cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Simulasi Penggunaan Fin Undership Terhadap Tahanan dan Gaya Dorong Kapal dengan Metode Analisa CFD Joko Susilo Joko Susilo Joko Susilo; Agoes Santoso Agoes Santoso Agoes Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.612 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7623

Abstract

Desain lambung kapal di masa ini banyak mengalami modifikasi, modifikasi yang dilakukan sangat memperhatikan nilai hambatan yang terjadi ketika lambung kapal mengalami modifikasi. Tahanan total sangat diperhatikan karena semakin kecil tahanan total maka semakin kecil pula gaya dorong yang dibutuhkan untuk menggerakkan kapal tersebut, sehingga keuntungan dapat didapatkan dari segi  penghematan tenaga penggerak kapal. Penambahan variasi sirip (fin) pada area bawah lambung kapal merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengubah besarnya nilai tahanan dan gaya dorong yang ditimbulkan oleh kapal. Tujuan  penambahan dan pengaturan posisi sirip pada area bawah lambung kapal adalah untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai gaya dorong dan tahanan kapal. Perhitungan tahanan dapat dilakukan secara manual serta melalui metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Penambahan sirip pada area bawah lambung kapal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan gaya dorong dan tahanan kapal. Hasil simulasi CFD menunjukkan presentase perubahan nilai tahanan sebesar 0.19% dan kenaikan gaya dorong sebesar 0.98% untuk tipe sirip tunggal 01A. Kenaikan gaya dorong terbesar didapatkan dari sirip ganda tipe 02B, yaitu sebesar 1.02%.
Perancangan Mooring System Untuk Bangunan Pembangkit Energi Laut Bayu Ekosaputro; Irfan Syarif Arief; Toni Bambang
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.348 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7634

Abstract

Mooring system merupakan komponen penting dalam sistem pembangkit energi laut. Mooring system harus dirancang agar mampu menjaga bangunan pembangkit energi laut tidak berpindah posisi. Gaya yang bekerja pada pontoon sangat berpengaruh terhadap mooring system. Sehingga diperlukan perancangan mooring system yang mampu menjaga pontont terhadap gaya-gaya yang ada di lingkungan, dimana bangunan tersebut diletakkan. Terdapat beberapa gaya dari lingkungan yang terjadi pada pontoon,  antara lain adalah gaya angin, gaya arus, gaya gelombang dan oblique environment. Berdasarkan data dan perhitungan, nilai gaya gaya angin sebesar 113,913 N, gaya arus dari depan 1,454 N, gaya arus dari samping 36,422 N, gaya arus pada submersible 147,662, gaya gelombang (bow seas) 37373,5 N, gaya gelombang (quartering seas) 26659,6 N, gaya gelombang (beam seas) 25210,3 N dan 58,543 N untuk oblique environment. Perancangan mooring system mengunakan tali sintetis yang setiap ujungnya dipasang socket. Socket akan menghubungkan ponton ke bridle plate. Dari bridle plate, mooring lines terbagi menjadi 3 bagian, dengan konfigurasi mirip dengan tripod. Tegangan yang terjadi pada mooring system berkisar antara 0 – 10,587 N/mm2. Factor of safety yang terburuk terjadi pada komponen yang terhubung langsung dengan bridle plate  
Analisa Kinerja Termal Solar Apparatus Panel pada Alat Destilasi Air Payau dengan Sistem Evaporasi Uap Tenaga Matahari Menggunakan CFD Nadia Handayani; Taufik Fajar Nugroho; Sutopo Purwono Fitri
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.7862

Abstract

Upaya penyaluran air bersih ke daerah pesisir belum dilakukan secara merata sehingga masyarakat masih mengkonsumsi air payau untuk kehidupan sehari-hari. Meskipun telah banyak dikembangkan alat destilasi air laut menjadi air tawar, namun masih memiliki sistem yang kompleks dan biaya yang mahal, sehingga dikembangkan alat destilasi air menggunakan sistem evaporasi uap dengan sumber tenaga matahari. Untuk mengetahui kinerja termal alat destilasi ini, maka dilakukan penelitian dengan metode simulasi menggunakan pendekatan computational fluid dynamic (CFD) menggunakan software GAMBIT 2.4.6 dalam tahap pembuatan domain yang selanjutnya disimulasikan menggunakan software ANSYS FLUENT 13. Simulasi dilakukan pada solar apparatus panel secara three dimensional (3D) menggunakan model turbulensi Realizable k-ε, solar load model dan model radiasi Rosseland. Selanjutnya, simulasi dilakukan dengan variasi kecepatan masuk aliran air ke dalam pipa yaitu 0.01 m/s, 0.02 m/s, 0.03 m/s dan 0.04 m/s. Dari hasil pemodelan dan analisa diketahui bahwa distribusi temperatur terbesar terdapat pada pipa. Energi maksimum yang dapat diterima oleh air adalah 369.591 W/m2 pada pukul 10.00 dengan kecepatan 0.04 m/s. Nilai heat losses yang terjadi pada masing-masing kecepatan berbanding terbalik dengan nilai efisiensi yang menurun setiap jam, rata-rata efisiensi terjadi pada sore hari mulai dari pukul 11.00 – 13.00. Nilai efisiensi rata-rata pada kecepatan 0.01 m/s yaitu 27.6%. Pada kecepatan 0.02 yaitu 30.2%. Pada kecepatan 0.03 yaitu 31.6% sedangkan pada kecepatan 0.04 yaitu 33.4%.
Analisa Laju Korosi Pada Pelat Baja Karbon Dengan Variasi Ketebalan Coating Yudha Kurniawan Afandi; Irfan Syarif Arief; Amiadji Amiadji
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.462 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8931

Abstract

Baja karbon rendah adalah baja yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kapal. Sebagai moda transportasi yang beroperasi pada lingkungan laut yang korosif, maka diperlukan suatu perlindungan coating agar korosi yang terjadi bisa diperkecil. Pada pengujian ini, coating sengaja divariasikan ketebalannya. Hal ini mengacu pada tidak meratanya proses coating pada pelat lambung kapal, dikarenakan pengerjaan coating dilakukan secara manual dengan area yang dicat cukup luas. Sehingga kemungkinan terlalu tebal ketebalan coating bisa saja terjadi di area tertentu. Sistem coating yang diuji ada dua, yaitu sistem coating dua lapis dengan menggunakan cat Alkyd dan sistem tiga lapis dengan menggunakan cat Epoxy. Pengujian dan perhitungan laju korosinya dengan menggunakan metode elektrokimia. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa semakin tebal lapisan suatu coating tidak menjamin coating tersebut dapat melindungi dengan sempurna. Semakin tebal suatu coating memiliki resiko kegagalan coating lebih besar seperti, berkurangnya fleksibilitas, terjadinya pengerutan, atau pengeringan yang tidak sempurna.
Kajian Keselamatan Aktivitas Transportasi Laut terhadap Collision pada Bouy No. 15 Alur Pelayaran Barat Surabaya Bimo Wira Para; AAB Dinariyana; Ketut Buda Artana
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.948 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9110

Abstract

Kajian keselamatan aktivitas transportasi laut terhadap tubrukan kapal merupakan hal yang penting dilakukan bukan hanya untuk mengetahui safety level pada sebuah alur pelayaran, namun juga untuk mengurangi potensi kejadian tubrukan. Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur, yang berada di Alur Pelayaran Barat Surabaya memiliki peranan yang besar dalam aktivitas ekspor impor dan perdagangan nasional jalur laut. Untuk lebih mengembangkan perekonomian nasional, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan mengembangkan Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan Sekitarnya Secara Terintegrasi, dimana salah satu pengembangannya adalah pembangunan dermaga yang akan dikelola oleh PT. Berlian Manyar Sejahtera, yang berada di sekitar Bouy No.15. Pada skripsi ini menyajikan kajian keselamatan terhadap tubrukan kapal di Bouy No.15 Alur Pelayaran Barat Surabaya dengan metode IWRAP dan  simulasi impak hasil tubrukan dilakukan dengan metode Finite Element Analysis. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui batas aman jumlah kapal yang diperbolehkan beroperasi di APBS setiap tahunnya. Data jumlah kapal yang berlayar di APBS didapatkan dari Pelindo sebagai Otoritas Pelabuhan di Indonesia. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap head on collision, drifting collision, overtaking collision, dan crossing collision adalah sebesar 0.420, 0.940, 0.940, dan 0.605 secara berurutan, yang berarti frekuensi dari masing-masing jenis tubrukan dapat diterima jika mengacu pada keadaan future condition dimana frekuensi tubrukan dapat diterima bila bernilai dibawah satu. Dari analisis perhitungan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa jumlah maksimal kapal yang dapat berlayar di Alur Pelayaran Barat Surabaya pada future condition adalah sebanyak 49.640 kapal/tahun
Analisis Human Error Terhadap Kecelakaan Kapal Pada Sistem Kelistrikan Berbasis Data Di Kapal Lucky Andoyo; Sardono Sarwito; Badrus Zaman
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9410

Abstract

Kecelakaan kapal banyak terjadi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah volume lalu lintas kapal yang tinggi seperti pada alur pelayaran Selat Bali. Menurut data KNKT lebihdari 80% kecelakaan disebabkan oleh human error.Tujuan utama dari penulisan tugas akhir adalah untuk menganalisis seberapa besar nilai human error berpengaruh terhadap kecelakaan kapal akibat peralatan navigasi dan komunikasi .Setelah mengetahui seberapa besar nilai human error berpengaruh terhadap kecelakaan kapal, maka selanjutnya akan dianalisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi human error. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah kombinasi dari metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SHELL Model, sehingga dapat diketahui seberapa besar nilai human error dan apa saja penyebabnya. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai human error terhadap kecelakaan kapal akibat kondisi Sistem kelistrikan sebesar 26.9% dan nilai terbesar yang mempengaruhi human error adalah kesehatan SDM dengan nilai sebesar 32.1%.
Analisa Peletakan Multi Horisontal Turbin Secara Bertingkat Agus Suhartoko; Tony Bambang Bambang; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.011 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11674

Abstract

Pemasangan turbin sebagai pembangkit tenaga listrik memiliki beberapa kendala diantaranya peletakan tempat peletakan turbin yang strategis agar lebih mudah dalam pembangunan dan perawatan.  Dalam penelitian ini akan dicari berapakah jarak optimal pemasangan array turbin agar menghasilkan daya yang optimal, sehingga akan dilakukan dua jenis simulasi. Pada simulasi pertama turbin yang dipasang secara bertingkat dengan poros kedua turbin lurus dan simulasi kedua selain disimpangkan kebelakang poros turbin kedua disimpangkan kesamping kemudian dianalisa pada kondisi manakah turbin kedua menghasilkan daya yang optimal. Variabel pada penelitian dibedakan menjadi variabel kontrol meliputi diameter turbin dan kecepatan arus, variable manipulasi meliputi jarak peletakan turbin. Pada simulasi pertama turbin akan disimpangkan sejauh 5D; 6D; 7D; 8D; 9D; dan 10D, serta pada simulasi kedua ditambah dengan simpangan kesamping 0D; D; 0,5D; dan D. Hasil yang didapat adalah perbandingan daya optimal dengan jarak minimal berada pada jarak 6D pada dan 05L pada model 11V dengan perbandingan daya 1.042, pada model 14V pada jarak 6D 05L dengan perbandingan daya 1.034, dan pada model 18V pada 6D 05L dengan perbandingan daya 1.007.
Analisa Tegangan Pada Vertical Subsea Gas Pipeline Akibat Pengaruh Arus dan Gelombang Laut dengan Metode Elemen Hingga Rafli Ramadani; Hari Prastowo; Sutopo Purwono Fitri
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.682 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11755

Abstract

Pipa gas bawah laut merupakan salah satu cara utama yang paling cepat, aman, ekonomis, dan dapat diandalkan dalam pendistribusian gas dari offshore. Faktor tegangan pada jalur pipa gas bawah laut merupakan kunci utama dalam proses operasinya. Tegangan tersebut dapat disebabkan dari beban internal pada pipa ataupun beban eksternal yang berasal dari lingkungan dimana pipa tersebut beroperasi. Untuk mengetahui distribusi tegangan pada pipa akibat beban eksternal berupa arus dan gelombang laut maka dilakukan simulasi dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) menggunakan software SOLIDWORKS untuk pembuatan obyek dan domain yang selanjutnya disimulasikan menggunakan software ANSYS FLUENT dan AQWA 14. Simulasi dilakukan pada pipa vertikal dimana dalam simulasi pipa tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Pipa bagian atas memiliki panjang pipa sebesar 7700 mm pada garis air 15400 mm – 23000 mm, pipa bagian tengah memiliki panjang 7700 pada garis air 7700 mm – 15400 mm, dan pipa bagian bawah memiliki panjang 4650 mm untuk pipa lurusnya dan memiliki tambahan elbow 90° dengan jari-jari sebesar 3050 m berada pada garis air 0 mm – 7700 mm. Selanjutnya, simulasi dilakukan dengan variasi kecepatan arus sebesar 0.48 m/s untuk potongan pipa bagian tengah dan 0.75 m/s untuk potongan pipa bagian bawah. Sedangkan untuk pipa bagian atas disimulasikan dengan periode gelombang sebesar 6.4 s dengan tinggi gelombang sebesar 2.3 m. dari hasil pemodelan dan simulasi didapatkan distribusi tegangan dan tegangan maksimum untuk setiap potongan pipa. Potongan pipa bagian bawah memiliki tegangan maksimum sebesar 1830.629 Pa. Potongan pipa bagian tengah memiliki tegangan maksimum sebesar 18.68415 Pa. potongan pipa bagian atas memiliki tegangan maksimum sebesar 6733.2 Pa. Dari ketiga simulasi tersebut dapat disimpulkan bahwa beban gelombang yang paling besar dampaknya untuk pipa vertikal tersebut. Umur sisa kelelahan untuk pipa vertikal adalah sebesar 65982173.7 tahun untuk m = 4.0 dan 9775722903 tahun untuk m = 5.0.
Penilaian Risiko Sosial dan Analisis Geoteknik Terhadap Jalur Pipa LPG Semarang Iqba Nurul Rikayanti; A.A.B Dinariyana; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.678 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11782

Abstract

Konsumsi LPG mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia. Menurut Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina pertumbuhan konsumsi LPG mencapai rata-rata 24% per tahun. Terminal LPG memiliki fungsi yang sangat penting dalam pendistribusiannya yaitu sebagai penimbun dan penyalur ke semua daerah-daerah. Dalam pengoperasiannya, terminal LPG berpotensi memiliki bahaya yang disebabkan oleh kondisi lingkungan maupun kegagalan dari komponen pada setiap sistem. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan dua kajian analisis yang bertujuan untuk memastikan kemananan pipa terpendam terhadap pengaruh settlement dan memastikan tidak ada risiko yang terjadi pada manusia. Kajian yang pertama adalah analisa geoteknik pada lajur pipa terpendam 200 meter dari jetty sampai terminal LPG. Analisa geoteknik dilakukan dengan software GEO 5, dan selanjutnya tegangan pipa dianalisa dengan mengacu API RP 1102. Kajian yang kedua adalah penilaian risiko sosial pada lajur pipa gas LPG sepanjang 1200 meter dari jetty ke terminal. Societal risk pada studi ini akan diidentifikasi dengan menggunakan fault tree analysis dan event tree analysis untuk analisa frekuensi, fire modelling dengan software ALOHA dan Shellfred dipilih untuk penilaian konsekuensi dan selanjutnya ditampilkan pada F-N Curve yang mengacu pada UK HSE Standard. Hasil dari penilaian risiko sosial diperoleh bahwa skenario bahaya yang mungkin akan terjadi di lajur pipa gas LPG berada pada tingkat aman atau tidak membutuhkan mitigasi. Hasil dari analisa geoteknik diperoleh bahwa tegangan pipa akibat settlement melebihi batas aman, sehingga membutuhkan mitigasi. Rekomendasi mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan permeation grouting pada lapisan tanah di area jalur pipa dengan tujuan menambah kekuatan tanah sehingga tidak terjadi penurunan tanah berkelanjutan dan instalasi pipa gas di bawah tanah dapat terlindung dari pengaruh beban excavator.
Analisa Seakeeping pada Offshore Supply Vessel 56 Meter Dimas Berifka Brillin; Agoes Santoso; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.13431

Abstract

Dalam pengoperasian OSV di tengah ketidakpastian tinggi gelombang laut, perlu dilakukan analisa seakeeping. Untuk mengerucutkan masalah pada tugas akhir ini, analisa yang dilakukan hanya pada kondisi gelombang laut (sea state) skala 3 dan kecepatan angin beufort skala 4 dengan tujuan untuk memperoleh hasil dari RAO maksimum dan minimum yang bisa menyebabkan OSV mengalami capsizing pada gerakan heave, pitch, dan roll. Dari data – data yang diperoleh, akan didapatkan hasil RAO maksimum pada frekuensi encounter dan sudut hadap sebesar 0.993 rad/s dan 90º (heave), 0.981 rad/s dan 45º (pitch), serta 0.806 rad/s dan 90º (roll) dengan variasi kecepatan. Sedangkan untuk hasil RAO minimum semua gerakan pada kecepatan, sudut hadap, dan frekuensi encounter sebesar 7 knots, 135º, dan 0.985 rad/s serta 0.996 rad/s; 10 knots, 135º, dan 1.058 rad/s serta 1.071 rad/s; 10 knots, 135º, dan 1.12 rad/s, 1.134 rad/s, 1.148 rad/s.