cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 132 Documents clear
Perancangan Sistem Transmisi 2WD dan 4WD serta Analisa karakteristik Traksi pada Mobil Multiguna Pedesaan Mahmud Rifai; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.436 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37065

Abstract

Mobil multiguna pedesaan merupakan mobil yang ditunjukan untuk dapat membantu kegiatan perekonomian di daerah pedesaan, misalnya mengangkut hasil pertanian, perkebunan, mengangkut orang dan masih banyak lagi. Mobil multiguna pedesaan dirancang untuk dioperasikan diwilayah pedesaan yang tentunya memiliki medan jalan lebih beragam daripada medan jalan pada umumnya. Medan jalan yang dimaksud seperti tanjakan maupun turunan curam, jalan berbatu, jalan berpasir, jalan yang basah, jalan sempit yang banyak ditemui didaerah perbukitan, pegunungan, dan pesisir pantai. Dalam penelitian ini dilakukan sebuah perancangan dan analisa sistem transmisi pada mobil multiguna pedesaan. Mobil multiguna pedesaan yang baru dirancang menggunakan engine Diesel. Perhitungan yang dilakukan meliputi dua tahap, untuk tahap perhitungan yang pertama adalah menghitung besar dari gaya hambat yang terjadi pada kendaraan, selanjutnya menghitung rasio transmisi dan tingkat transmisi yang akan digunakan pada mobil multiguna pedesaan. Selanjutnya setelah didapatkan parameter transmisi maka dilakukan perancangan dari tiap komponen sistem transmsisi. Dari hasil penelitian, untuk dapat menempuh medan tanjakan maksimal dan kecepatan maksimal yang diinginkan maka rasio transmisi yang digunakan berturut-turut 8.4 , 4, 2, dan 1 untuk rasio gigi 1 sampai 4. Dengan rasio tersebut Mobil Multiguna Pedesaan akan memiliki kemampuan menanjak maksimal kemiringan jalan 30o dan kecepatan maksimal 69.2 km/jam. Penggunaan sistem Transfer Case memungkinkan kendaraan untuk beroperasi mode 4WD sehingga kemampuan melaju kendaraan pada saat kontur jalan yang buruk menjadi meningkat dan mampu digunakan untuk memindah daya engine untuk memutar mesin produksi dengan lebih terintegrasi.
Simulasi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Plat Splitter Dekat Dinding Miring Varien Janitra Nuralif Susanto; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.504 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35707

Abstract

Analisis struktural adalah salah satu pekerjaan yang dilakukan dalam proses rekayasa teknik. Interaksi fluida dengan struktur merupakan salah satu pokok analisis dalam analisis struktural. Salah satu contoh kasus interaksi fluida dengan struktur adalah aliran melintasi silinder sirkular. Pipa merupakan elemen silinder sirkular yang sering ditemui di industri. Industri perminyakan offshore umumnya meletakkan pipa dekat dengan dasar laut yang menghasilkan karakteristik aliran tertentu. Karakteristik yang dipengaruhi oleh peletakan tersebut adalah distribusi tekanan. Distribusi tekanan yang berbeda turut menghasilkan gaya yang berbeda, sehingga membutuhkan perlakuan khusus saat instalasi. Karakteristik lainnya adalah vortex shedding. Studi terdahulu menyatakan bahwa pemasangan plat splitter dengan panjang tertentu akan meredam vortex shedding dan mengurangi gaya drag. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi numerik dua dimensi dengan pemodelan turbulensi SST k-w. Aliran diasumsikan steady dan incompressible dan mengalir pada bilangan Reynolds 5×104. Domain simulasi yang digunakan berupa silinder sirkular dengan plat splitter yang diletakkan dinding dengan kemiringan tertentu pada besar celah tertentu. Variasi pada penelitian ini adalah kemiringan dinding a [0°, 10°, 20°] dan rasio besar celah dengan diameter silinder sirkular G/D [0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5]. Hasil yang didapatkan dari simulasi numerik ini adalah bahwa peningkatan G/D dan a pada umumnya akan menurunkan CDp dan CLp. Pada variasi besar celah dan a = 0° didapati CDp maksimum pada G/D 0,2, sedangkan CLp menurun secara konsisten. Pada a = 10° didapati CDp maksimum dan CLp minimum pada G/D 0,2. Pada a = 20° didapati CDp meningkat secara konsisten pada G/D > 0,2 dan CLp minimum pada G/D 0,4. Pada variasi kemiringan dinding dan G/D < 0,3 didapati CLp memiliki nilai minimum pada a = 10°, namun CDp menurun secara konsisten. Karakteristik aliran diatas sangat dipengaruhi oleh fenomena blockage dan adverse pressure gradient.
Analisis Thermal Pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi PT. Indonesia Power UPJP Kamojang Kadek Chestha Amrita; Gunawan Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.204 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35846

Abstract

Pada saat ini PT. Indonesia Power UPJP Kamojang mengoperasikan PLTP dengan kapasitas total sebesar 375 MW, untuk penelitian Tugas Akhir berikut menggunakan unit II pada PLTP Kamojang. Agar memperoleh kapasitas listrik yang optimum maka diperlukan efisiensi yang baik dari proses produksi dengan menganalisa efisiensi thermal dan eksergi serta menghitung biaya kerugian eksergi berdasarkan termoekonomi. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka didapatkan efisiensi thermal sistem sebesar 19,41%. Dengan eksergi loss terbesar dan terendah pada komponen turbin dan cooling tower sehingga biaya rugi eksergi pada cooling tower bernilai kecil sebesar 7.394.034,76 Rp/bln dan biaya rugi eksergi pada turbin sebesar 252.766.682,24 Rp/bln, untuk nilai efisiensi eksergi yang terbesar pada komponen separator yaitu 99,47% sedangkan efisiensi eksergi sistemnya sebesar 47,06%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa efisiensi sistem dipengaruhi oleh performansi masing-masing komponen, dan banyaknya eksergi yang hilang dalam komponen-komponen tersebut. Sedangkan saran yang bisa dilakukan untuk pembangkit listrik yang telah diteliti adalah perlu dilakukannya maintenance secara rutin terhadap komponen turbin serta kondensor dikarenakan memiliki eksergi loss yang cukup tinggi yang akan mempengaruhi efisiensi dari sistem.
Analisa Nilai Hinge Moment Coefficient pada Pengaruh Bentuk Rudder Pesawat N-2xx dengan Variasi Defleksi Rudder 0o, 10 O, dan 25 O Berbasis Computational Fluid Dynamics Muhammad Husain Amir; Sarwono Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.935 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35827

Abstract

Pesawat N-2XX adalah pesawat yang dirancang oleh PT. Dirgantara Indonesia untuk penerbangan rute perintis dan dibuat dengan teknologi full mechanical dalam melakukan penerbangannya. Pengendalian rudder yang dilakukan oleh pilot tersebut akan menghasilkan sebuah gaya ­counter yang disebut dengan coefficient hinge moment. Nilai coefficient hinge moment dari rudder tergantung dari bentuk rudder yang dimiliki pesawat, sehingga dilakukan analisa mengenai variasi nilai hinge moment terhadap bentuk rudder yang berbeda.  Penggunaan rudder dengan bentuk conic dengan defleksi 0° dan 10° memiliki nilai coefficient hinge moment yang lebih kecil dibanding rudder circle. Namun pada sudut defleksi 25° rudder conic memiliki nilai Ch sebesar 0.051166 pada angle of attack -5°, lalu sebesar 0.060217 pada angle of attack 0°, dan sebesar 0.069274 untuk angle of attack 5°.
Analisis Aliran Fluida Refrigeran 134a Pada Single Blade Rotor Radial Berbasis Computational Fluid Dynamics Ni Putu Rika Puspita Dewi; Gunawan Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.958 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36050

Abstract

Pemusnahan eksergi pada turbin gas terjadi karena adanya gesekan antara fluida kerja dengan sudu – sudu turbin yang menyebabkan terjadinya pembangkitan entropi pada fluida kerja. Untuk sistem turbin gas dengan fluida kerja yang bertekanan dan temperature rendah, jenis radial turbin tepat diaplikasikan karena mampu beroperasi pada kecepatan tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan studi desain geometri rotor turbin tipe radial dengan menggunakan fluida kerja bantu R-134a untuk meningkatkan daya keluaran turbin. Perancangan geometri blade rotor turbin radial menggunakan dua cara yaitu dengan pendekatan numerik dan simulasi CFD. Perancangan dengan pendekatan numerik dan simulasi 3D menggunakan metode yang disarankan oleh Aungier dan Baines. Dari hasil perhitungan Baines, diperoleh daya output rotor turbin hasil perancangan sebesar 10,497 kW. Selain prediksi performansi daya output, dalam perancangan diperoleh penampang meridional dan segitiga kecepatan rotor yang digunakan sebagai input perancangan 3D blade rotor radial.  Dengan variasi sudut inlet rotor 0o dan 70o diperoleh perbedaan profil aliran. Pada sudut inlet 70o menghasilkan performa yang lebih baik berdasarkan profil aliran kecepatan dan distribusi tekanan. Karakteristik aliran yang terjadi pada area blade dan sekitarnya yang dibatasi oleh penampang hub dan shroud menyebabkan terjadi aliran turbulen karena nilai densitas dan viskositas fluida kerja yang rendah.
Analisis Fatigue pada Slewing Tower Level Luffing Crane Berbasis Metode Elemen Hingga Hanun Ariibah Romiizah Cahyono; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1682.643 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36215

Abstract

Retak sepanjang 1,5 meter terjadi pada bagian tower Slewing Tower Level Luffing Crane produksi PT. Lelangon yang telah beroperasi selama 4 tahun di Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Analisis dilakukan dengan pembebanan vertikal dan horizontal pada bagian tower berbasis metode elemen hingga. Analisis beban statis juga dilakukan terlebih dahulu untuk verifikasi beban desain dan memperoleh pembebanan yang akan digunakan pada tahap simulasi sebagai load condition. Dengan software berbasis Finite Element Method (FEM), simulasi static structural kemudian dilakukan pada bagian tower. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada pembebanan secara vertikal dan horizontal, fatigue life jauh melebihi service life saat munculnya keretakan yaitu 3 tahun dan juga designed life 15 tahun. Hal ini diikuti dengan fatigue damage dan safety factor yang menunjukkan bahwa konstruksi crane aman dengan kondisi pembebanan tersebut. Hasil ini menjadi bukti bahwa kegagalan akibat fatigue secara vertikal maupun horizontal  tidak akan terjadi hingga melebihi designed life. Sehingga, kegagalan berupa crack yang terjadi bukan disebabkan oleh fatigue.
Identifikasi Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat Kampung Ketandan sebagai Kampung Wisata di Surabaya Maghfirah Bungas Muwifanindhita; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4044.357 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32440

Abstract

Kampung Ketandan sebagai salah satu kampung wisata di Surabaya yang berada di tahap perintisan disiapkan untuk bisa menjadi destiasi wisata yang berdampingan dengan pengembangan kawasan heritage koridor Tunjungan. Namun partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata masih terbilang kurang. Partisipasi masyarakat yang masih kurang tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang perlu diketahui sehingga, pengembangan kampung wisata dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi partisipasi yang diberikan masyarakat Kampung Ketandan dengan melakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih. Kemudian dilakukan konten analisis pada transkrip hasil wawancara untuk menggali faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam penciptaan kampung wisata di Kampung Ketandan. Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa dari sepuluh sub-faktor yang diujikan, hanya sub-faktor pendidikan yang tidak berpengaruh terhadap kondisi partisipasi masyarakat, serta ditemukan faktor baru sebagai faktor lokal yang memengaruhi partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata yaitu faktor pendapatan, faktor penggerak, faktor karakter masyarakat, dan faktor moral.
Penentuan Prioritas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Efek Urban Heat Island di Wilayah Surabaya Timu Nabiilatul Arifah; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.282 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32454

Abstract

Urban Heat Island menjadi fenomena yang mengaitkan antara kenaikan suhu permukaan dengan aktivitas manusia, yaitu pembangunan. Wilayah Surabaya Timur mengalami perkembangan pembangunan yang pesat dalam 10 tahun terakhir. Proyek infrastruktur MERR dan rencana JLLT yang ditargetkan selesai pada 2019 meningkatkan potensi konversi lahan non terbangun menjadi kawasan hunian, komersial, dan sebagainya. Wilayah Surabaya Timur mengalami kenaikan suhu maksimal dari 33,70C menjadi 340C dalam rentang waktu 2013-2016. Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk menyeimbangkan lingkungan dengan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar dapat menurunkan suhu. Oleh karena itu diperlukan adanya penentuan penambahan RTH yang memperhatikan aspek fisik, biologis, dan sosial dilihat dari indeks kenyamanan, kerapatan vegetasi, dan kepadatan penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan prioritas RTH sebagai penambahan luasan dari RTH eksisting di Wilayah Surabaya Timur yang dicapai melalui tahapan penelitian sebagai berikut : (1) Mengidentifikasi faktor-faktor penentuan prioritas RTH di Wilayah Surabaya Timur; (2) Menentukan prioritas RTH di Wilayah Surabaya Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan prioritas RTH didasarkan pada overlay antara aspek biologis kerapatan vegetasi dari nilai NDVI, aspek fisik dari indeks kenyamanan THI, dan kepadatan penduduk. Prioritas RTH terdiri dari RTH eksisting dan rekomendasi penambahan RTH dilihat dari overlay skor 4 (moderate priority) dan skor 5 (high priority) di lahan non terbangun. Hasil penentuan prioritas RTH menunjukkan penambahan RTH dari RTH eksisting dilakukan pada 663,23 Ha tambak, 2,14 Ha tanah kosong, dan 129,30 Ha lahan pertanian. Arahan penambahan RTH dari prioritas RTH meningkatkan luasan RTH eksisting 783,06 Ha menjadi 1.577,73 Ha atau 16,18% dari total Wilayah Surabaya Timur.
Identifikasi Aliran Nilai Tambah Komoditas Unggulan Buah Naga di Kabupaten Banyuwangi Ayu Sri Lestari; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.943 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32485

Abstract

Buah naga merah merupakan komoditas unggulan Indonesia dengan produksi terbesar di Banyuwangi. Produksi buah naga di Banyuwangi pada 2014 mencapai 28.819 ton dengan luas lahan 1.152 ha. Kualitas buah naga Banyuwangi telah diakui dalam skala nasional dibuktikan dengan perolehan SERTIFIKAT PRIMA-3 tahun 2010 oleh Kelompok Tani Berkah Naga dan Kelompok Tani Surya Naga tahun 2013. Namun, potensi buah naga tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan nilai tambah. Pemasaran dilakukan dalam bentuk buah segar tanpa adanya pengolahan pada pusat pelayanan. Tujuan pemasaran yaitu pasar lokal (5%), pasar luar kabupaten (25%), pasar provinsi (40%) dan ekspor ke luar negeri (30%). Hal ini menunjukkan ketidakefektifan pusat pelayanan berbasis komoditas buah naga sehingga menimbulkan adanya kebocoran wilayah dan hilangnya nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran nilai tambah komoditas unggulan buah naga yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deksriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung jumlah dan rata-rata. Identifikasi dilakukan di 5 (lima) kecamatan sentra penghasil buah naga di Kabupaten dengan jumlah produksi terbesar yaitu Kecamatan Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa bahwa aliran nilai tambah di tiap kecamatan penghasil buah naga memiliki kesamaan karakteristik, yaitu dari petani ke pengepul dan sebagian besar dijual dalam bentuk buah segar. Pengepul dapat mengumpulkan rata-rata 5-6 ton per hari dari 6-7 petani. Target pasar bagi komoditas buah naga adalah pada 3 lokasi utama yaitu pasar lokal dan PKL, pasar di pusat pelayanan, dan di luar wilayah. Selain itu, penghasilan panen buah naga terbesar oleh petani mencapai 17 ton pada lahan seluas 2 ha. Sedangkan hampir 75% responden menyatakan bahwa luas lahan yang dimiliki untuk tanaman buah naga yaitu seluas 0,25 ha. Panen buah naga dilakukan 35 hari sekali setelah proses penanaman batang selama 8 bulan.
Identifikasi Karakteristik Fisik Koridor Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ananta Tama Krisetya; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32695

Abstract

Ruang publik merupakan aset utama bagi livability dan perekonomian kota. Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah diakses. Jalan tak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi tetapi juga ruang sosial yang dapat merepresentasikan kehidupan dan identitas kota. Jalan Tunjungan merupakan salah satu jalan yang menjadi identitas Kota Surabaya. Pada perkembangannya, jalan Tunjungan mengalami penurunan intensitas aktivitas dan kegiatan di jalan tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya bangunan kosong dan tingginya volume lalu lintas di Jalan Tunjungan. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya konsep pengembangan yang dapat meningkatkan kembali intensitas kegiatan di jalan Tunjungan, salah satunya dengan menjadikan Jalan Tunjungan sebagai ruang publik. Dalam upaya implementasinya, perlu dilakukan studi mengenai karakteristik fisik jalan Tunjungan yang meliputi jenis penggunaan lahan, bentuk bangunan, dan jalur pejalan kaki. Melalui analisis statistik deskriptif, diperoleh hasil identifikasi penggunaan lahan didominasi oleh permukiman dan perdagangan dan jasa, bentuk bangunan dengan frontages yang tidak aktif, serta kondisi jalur pejalan kaki yang belum optimal. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya pengembangan dan peningkatan variabel-variabel tersebut dalam upaya menjadikan jalan Tunjungan sebagai ruang publik.

Page 4 of 14 | Total Record : 132