                                                                                                        Kata Kunci : Pemberian Makanan Tambahan, Taman Pemulihan Gizi, Peningkatan Status Gizi
GAMBARAN DEPRESI PADA IBU POST PARTUM ( STUDI DI BPM SISWATI, KECAMATAN PLOSO JOMBANG) Ruliati Ruliati
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.173

Abstract

Post partum merupakan peristiwa menyenangkan bagi sebagian ibu yang sudah berhasil melalui proses kelahiran, namun sebagian ibu bisa mengalami depresi. Keluhan setiap ibu bervariasi, gejala awal kelelahan, mudah marah, menyalahkan diri sendiri, menarik diri, tidak mau melakukan perawatan diri baik bagi dirinya maupun bayinya. sampai bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayi.., sering menangis, gelisah, cemas, nafsu makan menurun, dan tidak bisa tidur. Berdasarkan studi pendahuluan dari 5 ibu post partum, 3 diantaranya mengalami salah satu gejala depresi, Jadi kDapat di simpulkan sementara masih banyak ibu yang mengalami depresi, penelitian ini bertujuan:Untuk mengetahui gambaran depresi pada ibu post partum. Dalam penelitian ini  desain penelitian yaitu deskriptif, pendekatan cross sexcional,  dengan populasi semua ibu post partum  Teknik sampling, yaitu total samping.  Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, dan pengolahan data serta analisa data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan kejadian depresi pada ibu post partum sebagian besar 12  Responden mengalami depresi ringan (75%). Dan 4 responden (25%) tidak mengalami depresi. Dari penelitian dapat disimpulkan  gambaran depresi pada ibu post partum  hampir seluruhnya mengalami depresi ringan. Berdasakan hasil penelitian diharapkan  bagi tenaga kesehatan bisa mengurangi  depresi post partum,  dengan cara perawat atau bidan memberi informasi sejak trimester III bahwa masa nifas merupakan  siklus hidup normal karena setiap anita pasti akan mengalami.Kata kunci :Depresi, Ibu post partum
PENGARUH MENONTON TELEVISI DENGAN KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA BALITA (STUDI DI GRAHA TUMBUH KEMBANG JOMBANG) Ruliati Ruliati; Indah SW Indah SW
Jurnal Kebidanan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i1.174

Abstract

Banyak orang tua yang khawatir jika anaknya belum lancar bicara padahal dilihat dari segi usia sudah lewat dibandingkan dengan anak-anak tetangga, temen-temennya, saudara-saudaranya. Kenyataan tersebut pada akhirnya sering mengundang pertanyaan yang diajukan kepada psikolog. Keterlambatan bicara dan bahasa ini haruslah dideteksi dan ditangani sejak dini dengan metode yang tepat. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh menonton televise dengan keterlambatan bicara (speech delay) pada balita di Graha Tumbuh Kembang Jombang. Jenis penelitian analitik korelasional cross sectional, populasi adalah semua anak balita yang mengalami keterlambatan bicara di Klinik Graha Tumbuh Kembang Jombang sejumlah 55 orang, dengan jumlah sampel 48 orang dengan tehnik Consecutive Sampling, variabel independen menonton  televisi, variabel dependen keterlambatan bicara pada balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisis data menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan televisi yang ditonton oleh anak baik sejumlah  11(22,9%),  cukup 14(29,2%), kurang sebanyak 23 orang (47,9%) 23 (47,9%). Keterlambatan bicara sebagian 21 (43,8%)  keterlambatan bicara  sebagian besar keterlambatan total sebanyak 27 orang (56,2%). Hasil analisa uji mann whitney didapatkan ρ = 0,000 < 0,05 yang artinya ada hubungan  tayangan televisi dengan keterlambatan bicara. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa menonton televisi mempengaruhi keterlambatan bicara.Lama waktu menonton televise, pemilihan tayangan televisi yang tidak sesuai juga pendampingan orang tua dalam menonon teevisi mempengaruhi keterlambatan bicara pada balita Kata kunci: keterlambatan bicara, balita, menonton televisi
PERBEDAAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF DENGAN PENGGANTI AIR SUSU IBU (PASI) TERHADAP STATUS GIZI BAYI UMUR ≥ 6 BULAN (Studi di Desa Tambakrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Jombang) Evi Rosita; Ima Putri Candra
Jurnal Kebidanan Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i1.198

Abstract

Kekurangan gizi, terutama pada bayi akan menghambat proses tumbuh kembang anak dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Penelitian ini menggunakan metode survey analytic, rancangan cross sectional. Populasinya seluruh ibu yang mempunyai bayi umur ≥ 6 bulan di Desa Tambakrejo berjumlah 81 responden, sampel 68 responden menggunakan purposive sampling. Variabel Independent adalah ASI Ekslusif dan PASI, variabel Dependent adalah Status Gizi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data melalui Editing, Coding, Scoring, Tabulating kemudian dianalisa uji t-test dengan nilai p =  < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68 sampel didapatkan bahwa responden yang diberikan ASI Ekslusif mengalami status gizi sangat kurus 0 bayi (0%), kurus 0 bayi (0%), normal 34 bayi (100%), lebih 0 bayi (0%) dan responden yang diberikan PASI mengalami status gizi sangat kurus 0 bayi (0%), kurus 6 bayi (8,8%),  normal 28 bayi (82,4%), lebih 0 bayi (0%). Hasil uji statistik t-test p = 0,012 <  0,05 sehingga H1 diterima.artinya ada perbedaan Status Gizi bayi umur ≥ 6 bulan yang diberikan ASI ekslusif dengan yang diberikan PASI.Kata Kunci: Status Gizi bayi, ASI Ekslusif, PASI
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TM III DENGAN PERILAKU PERSIAPAN PERSALINAN (Di BPM Ny. Uning MarhandikaDesa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi) Hidayatun Nufus; Rima Bhakti Persada
Jurnal Kebidanan Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i1.199

Abstract

Lahirnya anak tidak akan datang begitu saja, tetapi memerlukan persiapan – persiapan seperti persiapan fisik, persiapan mental dan materi yang cukup. Masalah yang ditemukan di BPM Ny.Uning Marhandika didapatkan masih banyak ibu yang belum mengetahui persiapan persalinan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisaHubungan Pengetahuan Ibu Hamil TM III dengan Perilaku Persiapan Persalinan di BPM Ny. Uning Marhandika. Penelitian ini menggunakan survey analitic dengan rancangan cross sectional. Populasi nya seluruh ibu hamil TM III dari Bulan Oktober - April 2016 yang memeriksakan kehamilan nya di BPM Ny. Uning sebanyak 30 responden, dan menggunakan total sampling.Variabel Independent adalah Pengetahuan ibu hamil TM III, variable Dependent adalah perilaku persiapan persalinan. Pengumpulan data menggunakan  kuesioner 14 mei 2016, kemudian data diolah melalui tahapan Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data  dianalisa dengan uji spearman rho dengan nilai < 0,05.Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden yang berpengatahuan baik 10 responden (33,3%), cukup 12 responden (40,0%), kurang 8 responden (26,7%), sedangkan yang berperilaku baik 7 responden (23,3%), cukup 12 responden (40,0%),  kurang 11responden (36,7%). Hasil uji spearman rho yang menunjukan bahwa nilai  = 0,03< 0,05 sehingga H1 diterima.Kesimpulannya adalah ada hubungan pengetahuan ibu hamil TM III dengan perilaku persiapan persalinan.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Ibu Hamil TM III, Persiapan Persalinan

Page 3 of 24 | Total Record : 233