Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
Analisis dan Evaluasi Kestabilan Tegangan dengan Metode Continuation Power Flow (CPF) pada Sistem Microgrid
Radhilia Sofianna Ruzi;
Ontoseno Penangsang;
Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.487 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19535
Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan tegangan pada sistem microgrid akibat adanya penambahan beban secara kontinyu sehingga terjadi ketidak mampuan sistem dalam mengendalikan atau mempertahankan tegangan pada masing-masing bus. Penyelesaian tugas akhir diawali dengan mengetahui aliran daya pada sistem dengan menggunakan metode “Backward-Forward Sweep” kemudian dilanjutkan dengan mengunakan Continuation Power Flow (CPF) sebagai metode untuk mengidentifikasi bus sistem yang paling sensitif mengalami jatuh tegangan serta mendapatkan nilai pembebanan maksimum pada masing-masing bus. Analisis dan simulasi kedua metode ini dilakukan pada jaring distribusi radial IEEE 33 bus dan IEEE 69 bus[1]. Efek daripada penempatan DG yang tepat dengan metode Continuation Power Flow (CPF) adalah dapat meningkatkan profil tegangan dan dapat mengatasi ketidak-stabilan tegangan, sehingga analisis dan evaluasi kestabilan tegangan dapat terlihat saat kondisi sebelum dan sesudah penambahan DG.
Analisa Pengaruh Posisi Sinyal Terhadap Sudut Datang Arah Angin pada Generator Windbelt Terhadap Performa Daya Output
Zaenal Abidin;
Sardono Sarwito;
Eddy Setyo K
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.471 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19702
Windbelt merupakan alat konversi energi angin menjadi listrik selain turbin dan kincir angin. Dibandingkan dengan turbin dan kincir angin windbelt sangat murah dan tidak memerlukan area yang luas dalam instalasinya. serta tidak menimbulkan kebisingan seperti turbin dan kincir angin. Terobosan desain alat konversi energi angin ini masih terbilang baru, sehingga perlu untuk dikembangkan dan diadakan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi. Karena dibandingkan dengan turbin dan kincir angin, windbelt memiliki efisiensi yang sangat kecil sehingga hanya digunakan untuk pembangkit skala kecil. Maka dalam penulisan tugas akhir ini akan dibahas mengenai kajian yang fokus pada analisa pengaruh posisi windbelt terhadap sudut datang arah angin dengan melakukan percobaan variasi sudut datang arah angin dari posisi 0o sampai 90o dengan beda 5o. Dalam percobaannya digunakan sebuah blower yang berkecepatan angin rata-rata 10,3 m/s. Dari percobaan ini didapatkan sudut terbaik pada 75o dengan hasil tegangan dan arus rata-rata sebesar 2,9 volt dan 0,05 A.
Experiment and Simulation Study of Single Cylinder Diesel Engine Performance, Using Soybean Oil Biodiesel
Muhammad Rizqi Ariefianto;
Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah;
Wolfgang Busse
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.762 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19825
Abstract— The most common fuel uses in the world is made from fossil. Fossil fuel is categorized as a non-renewable energy source. For that reason, there should be an alternative fuel to replace fossil fuel by using biodiesel and one of the stock comes from soybean bean. Before using the biodiesel made from soybean bean oil, there should be a research to find out the properties and the effect of biodiesel from soybean bean oil regarding the performance of the engine. The research can be conducted in experiment and simulation. The properties result of soybean oil biodiesel should be tested to confirm whether this biodiesel have meet the standard requirement of biodieselor not. This biodiesel sproperties are Flash Point value is 182 o C , Pour Point value is -7 o C, Density at 15 o C is 890 Kg/m3, Kinematic Viscosity at 40 o C is 5.58 (cSt), and Lower Heating Value is 42.27686 MJ/kg. The result from this research is the highest power from simulation is 9% higher than the experiment. The highest torque from the experiment is 37% lower than the simulation’s torque. Lowest SFOC from experiment is 28% lower than the simulation’s SFOC. Highest BMEP from simulation is 20% higher than the highest BMEP from experiment. The highest thermal efficiency from experiment is 6% higher than the highest thermal efficiency from simulation. The engine performance result using soybean oil biodiesel is not better than the Pertamina Dex. For that reason, the use of this biodiesel is not suggested to substitute Pertamina Dex.
Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Penempatan Plat Pengganggu Di Depan Returning Blade Terhadap Performa Turbin Angin Tipe Savonius
Ainun Nadhifah;
Triyogi Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (808.475 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.19999
Penelitian ini dilakukan pada sebuah wind tunnel subsonic open circuit dengan ditambahkan suatu plat datar pengganggu dengan panjang (L) = 78,324 mm dan tinggi (T) = 150 mm yang diletakkan di depan returning blade dari sudu turbin angin yang memiliki diameter (d) = 60 mm, overlap (a) = 14 mm, dan tinggi (H) = 80 mm. Sudut penempatan plat datar dengan sumbu sudu divariasikan pada rentang 0˚ hingga 90˚ dengan kenaikan 5˚. Selain itu bilangan Reynolds dari aliran juga divariasikan pada 6,0 x 104; 7,5 x 104; 9,0 x 104. Daya yang dihasilkan turbin dapat diuku dari pengukuran arus dan tegangan listrik yang dihasilkan motor listrik dengan menggunakan multimeter. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya penambahan plat datar pengganggu di depan returning blade akan dapat meningkatkan performa dari turbin angin tipe Savonius. Penambahan plat datar pengganggu dengan L/d = 1,3054 dengan sudut bukaan plat sebesar 40˚ pada bilangan Reynolds 60.000 merupakan konfigurasi paling optimum yang diketahui dengan timbulnya peningkatan pada nilai putaran sebesar 263% dan peningkatan coefficient of power sebesar 460% yang dihasilkan oleh turbin angin Savonius.
Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya
Wahyu Priatna;
Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.511 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20015
Sistem pengkondisian udara menggunakan Air conditioner tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, melainkan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu kondisi udara nyaman. Perencanaan ulang yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan yang digunakan apakah telah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Perencanaan ulang ini dilakukan dengan perhitungan beban pendinginan dari setiap ruangan dan penurunan tekanan pada saluran ducting dengan menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference) dengan memperhatikan letak geografis, dimensi, konstruksi dan kondisi luar bangunan. Desain temperatur ruangan didasarkan pada ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) standard comfort zone sedangkan desain di luar gedung didasarkan pada data dari BMKG Juanda. Dari hasil perhitungan beban pendinginan dan kapasitas udara, didapatkan peralatan pengkondisian udara yakni AHU dan FCU yang mengalami kelebihan kapasitas pendinginan dan kapasitas udara suplai menyebabkan ruangan yang dikondisikan nantinya tidak berada pada kondisi nyaman dikarenakan temperatur yang dihasilkan lebih rendah dari temperature ruangan pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan, juga didapatkan peralatan pengkondisian udara dengan kapasitas yang lebih rendah dari kapasitas perencanaan ulang pada kondisi nyaman menyebabkan kondisi ruangan tidak lagi pada kondisi nyaman. Dari hasil perhitungan perencanaan ulang juga didapatkan besar fan static pressure yang dibutuhkan oleh tiap peralatan pengkondisian udara untuk mensirkulasikan udara didalam system termasuk menyalurkan udara suplai keruangan yang dikondisikan dimana kebutuhan fan static pressure terbesar ialah pada FCU 1-6 sebesar 318,33 Pa dan terkecil pada FCU 206 sebesar 1,08 Pa.
Studi Eksperimental Variasi Kuat Medan Magnet Induksi Pada Aliran Bahan Bakar Terhadap Unjuk Kerja Mesin SINJAI 650 CC (Studi Kasus : Mapping Sumber Tegangan Induksi Magnet)
Mirza Hamdhani;
Bambang Sudarmanta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1058.29 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20016
Pemberian induksi medan magnet pada aliran bahan bakar dapat memberikan efek de-clustering pada molekul CH dari kondisi semula molekul CH membentuk clustering. De-clustering molekul CH ini akan memudahkan oksigen untuk terikat lebih menyeluruh pada molekul CH pada saat proses pengoksidasian, sehingga tercapainya pembakaran yang lebih baik. Pengujian ini memvariasikan nilai resistansi induksi magnet yakni, B2=900 Ω, B1=700 Ω dan B0=460 Ω, serta memvariasikan besar tegangan yang diberikan pada masing-masing induksi medan magnet dari 20 VDC – 100 VDC dengan interval kenaikan 20 VDC. Pengujian dimmulai dengan mengukur besar kuat medan magnet induksi. Kemudian pengujian FTIR mengetahui gugus fungsional senyawa bahan bakar dan mempelajari reaksi yang terjadi melaui radiasi infra merah yang divisualkan sebagai fungsi frekuensi (atau panjang gelombang) radiasi, Melakukan pengujian unjuk kerja dengan full open throttle pembebanan putaran dengan waterbrake dynamometer pada putaran mesin 5000 rpm – 2000 rpm dengan interval 500 rpm. Pada pengujian FTIR bahan bakar setelah dipengaruhi induksi magnet menunjukkan perubahan intensitas transmittance pada panjang gelombang. Kenaikan maksimal pada pemberian 100 V, yaitu B2=20.155 %, B1=22.636 %, dan B0=25.679%. Pada unjuk kerja terhadap setiap variasi tegangan semua unjuk kerja terbaik pada B0 100 V, yakni menaikkan persentase torsi = 9.79%, daya = 9.202%, bmep = 9.79%, efficiency thermal = 19.89%, dan menurunkan bsfc = 16.66%. Hasil emisi menunjukkan perbaikan kualitas emisi, yaitu paling baik didapat pada B0 100V. Secara rata-rata menurunkan CO = 44.97%, HC =18.36% dan untuk CO2 menaikkan 18.22%.
Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW) Secara Langsung
Achmad Rizkal;
Bambang Sudarmanta
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1021.318 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20017
Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw) pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW) kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass. Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc) mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang )pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.
Analisis Termal High Pressure Feedwater Heater di PLTU PT. XYZ
Maria Ulfa Damayanti;
Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1083.369 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20063
Abstrak- PT. XYZ mengoperasikan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit 3, 7 dan 8 berkapasitas 2.030 MegaWatt. Pada PLTU Paiton unit 7 dan 8 terdapat delapan buah feedwater heater yaitu empat buah Low Pressure Water Heater (LPWH), tiga buah High Pressure Water Heater (HPWH), dan sebuah dearator. Pada PLTU Paiton unit 7 dan 8 terdapat kerusakan pada HPWH 6 yang menyebabkan penurunan efisiensi dari siklus secara keseluruhan. Penurunan efisiensi dapat terjadi karena temperatur feedwater sebelum masuk ke boiler terlalu rendah, sehingga kalor yang dibutuhkan oleh boiler untuk memanaskan feedwater meningkat. Oleh karena itu konsumsi batubara akan meningkat dan menyebabkan terjadi kenaikan biaya operasional harian dalam sistem pembangkit. Dari data Divisi Produksi PT. XYZ Unit 7 dan 8 diperoleh spesifikasi HPWH 6, 7, dan 8 dan propertis fluida dalam HPWH 6, 7, dan 8. Data tersebut digunakan sebagai dasar analisis termal yang meliputi performa masing-masing HPH. Tahap selanjutnya dalam analisis termal adalah memvariasikan beban 25%, 50%, 75%, 100%, dan 105%. Tahap terakhir analisis adalah menghitung performa dengan variasi sumbatan (plug) 5%, 10%, 15%, dan 20% sesuai dengan variasi beban. Hasil yang didapatkan dari penelitian tugas akhir ini adalah nilai effectiveness tertinggi tercapai pada pembebanan 100% serta menghasilkan pressure drop tertinggi pada pembebanan 105%, nilai effectiveness terbesar serta nilai pressure drop terkecil terjadi pada zona Condensing, serta sumbatan (plugging) pada HPH akan menyebabkan penurunan nilai effectiveness dan kenaikan pressure drop sisi tube.
Studi Simulasi Numerik dan Eksperimental Pengaruh Penambahan Fin Berbentuk Prisma Segitiga Tegak Lurus Aliran yang Dipasang pada Bagian Bawah Plat Absorber Berbentuk V Terhadap Efisiensi Kolektor Surya Pemanas Udara
Clarissa Suroso;
Djatmiko Ichsani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (930.561 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20086
Sumber energi fosil akan habis dalam beberapa tahun lagi jika tidak ada alternatif energi untuk dijadikan bahan bakar[1]. Energi alternatif yang mudah didapatkan di Indonesia adalah energi surya yang dapat diaplikasikan dalam solar air collector sebagai pengering diberbagai industri. Pada penelitian ini dilakukan uji performa kolektor surya berbentuk v-corrugated dengan penambahan fin prisma segitiga pada bagian bawah plat absorber. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi untuk mengetahui ketinggian dan jarak fin terhadap obstacle paling optimum dan eksperimen untuk mengetahui pengaruh penambahan fin terhadap efisiensi kolektor surya. Pada simulasi, variasi ketinggian fin adalah 3mm; 4mm; 5mm dan jarak fin 0,25l; 0,50l; 0,75l. Fin paling optimum dicapai pada ketinggian 3mm dan jarak 0,50l dilihat berdasarkan rasio ∆P/∆T yang paling kecilyaitu 37,067. Fin tersebut diuji secara eksperimen dengan variasi laju aliran massa 0,002kg/s; 0,004kg/s; 0,006kg/s; 0,008kg/s dan intensitas radiasi lampu halogen 431Watt/m2; 575Watt/m2; 719Watt/m2. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah besarnyaenergi berguna yang diserap oleh fluida kerja berbanding lurus dengan peningkatan laju aliran massa dan intensitas radiasi. Sedangkan besarnya effisiensi dari kolektor surya yang diuji berbanding lurus dengan peningkatan laju aliran massa namun berbanding terbalik dengan intensitas radiasi. Energi berguna (Qu) paling tinggi dicapai pada laju aliran massa 0,008 kg/s dengan intensitas radiasi 719 Watt/m2 yakni 72,67 Watt dan effisiensi tertinggi sebesar 91,77%dicapai pada laju aliran massa 0,008 kg/s dengan intensitas radiasi sebesar 431 Watt/m2.
Studi Simulasi Numerik dan Eksperimental Pengaruh Penambahan Fin Berbentuk Setengah Silinder Tegak Lurus Aliran yang Dipasang pada Bagian Bawah Plat Absorber Berbentuk V Terhadap Efisiensi Kolektor Surya Pemanas Udara
Fajar Sri Lestari Pangukir;
Djatmiko Ichsani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1103.023 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20120
Energi fosil termasuk energi yang tidak dapat diperbaruhi sehingga keberadaannya lama kelamaan akan habis. Energi surya termasuk energi terbarukan yang mudah didapat dan ramah lingkungan terutama Indonesia. Energi ini dapat dikonversi menjadi energi termal menggunakan kolektor surya.. Kolektor surya (solar collector) merupakan alat yang memanfaatkan energi radiasi matahari untuk diserap oleh plat penyerap selanjutnya dipindahkan ke fluida kerja yakni udara atau air. Untuk meningkatkan efisiensi termal kolektor surya dengan meningkatkan koefisien konveksi, turbulensi aliran di dalam duct kolektor surya. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan gangguan aliran berupa obstacle dan fin agar memperluas area perpindahan panas. Pemilihan diameter fin yakni 6,8,10 mm berbentuk setengah silinder serta jarak fin terhadap obstacle yakni 0,25L;0,5L;0,75L dilakukan dengan metode simulasi numerik menggunakan software Fluent 6.3.26 dan software GAMBIT 2.4.6. Hasil permodelan didapatkan diameter fin 6 mm dan jarak 0,5L paling optimum selanjutnya dilakukan studi eksperimen untuk menguji pengaruh fin terhadap performansi dan efisiensi kolektor surya. V corrugated absorber plate, obstacle berbentuk segitiga dengan sudut tekuk 300. Pengambilan data eksperimen dilakukan dengan menvariasikan laju aliran massa dari 0,002 kg/s hingga 0,008 kg/s dengan kenaikan tiap 0,002 kg/s dan intensitas radiasi yakni 431 Watt/m2 dan 575Watt/m2. Hasil yang didapatkan dari penelitian tugas akhir ini adalah nilai energi berguna yang dihasilkan (Q) paling tinggi dihasilkan pada laju aliran massa sebesar 0,006 kg/s dengan intensitas radiasi 575 Watt/m2 yakni 68,331 Watt dan efisiensi paling ditinggi yakni 0,867 pada 0,006 kg/s dengan intensitas radiasi sebesar 431 Watt/m2 dan penurunan tekanan sebesar 29 Pascal.