cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Performance Propeller B-Series dengan Pendekatan Structure dan Unstructure Meshing Muhammad Zainul Abidin Zainul Abidin; Surjo Widodo Adji
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.218 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1925

Abstract

Propulsor (alat gerak kapal) adalah alat yang dapat digunakan untuk memindahkan/ menggerakkan kapal dari satu tempat ke tempat lainnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa propeller yang dihasilkan untuk kepentingan simulasi computer, akibat perbedaan meshing structure dan unstucture. Performa yang dimaksud adalah trust dan efisiensi propeller. Hal yang paling mendasar mengapa konsep CFD (software CFD) digunakan dalam penelitian ini adalah dengan CFD dapat dilakukan analisa terhadap suatu sistem dengan mengurangi biaya eksperimen dan tentunya waktu yang panjang dalam melakukan eksperimen tersebut. Dengan menggunanakan dua tipe meshig tersebut didapatkan jenis meshing unstructure dalam menganalisa performance B-series mempunyai hasil yang lebih baik bila dibandingkan penggunaan jenis mesing structure.
Kajian Perencanaan Gas Handling System dan Transportation System : Studi Kasus Distribusi di Bali Muhammad Adam Iqro; A.A.B Dinariyana Dwi Putranta; Ketut Buda Artana
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.544 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1940

Abstract

Pulau Bali terdapat 1.765.372 unit kendaraan bermotor dengan luas wilayah 5.636.660 km2. Hal ini membuat emisi di Pulau Bali cukup besar sehingga penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar kendaraan pada masa akan datang akan lebih efektif. Diperkirakan tahun 2012  kebutuhan gas untuk Jawa-Bali adalah sebesar 32,8 MMSCFD sehingga membuat Pulau Bali memerlukan suplai LNG untuk memenuhi kebutuhan gas di Bali. Cluster LNG sebagai teknologi baru penyimpanan LNG sangat cocok untuk diterapkan di Pulau Bali. Konsep Cluster LNG akan efektif untuk digunakan pada jarak dekat karena suplai gas alam untuk Bali berasal dari Pagerungan. Di Pulau Bali pemerintah akan segera membangun 5 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Pada penelitian ini membahas perencanaan gas handling system di terminal LNG dan di SPBG serta masalah transportation system untuk distribusi di Bali. Gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG menggunakan konsep Cluster LNG. Pola transportasi didesain berdasarkan metode menggunakan Vehicle Routing Problem (VRP) dengan tujuan masalahnya adalah untuk mencari rute optimal dengan meminimalkan biaya rute. Rute yang optimal ini bisa berupa single route dan multiple route. Batasan dalam menentukan rute yang optimal ini adalah kapasitas truk LNG serta batasan waktu pengiriman. Total Biaya investasi yang diperlukan untuk merancang gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG serta biaya route cost yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal LNG ke SPBG adalah sebesar US$ 29.001.485. Pola transportasi diperoleh hasil yaitu diperlukan 6 truk LNG yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal penerima LNG ke SPBG.  
Analisis Pengaruh Scouring Pada Pipa Bawah Laut (Studi Kasus Pipa Gas Transmisi SSWJ Jalur Pipa Gas Labuhan Maringgai – Muara Bekasi) Muhammad Catur Nugraha; Suntoyo Suntoyo; Yoyok Setyo Hadiwidodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.815 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1990

Abstract

Abstrak— Jalur pipa gas bawah laut merupakan salah satu infrastruktur transportasi jarak jauh untuk minyak dan gas yang paling efesien untuk pemindahan produksi minyak dan gas  dibandingkan dengan penggunaan struktur terapung seperti kapal tanker. Pada struktur pipa bawah laut fenomena scouring juga dapat terjadi yang berpengaruh kepada struktur pipa. Akibat yang timbul darinya ialah adanya freespan yang dapat menyebabkan defleksi dan vibrasi atau biasa dikenal sebagai fenomena Vortex Induced Vibration (VIV). Tugas akhir ini adalah melakukan analisis pengaruh scouring pada pipa bawah laut, data yang digunakan adalah data Pipa Gas Labuhan Maringgai – Muara Bekasi yang dioperasikan oleh Perusahaan Gas Negara, berdasarkan code DnV RP F105 untuk analisa dinamis. Dari hasil analisa, maka diperoleh kedalaman scouring maksimal pada tiap zona yang dianalisa adalah 0.65 m, 0.26 m, 0.2 m, 0.15 m, 0,2 m dan 0.48 m sedankan panjang span yang dijinkan ialah panjang span yang dihitung berdasarkan gerak inline flow yaitu 29.13 m, 36.93 m, 44.53 m, 47.43 m, 34.17 m dan 30.61 m untuk zona yang sama. Dari hasil panjang span yang ijinkan tersebut didapatkan defleksi yang terjadi tiap zona yaitu  0.001873 m, 0.004013 m, 0,007476 m, 0.009259 m, 0.003117 m dan 0.003117 m. Sedangkan dari hasil analisa terjadinya osilasi pada pipa diketahui bahwa pada tiap zona menghasilkan frekuensi natural yang lebih besar daripada frekuensi vortex shedding sehingga osilasi pada pipa akibat vortex tidak terjadi dan pipa aman dioperasikan.
Analisa Perubahan Garis Pantai Jasri, Kabupaten Karangasem Bali Rachmat Hidayah; Suntoyo Suntoyo; Haryo Dwito Armono
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.973 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1996

Abstract

Pantai Jasri salah satu pantai di Pulau Bali yang mengalami perubahan garis pantai akibat kemunduran garis pantainya. Berdasarkan perubahan garis pantai dilakukan analisa perubahan garis pantai menggunakan metode On-Line Model Generalized Model for Simulating Shorline Change. Pada dasarnya sudah terdapat eksisting di Pantai Jasri, namun terjadi kegagalan struktur, sehingga masih terjadi erosi di pantai ini. Perlu adanya lternative penanganan mengenai permasalahan tersebut. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai dan besarnya transport sedimen di Pantai Jasri, serta penanganan lternative yang harus dilakukan. Berdasarkan hasil pemodelan terjadi kegagalan struktur eksisting dimana terjadi kemunduran garis pantai secara signifikan pada pias 570 sepanjang 13.48 m selama 10 tahun, dan terjadi erosi pada pias 480-570 sebesar 13.310 m3 serta pada pias 870-960 sebesar 12.153 m3. Total sediment lternati yang terjadi selama 10 tahun adalah sebesar 11.063,40 m3 pada kondisi adanya eksisting. Setelah dilakukannya penambahan revertment, pada pias 480 – 570 terjadi pengurangan erosi yang awalnya 13.310 m3 menjadi 5.285 m3 dan pada pias 870-960 terjadi penambahan sediment sebesar 12.205 m3 dan total sediment transport yang terjadi selama 10 tahun terdapat pengurangan sebesar 11.063,40 m3.
Studi Perancangan Degaussing System untuk Melindungi Kapal Perang Tipe OPV 90m dari Medan Magnet Emil Faridhan Primaseta; Agoes Santoso; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.23 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1998

Abstract

Degaussing system adalah suatu sistem yang digunakan pada bagian logam atau perangkat elektronik yang beresiko medan magnetik. Pada kapal militer sistem ini digunakan untuk menghindari ranjau magnetik maupun torpedo yang menggunakan medan magnet sebagai sensor pendeteksi logam ketika kapal sedang berpatroli maupun sedang berperang. Dari studi literatur yang dilakukan, dapat diketahui bagaimana cara instalasi degaussing system pada kapal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk sistem tersebut. Degaussing system yang didesain pada skripsi ini mempunyai kekuatan medan magnet sebesar 27,5 Tesla dengan daya sebesar 12 kW. Desain koil diletakkan pada lambung kapal tepat dibawah garis air untuk mendapatkan daya hantar magnet yang baik. Berat dari instalasi untuk degaussing system ini adalah 1040 kg.
Rancang Bangun Alat Pereduksi Particulate Matter (PM) Gas Buang Mesin Diesel Dengan Metode Cyclone Reza Revari; I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.548 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2001

Abstract

Gas buang dari hasil proses pembakaran berpengaruh terhadap pencemaran udara dan lingkungan khususnya motor diesel. Proses pembakaran bahan bakar pada motor bakar menghasilkan gas buang yang mengandung unsur Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Oksida (SOx), Particulate Matter (PM), Karbon Monoksida (CO), dan Hidrokarbon (HC) yang bersifat mencemari udara. Agar motor diesel yang digunakan tidak mengakibatkan pencemaran udara berlebih, perlu dilakukan suatu penelitian menurunkan emisi gas buang motor diesel dengan pemilihan teknologi dan metode yang tepat. Penelitian cylone separator ini berdasarkan prinsip kerja separator yang memanfaatkan gaya sentrifugal dan perbedaan massa jenis. Karena massa jenis PM lebih besar dari pada massa jenis gas buang, PM akan terpisah dari gas buang karena gaya sentrifugal dan adanya perbedaan massa jenis. Pada tahap awal penelitian ini yaitu dibuat desain dan kemudian dilakukan CFD analisis untuk dicari yang paling efisien dari segi kecepatan dan jenis aliran. Pada hasil analisa CFD disimpulkan bahwa metode Perry lebih efisien dibanding 3 metode yang lain. Setelah didapat desain yang efisien maka dilanjutkan dengan pembuatan prototipe, untuk selanjutnya dilakukan uji ekperimen. Berdasar uji eksperimen, cyclone separator dapar mereduksi PM gas Buang motor diesel pada beban 2000 watt sebesar 8,71%. Sedangkan pada beban 2500 watt, cylone separator dapat mereduksi PM sebesar 34,49%.  
Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine. Nanang Juhantoro; I Made Ariana; Semin Sanuri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.828 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2005

Abstract

Coal water mixture (CWM) adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC). Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM). Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC) dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS).  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO) pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.
Studi Experimental Penggunaan Venturi Scrubber dan Cyclonic Separator Untuk Meningkatkan Kinerja pada Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) dalam Menurunkan NOX pada Motor Diesel Samsu Dlukha N; I Made Ariana; Aguk Z. M. Fathallah
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.111 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2010

Abstract

Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi NOX adalah dengan menggunakan metode Exhaust Gas Recirculation (EGR). Dengan metode EGR, oksigen yang masuk ke ruang bakar akan berkurang sehingga NOX dapat diturunkan dengan signifikan, akan tetapi power dari mesin tersebut juga akan berkurang dan Particulate Matter (PM) akan naik secara signifikan. Dalam penelitian ini dibahas penggunaan EGR yang telah di optimalkan dengan penambahan venturi scrubber dan cyclonic separator, tujuannya mengurangi NOX tanpa meningkatkan PM. Hasil pengujian menunjukkan NOX turun sebesar 48.89% dan PM turun dari 69,87%  menjadi 9.87%.
Analisa Risiko dan Langkah Mitigasi Pada Offshore Pipeline Wahyu Abdullah; Daniel M. Rosyid; Wahyudi Citrosiswoyo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.113 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2022

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai analisa risiko dan langkah mitigasi pada offshore pipeline milik PT. Kodeco Energy Co. Ltd., yang menghubungkan Poleng Process Platform (PPP) diperairan Madura menuju Gresik Onshore Receiving Facility (ORF) dengan mode kegagalan pressure based. Indeks keandalan pipeline didapatkan dengan menggunakan metode Bea, sementara untuk menghitung konsekuensi kegagalan didapatkan dengan metode semi kuantitatif risk based inspection (RBI), sehingga bisa diketahui risiko dari suatu pipeline. Besarnya peluang kegagalan tiap kilometer poin (KP) pipeline akibat terjadinya burst pressure sangat kecil yaitu dibawah 0.016, sehingga pipeline andal terhadap terjadinya burst pressure, untuk besarnya tingkat risiko tiap kilometer poin (KP) pipeline adalah Menengah Tinggi (1E). Selanjutnya untuk mitigation yang digunakan berdasarkan API RBI 581 adalah inventory blowdown, sehingga besarnya tingkat risiko tiap kilometer poin (KP) pipeline menjadi Menengah (1D).
Analisa Perubahan Garis Pantai Tuban, Jawa Timur dengan Menggungakan Empirical Orthogonal Function (EOF) Moch. Rizal Azhar; Suntoyo Suntoyo; Mahmud Mustain
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.114 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dominan dari variasi perubahan garis pantai Tuban, yang dinyatakan dengan persamaan Empirical Orthogonal Function (EOF). Persamaan EOF tersebut memerlukan data input garis pantai dua bulanan  yang diperoleh dari peramalan menggunakan oneline model. Hasil analisa EOF dengan validasi peta tahun 2011 menunjukkan terjadi perubahan pada pias 1-30, pias 31-60, pias 61-90,  pias 91-120, dan pias 121-150. Perubahan terjadi pada pias 31-60 sebesar 0.0005%, sedangkan pada pias lainnya sebesar 0-0.0001%.  Sebagian besar pias tetap stabil apabila dibandingkan dengan garis pantai awal tahun 2005. Setelah itu, eigenvalue dari hasil analisa EOF dihubungkan dengan parameter dekat pantai. Dari hasil analisa semakin besar eigenvalue yang dihasilkan, maka semakin besar pula nilai dari energi gelombang (E), Wave Stepness (Ho/Lo), Fluks energi gelombang cross shore (Fx) ataupun longshore (Fy) sehingga terjadi suatu perbandingan yang lurus. Sedangkan untuk eigentemporal c(t), dimana semakin besar sudut datang maka energi gelombang (E), Wave Stepness (Ho/Lo), Fluks energi gelombang cross shore (Fx) ataupun longshore (Fy) akan bernilai semakin kecil sehingga terjadi suatu perbandingan yang terbalik.