cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2013)" : 7 Documents clear
Sebuah Pandangan: Titik Temu dan Sinergitas Riset Kehumasan Dalam lndustri Kerja di Indonesia Yuli Nugraheni; Theresia Intan
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.366

Abstract

Kehadiran Humas sebagai pendukung sebuah bagian dari organisasi tidaklah bisa dihindarkan lagi dalam manajemen organiasasi. Baik dari organisasi komersil hingga organisasi non profit. Pentingnya menciptakan hubungan yang baik yang mengarah kepada terbentuknya citra organisasi yang positif mulai disadari sepenuhnya dengan menciptakan komunikasi secara dua arah. Cutlip dalam bukunya Effective Public Relations rnenjelaskan, Humas sebagai salah satu fungsi manajemen, humas bekerja atas 4 pilar utama : (1) Defining PR problems, (2) Planning and Programming, (3) Taking action and communication, (4) Evaluating program. Artinya ketika bekerja mulai dari menjabarkan masalah hingga mengevaluasi program, seorang humas atau praktisi PR haruslah berdasarkan riset yang dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan objektif. Dalam dunia akademis, sebenarnya telah banyak model-model riset public relations dikembangkan oleh para ilmuan : Model PI1 atau The PI1 Model ( Cutlip ); Model Piramida Penelitian PR, The PR Effectiveness Yardstick Model (Walter Lindenmann), Model Evaluasi Berkesinambungan (Tom Watson), Model Evaluasi Terpadu atau The Unified Evaluation Model (Paul Noble dan Tom Watson ), dan masih banyak lainnya. Tulisan ini lebih lanjut akan mengupas bagaimana sinergitas implementasi riset kehumasan yang diajarkan di pendidikan tinggi ilmu komunikasi dikembangkan dalam dunia praktis industri kehumasan Indonesia.
Studi Deskriptif Komparatif Mengenai Pemberitaan Kesejahteraan Keluarga di Jawa Pos, Surya, dan Radar Surabaya Yuli Nugraheni; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.367

Abstract

Secara umum, kesejahteraan keluarga bukanlah isu yang cukup rnenarik untuk dibahas dalam pemberitaan media. Padahal, kesejahteraan keluaga merupakan salah satu bidang yang sangat penting untuk ditangani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk rnelihat bagaimana media koran memberitakan isu tentang keluarga. Untuk mendapatkan hasil yang sifatnya kuantitatif-objektif, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi Hasil penelitian menunjukkan profil berita mengenai kesejahteraan keluarga jika dilihat dari kornposisi narasumber lebih banyak rnenampilkan surnber berita tidak resmi. Dari total 39 berita tentang keluarga di tiga media, Surya paling banyak mengutip narasurnber resmi sementara Radar Surabaya lebih banyak rnenampilkan narasumber resmi. Berita tentang keluarga dituliskan dalarn jenis berita straight news dengan terna dorninan sosial budaya.
Radio Komunitas & Demokratisasi Penyiaran (ORR Merapi 107.7 Fm: "Partisipasi Warga, Budaya Patron & Regulasi") Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1677

Abstract

Lembaga penyiaran komunitas (dan lembaga penyiaran publik) muncul sebagai sebuah perwujudan dari konsep demokratisasi penyiaran. Semangat itu pula yang menjiwai pendirian Radio Komunitas ORR Fm 107.7 Fm yang didirikan di Des a Juwono, Kec. Dukun, Kab. Magelang, Jaw a Tengah-sebuah wilayah dikawasan bahaya Merapi-. Pada awalnya, radio tersebut dibentuk sebagai bagian dari program Disaster Risk Reduction (ORR) Karina KAS pasca erupsi Merapi Juni 2006. Harapannya, radio komunitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga akan informasi terbaru terkait kondisi Merapi. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa kendala yang membuat radio tersebut tidak secara utuh menjadi sebuah radio komunitas, hingga akhirnya harus vakum pasca Jetusan Merapi 2010. Selain persoalan kerusakan a/at, beberapa kendala yang dihadapi masyarakat adalah budaya patron yang sangat kuat dan regulasi yang sukar dipenuhi.
Pemaknaan Pesan Pornografi dalam Lirik Lagu Dangdut Koplo Jawa Timur Camelia Ayu Rahmawati; Makdalena Fransilia; Yustiana Candrawati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1678

Abstract

Musik, media komunikasi antar manusia yang mampu menyampaikan pesan dan mudah diterima masyarakat. Dangdut koplo, metamorfosis musik dangdut asli Indonesia tahun 90an ditambah unsur kendang kempul Banyuwangi Jawa Timur serta irama tradisional Jaranan dan Game/an. Sagita, grup musik dangdut koplo populer asal Nganjuk Jawa Timur. Lagu-lagu fenomena/nya membuat Sagita memiliki banyak penggemar. Meski begitu beberapa Jirik lagu Sagita dicekal pada pertengahan tahun 2011 oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur (KPID) karena liriknya dinilai porno, salah satunya Watu Cilik. Watu Cilik merupakan lagu berbahasa Jawa yang liriknya cukup vulgar namun banyak penggemar. Hal ini nampak dari jumlah viewers Youtube hingga tanggal 18 Maret 2013 mencapai 287.355. Tanpa disadari tema lagu populer di masyarakat ban yak didominasi unsur seksualitas, cinta, romantika, gender. Dari beberapa survei yang dilakukan, mulai tahun 1940 hingga sekarang 70%-90% lagu-lagu populer yang beredar di masyarakat mengandung unsur seksualitas (Christenson&Roberts, 1998). Begitu pula dengan lagu Watu Cilik yang dicekal KPID Jatim. Dengan kata lain pesan seksualitas dalam Watu Cilik masih tersampaikan kepada masyarakat tanpa mengetahui makna sebenamya. Penelitian ini melihat bagaimanakah pesan seksualitas dalam lirik lagu Watu Cilik dipersepsi oleh masyarakat Jawa Timur dengan metode reception analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap informan.
Studi Deskriptif Kualitatif mengenai Pemanfaatan Kode Klasifikasi Usia pada Tayangan Televisi dalam Keluarga Noveina Silviyani Dugis; Anastasia Yuni Widyaningrum; Elvira Vanda Utomo; Yunike Maris
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1679

Abstract

Komunikator massa (media) menjadi kunci utama sumber arus informasi dalam sebuah masyarakat massa. Sifat dan karakterisitik masyrakat massa sendiri yang heterogen, anonim dan cenderung tidak terorganisir dapat menjadi obyek sa saran isi media yang mungkin saja tidak tepat. Regulator media dan pemerintah kemudian berupaya mengontrol isi media, salah satunya dengan kewajiban penggunaan kode klasifikasi usia pada program siaran televisi. Perundang-undangan serta komisi regulator yang mengawasinya pun telah dibentuk oleh pemerintah. Persoalannya adalah mengenai efektivitas dan pemanfaatan kode klasifikasi usia oleh khalayak sendiri. Apakah khalayak sudah mengenal, mengerti dan memanfaatkan kode klasifikasi usia dalam memilih tayangan yang tepat? Asumsinya terdapat tiga pihak utama yang punya andil dalam persoalan ini, yaitu regulator media (Komisi Penyiaran Indonesia), awak medial komunikator massa (stasiun Televisi) dan anggota keluarga sebagai masyarakat massa (khalayak}. Dari ana/isis hasil FGD dan depth interview, diperoleh tiga kesimpulan: (1) fungsi dan tujuan kode klasifikasi usia belum tersosiafisasi dengan baik di level keluarga dan masyarakat, (2) kurangnya kontrol dari regulator media terhadap stasiun televisi dalam hal pencantuman kode klasifikasi usia pada program acara (3) keefektivitasan ukuran, warna serta model dari bentuk kode klasifikasi usia itu sendiri yang dinilai belum maksimal dalam upaya memberi kesadaran akan pentingnya kode tersebut bagi pemirsanya
lklim Komunikasi Organisasi dan Kepuasan Komunikasi Organisasi Maria Yuliastuti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1680

Abstract

Persaingan di dunia pendidikan, khususnya pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sangatlah ketat. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) merupakan salah satu PTS di Surabaya yang pada kurun waktu lima tahun terakhir telah mendirikan empat fakultas baru. Memifiki Fakultas baru merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh civitas akademika UKWMS, terutama karyawan yang berkerja di fakultas yang belum lama berdiri. Disini tenaga kependidikan bagian administrasi tidak merekrut karyawan baru. Sebelumnya karyawan sudah nyaman dan mudah beradaptasi, namun kini harus dipindahkan ke unit kerja lain sehingga memiliki porsi pekerjaan dan tuntutan yang berbeda. Terdapat lima kategori besar dasar iklim komunikasi organisasi, yakni anggota organisasi, pekerjaan dalam organisasi, praktik-praktik pengelolaan, struktur organisasi, dan pedoman organisasi (Pace & Faules, 2010: 149-150). Apabila iklim komunikasi organisasi di empat fakultas baru ini mampu memberikan kepercayaan, keputusan partisipasif, kejujuran hingga keterbukaan, maka akan sangat berpengaruh juga pada kepuasan komunikasi. Kepuasan dalam perolehan informasi, kualitas media yang digunakan hingga komunikasi yang berlangsung antara atasan dan bawahan atau sebaliknya. Dari hasif penelitian, didapat 'lklim Komunikasi Organisasi' di UKWMS masuk dalam tingkat iklim komunikasi organisasi bertolak belakang sedangkan 'Kepuasan Komunikasi Organisasi' di UKWMS masuk dalam kategori tingkat kepuasan komunikasi organisasi menengah.
Opini Publik Terhadap Penggunaan Social Media (Face book E1 00) Sebagai Media Konvergensi Radio Suara Surabaya Camelia Ayu Rahmawati; Makdalena Fransilia; Yustiana Candrawati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1681

Abstract

Abad ke-21 merupakan awal pesatnya perkembangan teknologi informasi terutama internet. Dalam kurun waktu yang relatif singkat internet mampu merubah segala aspek ekonomi, politik, sosial serta budaya. Hal inilah yang kemudian turut merubah cara masyarakat mengonsumsi informasi. Di era yang serba digital dewasa ini, masyarakat menuntut informasi yang cepat, praktis, serta dapat diakses dengan mudah. Perubahan perilaku konsumsi masyarakat ini perlahan membuat media konvensional melakukan digitalisasi. Media konvensional diantaranya televisi, koran serta radio mulai memanfaatkan internet untuk memenuhi kebutuhan ini. Pemanfaatan internet oleh media-media konvensional inilah yang disebut dengan konvergensi media. Salah satu contoh konvergensi dari media konvensional ialah Facebook E100 milik Radio Suara Surabaya. E100 dipilih karena paling ban yak mend a pat perhatian dengan jumlah netter sebanyak 139.003 orang melebihi twitter@SSFM1 00. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti ingin mengetahui opini publikterhadap penggunaan social media (facebook e 1 00) sebagai konvergensi radio Suara Surabaya. Objek dalam penelitian ini 139.003 orang netter facebook E1 00 yang kemudian dipilih 100 orang menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey menggunakan kuesioner. Dari pengukuran terhadap tiga indikator, yakni kepercayaan, nilai, dan pengharapan, didapat has if yang menunjukkan opini positif sebesar 98 persen semen tara 2 persen lainnya netral.

Page 1 of 1 | Total Record : 7