cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Penilaian Risiko Terhadap Pipa Bawah Laut East Java Gas Pipeline (EJGP) Pertagas Akibat Soil Liquefaction Karena Gempa Bumi Astri M. Firucha; Wahyudi Wahyudi; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.313 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1775

Abstract

Kegagalan sistem perpipaan bawah laut sering terjadi karena adanya fenomena alam pengaruh lingkungan dari gelombang, arus dan gempa bumi. Fenomena alam yang terjadi pada pipa bawah laut meliputi, scouring, soil liquefaction, dan landslide yang kemudian berakibat pada settlement. Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai penilaian risiko terhadap pipa bawah laut East Java Gas Pipeline (EJGP) milik PT. Pertagas yang kemungkinan terjadi soil liquefaction karena gempa bumi. Sistem perpipaan yang ditinjau menghubungkan antara Pulau Pagerungan dan Porong. Soil liquefaction merupakan fenomena alam yang menggambarkan pencairan tanah jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan dalam menanggapi sebuah tegangan, biasanya getaran gempa bumi atau perubahan mendadak lainnya dalam kondisi stress, menyebabkan tanah berperilaku seperti cairan. Fenomena ini dapat menyebabkan terjadinya settlement pada area pipa yang terpasang, sehingga menyebabkan perubahan kedalaman tanah yang dikhawatirkan pipa yang meletak pada permukaan dasar laut mengalami buckling akibat terjadinya bentangan bebas (freespan) serta terjadinya perubahan longitudinal stress pada pipa yang terpasang. Penilaian risiko yang dilakukan dengan menggunakan metode Monte Carlo. Metode ini bertujuan untuk mencari frekuensi peluang kegagalan konsekuensi dari sistem yang ditinjau, sehingga dapat mengetahui matriks risiko untuk tingkat bahaya yang terjadi. Dari analisa yang telah dilakukan, sistem perpipaan akan terjadi soil liquefaction untuk semua Kilometer Points (KP) dan variasi magnitude gempa (Mw) dan menunjukkan bahwa risiko pada sistem perpipaan ini berada dalam kondisi ALARP.
Analisa Greenwater Akibat Gerakan Offshore Security Vessel Maulidya Octaviani Bustamin; Mas Murtedjo; Eko Budi Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1791

Abstract

Analisa  Tugas  Akhir  ini,  terdiri  atas  beberapa  tahapan.  Yang pertama yaitu perancangan struktur Offshore Security Vessel (OSV) dengan bantuan software MAXSURF guna mendapatkan Lines Plan. Offset data yang diperoleh digunakan dalam pemodelan menggunakan MOSES,  kemudian  dilakukan  analisa  gerak  OSV  dalam  gelombang  regular  dan dinyatakan dalam grafik RAO. Analisa gerak relatif vertikal  haluan dihitung dari RAO gerakan, dan kemudian melakukan evaluasi perilaku di gelombang acak dengan analisis spektra gelombang. Dari analisa spektra didapatkan parameter greenwater sehingga dapat dihitung peluang, intensitas dan tekanan greenwater. Dari hasil analisa diperoleh RAO gerak vertikal Offshore Security Vessel (OSV) pada  gelombang  reguler yang dipengaruhi  oleh  kecepatan,  kondisi  muatan  dan arah gelombang. Peluang terjadinya greenwater terbesar terjadi pada sudut datang gelombang following sea (0o) dimana harga terbesar terjadi pada ω = 0.2 rad/sec dengan periode 29 detik mencapai 0.477. Intensitas greenwater terbesar terjadi pada saat sudut datang gelombang following sea (0o) adalah sebanyak 59.265 per jam dan 0.378 per detik. Tekanan greenwater terbesar terjadi pada saat sudut datang gelombang head sea (180o) sebesar 1678x10-6 MPa. Dengan nilai tersebut, deck mampu menahan beban akibat tekanan greenwater.
Studi Komparasi Perilaku Dinamis Tension Leg Platform Kolom Tunggal Bertelapak Kaki Bintang Tiga dan Bintang Empat dengan Pendekatan Pembebanan Berdasarkan Teori Morison dan Difraksi Cendrawani Cendrawani; Eko Budi Djatmiko; Jusuf Sutomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.766 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1796

Abstract

Tension leg platform (TLP) adalah salah satu compliant offshore structures yang efektif untuk perairan dalam, dengan ciri khasnya tendon yang bertegangan tarik. Salah satu penilaian kelayakan struktur TLP adalah perilaku dinamisnya terhadap beban lingkungan, terutama beban gelombang. Tugas Akhir ini membandingkan antara dua TLP dengan konfigurasi telapak kaki yang berbeda, telapak kaki bintang tiga (TLP Seastar) dan yang lainnya adalah bertelapak kaki bintang empat (TLP Fourstar) dengan displacement dan kapasitas geladak yang sama. Karena berada pada aliran transisi, antara gaya drag dan gaya inersia, maka digunakan dengan dua pendekatan teori gelombang yang berbeda, yakni teori gelombang morison dan teori gelombang difraksi. Teori gelombang morison digunakan untuk perhitungan analitikal sedangkan teori gelombang difraksi digunakan untuk pemodelan numerik. Hasil perbandingan respon dan beban gelombang dengan menggunakan dua metode tersebut memiliki hasil yang mendekati, yakni dibawah 5%, sehingga bisa digunakan pada tugas akhir ini. Selain itu juga dilakukan pemodelan struktur TLP bertelapak kaki bintang empat dengan displacement dan sarat desain yang mengacu kepada TLP bertelapak kaki bintang tiga. Hasil perbandingan respon pada kedua TLP  pada kondisi free floating menimbulkan perbedaan yang signifikan pada gerakan sway, roll, pitch dan yaw.
Prediksi Kenaikan Muka Air Laut di Pesisir Kabupaten Tuban Akibat Perubahan Iklim Ayu Haristyana; Suntoyo Suntoyo; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.681 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1808

Abstract

Kenaikan muka air laut adalah salah satu dampak dari perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akibat semakin meningkatnya aktivitas manusia yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Dampak dari kenaikan muka air laut itu sendiri akan sangat dirasakan oleh daerah pesisir di negara-negara kepulauan, salah satunya adalah Indonesia (Kabupaten Tuban). Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menganalisa skenario perubahan iklim apa yang sesuai dengan pesisir Kabupateb Tuban sehingga bisa digunakan untuk memprediksi kenaikan muka air laut yang terjadi selama beberapa tahun mendatang. Selain memprediksi kenaikan muka air laut, paramater lain yang akan diprediksi berkaitan dengan perubahan iklim yaitu perubahan temperatur serta presipitasi. Analisa skenario perubahan iklim pada penulisan makalah ini menggunakan software MAGICC/SCENGEN, serta ER Mapper untuk pembuatan visualisasi daerah genangan. Dari hasil analisa diperoleh skenario perubahan iklim yang sesuai dengan pesisir Kabupaten Tuban adalah skenario B2AIM. Dan berdasarkan hasil analisa MAGICC diperoleh bahwa akan terjadi kenaikan sebesar 1.43 meter pada tahun 2050. Kemudian berdasarkan hasil analisa SCENGEN akan terjadi perubahan curah hujan yang cukup besar pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Dan akan terjadi kenaikan temperatur yaitu sebesar 1.56⁰C  pada tahun 2050.
Kajian Kenaikan Muka Air Laut di Kawasan Pesisir Kabupaten Tuban, Jawa Timur Weni H. Sihombing; Suntoyo Suntoyo; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.854 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1811

Abstract

Kabupaten Tuban adalah salah satu Kabupaten yang berada di Jawa timur, yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa dengan garis pantai sepanjang 65 km. Hal ini menjadikan kawasan pesisirnya rentan terhadap dampak kenaikan muka air laut. Tren kenaikan muka air laut dikawasan ini mengikuti persaman garis y = 0,0006x +0.96666. Prediksi kenaikan muka air laut dihitung dengan mengadopsi data pasang surut daerah Semarang, yang sebelumnya telah ditambah dengan faktor koreksi. Dampak yang terjadi dengan naiknya muka air laut pada tahun 2100 adalah tergenangnya daratan seluas 417,9 ha atau 0,3 % dari luas wilayah daratannya.
Analisis Fatigue Top Side Support Structure Silindris Seastar Tension Leg Platform (TLP) Akibat Beban Lingkungan North Sea Mirba H. Dwi Sa'dyah; Eko Budi Djatmiko; Murdjito Murdjito
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1812

Abstract

Tension leg Platform adalah bangunan lepas pantai semi terapung yang ditambat dengan tendon sampai dasar laut. Dalam operasinya, TLP akan mendapatkan beban-beban dinamis yang bekerja pada struktur secara periodik. Ini dapat menyebabkan kerusakan struktur baik struktur primer, sekunder maupun tersier yang akibatnya dapat mengganggu operasional struktur. Dalam penelitian ini bertujuan membahas fatigue life pada top side support structure TLP. Model yang digunakan mengacu pada TLP Seastar Matterhorn dengan similarity parameter displacement, sarat desain kondisi operasional dan instalasi pada TLP A West Seno dan bangunan beroperasi di North Sea. Dengan dimensi support OD = 2 meter dengan ketebalan 20 mm dan brace dengan OD = 1 meter, ketebalan 10mm akan dilakukan analisis kelelahan. Meninjau dari motion struktur menunjukkan RAO maksimum gerakan surge, sway, heave, roll, pitch dan yaw berturut-turut adalah 0.884 m/m, 0.884 m/m, 0.39 m/m, 0.32 m/m, 0.34 m/m, dan 0.16 m/m. Periode natural struktur berada pada frekuensi 0.57 rad/s untuk gerakan heave, dan 0.63 untuk gerakan roll dan pitch. Hal ini berarti amplitudo respon akan selalu lebih kecil dari amplitudo gelombang yang datang. Dengan memperhitungkan motion yang terjadi dari rekaman data gelombang selama 34 tahun didapatkan umur kelelahan top side support structure dengan pendekatan Palmgren-miner adalah 1.54E+09 tahun. Struktur masih dikatakan aman karena umur kelelahannya masih di atas umur desain yaitu 75 tahun
Analisis Damage Stability Accomodation Barge Pada Saat Operasi Crawler Crane Khoiron Syamdatu Perdana; Mas Murtedjo; Eko Budi Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.436 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1838

Abstract

Setiap tipe kapal yang beroperasi di laut memiliki resiko kecelakaan yang bisa mengakibatkan kebocoran pada bagian tertentu di kapal. Perhitungan stabilitas untuk kondisi tersebut diharuskan menggunakan damage stability karena perhitungan intact stability dan floodable length telah terbukti tidak lagi aman untuk menjamin keselamatan kapal jika terjadi kebocoran. Objek kapal yang akan dianalisis dalam penelitian ini berupa accommodation barge dengan crawler crane yang melakukan pengangkatan di atas dek. Referensi yang dipakai untuk menghitung damage stability adalah IMO A.1023 (26). Perhitungan damage stability menggunakan metode lost buoyancy dengan bantuan perangkat lunak Hydromax. Dan perhitungan karakteristik gerakan menggunakan metode added weight. Berdasarkan IMO A.1023 jumlah kompartemen yang dibocorkan dalam pehitungan damage stability hanya memperhitungkan satu kompartemen bocor dalam setiap kasus pembebanan. Respon gerak maksimal terjadi pada gerakan roll untuk arah datang gelombang 90° sebesar 8.031°. Di samping itu respon gerak maksimal juga terjadi pada gerakan pitch untuk arah datang gelombang 135° dan 180° berturut – turut sebesar 3.6° dan 4.003°. Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa kondisi kompartemen 4S mengalami kebocoran memiliki stabilitas paling kecil. Pada kondisi kompartemen 4S  bocor memiliki  range of stability 58.3.6°
Analisa Umur Kelelahan Sambungan Kaki Jack-Up Dengan Mudmat Pada Maleo MOPU Dengan Pendekatan Fracture Mechanics Abi Latiful Hakim; Eko Budi Djatmiko; Murdjito Murdjito
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.845 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1871

Abstract

Jack-Up adalah suatu struktur bangunan lepas pantai yang terdiri dari lambung (hull), kaki (legs), dan suatu sistem jacking sehingga memungkinkan untuk dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Pada penelitian ini akan dilakukan studi kasus struktur Maleo MOPU (Mobile Offshore Production Unit) yang dioperasikan oleh SANTOS (Madura) Pty.Ltd. yang beroperasi di Selat Madura blok Maleo dengan kedalaman perairan di lokasi ini adalah 57 m terhadap MSL (Mean Sea Level). Studi kasus ini dilakukan karena ditemukan indikator retak lelah pada sambungan antara kaki jack-up dan mudmat. Analisa kelelahan dengan pendekatan metode kepecahan (fracture mechanics) akan dilakukan untuk menganalisa retak lelah yang terjadi. Variasi kedalaman retak akan dianalisa untuk menentukan umur kelelahan struktur yang tersisa berdasarkan kriteria kegagalan. Keretakan yang terjadi akan mengalami perambatan retak akibat beban siklis yang diterima, dan terus merambat hingga menembus ketebalan dari kaki Jack-Up atau yang disebut dengan through-thickness crack. Analisa dilakukan dengan bantuan pemodelan elemen hingga secara global dan pemodelan elemen hingga secara lokal. DNV OS C101 menyebutkan bahwa definisi kegagalan kelelahan  terjadi ketika retak merambat hingga mencapai ketebalan. Dari pemodelan metode elemen hingga didapatkan besarnya nilai tegangan di sekitar ujung retakan. Dengan menggunakan persamaan Paris-Erdogan didapatkan sisa umur sambungan tersebut sebesar 5.2 tahun.
Analisa Perubahan Garis Pantai Tegal dengan Menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF) Muhamad Luhwahyudin; Suntoyo Suntoyo; Wahyudi Citrosiswoyo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1885

Abstract

Bentuk garis pantai sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan sifat-sifat dari sedimen pantai dalam kurun waktu. Perubahan garis pantai ini juga terjadi di sepanjang pantai Tegal. Analisa perubahan garis pantai didasarkan pada data batimetri, data gelombang dan data angin. Aplikasi perhitungan perubahan garis pantai ini menggunakan metode empirical orthogonal function (EOF). Analisa EOF yang dinyatakan dengan persamaan eigenfunction dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dominan perubahan  garis pantai secara temporal dan spasial. Semua data digunakan untuk peramalan garis pantai dua bulanan. Koordinat garis pantai dua bulanan digunakan sebagai input model EOF. Berdasarkan data perubahan garis pantai yang ada dan hasil model EOF, kemudian dilakukan analisa perubahan garis pantai. Hasil eksekusi model menunjukkan terjadinya perubahan garis pantai yang cukup signifikan pada sel 6-9 (daerah Randusangan Kulon), sel 18-20 (daerah Randusangan Kulon), sel 36-40 (daerah Randusangan Wetan). Hasil validasi model EOF menunjukkan kesesuaian hasil yang mendekati dengan data peta tahun 2005.
Analisa Penerapan Metode Crash Program Untuk Percepatan Pembangunan Hull Construction LCU 300 DWT dan Pengaruhnya Terhadap Sumberdaya Galangan Ni'mah, Lilik Hidayatun; Rochani, Imam; Supomo, Heri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1890

Abstract

Dalam sebuah perjanjian kerja sebuah pembangunan kapal akan banyak hal yang akan disepakati berkaitan dengan pambangunan kapal tersebut salah satunya proses pembangunan. Untuk tercapainya proses pembangunan pada waktu yang telah ditentukan dan mendapatkan kualitas produksi yang diharapkan, maka urutan dari proses pembangunan sebuah kapal harus ditentukan secara rasional dan disesuaikan dengan fasilitas produksi yang tersedia di galangan. Pada tugas akhir ini penulis akan menganalisa pengunaan metode crash program pembangunan hull construction LCU 300 DWT. Dimana penulis akan mempercepat waktu pembangunan awal sebesar 107 hari menjadi 90 hari. Dengan adanya penerapan crash program ini akan berpengaruh terhadap biaya produksi , khususnya biaya tenaga kerja langsung. Hal ini dikarenakan dalam penerapan crash program diperlukan suatu tambahan waktu kerja (kerja lembur) pada kegiatan-kegiatan yang mengalami pemampatan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa biaya produksi awal sebesar Rp 278.521.056,-  akan menjadi Rp 288.371.056,- . Sehingga dengan adanya pemampatan waktu pembangunan selama 17 hari akan terjadi penambahan biaya tenaga kerja sebesar Rp 9.850.000,-