cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 472 Documents clear
Penentuan Potensi Batuan Induk Menggunakan Model Log Toc Pada Formasi Ngimbang, Lapangan “Arrazi”, Cekungan Jawa Timur Utara Yosar Fatahillah; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.759 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18240

Abstract

Abstrak - Analisa laboratorium telah membuktikan Formasi Ngimbang sebagai batuan induk yang relatif kaya kandungan organik, ketersediaan data laboratorium terbatas untuk mengukur distribusi kematangan dan kuantitas material organik dalam skala luas cekungan regional. Hal inilah yang menjadi tujuan utama dalam penelitian ini. Dengan demikian dibutuhkan suatu metode sederhana yang terbukti dan akurat mengukur TOC (kandungan karbon organik) pada seluruh kedalaman lubang bor. Penelitian ini mengamati perilaku TOC Model berdasarkan data log sumur. Dengan demikian, akan menghemat banyak waktu dan menekan biaya observasi. Dalam penelitian ini, digunakan metode Passey untuk menentukan besar kandungan karbon organik pada formasi (TOC) dan model Mallick-Raju sebagai indikator kematangan formasi.. Tersedia satu data sumur dan data batuan inti yang digunakan untuk menentukan potensi batuan induk di formasi Ngimbang, Nilai LOM (Tingkat Metamorfisme) diperlukan untuk digunakan pada Passey Model dengan menggunakan crossplot antara DlogR dan TOC dari data inti. Hasil memperlihatkan formasi Ngimbang merupakan formasi dengan rerata kandungan TOC berada pada tingkat buruk – cukup baik dengan tingkat kematangan immature hingga post mature Kata kunci— TOC, Vitrinite Reflectance, Vshale, ΔLogR
Analisa Perbedaan Inversi 1-D Metode Occam dan Simulated Annealing pada Data Magnetotellurik R Aldi Kurnia Wijaya; Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.032 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18274

Abstract

Metode magnetotellurik banyak digunakan dalam eksplorasi panas bumi, tambang, minyak, dan gas bumi. Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan dari data megnaetotellurik perlu dilakukan proses inversi, banyak metode inversi yang digunakan untuk data magnetotellurik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode inversi 1-D berdasarkan pendekatannya, yaitu pendekatan linier (Occam) dan pendekatan global (Simulated Annealing). Data yang digunakan merupakan data sintetik berupa kurva resistivitas semu dan fase terhadap perioda Untuk mengetahui perbedaan hasil inversi dibuat program berbasis matlab dengan algoritma Occam dan Simulated Annealing. Tahapan dalam penelitian ini adalah pembuatan program dan analisa kedua metode terhadap model sintetik. Analisa dilakukan dengan menggunakan parameter inversi yang sama. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kedua metode cocok digunakan untuk inversi data magnetotellurik dengan catatan pada metode Simulated Annealing parameter inversi harus diesuaikan. Apabila dilihat dari hasil inversi metode Occam menghasilkan model yang lebih baik, rms error yang rendah, waktu inversi yang lebih cepat, dan jumlah iterasi yang lebih sedikit.
Karakterisasi Fisis Hubungan Densitas, Resistivitas, Kecepatan (Vp), dan Atenuasi Pada Batuan Vulkanik (Studi Kasus Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur) Yulia Nur Fajrina; Wien Lestari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.653 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18383

Abstract

Sebuah kawasan yang memiliki aktivitas vulkanik, mempunyai potensi SDA yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bumi hingga cadangan hidrokarbon. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkarakterisasi fisis dan analisa hubungan antara parameter densitas, kecepatan Vp, atenuasi, dan resistivitas pada batuan vulkanik studi kasus Gunung Arjuno-Welirang. Penelitian  diawali dengan pengambilan sampel di lapangan dan pembuatan coring batuan sehingga didapatkan 45 coring batuan, dari 16 sampel batuan, yang mewakili 6 satuan batuan, kemudian dilakukan pengukuran parameter resistivitas dengan metode konfigurasi axial resistivity, pengukuran densitas dengan prinsip Archimedes, dan pengukuran kecepatan Vp serta atenuasi dengan transmisi gelombang ultrasonik. Maka didapatkan hasil rentang parameter densitas batuan vulkanik Arjuno Welirang berkisar antar 2400 – 2900 kg/m3, sedangkan rentang resistivitas bervariasi dari 30-185 kOhm.m, kemudian rentang nilai kecepatan Vp bervariasi dari 5100-6700 m/s, dengan  koefisien atenuasinya memiliki rentang  0.05–0.23x10-3dB/m, dimana nilai densitas akan berbanding lurus dengan kecepatan Vp, dan nilai resistivitas akan berbanding terbalik dengan densitas-kecepatan Vp. Berdasarkan analisa petrologi batuan vulkanik Arjuno-Welirang memiliki tipe intermediate-mafik dengan nama batuan dominasi andesit-basaltik dan basalt.
Vp/Vs Hasil Independent Inversion Gelombang PP dan PS Untuk Menentukan Litologi Reservoir Gigih Prakoso Wigantiyoko; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.625 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18441

Abstract

Abstrak—Gelombang seismik terkonversi (converted wave) digunakan untuk menunjang gelombang seismik konvensional (gelombang PP) dalam hal interpretasi jika kondisi bawah permukaan memliki kondisi yang kompleks (gas chimney). Gelombang PP, kurang mampu untuk mendeskripsikan kondisi bawah permukan yang tersaturasi fluida karena sifat dari gelombang P yang dapat merambat disegala medium. Oleh karena itu, diperlukan gelombang S, dikarenakan sifat dari gelombang S yang tidak dapat merambat pada medium fluida, sehingga kontras bawah permukan yang tersaturasi fluida dapat secara jelas terpetakan. Dalam penenlitian ini, converted wave yang dimaksud adalah gelombang seismik PS. Gelombang PS (converted wave) didapatkan dari konversi pantulan gelombang P. Dengan menggabungkan kedua gelombang antara gelombang PP dan gelombang PS, maka akan didapatkan interpretasi bawah permukaan yang baik. Hasil dari penggabungan antara gelombang PP dan PS dalam penelitian ini adalah berupa perbandingan Vp/Vs. Perbandingan Vp/Vs didapatkan dari trace math antara impedansi akustik (Zp) dengan impedansi shear (Zs) hasil inversi secara terpisah (independent inversion) gelombang PP dan PS. Dengan melakukan analisis Vp/Vs hasil independent inversion, maka litologi reservoir dapat teridentifikasi dengan baik sehingga dapat diketahui jenis litologi reservoir pada daerah penelitian.
Pengaruh Penambahan SiO2 (x=2 dan 2,5) pada Pembentukan Natrium Superionik Konduktor (Na1+XZr2SixP3-XO12) Dan Sifat Konduktifitas Ionik Baterai Elektrolit Padat Syifa' Errahmah; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.074 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18546

Abstract

Energi merupakan isu hangat yang selalu diperlukan inovasi dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi di dalamnya adalah bidang material penyimpan, contohnya baterai. Selama 30 tahun, aplikasi dari  NASICON (Na1+xZr2SixP3-xO12) lebih kepada sensor gas. Pada penelitian ini, pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari NaOH, SiO2, H3PO4 dan ZrOCl2.8H2O. SiO2 untuk pembentukan NASICON diekstrak dari sekam padi dengan metode acid-leaching. Hasil dari XRD menunjukkan bahwa silika hasil ekstraksi berbentuk amorf. Hasil FTIR ekstraksi silika menunjukkan bahwa adanya ikatan Si-O-Si pada sampel. Hasil XRD NASICON menunjukkan bahwa  struktur sebelum pemanasan kedua adalah monoklinik, sedangkan setelah melalui proses kompaksi dan pemanasan kembali berstruktur rhombohedral. Hasil LCR menunjukkan bahwa Nyquist Plot dari kedua komposisi bersifat semikonduktor dengan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh nasicon dengan komposisi penambahan sio2 pada x=2.
Studi Mekanisme Kerusakan Tube Reformer Pada Industri Petrokimia Novielly Lolong; Nizhamul Latif; Lukman Noerochim Noerochim; Budi Agung Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.963 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18559

Abstract

Reformer biasanya dipakai pada industri Petrokimia untuk menghasilkan hidrogen. Salah satu permasalahan kerusakan/kegagalan yang  terjadi adalah pada bagian Tube reformer yang disebabkan oleh pengoperasian pada pengaruh temperatur tinggi. Kegagalan yang terjadi pada tube reformer yang secara visual yaitu adanya crack pada bagian permukaan OD. Analisis yang akan dilakukan yaitu ada 5 pengujian antara lain SEM, Uji tarik, Uji Kekerasan, Uji Komposisi, dan Metalografi. Didapatkan bahwa kegagalan disebabkan oleh overheating yang menyebabkan terjadinya crack yang terdapat pada batas butir. Dari hasil pengujian metalografi ditemukan adanya void – void dan microcrack. Timbulnya void ini disebabkan oleh overheating dan menyebabkan nilai hardness yang tinggi, nilai hardness yang tinggi juga didukung oleh hasil dari EDX, hasil EDX menunjukkan adanya unsur kromium yang tinggi sehingga material menjadi getas. Void yang terdapat pada material HP modified mempengaruhi hasil dari tensile dikarenakan void membuat nilai tensile menjadi rendah. Dari hasil Uji komposisi didapatkan bahwa terdapat unsur yang tidak sesuai seperti Sulfur dan Pospor yang dapat menurunkan sifat dari ketahanan pada temperature tinggi
Analisa Teknik dan Ekonomis Terhadap Metode Direct System Pada Solar Energy Distillation di Pulau Tabuhan untuk Kapasitas 100 L/hari Galih Irvandi; Taufik Fajar Nugroho; Hari Prastowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18773

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Ketersediaan air bersih semakin berkurang, terutama di daerah pesisir Indonesia. Di daerah pesisir Jawa Timur misalnya, masyarakat harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau mengonsumsi air dengan kondisi yang kurang layak. Hal ini akan berdampak pada kesehatan dan juga perekonomian masyarakat setempat. Solusi alternatif untuk mengatasi krisi air ini adalah pemurnian air laut menjadi air bersih dengan cara destilasi. Destilasi diketahui sebagai proses pengubahan air laut menjadi air tawar dengan metode dipanaskan untuk menguapkan air laut dan kemudian uap air yang dihasilkan dikondensasi untuk memperoleh air tawar. Pada penelitian ini pemurnian air laut menggunakan destilasi tenaga matahari sebagai sumber panas untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Tabuhan, Banyuwangi. Dimana dilakukan pembuatan prototype alat destilasi menggunakan bahan kaca yang memiliki konduktivitas termal terbesar. Pada sistem ini, air laut diuapkan dengan menggunakan panas dari matahari, kemudian uap air yang dihasilkan keluar dari ruang basin yang kemudian dialirkan menuju keluar sistem. Kata kunci : destilasi, tenaga matahari, penguapan, Pulau Tabuhan.
Implementasi Power Turbin pada Diesel Generator di Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam meningkatkan produksi energi listrik Aditya Wahyu Saputra; I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.405 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18836

Abstract

Aplikasi Power Turbine merupakan salah satu aplikasi PTO (Power Take-Off) yang mampu meningkatkan produksi energi listrik dengan memanfaatkan aliran gas buang dari motor bakar (diesel maupun bensin) yang mengandung energi kalor (panas) yang digunakan untuk memutar turbin dan generator. Penelitian ini bertujuan mencari besar potensi daya listik yang bisa dihasilkan power turbine. Hal ini dicapai dengan cara menganalisa pengaruh pembebanan power turbine terhadap kinerja motor diesel sehingga kita dapat melihat seberapa jauh power turbine tersebut dapat diaplikasikan pada motor bakar. Dari hasil analisa dan perhitungan, didapat bahwa power turbine tersebut dapat menghasilkan energi listrik sebesar 250 kW pada continuous rating (93,23%).
Karakterisasi Resevoir Gas Biogenik Pada Lapangan “TG” dengan Menggunakan Atribut Inversi Impedansi Akustik (IA) Natassa Adi Putri; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.012 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18974

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas yang relatif dangkal terbentuk pada ekosistem lautan yang dangkal. Telah banyak ditemukan hidrokarbon dengan jenis gas biogenik di Indonesia, salah satunya adalah di Lapangan “TG”. Oleh karena itu, dibutuhkan karakterisasi reservoir pada lapangan ini untuk memvalidasi keterdapatan hidrokarbon dan mengetahui karakteristik fisik reservoir dari lapangan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode inversi seismik model based dengan parameter hard constraint untuk mengetahui properti fisik dari reservoir Lapangan “TG”. Parameter impedansi hasil dari inversi seismik kemudian di korelasikan dengan porositas sehingga mendapatkan hubungan persaman dari kedua parameter tersebut. Aplikasi dari persamaan terebut adalah penampang porositas pada daerah yang menjadi ketertarikan studi (interest) dan memiliki indikasi keterdapatan gas biogenik. Didapatkan bahwa Impedansi Akustik tinggi yang menjadi daerah interest merupakan reservoir karbonat dengan IA bernilai 4800-5300 (m/s)*(g/cc).
Analisa Variable Moment of Inertia (VMI) Flywheel pada Hydro-Shock Absorber Kendaraan Hasbulah Zarkasy; Harus Laksana Guntur
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.363 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19969

Abstract

Flywheel selama ini dimanfaatkan untuk menyimpan energi mekanik pada mesin, membuat mesin berputar dengan lebih lembut. Prinsip kerja dari flywheel adalah dengan memanfaatkan momen inersia. Baru-baru ini dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan dari flywheel, yakni pada sistem suspense, akan tetapi selama ini penelitian yang dilakukan terbatas pada flywheel dengan momen inersia yang konstan (Constant Moment of Inertia). Kali ini akan dilakukan penelitian mengenai Variable Moment of Inertia Flywhel atau dengan kata lain flywheel yang momen inersianya berubah-ubah. Flywheel ini terdiri dari dua bagian utama, yakni flywheel berongga dan slider yang dapat bergerak bebas di sepanjang guide track. Percobaan bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik gaya redam dari VMI Flywheel. Juga akan dianalisa seperti apa respon dinamis dari slider selama flywheel berputar. Selain itu respon dinamis kendaraan saat VMI Flywheel ini dipasangkan juga dianalisa. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa variasi massa slider berpengaruh terhadap gaya redam yang dihasilkan oleh VMI Flywheel. Semakin besar massa slider, gaya redam yang muncul juga semakin besar. Faktor frekuensi input juga berpengaruh, sebab semakin besar frekuensi input yang pada shock absorber, gaya redam yang timbul juga membesar. Perpindahan yang dialami oleh slider juga tergantung pada jenis massa slider tersebut. Semakin besar massa slider, perpindahan yang dialami juga akan semakin besar. Performa VMI Flywheel secara umum pada frekuensi rendah. Sedangkan pada frekuensi tinggi, performa VMI Flywheel cenderung tidak bagus dan menyebabkan kendaraan tidak nyaman.