Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
472 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2016)"
:
472 Documents
clear
PEMBANGUNAN APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PERAMALAN HARGA SAHAM DENGAN METODE MOVING AVERAGE, EXPONENTIAL SMOOTHING, DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
Ruben Allpio Siregar;
Edwin Riksakamora
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.744 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17070
Saham merupakan salah satu media untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan dan juga dapat diperjual-belikan. Harga saham merupakan salah satu indikator dalam jual-beli saham yang digunakan investor untuk menentukan keputusan. Keputusan yang akan diambil mengenai saham mana yang akan dibeli atau disimpan sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Peramalan atau prediksi harga saham secara kuantitatif dapat dilakukan berdasarkan data historis dan dengan menggunakan model matematis. Data historis pergerakan harga saham dapat dianalisa untuk menemukan pola pergerakan yang terjadi. Analisa pola pergerakan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode peramalan seperti moving average, exponential smoothing, artificial neural network, dan lain-lain. Metode Moving Average merupakan metode peramalan yang menggunakan nilai rerata beberapa periode dari data historis yang ada. Moving Average baik digunakan untuk data yang relatif stabil. Metode Exponential Smoothing merupakan metode peramalan dengan menambahkan bobot untuk data historis periode sebelumnya dengan nilai peramalan periode sebelumnya, menentukan tren yang terjadi, dan menentukan nilai musiman dari data historis. Metode Artificial Neural Network merupakan jaringan yang terdiri atas sekelompok unit pemroses yang dimodelkan hampir seperti jaringan saraf manusia. Dengan melakukan pembenaran pada weight dan bias berdasarkan error yang terjadi. Setelah itu akan didapat Neural Network yang baik dan siap untuk melakukan proses yang berulang-ulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sarana informasi mengenai peramalan harga saham dengan beberapa metode peramalan untuk dapat saling dibandingkan pada teknologi aplikasi berbasis web.
RANCANG BANGUN APLIKASI NULIS: MEDIA PEMBELAJARAN SISWA DISGRAFIA
Peni Sriwahyu Natasari;
Dwi Sunaryono;
Rully Soelaiman
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.74 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17096
Siswa penyandang disgrafia atau kesulitan belajar menulis merupakan salah satu dari ‘Learning Disorder’. Pada anak kesulitan belajar menulis, proses menuliskan informasi merupakan hal sangat sulit. Kemampuan motorik anak terganggu dan mengakibatkan kemampuan gerak dalam kehidupan sehari-hari juga mengalami kesulitan. Siswa disgrafia dapat disembuhkan dengan melakukan kegiatan menulis secara terus-menerus serta memberikan pelatihan motorik. Salah satu solusi untuk permasalahan ini pada bidang teknologi yaitu pengembangan aplikasi NULIS. Aplikasi NULIS memiliki dua jenis muatan yaitu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika yang dapat dipersonalisasikan oleh pendidik terhadap kebutuhan siswa. Penulis telah melakukan pembelajaran terhadap 5 siswa di Sekolah Aditama Surabaya, dan memperoleh hasil sebesar 65% parameter kemampuan menulis mengalami peningkatan. Selain itu aplikasi NULIS dapat membantu pembelajaran pada anak dengan keleluasaan pendidik dalam mengubah aktivitas. Pada akhirnya, penggunaan dari perangkat bergerak dengan muatan multimedia yang interaktif dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran..
Rancang Bangun Aplikasi Piano Virtual Menggunakan Teknologi Augmented Reality dan Vuforia SDK
Rahma Fida Fadhilah;
Nanik Suciati;
Wijayanti Nurul Khotimah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (526.881 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17122
Piano yang diketahui berbentuk besar, tidak portabel dan relatif mahal sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar piano melalui teknologi komputer. Telah banyak aplikasi bermain piano yang ada, namun metode yang digunakan kurang menarik. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah aplikasi yang dapat menjadikan piano lebih menarik untuk dimainkan. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi Augmented Reality (AR). AR mampu memberikan pengalaman yang interaktif dengan menampilkan objek 3 dimensi sehingga terlihat nyata kepada pengguna. Untuk mengembangkan tampilan AR, digunakan Library Vuforia SDK. Pengguna juga dapat menyentuh langsung tombol virtual atau Virtual Button yang merupakan fitur bawaan Library Vuforia SDK. Hasil pengujian aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat menampilkan objek piano dengan tampilan AR dan pengguna dapat menyentuh tombol virtual . maka dari itu, aplikasi yang dibangun berhasil memberikan pengalaman baru kepada pengguna dari segi tampilan dan permainan.
Pemanfaatan Data Landsat-8 dan MODIS untuk Identifikasi Daerah Bekas Terbakar Menggunakan Metode NDVI (Studi Kasus: Kawasan Gunung Bromo)
Nurul Aini;
Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1177.586 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17155
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah serius yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Kebakaran terjadi akibat faktor alam atau bahkan karena unsur kesengajaan manusia. Salah satu contoh kasus kebakaran adalah kebakaran hutan savana di kawasan Gunung Bromo pada tanggal 20 sampai 23 Oktober 2014. Kebakaran yang berlangsung selama empat hari tersebut telah menghanguskan kurang lebih 1.487 Ha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran merupakan ancaman serius karena kerugian yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penanganan pasca kebakaran. Salah satu caranya adalah penyediaan informasi spasial daerah bekas terbakar dalam bentuk peta. Peta dibuat dengan memanfaatkan data penginderaan jauh yaitu citra Landsat-8 dan citra MODIS sebelum dan sesudah kebakaran. Daerah bekas terbakar diidentifkasi dengan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). NDVI memanfaatkan kanal inframerah dekat dan kanal merah untuk menganalisa kerapatan vegetasi. Suatu piksel diklasifikasi sebagai daerah bekas terbakar jika nilainya melebihi nilai threshold. Model threshold yang digunakan dalam penelitian ini adalah µ - 1σ, µ, dan µ + 1σ. Berdasarkan hasil identifikasi daerah bekas terbakar pada kedua citra, didapat nilai akurasi terbesar citra Landsat-8 adalah 48,394% dari model µ - 1σ sedangkan citra MODIS adalah 57,089% dari model µ. Luas daerah bekas terbakar untuk citra Landsat-8 sebesar 1.354,5 Ha sedangkan untuk citra MODIS sebesar 1.005,209 Ha.
Analisis Ketelitian Penetuan Posisi Horisontal Menggunakan Antena GPS Geodetik Ashtech ASH111661
I Gede Brawisma Putra;
Mokhamad Nur Cahyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.327 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17159
Saat ini banyak vendor GPS yang telah mengembangkan teknologi antena GPS dengan komponen dan tingkat kecanggihan yang berbeda, salah satunya adalah Ashtech. Ketelitian posisi pengamatan GPS akan tergantung pada jumlah satelit yang dapat diamati. Karena ketelitian merupakan hal yang penting dalam penentuan posisi, maka perlu dilakukan penelitian terhadap hal tersebut yang memungkinkan user/pengguna mendapatkan ketelitian dari titik pengamatan sesuai dengan tujuannya. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data pengukuran titik dengan metode kinematik di bentang tengah jembatan Suramadu dan dengan metode statik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember menggunakan antena GPS Geodetik Ashtech ASH111661. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak ilmiah GAMIT 10.6. Kemudian dianalisis hasil dari pergerakan posisi titik yang diamati. Ketelitian posisi ditentukan dengan mempertimbangkan standar deviasi dan deformasi titik. Dari hasil analisa, pengukuran menggunakan antena GPS Ashtech ASH111661 menghasilkan standar deviasi 0.00343 m untuk pengukuran statik pada ruang terbuka, untuk standar deviasi pengukuran statik pada ruang tertutup sebesar 0.00199 m, dan didapatkan selisih pengukuran deformasi jembatan Suramadu sebesar 0.0199 m. Dari hasil uji statistik hasil pengukuran pada metode ruang terbuka tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada metode statik. Sedangkan pada ruang tertutup, terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil pengukuran Ashtech ASH111661 terhadap spesifikasi alatnya.
Analisis Ketelitian Geometrik Citra Pleiades 1A untuk Pembuatan Peta Dasar Lahan Pertanian (Studi Kasus: Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan)
Andreas Kelvin Pujianto;
Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (831.689 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17160
Penggunaan citra satelit resolusi tinggi lebih tepat dan akurat dibanding citra satelit resolusi rendah. Pada saat ini, beberapa satelit dapat menghasilkan citra dengan resolusi spasial kurang dari 1 m. Selain itu, salah satu keuntungan dari data citra satelit resolusi tinggi untuk deteksi dan inventarisasi sumber daya alam adalah setiap lembar (scene) citra ini mencakup wilayah yang sangat luas yaitu sekitar 60–180 km2 (360.000–3.240.000 ha) [5]. Interpretasi visual pada citra Pleiades 1A dan survei lapangan telah membuktikan bahwa mayoritas daerah Kecamatan Socah memiliki tutupan lahan berupa lahan pertanian yang lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Bangkalan. Alasan tersebut menjadikan Kecamatan Socah sebagai lokasi penelitian. Proses rektifikasi citra menggunakan koordinat titik horizontal (X,Y) dari Ground Control Point (GCP) yang didapatkan dari pengukuran lapangan menggunakan GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 45 menit tiap baseline. Sedangkan untuk uji ketelitian citra menggunakan pengukuran titik Independent Control Point (ICP) yang didapatkan dari pengukuran GPS geodetik dengan metode static dengan lama pengukuran 15 menit. Nilai Root Mean Square Error (RMSE) titik ICP dari transformasi affine sebesar 0,645 m, sedangkan polynomial orde-2 sebesar 0,533 m. Masing-masing nilai RMSE titik ICP kemudian dikalikan dengan koefisien Circular Error 90% (CE90) dari Perka BIG no. 15 tahun 2014 maka didapatkan nilai ketelitian geometric sebesar 0,979 m pada affine dan 0,809 m pada polynomial orde-2. Hasil ketelitian geometric dari kedua metode transformasi menunjukkan nilai ≤ 1 m, sehingga citra Pleiades 1A memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai peta dasar skala 1:5.000 dengan kategori kelas 1.
Studi Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope dan Lowest Height Dengan Aster GDEMV2 dan Alos Palsar (Studi Kasus: Gunung Kelud, Jawa Timur)
Akhmad Sigit Aisandy;
Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (884.349 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17162
Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 mdpl dengan kemiringan lebih dari 40º. Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur memiliki tipe erupsi stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosit. Mempunyai nilai volcanic explosive index 4, dengan durasi letusan ± 12 menit. Letusan Gunung Kelud salah satunya menghasilkan aliran hidrologi yaitu berupa lahar dan lava yang dapat memberikan ancaman tinggi bagi masyarakat sekitar. Data yang digunakan untuk penentuan aliran hidrologi (lahar dan lava) tersebut adalah DEM ASTER GDEMV2 dan ALOS PALSAR. DEM memiliki informasi data ketinggian yang dapat digunakan untuk memodelkan penentuan arah aliran hidrologi. Hasil pemodelannya menyerupai bentuk di lapangan, sehingga dapat digunakan untuk mitigasi bencana. Teknik penentuan aliran hidrologi pada penelitian ini menggunakan metode steepest slope dan lowest height berdasarkan teori aliran hidrologi. Dari hasil arah pemodelan aliran metode steepest slope, arah aliran hidrologi yang dominan dari puncak Gunung Kelud adalah menuju ke arah barat (21%), utara (19%), dan selatan (16%). Sedangkan untuk metode lowest height lebih dominan menuju ke arah barat (19%), barat laut (18%), dan barat laut (19%). Dapat disimpulkan bahwa aliran dominan menuju arah barat, barat laut, barat daya, selatan dan utara. Sedangkan hasil perbandingan akumulasi aliran yang di-overlay dengan data BNPB, pada metode steepest slope dari data DEM ASTER GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 9,81% sedangkan data DEM ALOS PALSAR 7,29%. Sedangkan metode lowest height dari data DEM ASTER GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 12,18% sedangkan data DEM ALOS PALSAR 11,25%. Desa yang terdampak letusan Gunung Kelud yaitu untuk Kabupaten Kediri 29 desa, Blitar 26 desa dan Malang 2 desa.
Analisa Ketelitian Geometrik Citra Pleiades 1A dan Worldview-2 untuk Pembuatan Peta Dasar Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan (Studi Kasus: Surabaya Pusat)
Ricko Buana Surya;
Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.69 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17166
Perkembangan teknologi penginderaan jauh mulai banyak diterapkan untuk berbagai keperluan, misalnya pembuatan peta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan skala 1:5000. Saat ini, ada beberapa satelit yang dapat menghasilkan citra resolusi tinggi dengan resolusi spasial kurang dari 1-2 m. Namun data citra yang diperoleh dari satelit-satelit tersebut harus diolah sedemikian rupa untuk meminimalisasi adanya kesalahan, terutama kesalahan geometrik. Data citra Pleiades 1A tahun 2015 dan citra Worldview-2 tahun 2012. Kedua citra tersebut dikoreksi secara geometrik menggunakan dua metode transformasi yaitu affine dan polynomial orde-2. Proses koreksi geometrik dengan menggunakan 8 titik kontrol tanah (GCP) tersebar merata pada keseluruhan area studi yaitu Surabaya Pusat. Koordinat GCP diukur langsung di lapangan menggunakan GPS geodetik dengan metode statik dan lama pengamatan untuk setiap titik sekitar 40 menit. Kemudian citra terkoreksi dilakukan uji ketelitian koordinat dengan menggunakan ICP sebanyak 12 titik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai RMSE menggunakan metode transformasi polynomial orde-2 lebih baik dibandingkan dengan metode affine. Citra Worldview-2 menghasilkan nilai RMSE lebih kecil dibandingkan dengan citra Pleiades 1A pada kedua metode transformasi yang digunakan. Untuk kelayakan citra sebagai peta dasar, citra Pleiades 1A memenuhi syarat peta skala 1:5000 dan citra Worldview-2 memenuhi syarat peta skala 1:5000.
Analisa Ketelitian Orthorektifikasi Citra Pleiades untuk Pembuatan Peta Rencana Detail Tata Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Kota Surabaya)
Meika Sumarsono;
Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.06 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17167
Surabaya merupakan salah satu kota besar yang mempunyai banyak penduduk sehingga perlu adanya pengembangan RTH yang cukup dalam suatu wilayah agar kondisi lingkungan tetap nyaman salah satunya dengan pembuatan peta RDTR RTH menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Namun citra satelit resolusi tinggi perlu dikoreksi secara geometrik dengan orthorektifikasi untuk memposisikan kembali citra sesuai lokasi sebenarnya karena pada saat peliputan data terjadi pergeseran posisi. Penelitian ini mengkaji ketelitian orthorektifikasi citra Pleiades 1A dengan menggunakan metode RPC sebagai peta dasar untuk rekomendasi dalam pembuatan peta RDTR RTH di wilayah Surabaya bagian pusat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu citra Pleiades 1A dengan resolusi spasial 0,5 m pankromatik dan 2 m multispektral, DEM ALOS PALSAR dengan ketelitian 12,5 m, Ground Control Point (GCP) hasil dari pengukuran di lapangan. Ketelitian geometrik menggunakan metode RPC di mana metode ini menggunakan informasi parameter orientasi dalam yang terdapat di metadata serta dibantu dengan titik kontrol tanah dan DEM. Hasil proses orthorektifikasi dengan menggunakan 8 titik GCP berupa RMSE sebesar 0,36 piksel dan 0,18 m yang memenuhi syarat untuk pembuatan peta dasar skala 1:5000. Hasil orthorektifikasi ini diuji dengan cara tumpang tindih (overlay) terhadap peta skala 1:25.000.
Analisis Metode Delineasi Bidang Tanah Pada Citra Resolusi Tinggi Dalam Pembuatan Kadaster Lengkap
Arinda Kusuma Wardani;
Agung Budi Cahyono;
Dwi Budi Martono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.455 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17173
Delineasi bidang tanah dilakukan dengan cara mengidentifikasi bidang-bidang tanah dengan menggunakan peta foto dan menarik garis ukur untuk batas bidang tanah yang jelas dan memenuhi syarat. Dalam penarikan batas, ada 2 metode yang dapat dijadikan sebagai acuan, yaitu delineasi metode general boundary (penarikan batas dari kenampakan yang terlihat) dan delineasi metode fixed boundary (penarikan batas dari hasil pengukuran di lapangan). Delineasi dengan metode general boundary dapat dijadikan sebagai alat dalam percepatan pembangunan basis data bidang tanah yang lengkap, cepat dan lebih murah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dari beberapa delineasi metode general boundary, hasil ketelitian yang paling mendekati toleransi adalah delineasi metode general boundary pada skala perbesaran 1:1000 dengan penarikan batas sisi tengah dari kenapampakan yang terlihat (hasil dilihat dari jumlah sampel yang paling banyak diterima berdasarkan standarisasi yang telah ditetapkan). Analisis juga dilakukan dengan menggunakan uji hipotesis selisih nilai rata-rata berpasangan (uji paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode general boundary yang dilakukan pada citra resolusi tinggi Quickbird tahun 2007 secara keseluruhan memenuhi toleransi apabila akan digunakan dalam memenuhi kebutuhan geometrik bentuk dan luas. Akan tetapi apabila untuk memenuhi kebutuhan geometrik posisi, cara ini tidak bisa diterima.