cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (1999)" : 6 Documents clear
Peranan Pendidikan dalam Inovasi Rekayasa Biologi Bidang Pertanian di Pedesaan Juarti Juarti
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2043

Abstract

Secara umum pendidikan selain berperan dalam mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan, juga berperan dalam sosialisasi, yaitu membantu perkembangan individu menjadi makhluk sosial, di dalam kehidupan bermasyarakat, serta sebagai transformasi pembaharuan, bidang ilmu pengetahuan dan teknologi baru seperti rekayasa biologi untuk diabdikan bagi perbaikan kehidupan masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu dalam masyarakat pedesaan, perlu ditunjang dengan beberapa komponen, berupa lembaga-lembaga yang ada di masyarakat desa, seperti, LKMD, PKK, dan Karang Taruna, serta SDM pendukungnya seperti Penyuluh Pertanian, Guru, Pamong Desa, dan masyarakat desa sendiri.
Studi Tentang Bentuk Kemiskinan Penduduk Desa Fajar Baru Sebagai Desa Tertinggal di Wilayah Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan Budiyono Budiyono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kemiskinan di desa tertinggal, dengan titik tekan kajiannya pada karak­teristik penduduk miskin, pendapatan dan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok, serta harapan penduduk kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinannya. Populasi penelitian se­banyak 404 KK. Karena berbagai keterbatasan peneliti, diambil sampel lO % yaitu 40 KK. Untuk mengumpulkan data diguna­kan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mendasarkan pada tabulasi frekuensi dan persentase dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik penduduk miskin di desa Fajarbaru dicirikan oleh pendidikan penduduknya berusia produktif dan kepemilikan lahan rata-rata sempit (0,96 ha) dan jumlah tanggungan keluarga banyak (6,2); (2) pendapatan per kapita berkisar antara Rp. 74.255,00-Rp. 186.500,00 per tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang sebesar Rp. 389.700,00, dan kemiskinan ini terbentuk karena sempitnya kepemilikan lahan serta rendahnya tingkat pendidik­an dan pendapatan; (3) penduduk berharap dana IDT ini dapat menciptakan model kegiatan baru, yang segera dapat menambah penghasilannya.
Air Tanah pada Daerah Karst - Tinjauan Kelengasan Tanah Lahan Pertanian Tadah Hujan di Daerah Karst Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2045

Abstract

Lahan daerah karst memiliki keterbatasan dalam menyimpan sumber daya air. Hal ini disebabkan lahan karst tersusun oleh tanah dengan tekstur liat, permeabilitas rendah, dan tingkat evaporasi tinggi. Untuk meningkatkan kelengasan tanah di daerah karst perlu dilakukan konservasi tanah dan air. Tindakan konservasi berupa cara pengolahan tanah, cara penanaman, pembuatan teras, dan penambahan tanaman penutup. Penggunaan mulsa dan kompos dalam tindakan konservasi dapat meningkatkan tanah dalam menahan air.
Kualitas Lingkungan Permukiman Penduduk Miskin Daerah Pedesaan di Kabupaten Tulungagung Sugeng Utaya
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi kualitas permukiman penduduk miskin di daerah pedesaan di Kabupaten Tulungangung dan kaitan kualitas lingkungan permukiman tersebut dengan kondisi sosial ekonomi penduduknya. Populasi penelitian adalah seluruh wilayah dan penduduk miskin di daerah pedesaan di Kabupaten Tulungagung. Sampel wilayah ditetapkan secara sengaja (pourposife sampling) dan terpilih desa Kiping mewakili daerah belum berkembang dan desa Tanggung mewakili daerah yang sudah berkembang. Sampel responden dipilih secara random dengan responden 100 kk. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan, dengan instrumen daftar pertanyaan dan label kriteria kualitas lingkungan permukiman. Penetapan kualitas lingkung­an rumah dan permukiman di kerjakan dengan cara pemberian skor (scoring) menggunakan model Risyanto (modifikasi model Departemen Pekerjaan Umum). Korelasi kualitas lingkungan permukiman dengan kondisi sosial ekonomi penduduk dianalisis dengan label silang dan regresi ganda. Penelitian ini memperoleh basil: (1) kualitas lingkungan rumah dan lingkung­an permukiman penduduk miskin di Kabupaten Tulungagung masih tergolong kurang baik hingga buruk; hal ini menunjukkan bahwa faktor kemiskinan masih menjadi kendala bagi upaya pemeliharaan pemeliharaan rumah dan lingkungan permukiman; (2) kualitas lingkungan rumah dan lingkungan permukiman di daerah pedesaan miskin di Tulungagung sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi penduduknya, dan faktor yang menonjol adalah jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan.
Pemimpin Masyarakat dan Program Aksi di Pedesaan Achmad Fatchan
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2040

Abstract

Membahas dan mengungkap tentang kepemimpinan yang ada dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, lebih khusus petani (peasant society) sangat perlu, karena berkaitan dengan strategi dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat atau pembangunan pedesaan. Pengetahuan tentang struktur kekuatan dan pimpinan sosial dalam kehidupan masyarakat, secara garis besar berkait dengan personal yang peduli terhadap program-program pembangunan clan pengembangan yang ada di dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Pemimpin masyarakat mempunyai legitimasi terhadap program-program pembangunan. Tanpa bantuan mereka sangat sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan penggerakan masyarakat. Dalam konsep kekuatan sosial, pemimpin masyarakat merupakan dimensi yang sangat penting.
Perencanaan dan Program Pembangunan di Pedesaan Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2042

Abstract

Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok dari manajemen, peJaksanaan dan pengawasan pembangunan. Perencanaan pembangunan pedesaan harus dilaksanakan secara terpadu dengan menentukan urutan tindakan secara tepat dalam pembangunan manusia seutuhnya. Dalam rangka pelaksanaan perencanaan pembangunan pedesaan secara terpadu dilaksanakan mekanisme perencanaan dari bawah (bottom up planning) yaitu perencanaan pembangunan diusulkan oleh desa atau kelurahan yang telah dimusyawarahkan di LKMD dan disetujui oleh kepala desa. Dalam musyawarah tersebut LKMD menyusun usulan proyek desa dan usulan tersebut disahkan oleh LMD. Pembangunan pedesaan adalah proses kegiatan yang berlangsung di desa meliputi berbagai bidang yang secara sadar direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran pembangunan desa adalah untuk mewujudkan semua desa menjadi desa swasembada. Pembangunan pedesaan dititik beratkan pada aspek ekonomi, fisik, manusia, dan pemenuhan kebutuhan, yang semuanya harus diintegrasikan dan dikoordinasi secara baik dan benar agar tujuan pembangunan tersebut sesuai dengan tujuannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6