cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+6281325758841
Journal Mail Official
ljn.linkep@gmail.com
Editorial Address
Cluster Golden Wood Blok D32 Citragrand, Kelurahan Sambiroto, Kec. Tembalang Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50276 Email : link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nursing
ISSN : -     EISSN : 30903327     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health,
Journal of Nursing is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 31 Documents
Penerapan terapi foot massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi Appendicitis Siti Maisyaroh, Dina; Menik Kustriyani
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i1.118

Abstract

Latar belakang: Nyeri pascaoperasi appendicitis merupakan respons fisiologis yang umum. Penatalaksanaannya biasanya mengandalkan analgetik, namun pendekatan nonfarmakologis seperti pijat kaki (foot massage) kian dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan: memberikan asuhan keperawatan dengan fokus pada penurunan intensitas nyeri melalui penerapan Foot Massage pada pasien pascaoperasi Appendicitis. Metode: Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan empat responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien pasca operasi Appendicitis yang mengalami nyeri dan bersedia mengikuti intervensi. Terapi Foot Massage dilakukan selama tiga hari berturut-turut, 2x sehari, dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Evaluasi menggunakan skala NRS (Numeric Rating Scale) analisa data dikumpulkan melakui hasil observasi, wawancara dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil: terdapat penurunan nyeri yang konsisten dengan rata rata penurunan ialah 1 hingga 2 poin selama tiga hari evaluasi berturut-turut. Kesimpulan: Foot Massage dapat memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan tingkat nyeri pada pasien pascaoperasi Appendicitis. Intervensi ini menjadi penanganan alternatif nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi appendicitis.
Hubungan dukungan orang tua dengan kemampuan adaptasi siswa baru kelas VII Muhammad Badrul Anam
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i1.126

Abstract

Pendahuluan: Masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah merupakan salah satu fase kritis yang penuh tantangan karena siswa harus menghadapi perubahan lingkungan belajar, pola interaksi sosial yang berbeda, serta tuntutan akademik yang lebih tinggi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan kemampuan adaptasi siswa baru kelas VII di SMP Negeri 3 Secang Magelang. Metode: Desain studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Lokasi di SMP N 3 Secang Magelang pada bulan Juli – September tahun 2025. Sampel penelitian dengan total sampling sebanyak 74 siswa kelas VII. Kemampuan adaptasi diukur dengan kuisioner Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) dan dukungan orang tua diukur dengan kuisioner Perceived Parental Academic Support Scale (PPASS). Data dianalisis menggunakan rank spearmen. Hasil: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kemampuan adaptasi siswa baru kelas VII di SMP Negeri III Secang Magelang dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar 0,426 dengan nilai signifikansi p< 0,001. Simpulan: Dukungan orang tua sangat bermanfaat dalam membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, sehingga diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah dan orang tua melalui komunikasi rutin dan program pendampingan, dukungan emosional serta praktis yang konsisten dari orang tua, keaktifan siswa dalam memanfaatkan dukungan tersebut, dan pengembangan penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel lain agar pemahaman tentang kemampuan adaptasi siswa menjadi lebih komprehensif.
Hubungan body image dengan kepercayaan diri pada remaja laki-laki Arifani, Firda
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i1.129

Abstract

Pendahuluan: Remaja yang memiliki rasa percaya diri rendah sering memperlihatkan sikap diantaranya merasa gugup saat melakukan suatu pekerjaan, memiliki keterampilan sosial yang rendah, kurang percaya terhadap kemampuanya, berputus asa apabila gagal, sering memandang dirinya penuh kekurangan, serta cenderung menarik diri atau menyendiri. Tingkat kepercayaan diri pada remaja ditentukan beberapa factor seperti body image. Tujuan: mengetahui hubungan antara body image dan kepercayaan diri pada remaja laki-laki SMKN Pringsurat Kabupaten Temanggung. Metode: Desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup semua siswa laki-laki di SMKN Pringsurat Kabupaten Temanggung kelas XI sejumlah 129. Perhitungan dengan rumus slovin, sampel menggunakan menggunakan stratified random sampling sejumlah 57 responden. Variabel body image diukur dengan kuisioner Multidimensional Body Self Relation Questionnaire- Appearance Scale (MBSRQ-AS). Variable kepercayaan diri dinilai dengan kuisioner. Analisis bivariat menggunakan rank spearman. Hasil: Terdapat hubungan antara body image dengan kepercayaan diri pada remaja laki-laki di SMKN Pringsurat Kabupaten Temanggung dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar 0,503 dan nilai signifikansi p < 0,000. Simpulan: Ada hubungan body image dengan kepercayaan diri pada remaja laki laki di SMKN Pringsurat Kabupaten Temanggung. Pihak sekolah diharapkan meningkatkan pendidikan kesehatan pada remaja khususnya untuk memotivasi remaja dalam meningkatkan body image dan kepercayaan diri remaja.
Hubungan kecanduan game online dan media sosial (tiktok) dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja Afriyanti
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i1.130

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan teknologi membuat media sosial dan game online dekat dengan remaja, tetapi penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, menurunkan aktivitas fisik, serta berdampak negatif pada kesehatan dan prestasi belajar. Oleh karena itu, pendampingan orang dewasa diperlukan agar remaja tetap aktif dan tidak bergantung pada gawai. Tujuan: Mengetahui hubungan kecanduan game online dan media sosial (Tiktok) dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMK N Pringsurat Kabupaten Temanggung. Metode: Desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi 273 siswa, dimana besar sampel 73 responden dengan teknik stratified random sampling. Instrumen menggunakan Game Addiction Scale for Adolescent (GASA), Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) dan media social (tiktok) di ukur dengan kuesioner adopsi penelitian Rustam (2024). Analisis bivariat menggunakan rank spearmen. Hasil: Terdapat hubungan kecanduan game onlie dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar -0,461 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar < 0,000. Dan terdapat hubungan kecanduan media sosial (tiktok) dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar -0,273 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar < 0,019. Simpulan: Ada hubungan kecanduan game online dan media sosial (Tiktok) dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja. Sekolah diharapkan memberikan pendidikan kesehatan remaja untuk mengurangi penggunaan game online dan media sosial serta meningkatkan aktivitas fisik, dengan dukungan konsisten dari orang tua.
Hubungan perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara Christina Rajagukguk; Yulia Rizka; Safri
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.145

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian tinggi dan memberikan dampak fisik maupun psikologis yang signifikan bagi pasien. Salah satu masalah psikologis yang sering muncul adalah psychological distress yang dapat terjadi sejak diagnosiqqs hingga proses pengobatan. Perceived social support diketahui berperan penting dalam mengurangi psychological distress, namun hubungan keduanya masih bervariasi pada beberapa penelitian. Tujuan: mengetahui hubungan perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker payudara di poli bedah onkologi dewasa berjumlah 93 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuisioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur perceived social support dan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk mengukur psychological distress. Analisa yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji alternatif fisher exact test. Hasil: penelitian menunjukkan Mayoritas responden memiliki perceived social support yang tinggi (78,5%) dan tidak mengalami psychological distress (64,5%). Uji fisher exact test menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perceived social support dengan psychological distress pada pasien kanker payudara (p value = 0,038). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi perceived social support yang diterima oleh pasien, maka semakin rendah psychological distress yang dialami, sehingga dukungan sosial perlu dioptimalkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
The relationship between the level of knowledge of diabetic diet and blood glucose stability among patients with type 2 diabetes mellitus Tuhu Sobiron
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.168

Abstract

Introduction: Type 2 Diabetes Mellitus is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence in Indonesia. Data from the International Diabetes Federation indicate a high diabetes burden and project a further rise in cases. Diabetes control does not rely solely on pharmacological therapy but also on adherence to a diabetic diet. Patients’ level of knowledge regarding diabetic diet plays an important role in maintaining blood glucose stability. Insufficient knowledge may lead to reduce dietary compliance and increased the risk of complications. Objective: To determine the relationship between the level of knowledge of diabetic diet and blood glucose stability among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at RSUD Temanggung. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The research instruments: the Knowledge of Diabetic Diet Questionnaire (KDDQ) and a glucometer. Data were analyzed using the Chi-Square correlation test. Results: The level of knowledge regarding the diabetic diet among patients at RSUD Temanggung was predominantly moderate (54.39%), while blood glucose stability was mostly stable (68.42%). The Chi-Square correlation test showed a p-value of 0.001. Conclusion: A significant relationship exists between diabetic diet knowledge and blood glucose stability among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at RSUD Temanggung. The study recommends enhancing collaborative, technology-based dietary education programs and encourages future research to apply more comprehensive designs and glycemic control indicators while considering potential confounding factors.
Hubungan kepatuhan minum obat asam urat dengan kadar asam urat pada pasien gout Umi Nurrohmah
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.173

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gout atau asam urat merupakan radang sendi inflamasi yang umum terjadi akibat peningkatan kadar asam urat serum yang memicu kristalisasi di persendian. Di Indonesia, prevalensi penyakit sendi mencapai 7,3% dan secara signifikan dapat mengganggu produktivitas kerja serta kualitas hidup penderita. Terkontrolnya kadar asam urat sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat penurun urat (ULT), namun tingkat ketidakpatuhan masih menjadi tantangan klinis yang besar. Tujuan: mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat asam urat dengan kadar asam urat pada pasien gout di Klinik Mandiri Perawat Umi Nurrohmah. Metode: Penelitian ini kuantitatif menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang dipilih dari populasi pasien di Klinik Mandiri Perawat Umi Nurrohmah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan dan alat Autocheck GCU untuk mengukur kadar asam urat serum. Data dianalisis menggunakan uji statistik Pearson Chi-Square. Hasil: mayoritas responden (60,4%) tergolong patuh dalam meminum obat, namun terdapat 39,6% responden dengan tingkat kepatuhan rendah. Sebanyak 52,8% responden memiliki kadar asam urat normal dan 47,2% memiliki kadar tidak normal. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar asam urat dengan p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan secara statistik dan klinis antara kepatuhan minum obat dengan kadar asam urat pada pasien gout. Kepatuhan yang tinggi merupakan kunci utama dalam manajemen penyakit gout untuk mencegah serangan berulang dan komplikasi jangka panjang. Studi intervensi yang menguji efektivitas program edukasi spesifik untuk meningkatkan kepatuhan dan dampaknya terhadap kadar asam urat di populasi lokal akan sangat bermanfaat.
Hubungan pengetahuan pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi Suciati Andi Santoso
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.174

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global utama dan salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di seluruh dunia. Pengetahuan pasien dan dukungan keluarga merupakan faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi di Puskesmas Candiroto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 428 pasien hipertensi, dengan jumlah sampel sebanyak 201 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui Google Forms berdasarkan teori Notoatmodjo Soekidjo serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan hipertensi, dengan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan program edukasi kesehatan berkelanjutan terkait hipertensi dengan metode yang lebih interaktif dan mudah dipahami, terutama bagi pasien dengan tingkat pendidikan rendah. Selain itu, keterlibatan keluarga dalam kegiatan edukasi dan tindak lanjut pengobatan perlu diperkuat untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Hubungan penerapan model safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint Muhammad Makin
Link Journal of Nursing Vol 3 No 2 (2026): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i2.175

Abstract

Latar Belakang: Tindakan restraint mekanik masih sering digunakan sebagai intervensi terakhir untuk mengendalikan perilaku kekerasan akut di ruang psikiatri, meskipun berisiko menimbulkan trauma psikologis dan cedera fisik. Sebagai solusi humanis, Model Safewards hadir dengan 10 intervensi inti untuk memutus rantai eskalasi konflik sebelum mencapai fase krisis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerapan model Safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint di Ruang Rawat Inap Psikiatri RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan Studi kuantitatif ini memakai rancangan korelasional deskriptif melalui pendekatan (cross-sectional). Sebanyak 20 perawat pelaksana di Ruang Inap Jiwa RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dilibatkan sebagai populasi sekaligus sampel total penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling (n = 20). Variabel independen (penerapan model Safewards) diukur menggunakan kuesioner adopsi Safewards Fidelity Checklist, sedangkan variabel dependen (angka kejadian restraint) diukur melalui audit data sekunder lembar observasi rekam medis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil: Mayoritas perawat memiliki kepatuhan penerapan model Safewards dalam kategori sedang sebanyak 12 responden (60,0%), kategori rendah 5 responden (25,0%), dan kategori tinggi 3 responden (15,0%). Angka kejadian tindakan restraint mayoritas berada pada kategori rendah sebanyak 11 responden (55,0%) dan kategori tinggi sebanyak 9 responden (45,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,026 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,498. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif berkuatan sedang antara penerapan model Safewards oleh perawat dengan angka kejadian tindakan restraint. Semakin optimal penerapan model Safewards oleh perawat, maka angka kejadian tindakan restraint pada pasien jiwa akan semakin rendah. Rumah sakit disarankan untuk menyusun SOP formal dan mengadakan pelatihan model Safewards secara berkala guna menekan angka tindakan restraint di ruang psikiatri.
Caring perawat sebagai perisai psikologis: analisis hubungannya dengan kecemasan pre operasi laparotomi Yunita Sari; Faridah Aini; Yunita Galih Yudanari
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v3i1.177

Abstract

Latar belakang: Kecemasan preoperasi merupakan respons psikologis universal yang dialami pasien bedah, dengan prevalensi global sebesar 48% dan meningkat hingga 55 – 99% di negara berkembang. Kecemasan yang tidak terkelola secara optimal terbukti meningkatkan kebutuhan agen anestesi, memperpanjang waktu pemulihan, dan meningkatkan risiko delirium pascaoperasi. Perilaku caring perawat sebagai intervensi nonfarmakologis berpotensi menjadi determinan utama dalam modulasi kecemasan preoperasi, khususnya pada pasien laparotomi yang menghadapi prosedur bedah mayor. Tujuan: Menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional dilaksanakan pada November 2025 – Januari 2026. Sebanyak 142 pasien preoperasi laparotomi direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Perilaku caring perawat diukur menggunakan Caring Behavior Inventory (CBI-24; α Cronbach = 0,92) dan tingkat kecemasan diukur menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI; α Cronbach = 0,96). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan penghitungan kekuatan hubungan menggunakan Cramér’s V (α = 0,05). Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (64,8%), berusia 36 – 45 tahun (31,7%), dan berpendidikan SMA/SMK (49,3%). Perilaku caring perawat didominasi oleh kategori sedang (50,7%) dan tinggi (46,5%). Kecemasan preoperasi mayoritas berada pada kategori sedang (69,7%), diikuti oleh kecemasan rendah (27,5%) dan tinggi (2,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi (χ² = 18,742; df = 4; p = 0,001; Cramér’s V = 0,257; kekuatan hubungan sedang). Pada pasien dengan caring tinggi, 46,2% melaporkan kecemasan rendah, dibandingkan dengan hanya 11,1% pada kelompok caring sedang dan 0% pada kelompok caring rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku caring perawat dan tingkat kecemasan pasien preoperasi laparotomi. Semakin tinggi perilaku caring perawat, semakin rendah kecemasan yang dialami pasien. Investasi institusional dalam pengembangan kompetensi caring perawat merupakan strategi berbasis bukti untuk mengoptimalkan luaran psikologis perioperatif.

Page 3 of 4 | Total Record : 31