Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Pengaruh pH, Kecepatan Putar dan Asam Asetat terhadap Karakteristik CO2 Corrosion Baja ASME SA516 grade 70
Faris Adham;
Budi Agung Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (905.72 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19191
Fenomena korosi merupakan sesuatu yang pasti terjadi pada setiap logam. Laju korosi dari suatu material dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu nilai pH lingkungan dan karakteristik aliran fluida yang kontak langsung dengan logam. Pada oil and gas industry, baja ASME SA 516 grade 70 sering digunakan sebagai material flowline dan banyak terjadi CO2 Corrosion. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi laju korosi material baja ASME SA 516 grade 70 yang mengandung CO2. Penelitian dilakukan dengan metoda weight loss menggunakan alat Rotating Cylinder Electrode (RCE) selama 10 hari dan metode Polarization selama 1 jam. Selain itu digunakan pula XRD dan SEM guna mendukung data-data analisa. Pada penelitian ini digunakan media elektrolit NaCl 3,5% dengan kandungan CH3COOH sebesar 0 ppm dan 1500 ppm dengan variasi kecepatan putaran yaitu 0 RPM, 150 RPM, 300 RPM, dan 450 RPM pada pH 5 dan 6. Pada pengujian polarization, didapatkan hasil laju korosi tertinggi sebesar 9.9323 mm/y pada larutan CH3COOH 1500 ppm pH 5 dan kecepatan putar 450 RPM, sedangkan data dari pengujian weight loss sebesar 4.8795 mm/y. Hasil pengamatan SEM menunjukkan adanya perbedaan morfologi pada permukaan spesimen karena pengaruh kecepatan putaran. Kecepatan putaran mengakibatkan tergerusnya produk korosi oleh aliran. Pada pengujian XRD dengan menggunakan spesimen pH 5 dengan kandungan 0 ppm dan 1500 ppm 0 RPM ditemukan FeCO3, Fe(OH)3 dan senyawa FeOOH sebagai produk korosi.
Technical Analysis of Organic Rankine Cycle System Using Low-Temperature Source to Generate Electricity in Ship
Akram Faisal;
Taufik Fajar Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.732 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19309
Nowadays, the shipping sector has growth rapidly as followed by the increasing of world population and the demands for public transportation via sea. This issue entails the large attention on emission, energy efficiency and fuel consumption on the ship. Waste Heat Recovery (WHR) is one of the solution to overcome the mentioned issue and one of the WHR method is by installing Organic Rankine Cycle (ORC) system in ship. ORC demonstrate to recover and exploit the low temperature waste heat rejected by the ship power generation plant. The main source of heat to be utilized is obtained from container ship (7900 kW BHP, DWT 10969 mt) ship jacket water cooling system and use R-134a as a refrigerant. The main equipment consists of evaporator, condenser, pump and steam turbine to generate the electricity. The main objective is to quantifying the estimation of electrical power which can be generated at typical loads of the main engine. As the final result of analysis, the ORC system is able to generate the electricity power ranged from 77,5% - 100% of main engine load producing power averagely 57,69 kW.
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid (Sel Surya dan Diesel Generator) Pada Kapal Tanker
Dhear Prima Putri;
Eddy S. Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.352 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19318
Sistem pembangkit listrik hybrid (sel surya dan diesel generator) merupakan salah satu alternatif solusi dari dampak negatif sistem pembangkit konvensional pada kapal – kapal di Indonesia. Penggunaan sistem pembangkit listrik hybrid ini dapat mendukung pengembangan teknologi kapal ramah lingkungan, ketika isu global warming semakin marak. Manfaat penerapan sistem pembangkit listrik hybrid adalah pengurangan konsumsi bahan bakar generator sekaligus pengurangan emisi gas buang dari kapal. Pemilihan sistem hybrid dengan tenaga surya disebabkan potensi sinar matahari Indonesia yang melimpah. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis secara teknis dan ekonomis untuk melakukan perancangan sistem pembangkit listrik hybrid (sel surya dan diesel generator). Analisis teknis dan ekonomis dilakukan menggunakan objek penelitian kapal tanker MT. Gunung Geulis dengan membandingkan pembangkit listrik sistem hybrid dengan sistem konvensional yang saat ini banyak digunakan pada kapal – kapal di Indonesia. Dari hasil penelitian, penerapan pembangkit listrik sistem hybrid pada kapal MT. Gunung Geulis menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar sebesar 15,5 % per tahun bila dibandingkan dengan penggunaan sistem pembangkit listrik konvensional. Oleh karena itu, akibat kenaikan biaya investasi dan pengurangan biaya operasional pada sistem pembangkit listrik hybrid bila dibandingkan dengan sistem konvensional, maka break event point dapat tercapai pada tahun ke 3,69 atau setara dengan nilai nominal biaya total sebesar Rp 23.980.000.000,00 atau $ 1.803.007,52.
Study Analysis of Flue Gas Utilization as Alternative Power Generation in Cement Plant Using Organic Rankine Cycle System
Rahmat Ranggonang Anwar
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.123 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19323
Abstract—Cement plant produce large amount of heat source in cement making process, due to inefficiency of system there still waste heat available in form of flue gas that can be utilize. Flue gas in cement plant can be utilized as alternative power generation. With the 200-300oC temperature output range of flue gas from suspension preheater and air quenching cooler (AQC) in cement plant, organic rankine cycle (ORC) can be suitable option for alternative power generation. ORC is development of rankine cycle, the different is the working fluid in ORC using refrigerant. In cement plant that produce 8466 TPD kiln production, used flue gas from suspension preheater to dry raw material and produce 163888 m3/h flue gas from AQC that still not utilized. Flue gas with 235oC temperature from AQC can utilized for power generation purpose using ORC system. Waste heat recovery calculation carried out to know the potential recovery. Operating condition of the ORC system will determine power produced that can be generated and ORC components calculated and selected according to the operating condition of the system. Using R141b as working fluid with 8 bar pressure and 110oC temperature inlet to turbine, power produced by turbine is 666 kW. For the components, evaporator and condenser use shell and tube heat exchanger, with evaporator heat transfer area is 676.49 m2 while condenser has 510 m2 of heat transfer area. And for working fluid pump it needs 16.235 Kw power to pump R141b back to evaporator.
PERENCANAAN ENERGI LISTRIK ALTERNATIF TENAGA AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN MAGNESIUM SEBAGAI ANODA UNTUK PENERANGAN ALTERNATIF PADA KAPAL NELAYAN
Dwiki Novditya Bagaskara Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.276 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19367
Nelayan sangat membutuhkan penerangan saat berlayar untuk mencari ikan pada malam hari. Energi listrik alternatif diperlukan untuk mengurangi kerja dari generator pada kapal nelayan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan air laut dengan bantuan menggunkan magnesium sebagai anoda sehingga bisa menciptakan suatu sumber listrik yang disebut elektrokimia. Sumber daya kimia biasanya mengadopsi logam aktif sebagai anoda untuk memberikan elektron. Metode pengujian yang igunakan adalah dengan memvariasikan katoda-katoda serta dengan memvariasikan volume air laut. Selain itu digunakan pula rangkaian listrik tunggal,seri dan pada penelitian. Untuk penggunaan katoda lebih efisien dengan menggunakan katoda carbon dimana memiliki nilai tegangan 1,92 V dan efisiensi sebesar 83,84 %. Sedangkan Untuk mengcover lighting di navigation deck selama 11 jam memerlukan sebanyak 69 blok cell yang dipararelkan, dimana setiap blok cell terdiri dari 13 cell yang diserikan serta mengkonsumsi daya sebesar 3408,6 Wh. Dimensi prototype untuk yang direncanakan adalah sebesar 130 cm x 175 cm x 20 cm dan berat prototype ditambah air laut adalah 690,69 Kg.
Perencanaan Sistem Propulsi Hybrid Untuk Kapal Fast Patrol Boat 60 M
Hangga Krisna Prasetya;
Eddy Setyo Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.401 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19398
Kapal fast patrol boat 60 m beroperasi pada kecepatan bervariasi untuk menjalankan misi melindungi perairan Indonesia. Untuk mencapai operasional yang optimal pada setiap kecepatan operasional kapal perencanaan sistem propulsi kapal fast patrol boat 60 m menggunakan sistem propulsi hybrid. Pada perencanaan sistem propulsi hybrid untuk kapal fast patrol boat 60 m menggabungkan sistem propulsi mekanik dan sistem propulsi elektris. Dengan sistem propulsi hybrid kapal dapat beroperasi dengan menggunakan tiga mode. Untuk memperoleh opersional yang optimal pada masing-masing kecepatan operasional kapal perencanaan mode operasi setiap kecepatan operasional kapal haruslah tepat. Pada tugas akhir ini dilakukan perhitungan dan analisa mengenai tahanan kapal, daya engine yang dibutuhkan untuk sistem propulsi dan sistem kelistrikan, kebutuhan daya motor listrik, kebutuhan generator dan analisa ekonomi pada sistem propulsi hybrid kapal fast patrol boat 60 m. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem propulsi hybrid memberikan efisiensi lebih tinggi 6 % di bandingkan penggunaan sistem propulsi mekanis dan 2%lebih tinggi dibandingkan penggunaan sistem propulsi elektrisKapal fast patrol boat 60 m beroperasi pada kecepatan bervariasi untuk menjalankan misi melindungi perairan Indonesia. Untuk mencapai operasional yang optimal pada setiap kecepatan operasional kapal perencanaan sistem propulsi kapal fast patrol boat 60 m menggunakan sistem propulsi hybrid. Pada perencanaan sistem propulsi hybrid untuk kapal fast patrol boat 60 m menggabungkan sistem propulsi mekanik dan sistem propulsi elektris. Dengan sistem propulsi hybrid kapal dapat beroperasi dengan menggunakan tiga mode. Untuk memperoleh opersional yang optimal pada masing-masing kecepatan operasional kapal perencanaan mode operasi setiap kecepatan operasional kapal haruslah tepat. Pada tugas akhir ini dilakukan perhitungan dan analisa mengenai tahanan kapal, daya engine yang dibutuhkan untuk sistem propulsi dan sistem kelistrikan, kebutuhan daya motor listrik, kebutuhan generator dan analisa ekonomi pada sistem propulsi hybrid kapal fast patrol boat 60 m. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem propulsi hybrid memberikan efisiensi lebih tinggi 6 % di bandingkan penggunaan sistem propulsi mekanis dan 2%lebih tinggi dibandingkan penggunaan sistem propulsi elektris.
DESAIN BLADE TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT DI BANYUWANGI BERBASIS CFD
Ricardo Martin Lopulalan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.178 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19413
Perancangan pembangkit listrik tenaga arus laut telah dilakukan di Negara-negara maju sebagai energy alternative yang dimanfaatkan sebagai sumber energy listrik. Indonesia mempunyai potensi sumber terbarukan berlimpah namun masih belum termanfaatkan secara maksimal. Potensi sumber energi terbarukan Indonesia salah satunya adalah pemanfaatan aliran pasang surut air laut (ocean current) sebagai sumber energi penghasil listrik. Pada penulisan tugas akhir akan dikaji secara teknis mengenai perancangan pembangkit listrik tenaga arus laut untuk diaplikasikan di Banyuwangi. Kajian meliputi tipe turbin gorlov, Coefisien Lift, Gaya Hidrodinamik, besarnya torsi dan besarnya daya yang dihasilkan dengan memvariasikan ketinggian dari turbin 1,5 m, 2 m, dan 3 m. Hasil yang diperoleh nantinya desain turbin yang menghasilkan daya terbesar yang diaplikasikan di Banyuwangi. Gaya hidrodinamik yang dihasilkan oleh turbin arus laut sebesar 125,96 N dan daya listrik terbesar dihasilkan oleh tipe blade dengan jumlah daun 4 dan ketinggian 3m sebesar 349 Watt.
Analisa Perbandingan Torsi dan RPM Turbin Tipe Darrieus Terhadap Efisiensi Turbin
Aris Febrianto;
Agoes Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.776 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19414
Telah dilakukan studi eksperimental untuk mengetahui pengaruh Mekanisme Active Pitch pada Turbin Hidrokinetik Tipe Darrieus terhadap efisiensi turbin. Eksperimen dilakukan di Umbulan, Pasuruan. Variasi kecepatan yang digunakan untuk eksperimen adalah 0.674 m/s, 0.806 m/s, 0.944 m/s dengan menggunakan 3 variasi jumlah foil, 3,6 dan 9 foil . Hasil yang diperoleh adalah pengukuran nilai rerata Torsi maksimum mekanisme 3 foil pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.36 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 21.1 Rpm.sedangkan 6 foil hasil pengukuran nilai rerata Torsi maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.4 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 12.5 Rpm. Dan 9 foil menghasilkan pengukuran nilai rerata Torsi maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sudut azimuth 30˚ sebesar 5.45 Nm, sedangkan rerata RPM maksimum pada kecepatan 0.944 m/s sebesar 10.9 Rpm. Data hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi 3 foil memiliki efisiensi turbin terbaik dengan nilai 91.6 % pada kecepatan arus 0.994 m/s.
Pemanfaatan Perbedaan Temperatur pada Main Engine Cooling System sebagai Energi Alternatif untuk Pembangkit Listrik di Kapal
Teguh Julianto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.184 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19434
Dari 100 persen bahan bakar yang masuk ke dalam mesin kapal, hanya sekitar 40 persem yang dikonversi menjadi daya. Sedangkan 30 persen panas dilepas menuju sistem pendingin (cooling system) dan sisanya menjadi gas buang (exhaust). Energi panas yang terbuang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik. Perbedaan temperatur antara air panas yang keluar dari mesin kapal dan air laut yang digunakan sebagai pendingin dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan thermoelectric. Besarnya daya listrik yang dihasilkan tergantung pada besarnya perbedaan temperatur dan jumlah thermoelectric yang dipasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode yang tepat guna memanfaatkan energi panas yang terbuang pada sistem pendingin mesin. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian pustaka serta analisa ekperimen menggunakan prototype. Hasil penelitian berdasarkan keluaran jacket water mesin Wartsila 6L20 sebesar 91 oC yang harus didinginkan dengan air laut bertemperatur 30oC didapatkan daya sebesar 32,4 Watt dari 12 thermoelectric yang dipasang. Dengan penyerapan energi sebesar 0,4 persen. Dengan begitu, masih banyak potensi energi yang masih bisa diserap untuk diubah menjadi energi listrik. Sehingga, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa panas yang terbuang dari mesin yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.
Kajian Teknis dan Ekonomis Distribusi Gas Alam dari FSRU Menuju Superblok
Adhi Muhammad Faris Katili;
Ketut Buda Artana;
A.A.B. Dinariyana D.P
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (992.591 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19519
Penggunaan gas alam di Indonesia saat ini didominasi oleh sektor industri dan pembangkit. Badan pengkaji dan penerapan teknologi (BPPT) memproyeksikan dalam rentang 2012-2035 total konsumsi gas bumi di perkirakan akan tumbuh sebanyak 2,2% per tahun menjadi 2.367 BCF pada tahun 2035. Yang menariknya adalah pertumbuhan penggunaan gas bumi terbesar ada di sektor retail yang pertama adalah rumah tangga (17,6%), transportasi (13,4%) dan komersial (3,9%). Disisi lain pengembangan kawasan yang terintegrasi atau superblok di Indonesia atau Jabodetabek khususnya semakin banyak berkembang namun kawasan superblok saat ini tidak memiliki jaringan gas terpadu. Studi ini membahas tentang menjangkau pasar retail pada LNG, untuk menjawab pertanyaan apakah investasi ini layak untuk direalisasikan? Bagaimana alur distribusi gasnya? Seperti apa desain terminal penerimanya? Secara garis besar penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu kajian keekonomian dan teknis, pada keekonomian menggunakan metode optimasi untuk memilih ukuran kapal yang digunakan dan NPV,PBP,ROI sebagai indikator layak atau tidaknya sedangkan kajian teknis difokuskan pada desain terminal yang ada di Superblok dengan standar yang digunakan adalah NFPA 59A. Hasil dari studi menunjukkan NPV baru bernilai positif jika margin dari penjualan gas yang diambil 6 dollar per mmbtu. Dengan nilai investasi awal sebesar 19,070,000 US$ dan biaya operasional pertahunya sebesar 1,666,436 US$ maka investasi ini akan kembali pada tahun ke 8 dengan return of Investment 12%. Kemudian hasil dari mendesain terminal penerima pada salah satu superblok didapatkan luas lahan yang dibutuhkan yang sesuai dengan NFPA 59A adalah 50x50 meter.