cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Pengembangan Urban Farming Berdasarkan Preferensi Masyarakat Kecamatan Semampir Kota Surabaya Nadia Belinda; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.996 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25008

Abstract

Urban farming bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy. Urban farming bermula di Amerika Serikat sebagai upaya terhadap buruknya situasi dan kondisi ekonomi beberapa negara pada saat perang dunia II. Di Surabaya, urban farming dilakukan guna mengentaskan masalah ekonomi dan ketahanan pangan untuk gakin. Namun pada faktanya di Kecamatan Semampir, kegiatan urban farming belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat dan kelembagaan setempat selaku pengelola utama. Untuk itu diperlukan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat agar peran masyarakat menjadi optimal. Sasaran pertama dari penelitian ini adalah identifikasi potensi dan permalasahan Kecamatan Semampir untuk kegiatan urban farming menggunakan teknik teoritikal deskriptif. Sasaran kedua adalah mengidentifikasi preferensi masyarakat Kecamatan Semampir mengenai urban farming menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Sasaran ketiga adalah merumuskan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir menggunkan teknik analisa deskriptif kualitatif.  Hasil akhir dari penelitian ini berupa arahan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir yaitu dikembangkan di lahan private dan lahan bersama. Pada lahan private sebagai fungsi ekonomi dan ketahanan pangan dengan jenis tanaman pangan (sayuran dan protein nabati).  Pada lahan bersama sebagai fungsi ruang terbuka hijau dengan jenis tanaman herbal menggunakan teknik hidroponik.
Faktor Penentu Lokasi Sentra Industri Kecil Pengolahan Hasil Perikanan Tangkap di Kawasan Pesisir Kota Pasuruan Farida Puspita Rini; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.314 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25016

Abstract

Kota Pasuruan merupakan salah satu kawasan pesisir strategis penghasil sumber daya perikanan yang melimpah  serta mempunyai jumlah tenaga kerja lapangan usaha perikanan yang tinggi di wilayah Provinsi Jawa Timur. Namun kondisi industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap yang dikelola dalam skala rumah tangga masih tersebar dan tingkat produktivitas mengalami penurunan dikarenakan belum adanya lokasi sentra industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap yang sesuai dan tepat untuk mendukung kegiatan produksi pengolahan perikanan tangkap kawasan pesisir Kota Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot faktor penentu lokasi pengembangan sentra industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap di kawasan pesisir Kota Pasuruan melalui teknik analisis AHP (Analytical Hirarki Process). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 6 (enam) faktor dan 20 variabel penelitian dengan bobot tertinggi pada faktor bahan baku sebesar 0.248 atau 25% dari keseluruhan total bobot faktor yang ada. Sehingga bahan baku menjadi faktor prioritas pertama. Penelitian ini dilakukan di 7 kelurahan pesisir Kota Pasuruan dengan 2 (dua) tahapan penelitian.
Arahan Peningkatan Pelayanan Kereta Komuter Surabaya-Lamongan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Wiratama Adi Nugraha; Sarjito Sarjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.105 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25020

Abstract

Sebagai kota besar, Surabaya menjadi penarik pergerakan dari wilayah sekitarnya ke  Kota Surabaya. Salah satu pelaku pergerekan adalah pekerja komuter yang berada di Kabupaten Lamongan untuk berkerja di Kota Surabaya. Salah satu moda transportasi yang digunakan untuk pergerakan tersebut adalah dengan menggunakan kereta komuter Surabaya-Lamongan. Dalam penyelenggara kereta komuter sampai saat ini masih belum diminati oleh calon pengguna, hal ini bisa dilihat dari masih rendahnya okupansi kereta (dibawah 50%) serta tren penurun jumlah penumpang kereta komuter dari tahun ke tahun. Oleh karena itu perlu ada upaya peningkatan okupansi penumpang kereta komuter Surabaya-Lamongan melihat dari preferensi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan peningkatan pelayanan kereta komuter Surabaya-Lamongan berdasarkan preferensi masyarakat. Pada awalnya variabel pelayanan ditentukan terlebih dahulu melalui studi litratur yang disesuaikan dengan kondisi lapangan melalui analisis delphi. Pengukuran kepuasan pelayanan dilihat dengan analisa service quality yang melihat tingkat kepuasan dan tingkat harapan pada suatu pelayanan beserta pebobotan masing-masing variabel pelayanan dengan menggunakan pembobotan AHP. Setelah itu dilakukan analisis triangulasi untuk menentukan arahan peningkatan pelayanannya dengan menggabungkan hasl kepuasan pelayanan yang menjadi prioritas, kondisi lapangan, regulasi, serta studi kasus yang ada. Hasil analisis ini berupa arahan layanan di pelayanan internal dan eksternal kereta komuter Surabaya-Lamongan. Pelayanan internal meliputi beberapa arahan berupa perbaikan pola operasional dan lalu lintas kereta api agar perjalanan lebih cepat dan tepat waktu, menambah fitur keamanan, potensi penambahan frekuensi pelayanan, perlunya studi penambahan stasiun, serta perbaikan kenyamanan sesuai standar. Pada pelayanan eksternal, arahan meliputi memperbanyak frekuensi angkutan umum, memperbanyak halte angkutan umum, mempersingkat headway, serta peningkatan keamanan angkutan umum.
Identifikasi Potensi dan Masalah dalam Revitalisasi Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara Inggar Rayi Arbani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.269 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25021

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya merencanakan untuk merevitalisasi Kawasan Sungai Kalimas sejak tahun 2006 yang memiliki 9 titik revitalisasi secara keseluruhan. Namun, sejak tahun 2010, pemerintah Kota Surabaya memfokuskan revitalisasi di Surabaya Utara yang terbagi menjadi 3 titik revitalisasi, yaitu Kawasan Pelabuhan Kalimas, Kawasan Jembatan Petekan, dan Kawasan Jembatan Merah. Kondisi 3 titik revitalisasi yang belum adanya perubahan yang signifikan maka dibutuhkan kajian mengenai potensi dan masalah masing-masing titik sebagai upaya untuk mengefektifkan proses revitalisai. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian perumusan strategi revitalisasi pada Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh melalui in-depth interview kepada stakeholder yang telah ditentukan sebelumnya serta studi literatur pad dokumen-dokumen perencanaan terkait kondisi eksisting kawasan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Content Analysis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa potensi pada 3 titik revitalisasi ini yaitu kawasan ini masih memiliki peninggalan bersejarah berupa bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Kemudian, masalah pada kawasan ini yaitu adanya ketidakserasian pendapat antara pemerintah dan masyarakat, dan juga pemerintah daerah dengan pemerintah kota terkait penetapan status cagar budaya pada suatu bangunan.
Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya yang Berkelanjutan Pada Kampung Lawas Maspati, Surabaya Ni Ketut Ratih Larasati; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.151 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25024

Abstract

Kampung Lawas Maspati adalah salah satu aset budaya di Kota Surabaya yang memiliki nilai historis dan beragam daya tarik budaya. Namun, potensi yang mendukung posisi kampung sebagai kampung wisata menghadapi beberapa tantangan yaitu lemahnya peran pemerintah dalam mengelola aset budaya khususnya dalam pemanfaatannya sebagai daya tarik pariwisata, dan kecenderungan modernisasi perkotaan dan pembangunan kota yang mengancam eksistensi dari Kampung Lawas Maspati. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis konten, IFAS EFAS dan matriks SWOT.  Hasil analisis IFAS dan EFAS dalam diagram cartesius SWOT, menunjukkan kampung Lawas Maspati berada pada posisi yang menguntungkan dengan faktor kekuatan dan peluang yang dominan dan growth strategy sebagai fokus utama strategi pengembangan. Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal dengan menggunakan matriks SWOT, terdapat empat strategi utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang dapat diimplementasikan pada Kampung Lawas Maspati diantaranya adalah strategi optimalisasi pengelolaan pariwisata budaya, strategi optimalisasi potensi home based enterprises pada kampung untuk mendukung kegiatan pariwisata, pemanfaatan budaya intangible pada kampung sebagai produk pariwisata budaya dan pengelolaan aset budaya tangibe pada kampung melalui peluang kerja sama.
Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang Dian Fajar Novitasari; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.804 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25025

Abstract

Ruang terbuka hijau saat ini berfokus memiliki fungsi aktif dalam artian sebagai ruang sosial, yaitu sebagai tempat berinteraksi masyarakat, sarana olahraga, serta tempat rekreasi. Salah satu usaha yang telah dilakukan Pemerintah Jombang adalah membangun Taman Keplaksari sebagai RTH aktif berbentuk taman kota. Taman Keplaksari sebelumnya merupakan RTH pasif berbentuk hutan kota. Lokasi Taman Keplaksari yang strategis diharapkan dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat Jombang serta menjadi persinggahan bagi masyarakat luar kota yang melintas. Namun pada kenyataannya fungsi sosial Taman Keplaksari belum terwujud secara optimal. Dibandingkan ruang publik lain di Jombang, jumlah pengunjung Taman Keplaksari tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap faktor internal (self generated) yaitu karakteristik pengunjung dan aktvitasnya yang bertujuan untuk membuktikan kesesuaian Taman Keplaksari sebagai ruang sosial. Dalam melakukan analisis faktor internal tersebut diidentifikasi berdasarkan sosial-ekonomi dan pola kunjungan. Karakteristik sosial ekonomi dibagi berdasarkan usia,  jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Sedangkan karakteristik pola kunjungan dibagi berdasarkan pasangan interaksi, frekuensi kunjungan, jarak yang ditempuh, dan moda transportasi. Hasil dari penulisan artikel ini berupa saran dan rekomendasi dalam meningkatkan kinerja Taman Keplaksari sebagai ruang sosial.
Penilaian Resiliensi Dimensi Sosial Berdasarkan Konsep Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI) Mega Utami Ciptaningrum; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.56 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25028

Abstract

Banjir akibat meluapnya Kali Lamong selalu berdampak terhadap 2 wilayah perkotaan di Kabupaten Gresik, yaitu wilayah perkotaan Desa Cerme Kidul dan Desa Bulurejo.  Banjir tahun 2014 hingga 2015, telah merendam sebanyak 30 rumah, 110 ha sawah dan 105 ha tambak di Desa Cerme Kidul. Sedangkan di Desa Bulurejo, banjir telah merendam 300 rumah dan 41 ha sawah, serta merendam pasar Benjeng dan beberapa fasilitas umum. Tren dalam menghadapi bencana saat ini lebih ditekankan pada upaya peningkatan resiliensi bencana karena lebih menghemat biaya. Untuk merumuskan arahan adaptasi peningkatan resiliensi sosial yang sesuai perlu dilakukannya penilaian terhadap level resiliensi eksisting terlebih dahulu. Konsep Climate and Disaster Resilience Initiative (CDRI) dipilih untuk menilai resiliensi dalam penelitian ini karena kesesuaiannya dengan kondisi wilayah penelitian. Dimensi sosial menjadi fokus utama dalam penelitian ini karena merupakan kunci utama peningkatan resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian mengenai penentuan arahan adaptasi peningkatan resiliensi dimensi sosial di wilayah perkotaan desa Bulurejo dan Desa Cerme Kidul terhadap banjir luapan Kali Lamong. Melalui analisis terhadap kuesioner menggunakan skala likert dan deskriptive kualitatif diperoleh nilai resiliensi kedua wilayah perkotaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi kedua desa tersebut termasuk dalam level tinggi. Namun Desa Cerme Kidul lebih resilien jika dibandingkan dengan Desa Bulurejo.
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek Astarina Cleosa Damayanti; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.849 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25052

Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan Kabupaten pada pesisir selatan yang memiliki potensi wisata pantai yang besar. Pantai yang berkembang adalah pantai Karanggongso dan pantai Prigi. Kedua pantai tersebut memiliki karakteristik yang berbeda yang mengakibatkan terjadinya perbedaan jumlah kunjungan  yang signifikan. Selama ini pengembangan kepariwisataan kurang adanya keterpaduan pembangunan komponen daya tarik wisata.. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah arahan pengembangan kawasan wisata Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilakukan pada 2 pantai yaitu pantai Karanggongso dan pantai Prigi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Delphi dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini berupa arahan pengembangan kawasan wisata pantai Karanggongso dan pantai Prigi, yaitu pada ODTW di pantai Karanggongso diharapkan mempertahankan atraksi wisata yang ada, sedangkan pantai Prigi harus menambahkan atraksi wisata dan mempertahankan Larung Sambonyo. Pada aksesibilitas diarahkan untuk pelebaran jalan dan memperbaiki kondisi jalan. Perbaikan dan penambahan fasilitas dan infrastruktur. Aspek kelembagaan dan partisipasi masyarakat juga diperlukan demi perkembangan kawasan wisata pantai. Untuk menjaga keindahan pantai diarahkan untuk selalu menjaga kondisi lingkungan baik didarat maupun bawah laut serta pentingnya promosi wisata untuk lebih mengenalkan kawasan wisata pantai Karanggongso dan pantai Prigi.
Pandangan Terhadap Fenomena Gentrifikasi dan Hubungannya dengan Perencanaan Spasial Azka Nur Medha; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.443 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25056

Abstract

Perencanaan spasial di Indonesia bersandar pada pendekatan Rational Comprehensive Planning (RCP), yang cenderung mengasumsikan bahwa seorang perencana merupakan pihak dengan kepemilikan ilmu yang kompeten sehingga mampu merencanakan apa yang sesuai untuk masyarakat. Namun, fakta menunjukan bahwa produk perencanaan di Indonesia memperlihatkan adanya gap yang cukup besar antara pengetahuan perencana dengan masyarakat sebagai klien utama seorang perencana. Maka dari itu,  diperlukan dedikasi yang tinggi bagi akademisi untuk mengeksplor lebih dalam lagi mengenai fenomena-fenomena perkotaan yang sudah terlihat nyata keberadaannya. Artikel ini membahas suatu fenomena perkotaan yang diberi istilah gentrifikasi, dimana istilah ini masih relatif asing untuk dibahas dalam proses perencanaan di Indonesia. Gentrifikasi diyakini sebagai fenomena perkotaan yang memberikan dampak negatif pada masyarakat yang mengalaminya. Disisi lain, gentrifikasi memberikan sebuah pandangan yang meyakinkan bahwa suatu proses perencanaan yang dimiliki oleh domain publik harus memakai pendekatan-pendekatan sosial untuk menghasilkan produk perencanaan yang lebih kontekstual.
Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Subsektor Perikanan Tangkap di Pesisir Selatan Kabupaten Tulungagung dengan Konsep Pengembangan Ekonomi Lokal Marindi Briska Yusni; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.558 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25153

Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi sumberdaya lokal perikanan tangkap di wilayah pesisirnya dan memiliki peran untuk pengembangan wilayah khususnya dalam pembangunan ekonomi. Produksi perikanan tangkap yang dihasilkan oleh Kabupaten Tulungagung tergolong besar, yaitu sebesar 206.408,952 ton. Namun potensi perikanan yang besar masih belum dimanfaatkan keseluruhan oleh masyarakat dimana diketahui terdapat masyarakat yang tergolong miskin di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung sebesar 8,60% atau 87.360 jiwa. Selain itu, jumlah keseluruhan perikanan tangkap yang mengalami proses pengolahan hanya 1.462,456 ton atau hanya sekitar 0,7% dari total keseluruhan. Untuk itu diperlukan pengembangan subsektor perikanan tangkap dengan mengoptimalkan potensi lokal melalui pendekatan pengembangan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang berpengaruh untuk pengembangan subsektor perikanan tangkap di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung dengan pendekatan PEL. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah confirmatory factor analysis.