cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 186 Documents clear
Praktik Manajemen Energi pada Industri Manufaktur Rifda Mufidah Lestari; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.433 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28716

Abstract

Permasalahan energi di Indonesia berada di dua sisi, yaitu pada sisi persediaan cadangan energi tak terbarukan yang semakin menipis dan dari sisi konsumsi energi yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Pemerintah telah menyiasati permasalahan ini dengan menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik manajemen energi pada industri sektor manufaktur. Kueisioner disebarkan kepada perusahaan industri manufaktur yang telah menerapkan manajemen energi. Metode t-Test: Two Sample Assuming Equal Variances digunakan sebagai teknik analisis data. Dari 34 sampel perusahaan manufaktur, menunjukkan bahwa kelompok yang memiliki setifikat ISO 50001 dan kelompok tidak memiliki sertifikat ISO 50001 memiliki perbedaan persepsi mengenai komitmen manajemen, energy knowledge, dan audit energi, sedangkan pada dimensi energy awareness, kedua kelompok tersebut tidak memiliki perbedaan persepsi. Temuan lainnya adalah antara kelompok perusahaan yang memiliki pembangkit listrik dan yang tidak memiliki pembangkit listrik tidak ada perbedaan persepsi terkait komitmen manajemen, energy awareness, energy knowledge, dan audit energi.
Penilaian Keandalan Sistem Tenaga Listrik Jawa Bagian Timur dan Bali Menggunakan Formula Analitis Deduksi Dan Sensitivitas Analitis Dari Expected Energy Not Served Adibtyo Putro Gumilang
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.544 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29094

Abstract

Penilaian keandalan sistem tenaga listrik dapat ditinjau dari banyak aspek. Salah satu parameter yang dapat digunakan adalah EENS (Expected Energy Not Served). Namun karena beban selalu mengalami peningkatan, sehingga harus diimbangi oleh pembangkitan pada sistem tenaga listrik. Penambahan jumlah dari komponen pada sistem tenaga listrik, mengakibatkan semakin banyak faktor yang mempengaruhi besarnya nilai keandalan dalam hal ini dikhususkan terhadap EENS. Oleh karena itu untuk mempermudah mendapatkan nilai EENS, dibantu dengan simulasi aliran daya optimal untuk mendapatkan nilai DNS pada setiap state daya. Kemudian indeks keandalan tersebut digunakan pada subsistem 150kV Krian-Gresik. Subsistem Krian-Gresik memiliki potensi EENS sebesar 397300.8 MWh/tahun. Dengan total kebutuhan energi sebesar  16777853 MWh/tahun. Sehingga EENS untuk subsistem 150kV Krian-Gresik bila dinyatakan dalam persen sebesar 2.368%. Untuk melihat pengaruh laju kegagalan maka dihitung sensitivitas EENS terhadap laju kegagalan untuk subsistem 150kV Krian-Gresik. Unit pembangkit GRESIKU54 memiliki nilai sensitivitas yang paling besar. Sehingga apabila unit pembangkit tersebut mengalami pemadaman, maka akan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk EENS pada sistem.
Studi “Insitu Condition” Pengaruh Penambahan Fin Setengah Silinder yang Dimiringkan sebagai Extended Surface dan Vortex Generator Terhadap Efisiensi Kolektor Surya Pemanas Udara Harlista Dwi; Djatmiko Ichsani
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29567

Abstract

Matahari merupakan energi yang terbesar di alam semesta. Energi yang diberikan oleh matahari berupa panas yang sangat ramah lingkungan, serta melimpah karena tidak akan pernah habis. Energi matahari sebagai sumber energy non konvensional dapat diaplikasikan pada kolektor pemanas udara yang berfungsi sebagai pengering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peforma kolektor surya jenis v-corrugated dengan penambahan obstacle dan fin berdiameter 6mm yang dimiringkan sebesar 67,5º pada insitu condition. Pengujian juga dilakukan dengan variasi laju alir massa sebesar 0,03kg/s; 0,05kg/s; 0,06kg/s; dan 0,08kg/s. Data diambil selama 5 hari dengan intensitas radiasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil yang didapatkan pada penelitian energi yang berguna yang dapat diserap oleh fluida berbanding lurus dengan peningkatan laju alir massa dan intensitas radiasi namun berbanding terbalik dengan efisiensi kolektor. Quse tertinggi dicapai pada laju alir massa 0,06kg/s dengan intensitas radiasi 876 W/m2 yakni sebesar 785,80 Watt. Sedangkan efisiensi tertinggi dicapai pada laju alir massa 0,06kg/s dengan intensitas radiasi 654 W/m2 yakni sebesar 94%.
Eliminasi Efek Multiple pada Data Seismik Laut Dangkal Menggunakan Metode 2D Surface Related Multiple Elimination (2D SRME) Fikrizan Hilmy Andradit; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29621

Abstract

Multiple merupakan data penganggu pada data seismik yang dapat mengakibatkan tidak sesuainya penampang seismik dengan kondisi bawah permukaan bumi. Keberadaan multiple dapat mengakibatkan kesalahan informasi yang ditampilkan oleh data seismik sehingga multiple perlu dieliminasi. SRME merupakan metode yang berbasis data dan dapat memprediksi multiple yang lebih baik dari metode lain di near offset. Penelitian ini dilakukan menggunakan satu lintasan data sintetis laut dangkal yang akan diproses dengan perangkat lunak omega 2016. Pengolahan data seismik dilakukan dalam format data shot gather. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil eliminasi multiple dengan metode SRME yang efektif di near offset. Pada data far offset, perlu diaplikasikan kombinasi dengan metode lain untuk mendapatkan hasil yang efektif.
Perancangan Sistem Active Fault Tolerant Control (AFTC) untuk Pengendalian Posisi dengan Kontrol Cascade pada Sistem Servo Modular MS150 DC Tulus Indra Hermawan; Katherin Indriawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29715

Abstract

Kesalahan pada komponen seperti aktuator dan sensor dapat mengakibatkan kegagalan sistem salah satunya pada pengendalian posisi motor DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan sistem Active Fault Tolerant Control (AFTC) yang mampu bekerja ketika terdapat kesalahan pada komponen seperti aktuator dan sensor pada pengendalian posisi sistem servo modular MS150 DC sehingga performansi sistem tetap terjaga. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat pemodelan servo modular MS150 DC. Langkah kedua adalah merancang sistem kontrol cascade PI-P. Langkah ketiga adalah merancang sistem AFTC secara simulasi dan langkah terakhir adalah merancang sistem AFTC untuk aplikasi real time. Sistem tanpa AFTC pada kesalahan sensor secara real time mengalami error steady state sebesar 11% dan 91% sedangkan sistem dengan AFTC tidak mengalami error steady state. Sistem tanpa AFTC pada kesalahan aktuator secara real time mengalami overshoot sebesar 12,7% dan 28,6%, sedangkan sistem dengan AFTC mengalami overshoot lebih kecil sebesar 1,59% dan  11,15%. Hal tersebut terjadi karena sistem AFTC bisa menolerir kesalahan dari sensor dan aktuator sehingga respon sistem menjadi lebih baik.
Studi Numerik Karakteristik Aliran Melalui Backward Facing Inclinesd Step dengan Penambahan Paparan Panas dari Gedung pada Sisi Upstream Franciska Enstinita Puspita; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29811

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat karakteristik aliran fluida yang melalui backward facing inclined step dengan penambahan paparan panas dari high rise building pada sisi upstream. Peninjauan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak CFD (Computational Fluid Dynamic). Pemodelan ini menggunakan aliran steady flow, incompressible flow, dan uniformflow pada sisi inlet. Simulasi ini menggunakan model turbulen k-ω SST dengan kecepatan angin pada inlet 3 m/s dan 9 m/s (Re=2×10⁴ dan Re=6×10⁴). Meshing menggunakan Hexa-hedral dengan jumlah node 2,5×10⁶. Variasi inclined step 30⁰, 45⁰, dan 90⁰. Kecepatan fluida panas dari gedung yaitu 1,5 m/s dengan temperatur 64⁰ C. Angin lingkungan memiliki temperatur 27⁰ C. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah variasi sudut inclined step mempengaruhi kecepatan fluida, panjang reattachment, dan luas wilayah yang mengalami kenaikan temperatur. Perbandingan kontur kecepatan memperlihatkan luas area backflow paling sempit berada pada inclined step 30⁰. Pada pathline tiap variasi inclined step diketahui bahwa reattachment paling pendek berada pada model dengan sudut inclined step 30⁰. Berdasarkan kontur pada posisi y/h=0,5 dan y/h=1 pada daerah downstream, persebaran temperatur paling sempit ada pada domain dengan sudut inclined step 30⁰. Selain itu variasi bilangan Reynolds juga berpengaruh terhadap persebaran temperatur. Semakin tinggi nilai bilangan Reynolds maka semakin kecil kenaikan temperatur lingkungan yang terjadi.
IDENTIFIKASI SISTEM SUNGAI BAWAH TANAH DAERAH KARST MENGGUNAKAN METODE VERY LOW FREQUENCY, PACITAN Ikmal Amrin; M. Singgih Purwanto; Widya Utama; Ayi Syaeful B.
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.556 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29952

Abstract

Daerah Pacitan merupakan wilayah perbukitan dengan topografi tinggi dan curam, hanya beberapa tempat yang berupa dataran, Pacitan didominasi oleh batuan karst, daerah karst memiliki sistem drainase yang unik dimana sistem drainase air berada dibawah permukaan, pada musim penghujan air akan masuk ke jaringan ponor-ponor dibawah permukaan menuju system sungai bawah tanah. Kompleksitas daerah karst memerlukan metode geofisika khusus untuk mengindentifikasikan kemenerusan sistem sungai bawah tanah, salah satunya metode VLF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan kemenurusan sistem bawah bawah tanah daerah Karst, Pacitan. Hasil penelitian ini diperoleh nilai Rapat Arus Ekivalen, dimana nilai Rapat Arus Ekivalen sebanding dengan konduktifitas dan berbanding terbalik dengan resistifitas, nilai anomali tinggi dianggap sebagai rongga berisikan air.
Identifikasi Potensi dan Permasalahan Daya Dukung Lingkungan berdasarkan Aspek Daya Dukung Fisik, Daya Dukung Ekologis, dan Daya Dukung Sosial pada Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Anisa Hapsari Kusumastuti; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.246 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.25011

Abstract

Predikat Pantai Baron sebagai destinasi wisata bahari pada peringkat pertama dengan jumlah kunjungan wisata terbesar di Kabupaten Gunungkidul ternyata menimbulkan beberapa dampak buruk pada kualitas lingkungan di Pantai Baron yang jika dibiarkan akan memberikan dampak merugikan bagi obyek wisata itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan daya dukung lingkungan berdasarkan aspek fisik, ekologis, dan sosial pada Pantai Baron yang ditempuh dengan teknik participatory mapping terhadap stakeholder yang berkaitan. Hasil eksplorasi potensi dan masalah pada aspek daya dukung fisik, ketersediaan infrastruktur yang sangat lengkap ternyata masih kurang dapat menampung kebutuhan wisatawan akan infrastruktur, terlebih pada hari libur. Persebaran infrastruktur wisata di Pantai Baron yang tidak terklaster menyebabkan kondisi ODTW terlihat semakin tidak teratur. Pada aspek daya dukung ekologis, penurunan kualitas lingkungan yang tercermin dari adanya pencemaran dari sampah-sampah wisatawan dan kegiatan TPI serta terjadinya abrasi di areal spantai yang membuat kapasitas tampung pengunjung menjadi berkurang. Sedangkan pada aspek daya dukung sosial, keramaian pada masing-masing spot atraksi wisata Pantai Baron ternyata menimbulkan kesan ketidakpuasan dari masing-masing narasumber karena tidak sesuai dengan jarak/radius ideal yang diinginkan.
Analisis Potensi Perubahan Pemanfaatan Lahan Berdasarkan Model Spasial Harga Lahan di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Muhammad Ermando Nurman Sasono; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.129 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.25213

Abstract

Pembangunan interchange gerbang TOL Jombang di Kecamatan Tembelang menyebabkan harga lahan meningkat dan muncul indikasi perubahan pemanfaatan lahan. Untuk itu, pemerintah perlu mengantisipasi perubahan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana yang terdapat pada rencana tata ruang. Penentuan potensi perubahan pemanfaatan lahan dilakukan berdasarkan pada model spasial harga lahan yang secara keseluruhan meliputi tiga teknik analisis. (1) Teknik analisis Delphi bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu harga lahan, (2) analisis regresi spasial digunakan untuk melakukan pemodelan spasial harga lahan, dan (3) analisis Query Builder menghasilkan peta potensi perubahan pemanfaatan lahan di Kecamatan Tembelang. Tiap tahapan penelitian menghasilkan luaran yang saling berkaitan. Terdapat 15 faktor penentu harga lahan yang telah konsensus dari teknik analisis Delphi dalam dua tahap iterasi. Adapun model spasial harga lahan dihasilkan dari model matematis memiliki konstanta 796.763,84565. Faktor yang berpengaruh positif dalam model tersebut yaitu jalur angkutan umum, daerah rawan banjir, fasilitas perdagangan dan jasa, jalan lingkungan, dan rencana jaringan jalan. Faktor yang berpengaruh negatif yakni fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan, fasilitas perkantoran, jalan kolektor, kawasan permukiman, rencana kawasan industri, rencana kawasan permukiman, sungai, dan interchange gerbang TOL. Model spasial menunjukkan mayoritas harga lahan tinggi terdapat di sekitar interchange gerbang TOL dan semakin rendah di wilayah perbatasan Kecamatan Tembelang. Luas lahan di Kecamatan Tembelang menurut potensi perubahan pemanfaatannya dari lahan tidak terbangun ke lahan terbangun yang dibagi menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 571,29 Ha (17%), 788,68 Ha (23%), dan 2.088,44 Ha (61%).
Analisa Perbedaan Pengukuran Koordinat dalam Ruangan dengan TLS Topcon GLS-2000 Alif Fariq'an Setiawan; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28562

Abstract

TLS (Terrestrial Laser Scanner) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengakuisisi data dengan cara memindai permukaan obyek, yang dapat diaplikasikan pada pemodelan 3D, perhitungan volume dan pengukuran terestris. Dalam penelitian ini dilakukan analisa data pengukuran koordinat TLS dengan ETS (Electronic Total Station). Pada proses pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan pada dua ruangan yang memiliki ukuran dan dimensi yang berbeda, yaitu Ruang I dan Ruang II. Akuisisi data ETS dilakukan dengan melakukan proses pengukuran koordinat pada target yang telah tersebar didalam ruangan. Sedangkan untuk akuisisi data TLS dilakukan dengan melakukan pemindaian pada setiap ruangan yang telah tersebar targetnya. Selisih nilai koordinat dari data TLS dengan ETS dianggap sebagai nilai kesalahan sistematis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Ruang I, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.0010 m. Sedangkan pada Ruang II, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah sebesar koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.004 m. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran TLS di kedua ruangan pada posisi planimetris tidak terpengaruh oleh ukuran dan dimensi, sedangkan pada posisi elevasi memiliki selisih sebesar 6 mm.

Page 8 of 19 | Total Record : 186