cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2017)" : 5 Documents clear
Motif Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Dalam Menggunakan Media Sosial Yuli Nugraheni; Anastasia Yuni Widyaningrum
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v6i2.1706

Abstract

Theory Uses And Gratification menjelaskan bagaimana manusia aktif terhadap media. Teori ini sekaligus mengkoreksi perkembangan teori sebelumnya bahwa manusia diasumsikan pasif terhadap media. Dalam Uses and Gratification, kebutuhan mendasari manusia untuk mempunyai motif dalam penggunaan media dan diujungnya adalah puas atau tidak. Penelitian ini berhenti pada motif apa yang mendasari manusia/masyarakat atau mahasiswa sebagai populasi dalam penelitian ini dalam penggunaan media social.Menggunakan sampel sejumlah 350 mahasiswa dari keseluruhan populasi berjumlah 5197 mahasiswa. Menggunakan stratified random sampling, penelitian berusaha untuk bisa memberikan deskripsi mengenai motif mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas yang diperoleh adalah mahasiswa yang menjalani kuliah di semester I hingga VI, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, mayoritas responden memiliki pengeluaran rata-rata perbulan satu hingga dua juta rupiah, mayoritas responden memiliki 1 gadget, mayoritas responden memiliki lebih dari 3 akun di media sosial, mayoritas responden memilih jenis media sosial yang digunakan adalah instagram dan mayoritas responden memiliki lama penggunaan media sosial 4 hingga 6 jam perhari. Motif tertinggi yang ditemukan pada mahasiswa UKWMS dalam mengunakan media sosial adalah motif pass time, disusul motif information seeking, motif information sharing dan motif entertaint.
Komunikasi Politik Jokowi: Antara Pencitraan Dan Jejaring Politik Redi Panuju
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v6i2.1709

Abstract

Jauh sebelum Jokowi terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia (2014-2019), komunikasi politik telah dilakukan dengan cara memadukan antara kegiatan dan ekspose media. Kegiatan menunjukkan karakteristik personal seseorang, seperti apa yang menjadi visinya, pemikiran apa yang melatar belakanginya, dan citra seperti apa yang diinginkan. Komunikasi politik Jokowi tersebut dikenal dengan sebutan “blusukan”, istilah dari bahasa Jawa yang artinya kurang lebih terjun langsung ke tangah masyarakat atau turun ke bawah (turba). Berdasarkan fakta informasi yang dapat kita peroleh dari media, nampaknya Jokowi akan ambil bagian lagi dalam kontestasi Pemilihan Presiden tahun depan (2019). Tulisan ini menganalisis bagaimana komunikasi politik Jokowi dalam dua sisi, yakni membangun citra dan memelihara koalisi partai pendukung. Citra sangat dibutuhkan untuk mempertahankan dan menguatkan popularitas hingga elektabilitas. Sedangkan memelihara jejaring partai politik dibutuhkan karena partai politik atau gabungannya yang berwewenang mengusung calon Presiden dan calon wakil presiden. Kajian ini menggunakan pendekatan interpretatif berdasarkan data informasi yang diperoleh dari media (media on-line maupun media massa). Analisis berdasarkan terori citra dan teori opini publik. Kajian ini menujukkan bahwa citra yang dibangun Jokowi sangat kuat pada citra kini, citra keinginan (visi), dan citra penampilan. Sementara Jokowi lemah pada citra cermin dan citra koorporasi. Sedangkan komunikasi politik dalam menjaga dukungan partai, menunjukkan partai yang semula mengusung pencalonannya pada 2014 yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan ada jarak, sehingga Jokowi lebih merapat ke partai lain.
Penindasan Perempuan Dan Alam Dalam Perspektif Ekofeminisme Pada Film “Maleficent” Illona Grace Undap Pondaag; Akhsaniyah Akhsaniyah; Noveina Silviyani Dugis
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v6i2.1711

Abstract

Tulisan ini mengulas relasi antara penindasan perempuan dan alam dalam sebuah film produksi Disney yang berjudul Maleficent. Pada film-film produksi Disney sebelumnya yang bertemakan ala puteri selalu menggambarkan perempuan sebagai sosok yang lemah dan pasif. Sangat berbeda dengan penggambaran perempuan dalam film Maleficent oleh Disney ini. Diceritakan dengan kisah yang berbeda dengan dongeng klasiknya yang berjudul “Sleeping Beauty”, film Maleficent menampilkan perempuan sebagai sosok yang kuat, mandiri, penyayang, dan keibuan. Namun, meski penggambaran ini seolah menyanjung perempuan, ternyata penggambaran ini malah justru sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi perempuan dan alam dalam perspektif ekofeminisme dalam film Maleficent. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya kajian-kajian penelitian komunikasi, terutama kajian mengenai analisis semiotika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan analisis semiotika Roland Barthes yang melihat pada tiga tahapan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan terjadinya eksploitasi terhadap alam oleh manusia yang berlangsung seiring dengan penindasan terhadap perempuan, sehingga pembebasan terhadap alam harus dilakukan dengan mmbongkar relasi antara laki-laki (penguasa) dan perempuan. Sebab dalam berbagai tradisi yag berkembang di masyarakat, perempuan punya ikatan lebih erat dengan alam.
Wacana Politisi Perempuan Dalam Meme Anastasia Yuni Wiydaningrum; Theresia Intan Putri Hartiana
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v6i2.1712

Abstract

Kehadiran internet dengan berbagai kreatifitas aplikasi, menghadirkan ruang kreasi dan demokrasi yang lebih luas. Euphoria masyarakat pada internet tidak saja menjangkiti negara asal dan negara-negara maju, namun juga merambah ke negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai negara demokrasi. Jika sebelumnya demokrasi itu terbatas pada ruang elit partai dan negara, pada konteks tersebut maka meme hadir. Oleh karena itu dalam penelitian ini rumusan masalah adalahnya bagaimana wacana mengenai politisi perempuan ditampilkan melalui meme dengan menggunakan wacana Foucault. Kehadiran internet menjadikan dunia berubah. Relasi antara manusia berubah, ruang kreatifitas tumbuh dan berkembang tak terkendali. Informasi bisa diproduksi oleh siapapun dan disebarkan kepada siapapun. Maka kehadiran meme tentang politisi perempuan membuka ruang-ruang politik kerakyatan yang tak mampu dijamah oleh media mainstream. Kesimpulan penelitian ini adalah meme dan internet memberikan ruang baru bagi publik untuk menyampaikan kritik dan saran dalam kegiatan politik
CSR Internal Manajemen Bukalapak Sebagai Bentuk Investasi Sosial Dan Peningkatan Kualitas Komunikasi Sosial Internal Perusahaan Raditia Yudistira Sujanto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v6i2.1713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program CSR di internal manajemen Bukalapak. Bukalapak sebagai perusahaan bisnis berbasis daring tidak terwajibkan secara hukum untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan namun perusahaan ini tetap menjalankannya melalui kebijakan dan program sosial. Salah satu bahasan utama dalam penelitian ini adalah gerakan sosial dalam Bukalapak Social Club (BSC) yaitu kelompok nonstruktural di dalam manajemen perusahaan yang fokus pada keterlibatan karyawan secara sukarela dalam kegiatan-kegiatan sosial. Melalui BSC, terbukti karyawan memiliki motivasi baik sebagai manusia maupun sebagai pekerja profesional di Bukalapak. Pimpinan perusahaan, CEO Bukalapak Ahmad Zaky pun tidak menjaga jarak yang jauh dengan para karyawan, dengan kerap turun ke lapangan bersama dengan para karyawan yang sedang melakukan program sosial. Dengan demikian hubungan tersebut berpengaruh pada kualitas komunikasi sosial di dalam internal perusahaan. Pada akhirnya segala hasil atau dokumentasi program sosial Bukalapak disebarluaskan di lingkungan internal perusahaan melalui media surel dan aplikasi komunikasi Telegram di telepon pintar. Dengan begitu karyawan yang terlibat secara sukarela di dalam program sosial yang sudah dilakukan mendapatkan rasa senang sudah dapat berkontribusi sosial kepada masyarakat. Terlebih lagi tidak sedikit karyawan yang memanfaatkan hak cuti kerjanya untuk ikut ke program sosial Bukalapak

Page 1 of 1 | Total Record : 5