cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Optimasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Magetan Nastiti Sri Fatmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.541 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16974

Abstract

Industri Penyamakan Kulit Magetan terdapat 78 unit pengusaha penyamakan kulit. Produk kulit finish yang dihasilkan sebanyak ±8.2006.180.440 feet/tahun dan limbah cair yang dihasilkan hingga mencapai 1500 m3/hari. Industri Penyamakan Kulit Magetan telah dilengkapi dengan sarana IPAL dengan kapasitas 600 m3/hari. Hasil dari pemeriksaan parameter belum terpenuhinya baku mutu air limbah sesuai dengan PERGUB JATIM No. 72 Tahun 2013 Optimasi ini menggunakan metode evaluasi dan perhitungan optimasi. Evaluasi pertama yaitu menghitung efisiensi pengolahan dan proses pengolahan kemudian dari hasil evaluasi maka perlu melakukan perhitungan optimasi dari aspek teknis dan aspek biaya. Hasil evaluasi pengolahan biologis diperoleh nilai parameter sangat rendah, setelah di optimasi dengan merencanakan % efisiensi pengolahan dan penambahan debit air limbah didapatkan nilai MLSS pada bak aerasi 1 sebesar 1223 mg/l, bak aerasi 2 sebesar 774 mg/l, solid flux lumpur aktif 1 sebesar 1,17 kg/m2.hari, solid flux lumpur aktif 2 sebesar 0,6 kg/m2.hari, F/M rasio lumpur aktif 1 sebesar 0,08 kg BOD/kg MLSS, F/M rasio lumpur aktif 2 sebesar 0,1 kg BOD/kg MLSS, waktu detensi lumpur aktif 1 sebesar 2,5 jam, waktu detensi lumpur aktif 2 sebesar 2,8 jam, kebutuhan udara lumpur aktif 1 sebesar 121,5 m3/hari, dan kebutuhan oksigen lumpur aktif 2 sebesar 105 m3/hari. Hasil perhitungan optimasi biaya pemeliharaan menghabiskan dana sebesar Rp. 9.617.700,- per bulan.  
Kajian Pengelolaan Limbah Padat Peternakan Sapi Simantri Berbasis 2R (Reduce dan Recycle) di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Gde Prima Tangkas; Yulinah Trihadiningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17071

Abstract

Simantri atau Sistem Pertanian Terintegrasi merupakan sebuah program Pemerintah Provinsi Bali yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dan peternakan. Pengelolaan limbah padat di peternakan sapi Simantri Kecamatan Seririt yakni pengolahan biogas dan pembuatan kompos belum berlangsung optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju timbulan dan komposisi limbah padat peternakan sapi Simantri, mengevaluasi pengelolaan limbah padat eksisting. Tujuan lainnya yaitu menentukan strategi penerapan teknologi pengolahan biogas dan kompos berdasarkan analisis SWOT. Pada penelitian ini dilakukan pengklasifikasian berdasarkan peternakan yang pengolahan biogasnya masih beroperasi, pengolahan komposnya masih beroperasi dan peternakan yang pengolahan biogas dan komposnya tidak beroperasi. Pengukuran laju timbulan limbah padat berdasarkan SNI 19-3964-1994 dan analisis mass balance limbah padat. Instrumen kuisioner digunakan pada penelitian ini untuk mendapatkan informasi pengelolaan limbah padat eksisting, permasalahan, dan penilaian SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Sehingga diperoleh teknologi pengelolaan limbah padat berbasis 2R yang dapat diterapkan. Total laju timbulan limbah padat peternakan sapi Simantri Kecamatan Seririt yaitu 2371,40 kg/hari dengan komposisi 303,88 kg sisa pakan/hari dan 2067,52 kg kotoran sapi/hari. Peternakan Sapi Simantri Kecamatan Seririt yang masih melakukan pengelolaan limbah padat sebanyak 53,84 % atau 7 peternakan. Sedangkan, yang tidak melakukan pengelolaan limbah padat sebanyak 46,16% atau 6 peternakan. Strategi penerapan teknologi untuk pengolahan limbah padat peternakan dari hasil analisis SWOT yaitu dengan melakukan pengolahan biogas dan pembuatan kompos dengan intensif dan melakukan inovasi dalam teknologi pengolahan biogas dan kompos.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Agar-agar Adelia Puspita Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.926 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17094

Abstract

Industri agar-agar merupakan salah satu industri pangan yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar terutama dari proses pencucian bahan baku. Bahan baku yang digunakan berasal dari rumput laut berjenis Gellidium sp., Gracillaria sp., dan Eucheuma Cottoni. Berdasarkan PerGub Jatim no. 72 tahun 2013 terdapat 6 parameter baku mutu air limbah yang harus dipenuhi sebelum membuang limbah ke badan air. Parameternya adalah BOD, COD, TSS, pH, ammonia dan sisa klor. Pada perencanaan ini digunakan data primer yang berasal dari industri agar-agar X yang berlokasi di Kab. Malang. Dari data yang didapat, dilakukan analisa kualitas sampel terhadap 6 parameter pencemar yang disesuaikan dengan baku mutu. Pengukuran salinitas juga dilakukan terhadap sampel. Sampel yang diambil dari 3 titik dengan menggunakan metode Integrated Sampling. Pada perencanaan ini digunakan data dari outlet 1 dan 2 yang tidak memenuhi ambang baku mutu dengan nilai BOD sebesar 514,4 mg/l, COD sebesar 1710,59 mg/l, dan TSS sebesar 269,26 mg/l. Sedangkan untuk parameter pencemar lainnya sudah memenuhi baku mutu. Unit IPAL yang direncanakan merupakan unit-unit pengolahan fisik-kimia. Unit IPAL terdiri dari bar screen, bak ekualisasi, prasedimentasi, koagulasi-flokulasi, sedimentasi dan filter dengan media zeolite. Pemilihan alternatif pengolahan didasarkan pada karakteristik limbah yang banyak mengandung bahan kimia terlarut untuk proses pencucian. Perhitungan BOQ dan RAB menggunakan HSPK Kota Malang 2015 dan didapatkan angka sebesar Rp141.665.444,00 untuk pembangunan seluruh unit IPAL.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Kegiatan Peternakan Sapi Perah dan Industri Tahu RAHANI YUNANDA KUSUMADEWI
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.879 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17095

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan sapi perah dengan diversivikasi industri tahu di Dusun Klagen, Krian, Kabupaten Sidoarjo memiliki karakteristik yang melebihi baku mutu. Kualitas air limbah kegiatan peternakan sapi diketahui mencapai 1.605,24 mgBOD/L, 4.134,35 mgCOD/L, dan TSS sebesar 1.170 mg/L. Kualitas air limbah untuk kegiatan industri tahu diketahui sebesar 2.387,06 mg/L untuk BOD5 dan COD sebesar 4.204,2 mg/L, serta TSS sebesar 240 mg/L. Melihat karakteristik tersebut diperlukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar air limbah yang dibuang ke badan air memenuhi baku mutu. Perencanaan didasarkan pada karakteristik air limbah yang diperoleh dari hasil uji laboratorium dan kondisi eksisting lokasi studi. Alternatif pengolahan yang direncanakan adalah pengolahan dengan teknologi upflow anaerobic sludge blanket (UASB) dan kombinasi anaerobic aerobic filter. IPAL yang direncanakan membutuhkan luas lahan sebesar 297 m2. Luas lahan tersebut juga meliputi bak ekualisasi sebagai penunjang pengolahan upflow anaerobic sludge blanket (UASB). Biaya yang dibutuhkan untuk membangun instalasi pengolahan air limbah sesuai perencanaan sebesar Rp 1.663.183.000.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH KOMUNAL DI KELURAHAN KEDUNG COWEK SEBAGAI UPAYA REVITALISASI KAWASAN PESISIR KOTA SURABAYA Sabam Oraendo Ajakima; Eddy Setiadi Soedjono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.182 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17299

Abstract

Dalam mencapai universal acces tahun 2019, masih terdapat 15.958 rumah tangga yang tidak mendapatkan akses sanitasi yang layak di Kota Surabaya. Salah satu kelurahan yang disoroti adalah Kelurahan Kedung Cowek, sedangkan kelurahan ini merupakan kawasan pesisir yang akan menjadi objek pengembangan wisata Kota Surabaya. Kelurahan Kedung Cowek masih minim infrastruktur lingkungan yang memadai. Serta diketahui sebagian besar warga Kelurahan Kedung Cowek masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Studi ini ditinjau dari aspek teknis dan finansial. Segi teknis meliputi perhitungan debit air limbah, diameter pipa, penanaman pipa, dimensi IPAL Komunal dan gambar teknik perencanaan, sedangkan aspek finansial meliputi investasi pembangunan, biaya operasi pemeliharaan, dan kesediaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program IPAL Komunal. Observasi data dilakukan dengan mewawancara masyarakat setempat. Hasil wawancara meliputi beberapa aspek informasi penting yang dapat menunjang perencanaan tugas akhir, antara lain kepemilikan WC pribadi, pekerjaan, penghasilan, dan pemakaian air bersih. Sementara untuk kualitas air limbah didapatkan dari literatur dengan kriteria kawasan pemukiman pesisir yang hampir serupa seperti Kelurahan Kedung Cowek. Perencanaan IPAL Komunal diharapkan bisa menjadi salah satu upaya revitalisasi kawasan pesisir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Adapun aspek yang dituju dari revitalisasi kawasan pesisir Kota Surabaya antara lain  ekonomi-wisata, ekologis dan politis. Hasil dari perencanaan ini berupa Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) dan IPAL Komunal berupa Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Aerobic Filter (AF). Area pelayanan mencakup RW 02 dan RW 03 dengan persen pelayanan 80% di tahun 2017, 85% di tahun 2026, dan 90% di tahun 2036. Keterlibatan masyarakat sangat dianjurkan untuk menjaga kesinambungan pengoperasian sarana kesehatan lingkungan. Adanya pembentukan UPT dan kader lingkungan akan memudahkan kegiatan pengoperasian dan perawatan SPAL & IPAL Komunal Kelurahan Kedung Cowek sedangkan besarnya biaya retribusi swadaya masyarakat sebesar Rp 10.000,00/KK.bulan
Analisis Sistem Pengangkutan Sampah di Wilayah Surabaya Utara Rizka Andriani Mahmudah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17118

Abstract

Surabaya Utara merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua setelah wilayah Surabaya Pusat. Hal ini mengakibatkan besarnya laju timbulan sampah di Surabaya Utara yang harus dikelola. Analisis sistem pengangkutan Sampah di Surabaya Utara bertujuan untuk memberikan informasi tentang kondisi eksisting sistem pengangkutan sampah yang meliputi rute dan jarak pengangkutan sampah, kecepatan pengangkutan sampah, waktu pengangkutan sampah dan jumlah timbulan sampah yang terangkut dari TPS Surabaya Utara menuju ke TPA. Pengangkutan di Surabaya Utara yang dianalisis terdiri dari pengangkutan dengan Arm Roll Truckdan Dump Truck. Jarak pengangkutan sampah di Surabaya Utara dipengaruhi oleh jumlah ritasi dan jarak TPS yang dilayani menuju ke TPA. Jumlah ritasi pengangkutan sampah pada truk DKP rata – rata yaitu 2 rit/hari dan pada truk rekanan yaitu 3 rit/hari. Alternatif jalan (jalan tol atau jalan biasa) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap waktu pengangkutan sampah dikarenakan kecepatan rata – rata pengangkutan sampah yang digunakan adalah sama. Faktor offroute pengangkutan sampah di Surabaya <0,15 yaitu 0,07, namun sisa waktu kerja yang cukup banyak memunkinkan dilakukan penambahan jumlah ritasi. Densitas rata – rata sampah di truk pengangkutan sampah di Surabaya Utara  adalah 229,29 kg/m3 untuk kontainer masih ada tutup dan 361,85 kg/m3 untuk kontainer yang sudah lepas tutupnya.
Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum di PDAM Unit Plosowahyu Kabupaten Lamongan Ricki Novan Armanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.42 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17317

Abstract

Kabupaten Lamongan mempunyai 2 lokasi Water Treatement, yaitu IPA Plosowahyu dan IPA Babat. Kajian dalam tugas akhir ini adalah PDAM Unit Plosowahyu.  Hal ini karena pada instalasi tersebut akan ada rencana pengembangan dengan menambah instalasi di IPA Plosowahyu dan direncanakan dengan debit 100 Liter/detik, namun realitanya hingga 2016 belum adanya instalasi baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem distribusi yang telah dilayani oleh PDAM IPA Plosowahyu, agar lebih optimal dalam melayani kebutuhan air bersih dan mengoptimalkan sistem distribusi dengan diketahuinya adanya rencana pengembangan unit produksi di PDAM. Kajian dalam penelitian ini adalah adalah kajian terhadap sistem distribusi yang sudah ada di Kabupaten Lamongan, terutama yang terlayani oleh PDAM IPA Plosowahyu. Metode yang dilakukan, dengan melakukan proyeksi jumlah penduduk dan juga kebutuhan air bersih untuk periode 10 tahun mendatang. Penelitian ini juga dilakukan dengan bantuan aplikasi Epanet 2.0 untuk menganalisis sistem distribusi. Sistem distribusi yang belum memenuhi kriteria perencanaan yang baik, maka dilakukan perbaikan pada jaringan distribusinya. Dengan dievaluasi sistem yang sudah ada, kemudian bisa dilakukan pengembangan jaringan sistem distribusi yang bertujuan meningkatkan persentase pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya wilayah pengembangan, yaitu Kelurahan Made. Kondisi awal saat ini, Kelurahan Made dilayani oleh IPA Babat, maka di tahun 2017-2021 wilayah ini bisa dilayani oleh IPA Plosowahyu. Dibuatnya sistem zona atau blok pada sistem distribusi, yaitu sebanyak 37 blok untuk wilayah pengembangan hingga tahun 2026. Di tahun 2021, kebutuhan air pada 3 kecamatan yang telah terlayani, yaitu Lamongan, Deket, dan Tikung, mengalami kenaikan yang pesat. Maka ditahun tersebut sudah ada penambahan kapasitas produksi. Sistem pemompaan jika melihat hasil pemodelan Epanet 2.0 di tahun 2021, maka perlu dilakukan sistem pararel di IPA Plosowahyu dan di kantor PDAM. Perbaikan pipa yang dilakukan ini juga dibagi menjadi  tahap, yaitu di tahun 2021 dan tahun 2026. Hal ini untuk menekan biaya perencanaan, karena anggaran pembangunan yang digunakan juga akan dibagi menjadi 2 tahap.
Alternatif Penggunaan Tertinggi dan Terbaik pada Lahan Pasar Blauran Surabaya Mifta Afiata; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.778 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17468

Abstract

Aktifitas perdagangan salah satunya terjadi di Pasar tradisional. Kondisi pasar yang sepi pengunjung dan banyaknya pembeli yang lebih memilih pusat perbelanjaan modern membuat pasar tradisional semakin ditinggalkan. Salah satunya adalah pasar Blauran Surabaya. Pasar Blauran merupakan pasar tradisional yang terletak di Jalan Kranggan Sawahan Surabaya dengan luas 5550 m2. Lokasi sekitar pasar yang sudah banyak berkembang menjadi properti komersil, sedangkan kondisi pasar yang kurang nyaman, panas, tidak tersedianya lahan parkir dan bangunannya yang sudah tua. Oleh karena itu lahan Pasar Blauran Surabaya perlu ditinjau penggunaan lahannya agar dapat memberikan nilai lahan tertinggi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari aspek legal, fisik, finansial dan produktivitas maksimum. Berdasarkan penyebaran kuisioner kepada stakeholder didapatkan alternatif yaitu Revitalisasi Pasar, Mixed use Pasar dengan Pusat Perbelanjaan dan Mixed use Pasar dengan Perkantoran. Hasil analisa perhitungan, alternatif dengan nilai lahan tertinggi dan produktifitas maksimum yaitu mixed use pasar dan perbelanjaan dengan nilai lahan sebesar Rp 71.575.064,- dan produktifitas lahan sebesar 236,07% dari nilai lahan awal.
Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Penyerap Emisi Gas Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Kampus ITS Sukolilo, Surabaya Ribka Regina Roshintha; Sarwoko Mangkoedihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.661 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17510

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan kampus yang memiliki program eco campus. Eco campus ini menandakan bahwa ITS peka terhadap isu-isu lingkungan seperti pemanasan global. Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 ini dapat diserap oleh tanaman atau ruang terbuka hijau (RTH) sehingga perlu adanya analisis dari kecukupan RTH ini dalam menyerap emisi CO2 pada kawasan kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Analisis ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan jumlah kendaraan bermotor dan vegetasi eksisting pada kawasan kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Beban emisi CO2 yang dihasilkan pada Tahun 2016 tertinggi terdapat pada zona 5 dengan jumlah 277.726,7 g/jam sedangkan untuk beban emisi terendah terdapat pada zona 8 dengan jumlah 65.179,6 g/jam. Proyeksi pada tahun 2021 dihitung dan didapatkan beban emisi tertinggi terdapat pada zona 5 dengan jumlah 328.657,4 g/jam sedangan emisi terendah terdapat pada zona 8 juga dengan beban emisi yaitu 77.132,5 g/jam. Hasil yang diperoleh dari analisis kecukupan adalah terdapat 5 zona dimana RTHnya memenuhi pada tahun 2021 dan terdapat 3 zona yang perlu diperhatikan RTHnya. Perencanaan dilakukan untuk zona yang masih belum memenuhi dan untuk zona yang terpenuhi ini didukung dengan adanya pembuatan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) pemeliharaan RTH yaitu pemangkasan, pemupukan dan penyiraman berdasarkan dari beberapa literatur.
Kajian Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Menyerap CO2 Udara Ambien dari Transportasi Darat di Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur, Surabaya Merry Juita Pasaribu; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.215 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17513

Abstract

Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur adalah akses utama menuju Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat bahwa pada tahun 2014 terdapat 32.155.740 kegiatan arus barang dan penumpang angkutan laut luar negeri serta dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Perak. Angka tersebut mengindikasikan bahwa banyak kendaraan umum maupun kendaraan berat yang mengakses Jalan Perak Barat dan Jalan Perak Timur. Selain itu, Jalan Perak Barat dan Perak Timur juga merupakan jalan penting bagi pengendara transportasi darat yang berasal atau hendak menuju Jalan Tol Gempol – Surabaya. Banyaknya jumlah kendaraan di jalan ini mengakibatkan tingginya beban emisi CO2­­­ yang dihasilkan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik pada median jalan dan pinggir jalan untuk mengetahui kecukupan RTH Publik dalam menyerap CO2 pada udara ambien yang berasal dari transportasi darat.   Kajian dilakukan dengan melakukan traffic counting pada saat jam puncak untuk mengetahui beban emisi CO2 maksimum yang dihasilkan selama enam hari, lima hari weekday dan satu hari weekend. Selanjutnya dengan Metode Model Box diketahui CO2 yang terdapat pada udara ambien. Untuk mengetahui daya serap RTH Publik eksisting maka perlu didata jenis pohon dan semak pada median dan pinggir jalan.   Jumlah kendaraan yang sejenis di setiap titik traffic counting saat weekday pada jam puncak tidak menunjukkan jumlah yang berbeda. Namun saat weekend jumlah kendaraan yang sejenis lebih sedikit terutama kendaraan berat. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa dengan kondisi eksisting, RTH Publik sudah menyerap CO2 pada udara ambien dari transportasi darat secara optimal. Sampai tahun 2021, apabila kondisi RTH Publik tetap sama maka CO2 masih dapat terserap optimal.