cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (1996)" : 8 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Waktu Bekerja Wanita Pedesaan di Luar Rumah di Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1916

Abstract

Tujuan penelitian dalam studi ini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi pencurahan waktu kerja wanita di pedesaan, sebagai studi kasus di desa Tegalgondo, kecamatan Karangploso. Sebagai sampel responden adalah ibu-ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah. Pemilihan responden secara acak sederhana (simple random sample) sebanyak 150 ibu rumah tangga. Pengumpulan data primer dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas yaitu jumlah anggota rumah tangga, pendidikan kepala keluarga, dan ibu rumah tangga, luas areal yang digarap, status pemilikan lahan, dan pendapatan kepala keluarga mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pencurahan waktu kerja wanita pedesaan di luar rumah. Sumbangan efektif terbesar diberikan oleh variabel jumlah anggota keluarga.
Pembangunan di Indonesia dalam Kajian Geografi Pengembangan Wilayah Djoko Seolitijo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1889

Abstract

Geografi pembangunan identik dengan geografi pengembangan wilayah. Pada dasarnya pembangunan merupakan pengembangan wilayah yang secara umum di dalam pengembangan wilayah menyangkut aspek fisis, manusiawi, biotis, clan abstrak. Pembangunan di Indonesia, selain memiliki potensi pengembangan di sisi lain juga memiliki faktor penghambat. Pembangunan Indonesia akhimya bermuara pada kemakmuran masyarakat di segala bidang yang termuat dalam GBHN.
Mekanisme Pelaksanaan Pembangunan Desa Terpadu Sumarmi Sumarmi
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1907

Abstract

Pembangunan di Indonesia dilaksanakan secara menyeluruh di semua propinsi. baik itu di duerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Dalam membangun desa harus memperhatikan dan menggali potensi-potensi yang ada di desa, baik itu potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusianya. Semua itu dilaksanakan untuk mengembangkan desa demi mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. Supaya pembangunan yang ada di desa bisa tercapai dengan baik se1ain memperhatikan potensi yang ada juga harus dilaksanakan secara terpadu antara kebijaksanaan dari atas dan dari bawah.
Pencemaran Udara 1 Kota dan Efeknya pada Efek Kesehatan Manusia Sugeng Utaya
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1885

Abstract

 Meningkatnya aktivitas menusia di kola yang ditunjang dengan sarana transportasi modern ternyata telah menimbulkan masalah pencemaran udara, yang pada akhimya justru mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Bahan polutan buangan kendaraan bermotor yang tertumpah secara tak terkendali di atas atmosfer kota, dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia baik secara inhalasi, ingesti, maupun penetrasi kulit, dan jelas efeknya dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan manusia. Repotnya,.aktivitas manusia tersebut kian hari justru kian meningkat saja.
Prognosis Bentang Lahan Daerah yang Terkena Bencana Letusan Gunung Merapi Jangka Waktu 5-10 Tahun Rudi Hartono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1910

Abstract

Letusan gunung Merapi pada tangga1 22 November 1994, menurut seksi Penyelidikan Gunung Merapi (POM) tidak terjadi secara mendadak. Tanda-tandanya sudah terbaca sejak 7 bulan sebelumnya. Awan panas atau nuee ardente telah mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 50 orang lebih. Letusan Gunung Merapi mempunyai ciri khas yaitu ditandai dengan longsoran kubah lava yang diikuti pertumbuhan kubah lava berikutnya. Keadaan ini telah berlangsung sejak 200 hihgga 300 tahun yang lalu. Lava Merapi bersifat liat sehingga dapat mengakibatkan terbentuknya sumbat lava. Seperi sifat bencana alam pada umumnya, letusan Merapi telah mengakibatkan perubahan pada bentang lahan. Untuk mengetahui bagaimanakah keadaan dan perkiraan ekosistem bentang lahan daerah bencana itu di masa yang akan datang, maka pedulah dilakukan prognosis. Prognosis berarti peramalan senega bentang lahan dan basil di masa depan, serta akibat dari dampak alami yang terjadi pada bentang lahan tertentu. Unsur-unsur ekosistem bentang lahan yang dibahas dalam prognosis ini ialah: (1) iklim, (2) geologi, (3) geomorfologi, (4) tanah, (5) air, (6) vegetasi dan (7) pengaruh manusia. Dari hasil prognosis diperkirakan keadaan ekosistem bentang lahan daerah bencana akan kembali seperti semula setelah 15 tahun kemudian dihitung dari saat terjadinya letusan. Bencana letusan telah mengubah ekesistem bentang lahan. Untuk tumbuhan tingkat rendah, seperti jamur, lumut dan rumput-rumputan dalam waktu 6 bulan diperkirakan sudah akan tumbuh.
Pengajaran "Social Studies" di Australia - Sebuah Ikhtisar Cheppy Hllricllhyon
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1887

Abstract

Studi Masyarakat dan Lingkungan (istilah yang digunakan untuk menyebut "Social Studies"nya Australia), agaknya sudah diakui sebagai bidang studi yang menempati posisi strategis dnfam praksis pendidikan di Australia. Yang demikian ini numpak. misalnya, dari kebijakan pemerintah Australia--melalui sebuah koluborasi nasional yang dibentuk oleh The Australiun Education C()uncil-yang merekomendasikan pengembangan kurikulum bidang studi tersebut bersama dengan kurikulum bidang studi lain, seperti Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi, Pendidikan Kesebatan dan Olahraga. Seni, dan bahasa-bahasa lain di luar bahasa Inggris. .Wacana berikut, meski secara singkat, akan mencoba memperkenalkan beberapa segi dari Studi Masyarakat din Lingkungan tersebut yang barangkali bisa dipakai sebagai bahan perbandingan dalam mengembangkan desain Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia. Mated bahasan mengacu kepada basil perbincangan dengan Dr. Marry F.Sanders (pakar Social Studies dan University of Tasmania yang dalam tahun-tahun terakhir ini mengetuai proyek kerjasama antara institusinya dengan FPIPS IKIP MALANG) dan dua dokumen resmi dan The Austral.ian Education Council, yaitu A _.tateme1lt 011 studies of society al/d el/virol/mellt for Australiall schools. dan Studies of society alld em'irol/mellt, a curriculuin profile for Allstralia/I schools.
Peranan Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yusuf Suharto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1913

Abstract

Sejalan dengan pesatnya laju pembangunan, jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Melalui jalur pendidikan baik formal mulai dari pendidikan dasar, sekolah menengah snmpai dengan pendidikan tinggi, maupun non formal Pemerintah bertekad untuk membekali masyarakat (peserta didik) sehingga mampu hidup layak sebagai anggota masyarakat. Pembaharuan dan penyempurnaan di bidang pendidikan terus-menerus dilakukan, mencakup segi kualitas, relevansi, maupun pemerataan. Lebih Ianjut untuk mengatasi kesenjangan antara produk pendidikun dun kebutuhan tenaga kerja dunia industri telah dijalin berbagai bentuk kerjasama yung saling mendukung dan menguntungkan. Karena itu lembaga pendidikun dituntut untuk segera melakukan konsolidasi, di pihak lain dunia kerja/industri dituntut untuk lebih membuka diri. Dengan demikian diharapkun upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan bidang pendidikan clan ketenagakerjaan dapat dicapai secara maksimal.
Pendekatan Keruangan dalam Ilmu Geografi Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1888

Abstract

Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa peristiwa yang terjadi di muka bumi, baik yang fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatnn keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Konteks geografi ternyata membicarakan dan membahas tentang aspek kehidupan manusia dengan segala perilakunya serta gejala fisik yang terjadi dalam rulIng stall. Pengertian ruang merupakan suatu tempat yang mewujudkan keberadaan dirinya yang bersifat fisik ataupun yang bersifat hubungan-hubungan sosial serta memiliki perbedaan dan persamaan aspek kehidupan yang ads dalam ruang tersebut. Ruang mencerminkan adanya hubungan fungsional antara gejala obyek-obyek yang ada dalam ruang itu sendiri. Sebab itulah diperlukan analisis keruangan dalam rangka mengkaji gejala-gejala yang mill dalam rlmng (space). Space terdiri dari: (1) physical space dan (2) social space. Dalam hal mengkaji perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang ada dalam ruang dengan segala obyeknya merupakan tugas geografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8