cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Rumusan Insentif dan Disinsentif Pengendalian Konversi Lahan Pertanian di Kabupaten Gianyar Ngakan Gede Ananda Prawira; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.982 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7295

Abstract

Pemerintah Kabupaten Gianyar menerapkan pemberian instrumen insentif dan disinsentf untuk mengendalikan konversi lahan pertanian. Namun pemberian instrumen masih belum berhasil untuk menahan konversi lahan pertanian. Hal ini disebabkan karena belum dilibatkannya pemilik lahan secara aktif dalam penentuan insentif dan disinsentif tersebut. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan insentif dan disinsentif lahan pertanian berdasarkan preferensi pemilik lahan dan pemerintah untuk mempertahankan lahan pertanian di Kabupaten Gianyar. Pada penelitian ini dilakukan analisis jenis dan nilai insentif disinsentif yang sesuai untuk diterapkan pada lahan pertanian dengan analisis Probability Unit. Pemberian insentif dan disinsentif dibedakan berdasarkan jenis lahan pertanian berkelanjutan (LP2B) dan lahan pertanian bukan lahan pertanian berkelanjutan. Dari hasil penelitian dengan menggunakan Probability Unit, diperoleh nilai insentif dan disinsentif pada masing-masing jenis insentif dan disinsentif yang sesuai untuk mempertahankan lahan pertanian di Kabupaten Gianyar. Insentif dan disinsentif untuk lahan pertanian berkelanjutan terdiri dari pengurangan PBB maksimal sebesar 85%, pemenuhan infrastruktur irigasi dan pasar, biaya sarana prasarana maksimal sebesar 84%, subsidi pemeliharaan maksimal sebesar 86%, biaya pendidikan maksimal sebesar 78%, peningkatan PBB minimal 58%, pembatasan infrastruktur listrik dan jalan, peningkatan pajak balik nama minimal 58%, pengaturan perizinan dengan kewajiban penggantian lahan, dan biaya kompensasi minimal sebesar 63%. Sedangkan insentif dan disinsentif untuk lahan pertanian non berkelanjutan adalah pengurangan biaya PBB maksimal 58%, pemenuhan infrastruktur irigasi dan pasar, biaya sarana prasarana maksimal sebesar 59%, subsidi pemeliharaan maksimal sebesar 68%, peningkatan PBB minimal sebesar 58%, pembatasan infrastruktur listrik dan jalan, peningkatan pajak balik nama minimal sebesar 40%, dan pengaturan perizinan dengan kewajiban penggantian lahan.
Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan dalam Pengembangan Wilayah di Kabupaten Gunungkidul Eta Rahayu; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.796 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7296

Abstract

Adanya kesenjangan wilayah antar kecamatan di Kabupaten Gunungkidul terlihat dari tingginya perbedaan angka kemiskinan dan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta terkonsentrasinya kegiatan pada wilayah ibukota kabupaten. Untuk itu penentuan pusat-pusat pertumbuhan secara tersebar diperlukan di Kabupaten Gunungkidul untuk meminimalisir kesenjangan yang terjadi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kecamatan yang layak menjadi lokasi pusat-pusat pertumbuhan. Adapun tahapan analisis yaitu menganalisa calon lokasi berdasarkan sarana-prasarana dengan analisis scalogram dan menganalisa calon lokasi berdasarkan struktur pertumbuhan ekonomi dengan analisis tipologi klassen. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kecamatan yang layak dan tidak layak berdasarkan sarana prasarana dan juga berdasarkan struktur pertumbuhan ekonomi di masing-masing kecamatan. Adapun lokasi pusat-pusat pertumbuhan adalah Kecamatan Wonosari, Kecamatan Playen Kecamatan Semanu dan Kecamatan Karangmojo.
Konsep Optimalisasi Distribusi Sekolah Tingkat Dasar (SD/MI) Berdasarkan Pola Persebaran Permukiman di Kabupaten Ngawi Solving Subekti; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.076 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7297

Abstract

Permasalahan mendasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Ngawi khususnya sekolah tingkat dasar (SD/MI) terletak pada penyediaan dan distribusi yang belum merata antar wilayah serta belum sesuai dengan kebutuhan karakteristik permukimannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengotimalkan distribusi sekolah tingkat dasar (SD/MI) dalam rumusan konsep optimalisasi yang didasarkan pada karakteristik pola persebaran permukiman. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tetangga terdekat untuk mengetahui karakteristik pola persebaran permukiman, analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap distribusi sekolah, analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan sekolah dasar, serta analisis deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi untuk merumuskan konsep optimalisasi distribusi SD/MI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 pola persebaran permukiman di Kabupaten Ngawi, beberapa wilayah mengalami kondisi berlebih fasilitas pendidikan SD/MI, faktor yang berpengaruh dalam distribusi adalah panjang jalan kawasan permukiman (tingkat aksesibilitas) dan kepadatan penduduk (demografi) permukiman, sedangkan dirumuskan 2 konsep secara umam dan khusus untuk optimalisasi distribusi sekolah tingkat dasar (SD/MI) di Kabupaten Ngawi yang didasarkan pada pola persebaran permukiman.
Pemodelan Spasial Beban Sumber Emisi Gas Rumah Kaca di Kecamatan Driyorejo Dimas Fikry Syah Putra; Joni Hermana
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.153 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7401

Abstract

Kecamatan Driyorejo merupakan salah satu kecamatan yang mengalami proses urbanisasi hinterland dari Kota Surabaya yang menyebabkan pencemaran udara dari berbagai kegiatan. Selama ini aspek keruangan di bidang udara tidak dimasukkan dalam pembahasan rencana tata ruang dan ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik dan di Indonesia. Metode perhitungan beban emisi menggunakan rumus default IPCC tahun 2006 pada tier-1. Memodelkan spasial menggunakan software ArcGIS 10.1 yang ditampilkan secara visual. Besarnya total perkiraan emisi gas rumah kaca di Kecamatan Driyorejo adalah untuk beban sumber emisi CO2 dari kegiatan industri sebesar 18766405,94 kg CO2/tahun, kegiatan transportasi 37070628 kg CO2/tahun, kegiatan pertanian 123588,40 kg CO2/tahun, kegiatan permukiman 9514595,13 kg CO2/tahun. Untuk beban sumber emisi CH4 dari kegiatan pertanian sebesar 101925 kg CH4/tahun, kegiatan peternakan 19718 kg CH4/tahun, kegiatan transportasi 21929 kg CH4/tahun. Untuk beban sumber emisi N2O dari kegiatan pertanian sebesar 6336,80 kg N2O/tahun, kegiatan transportasi 861,55 N2O/tahun. Hasil pemodelan spasial beban sumber emisi menunjukan kelurahan Karangandong mempunyai tingkat emisi besar. Arahan penataan ruang untuk wilayah dengan tingkat emisi besar agar dibuat ruang terbuka hijau publik.
Arahan Pengendalian Penggunaan Lahan Berdasarkan Kemampuan Penampungan Air di Kawasan Pantai Timur Surabaya Putra Jaya Pradana; Heru Purwadio
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.901 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7497

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari ruang terbuka hijau (RTH), tambak, rawa dan kawasan lain yang mampu menampung air menjadi permukiman akan meningkatkan air limpasanyang ditampung kawasan Pantai Timur Surabaya. Jika penggunaan lahan tidak dikendalikan, konsekuensinya adalah semakin berkurangnya kemampuan penampungan air di kawasan konservasi. Untuk mencapai tujuan daripenelitianini, maka dilakukan tiga tahap analisis. Tahap pertama, faktor-faktor yang mempengaruhi dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Tahap kedua, faktor-faktor digunakan untuk menentukan mintakat berdasarkan kemampuan penampungan air dengan analisis weighted overlay. Tahap terakhir, arahan pengendalian dirumuskan dengan analisis Delphi berdasarkan mintakat kemampuan penampungan air. Arahan pengendalian penggunaan lahan dirumuskan berdasarkan mintakat zona kemampuan penampungan air tinggi dan rendah. Hasil arahan pengendalian zona penampungan air tinggi fokus pada menambah hutan mangrove di kawasan konservasi dan normalisasi sungai yang mengalami penyempitan akibat okupansi masyarakat. Sedangkan pada zona penampungan air rendah, arahan pengendalian fokus pada melarang reklamasi ilegal dan melarang perubahan lahan tambak. Arahan ini dimaksudkan agar fungsi kawasan PantaiTimur Surabaya sebagai kawasan penampungan air tetap terjaga
Arahan Pengembangan Komoditas Unggulan di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Ika Permata Hati; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.384 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.8321

Abstract

Dalam pengembangan wilayah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu konsep pengembangan dan komoditas unggulan. Komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Muara Enim salah satunya adalah subsektor perkebunan yang menyumbang setengah untuk sektor pertanian. Karena sektor utama pertambangan dan penggalian yang tidak akan bertahan lama untuk kedepannya. Untuk itu diperlukan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Muara Enim dengan menggunakan konsep agroindustri. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Muara Enim. Untuk mencapai tujuan tersebut, hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi komoditas unggulan dengan analisis location quetient (LQ) dan shift share (SS), menentukan faktor-faktor pengembangan komoditas unggulan dengan analisis delphi dan expert judgement, merumuskan arahan pengembangan komoditas unggulan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan arahan pengembangan komoditas unggulan subsektor perkebunan yaitu Karet, Kelapa Sawit, Kopi terhadap faktor Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, Modal, Infrastruktur.
Kriteria Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba Parapat, Sumatera Utara Kleofine Widya Sonata Buaton; Heru Purwadio
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.924 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8945

Abstract

Kawasan Danau Toba telah diakui keindahannya dan oleh pemerintah telah ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Dari beberapa titik tujuan wisata pada Kawasan Danau Toba, Kota Parapat yang paling terkenal dan banyak diminati pengunjung. Di kawasan Wisata Danau Toba Parapat terdapat potensi objek ynamun belum terkait satu sama lain. Hal tersebut mengakibatkan tidak berkembangnya kawasan wisaa ini. Telah banyak program/kegia­tan yang dibuat pemerintah, namun belum efektif mengatasi per­ma­sa­lahan tersebut. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengkaji faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan wisata sehingga dapat dirumuskan kriteria pengembangan yang tepat dikawasan wisata Danau Tobai Parapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan kriteria pengembangan kawasan wisata Danau Toba Parapat dengan 2 tahap analisis yaitu menggali potensi dan karakteristik masing-masing ODTW dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan skoring kemudian mencari faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kawasan dengan metode deskriptif kualitatif yang dilanjutkan dengan analisis delphi. Dalam perumusan kriteria pengembangannya dilakukan dengan menggunakan analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria pengembangan Danau Toba harus memiliki iklim yang sejuk, lingkungan tidak terkena polusi, masyarakat ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, mengadakan paket wisata antar objek-objek wisata yang ada di Parapat dan paket wisata dengan kawasan wisata Samosir di Tomok dan Tuk-tuk, adanya peran kelembagaan dalam pengelola pariwisata dan atraksi wisata budaya tari Tor-tor dan musik Gondang Batak serta pemanfaatan media online untuk promosi
Penentuan Rute Angkutan Umum berdasarkan Kebutuhan Perjalanan Penduduk di Kawasan Perkotaan Gresik Kifayah Jauhari; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.639 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8973

Abstract

Ketimpangan tingkat aksesibilitas angkutan umum di kawasan perkotaan Gresik, rute angkutan umum yang kurang akomodatif terhadap tujuan pergerakan, dan jauhnya jangkauan ke pelayanan angkutan umum, mengindikasikan bahwa rute angkutan umum belum selaras dengan kebutuhan pergerakan penduduk kawasan perkotaan Gresik. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan alternatif rute untuk angkutan umum di wilayah kawasan perkotaan Gresik berdasarkan kebutuhan pergerakan penduduknya. Penentuan rute angkutan umum dilakukan dengan mengidentifikasi pola pergerakan penduduk yang diolah menjadi Matriks Asal Tujuan Perjalanan, menentukan prioritas kriteria rute pelayanan angkutan umum melalui Analysis Hierarchy Process (AHP), dan perumusan rute angkutan umum melalui aplikasi TRANETSIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penentuan rute angkutan umum, pengguna angkutan umum lebih memprioritaskan kemampuan coverage rute dibandingkan dengan total jarak perjalanan. proses penelitian penentuan rute angkutan umum didapatkan 3 rute angkutan umum. Koridor pelayanan rute pertama adalah Terminal Bunder-Suci-Sidokumpul- Randuagung-Terminal Bunder (PP). Koridor pelayanan rute angkutan umum kedua adalah Terminal Bunder-Randuangung (GKB)-Karangpoh-Indro-Terminal Segoromadu (PP). Koridor pelayanan rute angkutan umum ketiga adalah Sub Terminal Segoromadu-Kedanyang-Karangpoh-Sub Terminal Segoromadu (PP)
Analisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Lhok Geulumpang, Aceh Jaya Rizki Satryanto; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.565 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8962

Abstract

Kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang memiliki potensi besar untuk dikembangka, Akan tetapi potensi tersebut masih belum terintegrasi sehingga belum terwujudnya linkage antar obyek daya tarik wisata yang satu dengan lainnya. Penelitian ini terbagi ke dalam 2 tahapan analisa yakni mengidentifikasi obyek daya tarik wisata bahari Lhok Geulumpang yang berpotensi untuk dikembangkan dengan analisa Expert Judgement melalui skala Likert dan menganalisis faktor yang memperngaruhi pengembangan kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang dengan menggunakan analisis Delphi. Hasil analisa menunjukkan terdapat 5 obyek daya tarik wisata bahari yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di kawasan wisata bahari Lhok Geulumpang yang menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata bahari Lhok Geulumpangyan
Persebaran Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO2) dari Penggunaan Lahan Permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik Bagian Timur Erizal Novananda; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.143 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8964

Abstract

Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur merupakan bagian dari Kawasan Perkotaan Gresik yang menunjukkan perkembangan wilayah paling dominan. Wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi maupun pemerintahan Kabupaten Gresik. Perkembangan tersebut berdampak pada peningkatan kebutuhan hunian di Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur sehingga banyak permukiman-permukiman baru yang terbangun dimana hal tersebut diindikasikan berdampak pada peningkatan produksi emisi karbon dioksida (CO2). Permukiman juga merupakan salah satu dari tiga sektor pengkonsumsi energi terbesar di Indonesia dimana konsumsi energi merupakan sektor penghasil emisi karbon dioksida (CO2) terbesar. Melalui analisis perhitungan matematis yang mengacu pada pedoman perhitungan emisi, dapat diketahui nilai produksi emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan permukiman. Hasil tersebut kemudian menjadi input untuk analisis selanjutnya menggunakan analisis GIS (Geographic Information System) sehingga didapatkan hasil persebaran spasial produksi emisi karbon dioksida (CO2) dari permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik bagian timur