cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Identifikasi Kemampuan Pelayanan Ekonomi dan Aksesibilitas Pusat Kegiatan Lokal Ngasem di Kabupaten Kediri Rifki Alvian Syafi'i; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.276 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8966

Abstract

Pengembangan wilayah tidak terlepas dari pengembangan ekonominya. Ngasem merupakan ibukota Kabupaten Kediri yang tergolong dalam sistem perkotaan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan termasuk dalam kelas kota kecil. Pengembangan kota kecil Ngasem dapat meningkatkan pelayanan ekonomi di Kabupaten Kediri. Dalam melakukan pengembangan wilayah secara komperhensif, maka diperlukan identifikasi terhadap kemampuan wilayah Ngasem. Untuk mengetahui kemampuan pelayanan dan distribusi pelayanan (aksesibilitas), identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik analisis skalogram yang dipadukan dengan model gravitasi. Hasil analisis skalogram menunjukkan nilai pelayanan ekonomi setiap kecamatan di Kabupaten Kediri dimana Ngasem memiliki pelayanan relatif baik dengan menempati urutan ke 3 dalam pelayanan ekonomi dibandingkan kecamatan lain. Namun dari segi aksesibilitas, Ngasem memiliki nilai relatif tinggi di Kabupaten Kediri.
Kriteria Penentuan Lokasi Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagangnya Di Kawasan Perkotaan Sidoarjo Adinda Sukma Novelia; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.268 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8981

Abstract

Permasalahan utama PKL di Kawasan Perkotaan Sidoarjo adalah banyaknya kegagalan relokasi yang disebabkan karena kurang dilibatkannya PKL oleh pemerintah dalam menentukan lokasi PKL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagangnya di Kawasan Perkotaan Sidoarjo. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi karakteristik PKL dalam memilih lokasi berdagang berdasarkan preferensi PKL menggunakan statistik deskriptif.  Selanjutnya menentukan variabel yang berpengaruh menggunakan pembobotan (skala likert). Setelah mendapatkan urutan variabel yang berpengaruh, kemudian merumuskan kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagang menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan kondisi eksisting, preferensi PKL dan teori yang relevan. Hasil penelitian adalah kriteria penentuan lokasi PKL berdasarkan preferensi pedagang di Kawasan Perkotaan Sidoarjo sebagai berikut: (1) Jenis barang yang dijual adalah makanan, minuman, kebutuhan sekunder dan tersier; (2) Sarana berdagang PKL adalah non permanen; (3) Luas lapak PKL maksimal 12m2; (4) Waktu berdagang PKL adalah sore hingga malam hari. (5) Berada pada lokasi yang memiliki tingkat kunjungan tinggi. (6) tersedianya utilitas penunjang kegiatan PKL; (7) Lokasi dekat dengan lokasi tempat parkir; (8) Lokasi PKL dilalui oleh jalur  angkutan umum; (9) Berlokasi pada fungsi jalan yang memungkinkan untuk dilakukannya transaksi dan dilalui banyak orang/kendaraan; (10) Lokasi PKL berada pada ruang publik yang memiliki ketersediaan ruang khusus PKL; (11) Lokasi PKL berada dekat dengan kegiatan formal; (12) Lokasi PKL mendukung untuk dijadikan tempat menjual barang jenis tertentu (sejenis)
Faktor-faktor Penyebab Kekumuhan Permukiman di kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya Barno Suud; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.65 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8994

Abstract

Keberadaan permukiman kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding  akibat perkembangan Kota Surabaya yang begitu pesat membawa permasalahan, diantaranya timbulnya penyakit akibat penurunan kualitas lingkungan. Hal ini didukung dengan keberadaan Kelurahan tersebut yang cukup strategis berada di akses Suramadu yang berpotensi memiliki penduduk yang setiap tahun semakin bertambah dan jumlah luasan permukiman kumuh bertambah pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan permukiman Kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekumuhan dengan menggunakan analisis deskriptif. Kedua, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kekumuhan dengan menggunakan analisis delphi.Dalam penelitian ini dihasilkan rumusan arahan penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Tanah Kalikedinding.
Pemanfaatan Lahan pada Lokasi Bekas Tambang Tanah Urug di Kecamatan Ngoro, Mojokerto Linda Purba Ningrum; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.794 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8996

Abstract

Kecamatan Ngoro memiliki lokasi bekas tambang tanah urug yang ditinggalkan dan tidak dimanfaatkan. Lokasi bekas tambang di Kecamatan Ngoro berupa kolam dan dataran bergelombang yang dikelilingi tebing tinggi yang hampir tegak lurus. Di sisi lain, lahan sebagai sumber daya pembangunan memiliki nilai manfaat yang tinggi, sehingga lahan harus dimanfaatkan dan pemanfaatannya harus disesuaikan dengan karakteristik lahan yang dimiliki. Lahan bekas tambang sendiri merupakan lahan yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda dari lahan pada umumnya. Maka dari itu tidak semua jenis pemanfaatan lahan dapat dikembangkan pada lokasi bekas kegiatan pertambangan. Maka perlu adanya penelitian terkait arahan pemanfaatan lahan pada lokasi lahan bekas tambang di Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Analisis penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik lahan bekas tambang tanah urug dengan analisis deskripsi data kualitatif. Analisis kemampuan lahan dengan AHP dan proses Overlay. AHP digunakan untuk menentukan nilai bobot kepentingan masing-masing karakteristik. Sedangkan Overlay digunakan untuk mengetahui nilai kemampuan lahan bekas tambang tanah urug. Analisis alternatif pemanfaatan lahan dengan metode AHP dan deskripsi. AHP digunakan untuk mengetahui jenis pemanfaatan lahan yang paling diinginkan oleh stakeholder. Analisa deskripsi bermaksud untuk menjabarkan lebih mendalam terkait jenis kegiatan yang sesuai. Hasil dari penelitian didapatkan kelas kemampuan lahan pada lokasi bekas tambang tanah urug yang teridentifikasi memiliki nilai kemampuan lahan yang cukup mampu untuk dimanfaatkan kembali. Kemudian dari hasil pemilihan jenis pemanfaatan lahan, berdasarkan pilihan stakeholder dan perbandingan dengan standar. Alternatif pemanfaatan lahan pada lokasi bekas tambang tanah urug di Kecamatan Ngoro Mojokerto adalah sebagai lokasi Wisata Outdoor
Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Kosong di Kawasan Wisata Ubud Ni Putu Kurnia Utami; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.043 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9181

Abstract

Kecamatan Ubud adalah sebuah kecamatan di daerah Kabupaten Gianyar yang dipandang sebagai pusat seni dan budaya Bali. Setiap tahunnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali terus mengalami peningkatan. Jumlah properti komersial di Bali juga mengalami peningkatan. Namun hal ini tidak sebanding dengan tersedianya lahan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan analisa untuk menentukan peruntukan lahan kosong yang berada di kawasan wisata Ubud untuk memperoleh keuntungan maksimum bagi investor. Penelitian kali ini mengambil studi kasus pada lahan kosong seluas 7343 m2 yang berada di Jalan Raya Tegalalang, Banjar Sapat, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Dimana lokasi lahan masih berada di kawasan wisata Ubud. Metode yang digunakan untuk menganalisa penggunaan terbaik dan tertinggi dari suatu properti adalah metode Highest and Best Use (HBU). Kegunaan tertinggi dan terbaik untuk tanah kosong harus mempertimbangkan hubungan antara kegunaan yang ada pada saat ini dengan semua kegunaan potensialnya. Hasil yang diharapkan yaitu didapatkan nilai tertinggi dan terbaik dari suatu properti yang secara legal diijinkan, secara fisik memungkinkan, dan layak secara finansial pada lahan yang ditinjau. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan alternatif 1 mix used antara villa 60% dan spa center 40% yang menghasilkan nilai tertinggi dan terbaik. Dimana alternatif 1 menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 829% dan nilai lahan yang didapat adalah Rp 10,263,207 per m2.
Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Kawasan Wisata Bahari Di Desa Sumberejo, Desa Lojejer, Dan Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember Berdasarkan Preferensi Pengunjung Dan Masyarakat Rr. Ajeng Gita Astami; Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.863 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9271

Abstract

Kabupaten Jember memiliki kawasan wisata bahari dengan lima pantai yang berkarakteristik berbeda-beda pada ODTW yang dimiliki. Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, dan Pantai Puger memiliki jumlah pengunjung yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan merupakan penyumbang kontribusi terbesar pada jumlah wisatawan di Kabupaten Jember. Akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan adanya infrastruktur kawasan wisata yang memadai untuk mendukung kegiatan wisata di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa prioritas pengembangan infrastruktur berdasarkan preferensi pengunjung dan masyarakat melalui tingkat kepentingan dan kinerja infrastruktur kawasan wisata bahari dengan teknik IPA (Importance-Performance Analysis). Hasil dari penelitian ini adalah berupa prioritas pengembangan infrastruktur dalam mendukung kegiatan wisata bahari di Kabupaten Jember. Infrastruktur yang menjadi prioritas pengembangan di kawasan wisata bahari Kabupaten Jember adalah kondisi jalan, moda transportasi, fasilitas pendukung transportasi, sarana rekreasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kesesuaian Kawasan Transit Tramstop Surabaya Mass Rapid Transit dengan Konsep Transit Oriented Development (Studi Kasus: Koridor Embong Malang) R.M. Bagus Prakoso; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.76 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.11180

Abstract

Adanya rencana pembangunan Surabaya Mass Rapid Transit (SMART) menjadi alternatif mengatasi permasalahan kemacetan di Surabaya. Daerah sekitar rencana titik transit menjadi kawasan yang potensial bagi pengembangan pembangunan kawasan. Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan strategi pengembangan kawasan dengan penggunaan lahan yang berfokus pada kawasan sekitar titik transit. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kriteria yang digunakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian karateristik kawasan dengan kriteria konsep TOD. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah pendekatan rasionalistik dengan metode deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukan koridor Embong Malang masih belum memenuhi beberapa kriteria dalam konsep TOD, namun karena letaknya yang strategis koridor ini memiliki potensidan peluang untuk dikembangkan sebagai TOD sehingga pembangunan halte transit di Koridor Embong Malang dapat terintegrasi dengan penggunaan lahan yang ada dalam radius pelayanan kawasan transit.
Analisa Pembiayaan Investasi Properti Perkantoran di Jakarta Selatan Anita Maulanasari; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.944 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10551

Abstract

Salah satu karakteristik dari proyek adalah selalu memerlukan biaya investasi yang relatif besar untuk pendanaan. Pendanaan proyek biasanya dengan modal sendiri dan pinjaman jangka panjang dengan komposisi tertentu. Pendanaan dengan metode seperti ini seringkali mengakibatkan cost of capital yang tidak optimal sehingga kurang menguntungkan perusahaan. Paper ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pembiayaan yang paling menguntungkan dalam proyek pembangunan Properti Perkantoran Nifarro Office Tower- Sky18 menggunakan 4 alternatif yaitu 100% modal sendiri, 60% modal sendiri dan 40% pinjaman, 50% modal sendiri dan 50% pinjaman, serta 40% modal sendiri dan 60% pinjaman. Metode yang digunakan untuk menentukan biaya modal yang paling ringan adalah WACC (Weight Average Cost of Capital), yang kemudian akan dicari (Net Present Value)  dan IRR (Internal Rate Of Return) dari arus kas. Dari hasil perhitungan NPV akan didapatkan ROR (Rate Of Return) dan ROE (Return Of Equity) yang digunakan untuk memperoleh peluang keuangan (Leverage) dari besarnya komposisi hutang yang masih meringankan pengembalian modal. Berdasarkan hasil analisa cost of capital yang paling ringan yaitu 40% modal sendiri dan 60% pinjaman dengan nilai 11.69%, NPV sebesar Rp 302,164,947,669 dan IRR 75% serta memiliki tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan dalam keadaan harapan pengembalian modal sendiri lebih besar dari pada pinjaman. Sedangkan jika bunga pinjaman lebih besar daripada harapan pengembalian modal sendiri maka alternatif pembiayaan yang dipilih adalah dengan 100% modal sendiri yang memiliki cost of capital paling ringan sebesar 10.02% dengan nilai NPV sebesar Rp 282,087,757,189 dan IRR 25%, tetapi pada 100% modal sendiri tidak memberikan tingkat pengembalian (Leverage) yang paling ringan atau yang paling positif.
ANALISA BIAYA TETAP DAN VARIABEL PADA PENETAPAN HARGA POKOK SEWA APARTEMEN DI YOGYAKARTA Gracea Elyda Safaret Sembiring; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.586 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10747

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang banyak di datangi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Sebagian besar mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di kota ini tinggal untuk sementara yaitu selama masa pendidikan mereka. PT Jogjakarta Artha Makmur melihat masalah ini sebagai peluang untuk berinvestasi, maka dari itu PT Jogjakarta Artha Makmur membangun sebuah apartemen yang bernama Student Castle Apartement. Dalam membangun sebuah apartemen jelas ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membangun apartemen ini harus dikembalikan dengan harga pokok sewa, oleh sebab itu biaya tetap dan biaya variabel akan mempengaruhi harga pokok sewa. Tujuan Tugas Akhir ini untuk mengetahui berapa harga pokok sewa untuk setiap tipe per unit per tahun pada Student Castle Apartement berdasarkan simulasi keuntungan yang ditetapkan. Penetapan harga pokok sewa dilakukan menggunakan metode analisa titik  impas melalui analisa biaya tetap dan biaya variabel dari rencana investasi dengan margin keuntungan yang ditetapkan yaitu 10%, 20%, dan 30% pada setiap tipe per unit  per tahun. Dari hasil analisa yang dilakukan, didapatkan harga pokok sewa tipe studio dengan margin profit 10% adalah Rp 20,600,157.72 /unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 22,472,899.33/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 24,345,640.94/unit/tahun. Tipe Studio Deluxe dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah 24,250,092.90/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 26,454,645.80/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 28,659,200.70/unit/tahun. Tipe 1BR dengan margin profit 10% harga pokok sewanya adalah Rp 39,986,855.31/unit/tahun, margin profit 20% harga pokok sewanya adalah Rp 43,622,023.98/unit/tahun dan margin profit 30% harga pokok sewanya adalah Rp 47,257,192.64/unit/tahun. Dan tipe 2BR dengan margin profit 10% maka harga pokok sewanya adalah Rp 53,583,341.60/unit/tahun, margin profit 20% maka harga pokok sewanya adalah Rp 58,454,554.47/unit/tahun dan margin profit 30% maka harga pokok sewanya adalah Rp 63,325,767.34/unit/tahun.
Penilaian Tingkat Keberlanjutan Kawasan Pantai Timur Surabaya sebagai Kawasan Konservasi Berkelanjutan Yani Wulandari Wulandari; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10834

Abstract

Kawasan Pantai Timur Surabaya memiliki peran yang sangat penting bagi Kota Surabaya, yaitu  sebagai penjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan peran ekologis sebagai barier alami dari proses abrasi dan intrusi air laut, sehingga perlu dijaga keberlanjutannya. Penilaian keberlanjutan pada Kawasan Pantai Timur Surabaya dilakukan dengan tahapan : 1) mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan dengan teknik analisis regresi linier berganda dan 2) menilai tingkat keberlanjutan kawasan konservasi berdasarkan variabel yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penilaian keberlanjutan dilakukan pada semua variabel yang berpengaruh dari tiap aspeknya dan hasil penilaian tingkat keberlanjutan Kawasan Pantai Timur Surabaya adalah cukup berkelanjutan.