cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2014)" : 5 Documents clear
Konstruksi Makna Happen Skateboarding Magazine sebagai Media Komunikasi bagi Komunitas Lampung Skateboard Division (LSD) di Bandar Lampung Ade Nur Istiani
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1349

Abstract

Komunitas skateboard yang merupakan kelompok sosial tertentu yang memiliki kekhasan dalam membentuk gaya hidupnya. Komunitas ini menggunakan majalah komunitas Happen Skateboarding Magazine sebagai sarana interaksi antar anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan cara berpenampilan pada komunitas skateboard, gaya bahasa atau istilah-istilah yang digunakan dalam berkomunikasi pada komunitas skateboard dan pemahaman tentang skateboard bagi komunitas skateboard yang didapat dari Happen Skateboarding. Magazine dalam perspektif teori interaksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan tradisi studi kasus dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah komunitas Lampung Skateboard Division/LSD di Bandar Lampung dengan teknik purposive sampling (disengaja). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, display dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Lampung Skateboard Divison (LSD) memaknai skateboard sebagai sarana interaksi serta ajang tempat mengekspresikan diri yang memberikan ruang bagi anggota komunitas skateboard yang berbeda daerah untuk saling bertukar pendapat dan makna sehingga tercipta suatu pemahaman yang sama tentang skateboard.
Implementasi Share dan Rating Sebagai Dasar Kebijakan Pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV Kanthy Mayangsari; Nanang Krisdinanto; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1392

Abstract

Aplikasi pemograman di Trans TV yang didasarkan oleh nilai rating dan share nampak dalam pemograman Yuk Keep Smile (YKS). Hal itu terlihat pada signifikansi yang tinggi pada hubungan antar rating dan share dengan perpanjangan penayangan dan durasi yang ditambah. Dengan menggunakan metode studi kasus, peneliti ingin mengetahui implementasi share dan rating sebagai dasar kebijakan pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya interaksi televisi, audience dan pengiklan yang saling tarik menarik dalam menjalankan masing-masing fungsinya. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa nilai rating dan share bukan satu-satunya poin yang dipertimbangkan dalam pemutusan suatu program, akan tetapi banyak poin penting lainnya antara lain adalah nilai jual program tersebut, kebijakan KPI, penerimaan masyarakat, trend di masyarakat, kebijakan dari manajemen Trans TV. Selain itu, apabila rating dan share menjadi dasar kebijakan pemograman yang berorientasi pada keuntungan. Maka akan cenderung mengabaikan fungsi media dan fungsi sosial sebagai pengguna ranah publik. Sehingga penyusunan pemograman yang dibuat oleh Trans TV ini selain mengabaikan fungsi televisi sebagai media massa juga berdampak pula pada P3 dan SPS yang dikeluarkan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa teguran tertulis
Media Substitusi Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Kualitas SDM Melalui Kegiatan Humas Internal Hanny Hafiar
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1451

Abstract

Upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas SDM-nya melalui kegiatan pendidikan dan latihan, mulai mengalami perubahan. Kini pihak korporat lebih memilih metode e-learning karena dianggap lebih efektif dan efisien dari segi dana, waktu, tempat dan tenaga. Namun implementasi e-learning sebagai metode pembelajaran substitusi menghadapi beberapa kendala, di antaranya : adanya keinginan dari sebagian karyawan yang lebih menyukai model pembelajaran konvensional melalui tatap muka dalam kegiatan Diklat dengan alasan sekalian refreshing (penyegaran), handycap kemampuan penggunaan teknologi di antara karyawan, efektivitas hasil pembelajaran melalui elearning yang masih harus diuji, kekhawatiran akan munculnya sikap asosial di antara karyawan ataupun sebagian materi pembelajaran masih sulit untuk diterapkan dalam e-learning, misalnya yang menyangkut materi praktek dan aplikasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, PR dapat memberdayakan diri melalui peranannya sebagai communication technician (teknisi komunikasi) ataupun communication manager (manajer komunikasi). Adapun jenis kegiatan yang dapat dilakukan PR untuk menangani setiap kendala yang ada dapat berupa komunikasi melalui media publisitas bagi publik internal, komunikasi interpersonal yang dianggap membutuhkan penanganan khusus, melakukan riset PR serta berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta yang telah dikumpulkan. Selain itu PR juga dapat berpartisipasi dalam proses sosialisasi e-learning di korporat dengan cara mengklasifikasikan materi pembelajaran yang akan diakomodasi oleh metode e-learning bersama-sama dengan provider yang telah ditunjuk oleh perusahaan. Untuk itu seorang PR dituntut untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif mengenai semua informasi yang menyangkut perusahaannya.
Menghindari Pseudo Informasi Dalam Sistem Informasi Kebencanaan Ilham Gemiharto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1452

Abstract

Konsep pseudo informasi berasal dari pemikiran Terence Moran (1978), seorang profesor dalam bidang ekologi media mengenai pseudo komunikasi. Moran menyatakan bahwa pseudo komunikasi bersumber dari adanya pseudo informasi yang dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya dalam bentuk propaganda. Kini dengan maraknya media sosial, pseudo informasi juga ditemukan dalam berbagai bentuk dan seringkali muncul dalam berbagai kesempatan, misalnya pada masa darurat kebencanaan. Sistem Informasi Kebencanaan merupakan sebuah sistem paduan antara prosedur, sumber daya manusia, data dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menganalisis informasi kebencanaan yang ditujukan untuk mendukung proses penanggulangan bencana, baik pada tahap pra bencana, saat terjadinya bencana (tanggap darurat) maupun pasca terjadinya bencana. Tujuan pokok dari sistem informasi kebencanaan adalah melakukan diseminasi atau melalui mekanisme penyebarluasan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam rangkaian proses penanggulangan bencana yang dilakukan secara berjenjang sesuai dengan urgensi dan tingkat kebutuhan khalayak potensialnya. Seringkali pada situasi kebencanaan marak pseudo informasi yang cenderung menyesatkan bahkan membahayakan proses penanganan korban bencana. Pseudo informasi atau informasi semu kebencanaan seringkali muncul melalui beragam media sosial yang saat ini sudah begitu populer di Indonesia. Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya sudah selayaknya keberadaan pseudo informasi pada situasi kebencanaan harus segera diantisipasi sebelum menimbulkan bahaya lebih lanjut.
Kampanye Peduli Kesehatan Ibu Studi Kasus Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Kampanye #Sayangibu FX. Ari Agung Prastowo
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1453

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengutip data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering, ujar Menkes. Melihat fenomena tersebut Kementerian Kesehatan RI mencanangkan kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Jakarta (28/4). Oleh karena peneliti melakukan penelitian kampanye peduli kesehatan ibu untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan kampanye, pemahaman tim kampanye dan aktivitas komunikasi kampanye peduli kesehatan ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif, dengan harapan peneliti dapat menemukan gambaran secara holistik mengenai kampanye peduli kesehatan ibu. Adapun hasil penelitian peneliti menggambarkan beberapa hal diantaranya kementerian kesehatan melakukan kampanye karena semakin tingginya angka kematian ibu, kurangnya sumber daya kesehatan yang disediakan oleh pemerintah dan rendahnya angka partisipasi pendidikan, rendahnya kepercayaan masyarakat akan pemeriksaan pada saat kehamilan serta tingkat ekonomi yang masih memprihatinkan. Tim kampanye peduli kesehatan ibu dapat merancang pesan komunikasinya dengan baik yang diwujudkan dalam taktik special event, publikasi dan komunikasi dan advokasi dan kemitraan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5