cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Kriteria Pengembangan Kwasan Wisata Budaya Jalan Besar Ijen Kota Malang Achmad Pahrevi Mahardhika Sasono; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.113 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10738

Abstract

Salah satu kawasan di Kota Malang yang berpotensi untuk menjadi kawasan wisata budaya adalah kawasan Jalan Besar Ijen. Potensi kawasan ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengembangkan dan memanfaatkan potensi tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi daya tarik wisata budaya yang mempunyai nilai potensi paling tinggi untuk dikembangkan sehingga bisa melakukan delineasi kawasan wisata budaya berdasar daya tarik dan dengan itu bisa merumuskan kriteria pengembangan kawasan wisata budaya berdasarkan zona pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria pengembangan kawasan wisata budaya disana. Sedangkan kriteria untuk mengembangkan kawasan terdiri dari kriteria fisik dan non fisik, dimana kriteria tersebut berkaitan dengan daya tarik fisik bangunan, daya tarik non fisik kegiatan seperti ketersediaan bangunan bersejarah, adat istiadat, pagelaran dan festival, daya tarik indoor, daya tarik outdoor, dan kondisi situs. Selain itu juga berkaitan dengan fasilitas pendukung sebagai zona pendukung langsung kawasan wisata budaya dan kawasan sekitarnya serta kebijakan yang ada sebagai pendukung tidak langsung.
Pengelolaan Sampah Organik Rumah Pemotongan Hewan, Industri Tahu, Peternakan, dan Pasar di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. As'adul Khoiri Waddin
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.158 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14668

Abstract

Hampir lebih dari 60% sampah yang dihasilkan di seluruh Indonesia merupakan sampah organik atau biasa disebut sampah sejenis rumah tangga. Sampah organik ini mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan – bahan yang berguna dan bernilai ekonomis, seperti kompos, biogas, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data terkait timbulan dan komposisi sampah organik dari 4 (empat) proses kegiatan di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo, yaitu Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Industri Tahu, Peternakan, dan Pasar. Setelah data diketahui, kemudian bisa dijadikan pertimbangan untuk pengolahan sampah yang tepat guna terutama ditinjau dari aspek finansial. Hasil penelitian sebagai berikut: Jumlah timbulan limbah padat sentra industri tahu; 5018,33 kg/hari untuk kapasitas produksi tinggi; 2412,92 kg/hari untuk kapasitas produksi sedang; dan 524 kg/hari untuk kapasitas produksi rendah. Untuk timbulan limbah padat sentra peternakan sapi perah yang berupa kotoran sapi adalah sebesar 3272,889 kg/hari; dan sisa pakan ternak adalah sebesar 261,133 kg/hari. Timbulan limbah padat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berupa isi rumen adalah sebesar 3539,98 kg/hari; dan darah sapi sebesar 754,65 kg/hari.Jumlah timbulan limbah padat pasar krian adalah sebesar 4947,89 kg/hari dengan komposisi: sampah biodegradable (92,554%); dan lainnya (7,446) non-biodegradable. Keuntungan yang didapat untuk pengolahan kompos dan RDF sebesar Rp. 253.938.445,00 per tahun. Untuk keuntungan biogas sebesar Rp. 131.613.525,00 dan Rp. 34.437.203,00 per tahun.
Kajian Dampak Proses Pengolahan Air di IPA Siwalanpanji Terhadap Lingkungan dengan Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Fara Pratiwi Eka Riyanty; Hariwiko Indarjanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.848 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11441

Abstract

Proses pengolahan air minum secara konvensional dapat menyebabkan dampak lingkungan akibat konsumsi energi dan pemakaian bahan kimia. Penelitian ini mengidentifikasi dampak pencemaran yang dihasilkan dari proses pengolahan air di IPA Siwalanpanji menggunakan life cycle assessment. Life Cycle Assessment (LCA) merupakan metode untuk menganalisis dampak suatu produk terhadap lingkungan sepanjang siklus hidupnya. Siklus hidup dari suatu produk terdiri dari ekstraksi bahan baku, proses produksi hingga proses pembuangan akhir. Dari hasil analisis LCA, menggunakan software Simapro 7.33 dampak pencemaran yang terjadi berupa pencemaran udara yang disebabkan oleh penggunaan klorin, polyaluminium chloride (PAC) dan konsumsi listrik. Dampak pencemaran terbesar terjadi pada penggunaan listrik dalam pemakaian satu hari yaitu menyebabkan respiratory inorganics sebesar 0,748 kg PM2.5, ozone layer depletion sebesar 0,000295 kg CFC-11 dan global warming sebesar 1000 kg CO2. Solusi untuk mengurangi dampak lingkungan yang dapat dilakukan instalasi pengolahan air adalah dengan cara peningkatan efesiensi peralatan.
Study Kelayakan Investasi Apartemen Gunawangsa Merr Surabaya Zulfia Putri Maulina; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.724 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11761

Abstract

Abstrak Meningkatnya kebutuan hunian di Surabaya yang tidak diimbangi dengan ketersediaan tanah mengakibatkan harga hunian sangat tinggi, hal ini yang melatar belakangi dibangunnya hunian vertical atau yang disebut apartement. Maraknya pembangunan apartemen membuat persaingan sangat tinggi, untuk menarik konsumen lebih banyak PT Gunawangsa Kreasindo mengembangkan  apartement dengan konsep berbeda yaitu memadukan apartemen dengan condotel, apartement Gunawangsa Merr adalah salah satu proyek yang saat ini sedang berjalan di jl. Kedung Baruk 96 Surabaya . Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk investasi pembangunan apartement Gunawangsa Merr, maka di perlukan studi kelayakan investasi untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan PT Gunawangsa Kreasindo layak diteruskan atau tidak. Analisa tingkat pengembalian Investasi Apartemen Gunawangsa Merr dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan ProfitabilityIndex(PI). Pendapatan bersih tiap tahun diperoleh dari penjualan unit kamar apartemen, kios, perkantoran dan condotel selain itu ada pendapatan pembagian pendapatan penyewaan kondotel dengan pemilik condotel, investor dan pengelola (30%,35%,35%). Masa investasi proyek apartemen Gunawangsa Merr yaitu 10 tahun.. Dari analisa perhitungan data diharapkan dapat mengetahui kelayakan Proyek Apartement Gunawangsa Merr dari segi finansial. Setelah dilakukan analisa kelayakan Net Present Value (NPV) yang diperoleh hasil Rp 5,758,776,077 sehingga dinyatakan layak , metode Profitability Index (PI) diperoleh hasil 0.36 < 1 dinyatakan tidak layak, dan metode  Internal Rate of Return (IRR) diperoleh hasil sebesar 19.55% > MARR sehingga dinyatakan layak. Dari hasil analisa sensitivitas proyek apartemen Gunawangsa bisa layak apabila MARR naik ≤ 7.21%, Harga penjualan unit apartemen, kondotel, dan sewa kondotel turun  sebesar ≤ 1.44%, tariff listrik tidak naik sebesar ≤ 14.57 % dan biaya investasi naik  ≤ 1.62%. Kata kunci : kelayakan, investasi, apartement
Penggunaan Limbah Hasil Pembakaran Batu Bara dan Sugar Cane Bagasse Ash (SCBA) pada Paving Geopolimer dengan Proses Steam Curing Dimas Setiyo Nugroho; Triwulan Triwulan; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.299 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11817

Abstract

Bottom ash merupakan limbah sisa pembakaran batu bara disamping fly ash yang saat ini tidak banyak dimanfaatkan. Di dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan adalah bottom ash dan larutan alkali sebagai pengikat untuk membuat bahan dasar paving geopolimer. Abu batu digunakan sebagai filler. Selain itu bahan lain yang digunakan adalah SCBA (Sugar Cane Bagasse Ash / abu ampas tebu) untuk menambah sumber silika aktif pada bottom ash. Sebelum digunakan SCBA dikalsinasi pada suhu 850oC selama 7 jam. Dalam penelitian ini, benda uji yang digunakan adalah paving berukuran 20cm x 10cm x 8cm. Selain itu dibuat variasi pembakaran SCBA antara lain 450oC selama 6 jam; 600oC selama 3 jam; dan 850oC selama 3 jam sebagai pembanding. Paving yang terbuat dari fly ash dari PT. Petrokimia digunakan sebagai pembanding terhadap bottom ash. Seluruh paving dicetak dengan menggunakan alat pres manual di laboratorium. Didapat hasil bahwa semakin banyak berat SCBA dalam campuran, akan menurunkan kualitas paving. Kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 0% SCBA pada umur 28 hari dengan kuat tekan rata-rata sebesar 9.65 MPa, resapan air sebesar 8.68%, dan ketahanan aus sebesar 0.61 mm/menit. Disimpulkan bahwa, perawatan steam tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan paving geopolimer yang tidak di-steam.
Visualisasi 3D Objek Menggunakan Teknik Fotogrametri Jarak Dekat Sarkawi Jaya Harahap; Hepi Hapsari Handayani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14782

Abstract

Fotogrametri Jarak Dekat (Close Range Photogrammetry) adalah teknik fotogrametri dengan menggunakan prinsip kesegarisan atau kolinearitas, namun dalam pengambilan data dilakukan pada jarak dekat  yakni 100 mm sampai dengan 300 m. Seiring perkembangan Perkembangan teknologi era digital semakin memudahkan manusia dalam menyelesaikan masalah. Perhitungan CRP dapat digunakan dengan metode image matching, Image matching ini memiliki kegunaan antara lain : melakukan proses orientasi relatif, pembentukan 3D model, pembentukan DEM (Digital Elevation Model), serta pembuatan ortofoto. Dalam penelitian ini melakukan visualisasi 3D model objek dengan memanfaatkan teknologi komputer dalam melakukan pengukuran 3D  Teknik Fotogrametri jarak dekat pada objek kontainer (beraturan). Bentuk objek tersebut memiliki ukuran kecil sehingga pengukuran GCP (Ground Control Point menggunakan alat pita ukur. Visualisasi 3D Objek dapat dibentuk dari point cloud dan data DEM (Digital Elevation Model). Kalibrasi dikalukan dengan dua cara yaitu kalibrasi secara otomatis (image maching) pada objek grid dan kalibrasi analitik (manual) pada objek kontainer. Hasil kedua kalibrasi dapat dilihat bahwa nilai panjang fokus memiliki perbedaan yang relatif kecil sebesar 0,142 mm. Nilai koordinat pusat kamera memiliki perbedaan selisih sebesar 0,503 mm untuk sumbu x dan 0,117 mm untuk sumbu y. Selisih nilai K1, K2, dan K3 pada kedua kalibrasi sebesar 0,0000169; 0,000 dan 0,000. Sedangkan nilai koefisien P1 dan P1 memiliki selisih sebesar 0,000498 ; 0,000. Perbedaan nilai kalibrasi kamera diatas dapat dipengaruhi oleh kondisi objek kalibrasi. Dan ketelitian koordinat 3D objek kalibrasi otomatis lebih akurat terhadap koordinat ICP pita ukur, yaitu 80% kordinat X, Y, dan Z dapat diterima, sedangkan hasil koordinat 3D model kalibrasi analitik yaitu 60 % titik koordinat Y dapat diterima dan 80% titik koordinat X dan Z dapat diterima.
Paving Geopolimer Berbahan Dasar Bottom Ash dan Sugar Cane Bagasse Ash (SCBA) Achmad Freddya Eka Prasandha; Triwulan Triwulan; Januarti Jaya Ekaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.575 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.13327

Abstract

Abstrak— Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan bottom ash sebagai bahan dasar pembuatan paving geopolimer. Diketahui bahwa bottom ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang jarang dimanfaatkan dibandingkan dengan fly ash. Selain itu digunakan SCBA (Sugar Cane Bagasse Ash) sebagai sumber silika aktif untuk menambah kandungan silika pada bottom ash. Agregat atau filler pada paving geopolimer menggunakan abu batu, sedangkan untuk binder (pengikat) menggunakan larutan alkali aktifator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan berat SCBA pada paving geopolimer justru menurunkan kualitas dari paving tersebut. Dari pengujian kuat tekan paving diperoleh hasil kuat tekan maksimal pada umur 28 hari dengan penambahan berat SCBA 0%, yaitu sebesar 11.60 MPa. Nilai keausan paling besar terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 35%, yaitu yaitu sebesar 3.12 mm/menit, sedangkan keausan paling kecil terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 30% yaitu sebesar 0.72 mm/menit, terjadi ketimpangan nilai keausan paving dikarenakan benda uji terendam banjir sehingga menyebabkan perbedaan kualitas antar paving dalam pengujian keausan, sedangkan resapan air paving paling kecil terjadi pada paving dengan penambahan berat SCBA 0% yaitu sebesar 10.58%. Sehingga diperoleh kesimpulan akhir bahwa paving geopolimer tidak memenuhi persyaratan standar paving berdasarkan SNI 03-0691-1996 namun memenuhi syarat untuk dijadikan bata sebagai pasangan dinding kelas I berdasarkan SNI 03-0349-1989.
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Keputih, Surabaya Gaby Dian Mega; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.836 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15035

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Keputih merupakan instalasi pengolah lumpur tinja di Kota Surabaya yang berdiri pada tahun 1991 dengan kapasitas desain 400 m3/hari. Prinsip pengolahan IPLT adalah pengolahan fisik dan pengolahan biologis. Saat ini effluen IPLT Keputih memiliki kualitas yang hanya memenuhi baku mutu Kepmen LH No.5/2014 dengan nilai Biological Oxygen Demand (BOD5) 72 mg/L, tetapi belum memenuhi baku mutu Pergub Jatim No.72/2013. Pada studi ini dilakukan evaluasi kondisi eksisting dengan kriteria desain dan rekomendasi, baik dari segi operasi maupun proses untuk setiap unit bangunan agar effluen pengolahan memenuhi baku mutu. Debit influen IPLT eksisting adalah 137 m3/hari dengan kapasitas desain 400 m3/hari. Kandungan solid inlet sebesar 4,80%. Solid separation chamber memiliki kandungan solid outlet sebesar 5,87% dan direkomendasikan menjadi 20%. Oxidation ditch memiliki nilai Food to Mass (F/M) ratio sebesar 0,01 dengan rekomendasi ditingkatkan menjadi 0,023.  Final Clarifier (FC) memiliki debit resirkulasi sebesar 23,80 m3/s. Berdasarkan rekomendasi, debit resirkulasi FC sebesar 18,31 m3/s, dengan weir loading rate sebesar 6,84m3/m.hari. Sludge drying bed memiliki kandungan solid pada lumpur kering sebesar 63,14% dan direkomendasikan menjadi 80%. Drying area memiliki kandungan solid pada lumpur kering sebesar 61,16% dan direkomendasikan menjadi 80%.
Pemanfaatan Mikrobakteri Terhadap Beton Mutu Tinggi dengan Tambahan Silica Fume Azwar Annas; Januarti Jaya Ekaputri; Triwulan Triwulan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.912 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15248

Abstract

Beton mutu tinggi adalah beton yang kuat tekan tinggi sekitar 50 MPa – 100 MPa. Untuk meningkatkan kuat tekan, material pozollan seperti silica fume dan flyash biasanya digunakan untuk mengganti material beton Dalam laporan ini, beton mutu tinggi dengan silica fume sebagai pengganti semen dipelajari. Kadar silica fume yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Selain itu pengaruh dari mikrobakteri juga dipelajari. Faktor water per binder yang dipakai adalah 25% dari berat binder, dan untuk membuat workabilitynya bagus maka digunakan superplasticizer. Kadar superplasticizer yang digunakan dicari lewat trial pengujian di laboratorium. Pengujian yang dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 21, 28 adalah uji tekan pasta, mortar dan beton, selain itu pada benda uji beton umur 28 hari akan dilakukan uji split beton dan uji porositas. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari (B7,5M) adalah 69,71 MPa, sedangkan variasi silica fume yang paling optimum ada pada kadar 7,5%. Penambahan mikrobakteri tidak berpengaruh pada berat volume beton tetapi berpengaruh pada kuat tekan beton tersebut. Dengan penambahan mikrobakteri maka kuat tekan beton meningkat sebesar ± 30%. Sedangkan porositas total dan porositas tertutup yang terjadi pada beton semakin kecil, ini dibuktikan dengan hasil SEM terlihat bahwa bakteri mengisi area antara aggregat dan matrix beton.
Perencanaan Peningkatan Pelayanan Sanitasi di Kelurahan Pegirian Surabaya Zella Nissa Andriani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.415 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15554

Abstract

Sanitasi merupakan masalah penting tiap individu dan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Kondisi sanitasi yang kurang baik dapat mengakibatkan masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut mudah terserang penyakit. Kelurahan Pegirian merupakan salah satu wilayah pemukiman padat penduduk dengan kondisi sanitasi yang masih kurang baik terutama di sektor air limbah di Kota Surabaya, sehingga perlu dilakukan peningkatan pelayanan sanitasi dengan merencanakan suatu sistem penyaluran air limbah beserta bangunan pengolahan air limbah. Perencanaan ini menggunakan sistem penyaluran air limbah dengan jenis small bore sewer, sementara untuk bangunan pengolahan air limbah menggunakan Anaerobic Baffled Reactor (ABR) sebagai unit pengolahan air limbah yang memiliki nilai efisiensi yang cukup tinggi untuk mereduksi bahan organik yang terkandung pada air limbah domestik. Dengan adanya perencanaan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan dan meningkatkan kondisi sanitasi sehingga tingkat kesehatan masyarakat dapat meningkat.