cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 71 Documents clear
Studi Ekperimental Karakteristik Aerodinamik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Bodi Pengganggu Airfoil Simestris NACA 0012, NACA 0018, dan NACA 0024 Reiza, Muhammad Naufal; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.132503

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penambahan bodi pengganggu airfoil di diepan silinder sirkular. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental pada silinder sirkular (D = 36 mm) dengan disturbance body berupa airfoil (NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024) dengan angle of attack sebesar 5° diletakkan didepan silinder sirkular dalam sub-sonic wind tunnel berukuran (h = 200 mm, z = 200 mm, x = 2000 mm), yang diuji dengan variasi jarak S/D = 1,6 ; 2,0 ; 2,4 ; 2,8. Dalam penelitian ini, tekanan diukur menggunakan pressure taps yang dipasang pada permukaan silinder sirkular, sementara profil kecepatan diukur menggunakan pitot static tube yang terletak di belakang silinder sirkular. Pada penelitian eksperimental ini diperoleh reduksi koefisien drag pressure (CDP) paling besar terjadi pada silinder sirkular dengan penambahan bodi pengganggu berupa airfoil NACA 0024 pada variasi jarak longitudinal (S/D) = 1,6 sebesar 16,3%. Kemudian didapatkan pula reduksi koefisien drag pressure (CDP) paling rendah yaitu terjadi pada silinder sirkular dengan bodi pengganggu airfoil NACA 0012 dengan variasi jarak longitudinal (S/D) = 2,8 sebesar 1,2%. Berdasarkan grafik distribusi profil kecepatan dibelakang silinder sirkular didapatkan bahwa defisit momentum paling kecil terjadi pada konfigurasi jarak (S/D) = 1,6 dan NACA 0024. Sedangkan pada jarak (S/D) = 2,8 dan NACA 0012 menunjukkan defisit momentum paling besar. Semakin besar defisit momentum yang dihasilkan maka semakin besar wake yang terbentuk sehingga gaya drag yang terjadi pada silinder sirkular semakin besar, begitu juga sebaliknya.
Studi Numerik Pengaruh Baffle Spacing Jenis Double Segmental terhadap Aliran Fluida dan Perpindahan Panas pada Shell And Tube Heat Exchanger Indrastoto, Dimas Naryama; Dwiyantoro, Bambang Arip
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.134100

Abstract

Masalah Heat exchanger di PLTA disebabkan oleh air sungai sebagai fluida pendingin terpengaruh oleh kondisi lingkungan sehingga dapat menyebabkan fouling. Salah satu cara mengatasi dengan menggunakan model double segmental baffle karena menghasilkan lebih banyak turbulensi yang dapat mengurangi terdepositnya fouling. Akan tetapi, standar TEMA ataupun pendekatan teoritis tidak mengatur secara spesifik untuk model tersebut sehingga harus dicari konfigurasi yang optimal. Dilakukanlah penelitian ini untuk mengetahui pengaruh baffle spacing terhadap aliran fluida, perpindahan panas, dan pressure drop STHX dengan jenis double segmental baffle. Penelitian studi numerik CFD menggunakan ANSY Fluent dengan memvariasikan jarak baffle 55 mm, 45 mm, dan 35 mm pada 90 mm diameter shell dengan mass flow rate fluida shell divariasikan 0.5 kg/s, 1 kg/s, dan 2 kg/s sedangkan mass flow rate fluida tube konstan 0.85 kg/s. Hasil simulasi CFD menunjukkan terdapat pengaruh pada turbulensi dan kecepatan pada baffle. Semakin kecil baffle spacing akan menghasilkan vortex dan streamline yang lebih kecil sehingga terjadi peningkatan kecepatan aliran pada cross flow split baffle dan central baffle. Terjadi peningkatan kecepatan aliran rata-rata sebesar 0.9% pada spacing 45 mm dan 2.5% pada spacing 35 mm terhadap spacing 55 mm. Semakin kecil baffle spacing berpengaruh pada perpindahan panas dengan meningkatnya heat transfer coefficient. Variasi mass flow rate menghasillkan peningkatan h lokal rata-rata overall sebesar 6.26% pada spacing 45 mm dan 12.67% pada spacing 35 mm terhadap spacing 55 mm. Adapun pengecilan baffle spacing berpengaruh pada peningkatan pressure drop. Pada pressure drop lokal, variasi mass flow rate mengalami peningkatan rata-rata sebesar 3.1% pada spacing 45 mm dan 9% pada spacing 35 mm terhadap spacing 55 mm. Pada pressure drop overall, mengalami peningkatan rata-rata pada spacing 45 mm sebesar 21.43% dan 47.07% pada spacing 35 mm terhadap spacing 55 mm.
Studi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Penempatan Airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 di Belakang Silinder Hutagalung, Sylvia; Widodo, Wawan Aries
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.142096

Abstract

Salah satu fenomena yang sedang diteliti saat ini adalah aliran fluida yang melintasi susunan bluff body berbentuk silinder. Konsep boundary layer yang ditemukan oleh Ludwig Prandtl pada tahun 1904 menjadi dasar berkembangnya para peneliti melakukan analisis dan kajian mengenai topik bluff body tersebut. Penerapan bluff body pada umumnya menggunakan geometri berupa bentuk sirkular atau elips. Dalam penelitian Ludwig Prandtl, boundary layer yang terbentuk di sekitar aliran fluida dekat permukaan menyebabkan gesekan yang signifikan. Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari meliputi aerodinamika yakni seperti pada pesawat terbang, hidrodinamika yakni seperti aliran pada di dalam atau di luar pipa saluran air atau heat exchanger, dan sebagainya. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, hasilnya menunjukkan bahwa adanya gaya hambat yang timbul pada aliran tersebut, maka dari itu dilakukan penelitian dengan metode numerik untuk mengurangi gaya hambat pada silinder sirkular dengan penambahan airfoil di belakang silinder sirkular. Penelitian dilakukan dengan software Fluent 2021 R2 menggunakan diameter silinder sirkular, D = 36 mm dan chord length (c) sama sebesar 36 mm. Bilangan Reynolds sebesar, Re = 2.01x104 . Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jenis airfoil (NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024) dengan variasi jarak dari trailing edge silinder sirkular utama terhadap leading edge airfoil (S/D = 1). Untuk penelitian secara numerik menggunakan solver dua dimensi (2D) unsteady flow dengan turbulance viscous model k-ω Shear stress transport. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa adanya penambahan airfoil di belakang silinder sirkular dapat mereduksi koefisien drag (C_D). Didapatkan reduksi koefisien drag (C_D) paling efektif dihasilkan pada konfigurasi NACA 0012 sebesar 18,5%. Sedangkan reduksi koefisien drag (C_D) terendah dihasilkan pada konfigurasi NACA 0024 sebesar 16,5%.
Analisis Harmonisa dan Rnancang Filter Single Tuned pada Transfomator Distribusi 1250 kVA di PT. Industri Kereta Api (Persero) Farizi, Dedy Ahmad Nur; Satriyadi, I Gusti Ngurah; Negara, I Made Yulistya
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.144958

Abstract

Hamonisa merupakan efek dari penggunaan bebean non linier yang tidak dapat di pisahkan dalam sistem tenaga listrik. Pada dunia industri banyak variasi beban penghasil harmonisa diantaranya penggunaan motor listrik, penggunaan power supply, penggunaan peralatan litrrik yang mengandung komponen semikonduktor, dan penggunaan computer. Salah satu dampak yang yang ditimbulkan adalah bertambahnya nilai rugi-rugi pada suatu sistem kelistrikan. PT. Industri Kereta Api (Persero) merupakan asset vital nasional yang bergerak di bidang industri kereta api. Selama ini, pada PT. Industri Kereta Api (Persero). belum pernah dilakukan pengukuran maupun analisis tentang harmonisa. Setelah dilakukan pengkuran pada transformator 1250 kVA di PT. industri Kereta Api (Persero) dan dilakukan analisis data didapat nilai %THD melebihi standart harmonisa yang ada pada SPLN. 004-1:2012. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa lebih lanjut tentang pengaruh harmonisa terhadap rugi- rugi pada transformator dan penggunaan filter harmonisa. Hasil yang didapat dari analisis tersebut adalah nilai %THD dan nilai rugi rugi pada traformator sebelum dan setelah pemasangan filter harmoniusa.
Analisis Numerik Pengaruh Desain Kanal Inlet Terhadap Performansi Aliran Vortex pada Gravitational Water Vortex Power Plant (GWVPP) Swastika, Ni Putu Widya Laksmi; Nugroho, Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.144961

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Kualitas aliran vortex dipengaruhi beberapa parameter, antara lain kecepatan tangensial, vortex height, dan vortex strength. Pada penelitian ini, dirancang 2 tipe kanal, yaitu tipe kanal tangensial dan tipe kanal wrap around dengan total 11 variasi sudut. Studi numerik menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dilakukan untuk menganalisis parameter terkait. Terdapat 4 variasi flow rate yang digunakan yaitu 0.002, 0.004, 0.006, dan 0.008 m3/s. Terdapat beberapa parameter yang ditinjau, yaitu vortex height, air core, kecepatan, dan vortex strength. Pada kanal tipe tangensial dengan flow rate 0.008 m3/s, didapatkan peningkatan vortex height pada tipe E (174o) dengan tipe F (tanpa deflektor, 180o) yaitu 1.15%. Sedangkan antara tipe A (152o) dengan tipe E, peningkatan vortex height sebesar 8.02%. Pada kanal wrap around, peningkatan vortex height pada tipe G (90o) dengan tipe K (180o) yaitu 11.49%. Kecepatan tangensial memengaruhi bagaimana kekuatan sirkulasi atau vortex strength dari suatu aliran. Semakin mendekati pusat aliran, maka nilainya semakin tinggi. Namun ketika berada di pusat basin (r = 0), nilai kecepatan tangensial akan bernilai mendekati 0. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, didapatkan bahwa pada sudut masukan yang kecil menghasilkan kualitas aliran vortex yang lebih baik, karena terdapat peningkatan level ketinggian air. Sedangkan untuk perbandingan antar tipe kanal, didapatkan hasil bahwa kanal tipe wrap around menghasilkan kualitas aliran vortex karena aliran air memasuki basin secara melingkar, yang menciptakan pola aliran spiral dan mempermudah pembentukan vortex.
Analisis Numerik Pengaruh Modifikasi Desain Saluran HVAC Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada Kereta Bandara Adi Soemarmo Fawziya, Nur Aziza; Prabowo, Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.136571

Abstract

Efisiensi energi dalam kereta sangat tergantung pada peran penting perangkat pendingin udara. Kenyamanan termal juga harus dicapai walaupun dilakukan suatu efisiensi energi. Suplai temperatur, tingkat kelembaban, dan sirkulasi udara yang optimal dari lingkungan sekitar menjadi faktor utama untuk mencapai kenyamanan termal. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, Kereta Rel Diesel Elektrik membutuhkan kapasitas pendinginan minimal sebesar 44273 W. Udara dari AC akan dialirkan ke dalam Kereta Rel Diesel Elektrik melalui saluran dual-ducting yang merupakan desain existing dan disimulasikan dengan variasi single duct tanpa pengarah dan single duct dengan 450 grill dengan variasi kecepatan 9 m/s dan 18 m/s sebagai simulasi satu evaporator dan dua evaporator. Metodologi yang dipakai untuk menelititi distribusi aluran udara pada saluran serta distribusi temperatur pada Kereta Rel Diesel Elektrik BIAS, maka dilakukan desain simulasi dalam penelitian ini. Dilakukan studi literatur untuk memahami beban pendinginan, diagram psikrometrik dan system pengondisian udara, memodelkan geometri pada Solidworks 2021 sesuai dengan data yang diberikan, lalu disimulasikan dalam ANSYS FLUENT 2021. Pada tahap ini, diambil 15 titik untuk mengambil sampel kecepatan dan temperatur udara. Dari hasil analisis, dapat dipilih desain yang lebih baik dari existing design atau single duct design with 450 grill and 9 m/s inlet velocity yang keduanya sama-sama memenuhi standar temperature, kecepatan area kepala dan RH. Dari hasil tersebut, variasi yang paling memenuhi tujuan adalah Single duct design with 450 grill and 9 m/s inlet velocity dengan penggunaan 1 evaporator, temperatur rata-rata 23.460C, rata-rata kecepatan area kepala 0.27 m/s dan RH 58.99%.
Perencanaan Penyaluran Air Limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Sentra Industri Tahu di Kampung Tahu Tinalan, Kota Kediri Maharani, Dewa Ayu Dwi; Slamet, Agus
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.120999

Abstract

Kampung Tahu Tinalan merupakan sentra industri tahu di Kota Kediri. Sebagian besar proses produksi dilakukan secara konvensional sehingga efisiensi penggunaan sumber daya air dan bahan baku rendah. Akibatnya timbulan air limbah dan konsentrasi pencemar relatif tinggi. Selain itu, terdapat air limbah domestik yang berasal dari aktivitas seperti mandi dan mecuci yang belum terolah. Akumulasi pencemar di badan air dapat menurunkan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem penyaluran air limbah (SPAL) dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pada lokasi perencanaan terdapat 18 pabrik produksi tahu, 175 rumah warga, dan 2 mushola yang menghasilkan debit rata-rata air limbah sebesar 56 m3. SPAL direncanakan dengan sistem pengaliran secara gravitasi shallow swer, menggunakan pipa PVC berukuran 110 dan 140 mm dengan panjang total 1.360 m. IPAL terdiri dari unit sumur pengumpul, bak pengendap pertama, anaerobik filter, aerobik filter, bak pengendap akhir, dan kolam bio indikator. Efisiensi pengolahan IPAL sebesar 97% terhadap parameter BOD, 96% COD, 98,8% TSS, dan 92% Amonia. Luas lahan IPAL yang diperlukan sebesar 81,5 m2. Rencana anggaran biaya pembangunan SPAL sebesar Rp 581.500.000, IPAL sebesar Rp 242.700.000. Total RAB sebesar Rp 920.000.000 termasuk pajak. Adapun biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp 960.000.000 per bulan.
Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian Menggunakan Struktur Baja Beton Komposit dengan Sistem Buckling-Restrained Braced Frame Figo, Muhammad Luqman; Kristijanto, Heppy; Amalia, Aniendhita Rizki
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.122625

Abstract

Pembangunan apartemen merupakan solusi dari me-ningkatnya kebutuhan tempat tinggal di Kota Tangerang Se-latan. Namun, pembangunan apartemen di Indonesia berisiko terjadi gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng. Oleh karena itu, digunakan struktur baja beton komposit ka-rena memiliki kekuatan nominal yang besar, dimensi pen-ampang yang efisien, serta lebih ringan daripada beton kon-vensional. Sedangkan Buckling Restrained Braced Frame meru-pakan bresing penahan gempa yang didesain untuk tahan ter-hadap tekuk serta tariknya. Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian direncanakan ulang menggunakan struktur baja beton komposit dengan sistem Buckling Restrained Braced Frame. Apartemen tersebut direncanakan memiliki 32 lantai dan 1 basement. Konfigurasi bresing yang digunakan adalah inverted-V. Studi literatur yang digunakan mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, AISC 341-16. Dari perhitungan analisis didapatkan hasil, yaitu: tebal pelat lantai atap dan non atap sebesar 9 cm, balok induk menggunakan WF 400x200x8x13 dan WF 350175711, dimensi kolom terbesar CFT 80080035, bresing menggunakan CoreBrace BRB de-ngan luas inti 20 inch2. Perencanaan struktur bawah meng-gunaan tiang pancang diameter 80 cm dengan kedalaman 34 m. Dimensi pilecap terbesar 10,6x3,4 m, dimensi kolom pedestal 11 m, dan sloof 400600 mm.
Kajian Pengelolaan Limbah B3 Bengkel Otomotif di Kawasan Kampus ITS Javier, Muhammad Hamzafidz; Trihadiningrum, Yulinah
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.122810

Abstract

Bengkel kendaraan bermotor merupakan salah satu sektor usaha yang menghasilkan limbah B3. Limbah tersebut umumnya berasal dari kegiatan reparasi ataupun sisa produk penunjang kendaraan bermotor. Limbah B3 apabila tidak dikelola dengan baik dan benar maka dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Pemerintah sudah mengatur pengelolaan limbah B3 bagi setiap sektor usaha yang menghasilkannya melalui PP 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS (LBMM ITS), Pusat Otomotif dan Forensik STP ITS, dan Bengkel D3 Mesin ITS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan laju timbulan limbah B3, menganalisis skema pengelolaan limbah B3, dan mengkaji kesesuaian pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan oleh Bengkel otomotif di kawasan kampus ITS. Penelitian diawali dengan observasi serta pengumpulan data yang dibutuhkan pada lokasi yang diteliti. Observasi dilakukan terhadap kegiatan reparasi kendaraan di lokasi penelitian, sumber limbah B3, dan pengelolaan limbah B3. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan sampling selama 8 hari terhadap laju timbulan serta menentukan jenis limbah B3 yang dihasilkan. Jenis limbah B3 yang dihasilkan di ketiga lokasi bengkel antara lain limbah oli bekas, kain majun, kemasan bekas B3, serta komponen elektronik seperti baterai dan kabel. Rata-rata laju timbulan limbah B3 per harinya di LBMM ITS sebesar 2,08 kg/hari, sedangkan Bengkel DTMI menghasilkan limbah B3 0,94 kg/hari dan STP ITS sebesar 0,89 kg/hari. Ketiga bengkel masih belum melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga disusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh bengkel yang diteliti.
Penentuan Faktor - Faktor Berpengaruh dalam Integrasi Wisata Bahari Antara Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo Rahardjo, Prasetyo Putra; Koswara, Arwi Yudhi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.123136

Abstract

Kota Surabaya berpotensi dikembangkan pariwisata, salah satunya adalah Pantai Utara Surabaya. Pada kawasan tersebut terdapatnya tiga daya tarik wisata yaitu Taman Suroboyo, Sentra Ikan Bulak, dan Kampung Nelayan dengan kondisi saat ini, kunjungan wisatawan terbesar berada di taman suroboyo dan sentra ikan bulak. Hal tersebut terjadi karena wisawatan yang berkunjung hanya melakukan foto – foto di depan Taman Suroboyo dan membeli oleh – oleh di Sentra Ikan Bulak. Kampung nelayan tersebut hanya mendapatkan kunjungan yang diinisiasi oleh pemerintah sehingga adanya wisatawan jarang berkunjung sedangkan pada Sentra Ikan Bulak berasal dari masyarakat umum dan event pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut, adanya tujuan untuk mengetahui faktor - faktor berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo. Pada penelitian ini, menggunakan teknik Analisis Delphi menggunakan 6 Indikator, antara lain Daya Tarik Wisata; Kampung Nelayan; Aksesbilitas; Fasilitas; Pengelolaan; dan Promosi yang dikembangkan menjadi 20 variabel yang menjadi faktor dengan menguji kembali faktor tersebut pada 7 Stakeholder, antara lain Dinas Kebudayaan, Kepemudaan & Olahraga serta Pariwisata; Pemerintah Kota Surabaya; Kecamatan Bulak; Pedagang Hasil Olahan Laut; Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota; Ketua RT Kampung Nelayan; serta Pengunjung Taman Suroboyo, SIB, serta Kampung Nelayan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa 20 Faktor Konsesus berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo.