cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perencanaan Pengembangan Sisi Udara Bandara Internasional Minangkabau Muhammad Rezky Ridwan; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.674 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48180

Abstract

Bandar Udara Internasional Minangkabau memiliki ukuran runway 2.750 x 45 m. Bandar Udara ini direncanakan pemerintah sebagai bandara embarkasi haji di wilayah Provinsi Sumatera barat, Provinsi Bengkulu dan sebagian Provinsi Jambi meliputi: Kab. Merangin, Kab. Kerinci, Kab. Sorolangun, Kab. Bungo, dan Kab. Tebo. Oleh karena itu, Bandar Udara Internasional Minangkabau perlu melakukan pengembangan khususnya disisi udara sehingga dapat melayani pesawat rute luar negeri seperti Boeing 777-300ER.Dalam perencanaan ini, penelitian dilakukan menggunakan data sekunder dengan data ramalan selama 10 tahun kedepan dan menggunakan metode runtun waktu dengan model dekomposisi aditif sehingga didapatkan jumlah pergerakan pesawat 10 tahun mendatang sebesar 57.451. Selanjutnya studi ini meninjau kesesuaian antara PCN Bandara Internasional Minangkabau dengan ACN pesawat Boeing 777-300ER. Dari analisa kesesuaian ACN-PCN didapatkan bahwa pesawat Boeing 777-300ER dapat beroperasi pada Bandara Internasional Minangkabau dengan syarat jumlah keberangkatan pertahun tidak melebihi 5% dari jumlah keberangkatan tahunan.Lalu dilakukan perencanaan ukuran runway, taxiway, dan apron dengan menggunakan hasil ramalan yang ada dan data pesawat rencana yaitu Boeing 777-300ER yang perencanaanya mengacu pada standar ICAO dan FAA. Dari hasil analisa yang dilakukan didapatkan kebutuhan panjang runway sebesar 3550m x 45m. Untuk taxiway didapatkan lebar sebesar 25m dengan lebar bahu taxiway sebesar 10m pada setiap sisinya. Letak exit taxiway berada pada 2 titik seperti keadaan eksisting serta sudut untuk exit taxiway sebesar 90o. Luas apron dibutuhkan sebesar 92040,43m2. Dari analisa lokasi berdasarkan KKOP didapatkan adanya ketinggian daratan yang melebihi standar pada jarak 8km dan berada pada kawasan dibawah permukaan horizontal luar sehingga perlu diberikan tanda. Pada perencanaan ini perhitungan tebal perkerasan menggunakan bantuan aplikasi FAARFIELD. Didapatkan bahwa tebal total untuk perkerasan lentur sebesar 67,31cm-97,33cm dan untuk total perkerasan kaku sebesar 70,71cm-74,48cm
Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Gerbang Tol (Studi Kasus: Gerbang Tol Sei Rampah dan Gerbang Tol Tebing Tinggi Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi) Rahmad Handika; Hera Widyastuti; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.693 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48313

Abstract

Jalan tol merupakan fasilitas transportasi yang dibangun dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang demi pertumbuhan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan tol itu sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Namun, Salah satu permasalahan yang sering terjadi di jalan tol adalah kemacetan kendaraan khususnya di gerbang tol. Pada studi ini metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out dan Single Channel-Single Server sebagai struktur antrian pada perencanaan gerbang tol ini serta mempertimbangkan Gerbang Tol Otomatis (GTO). Studi ini mengevaluasi jumlah gerbang tol yang optimum dalam segi panjang antrian dan tingkat pelayanan untuk tahun 2019, 2024, dan 2029. Hasil dari evaluasi studi ini adalah panjang antrian terpanjang yang terjadi pada Gerbang Tol Sei Rampah masuk adalah 20 m; Gerbang Tol Sei Rampah keluar sepanjang 25 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi masuk sepanjang 20 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi keluar sepanjang 15 m. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada saat ini yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 3 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2024 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2029 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu.
Identifikasi Preferensi Lansia terhadap Pemilihan Moda Transportasi di Kota Malang Dianita Rosayani Putri; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49320

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota dengan penduduk usia tua yang tinggi, yaitu dengan presentase sebanyak 8,5% pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 10,44% pada tahun 2017. Penurunan kondisi fisik lansia mengharuskan adanya fasilitas yang dapat mengakomodasi lansia dalam beraktivitas, salah satunya adalah moda transportasi. Terdapat permasalahan terkait kondisi moda transportasi publik di Kota Malang yang dinilai masih buruk, khususnya pada aspek yang berhubungan dengan lansia dan penyandang cacat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui preferensi lansia dalam memilih moda transportasi untuk beraktivitas atau melakukan kegiatan berpergian/mobiliasasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi pemilihan moda lansia dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan . Faktor internal berupa kemampuan fisik, faktor psikologis, kepemilikan SIM, dan tingkat pendapatan. Faktor eksternal berupa perubahan cuaca, serta kondisi pelayanan moda transportasi publik berdasarkan aspek aksesibilitas, afordabilitas, ketersediaan, keselamatan dan keamanan, acceptable, dan kenyamanan.
Perancangan dan Implementasi Kontroler PID Adaptif pada Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Mudia, Halim; Effendie, Rusdhianto; Iskandar, Eka
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.159

Abstract

Motor induksi merupakan motor penggerak yang paling banyak digunakan dalam bidang industri. Keunggulan motor induksi diantaranya adalah konstruksinya yang sederhana, harganya yang lebih murah dibandingkan motor jenis lain, serta perawatannya yang mudah. Sedangkan, kekurangan dari motor induksi adalah teknik pengaturan kecepatannya yang relatif sulit dan membutuhkan arus starting yang tinggi sekitar enam kali arus nominal motor. Salah satu metode yang dikembangkan dalam pengaturan kecepatan motor induksi adalah Kontroler PID adaptif. Pada  tugas akhir ini akan didesain dan direalisasikan sebuah kontroler PID adaptif Self Tuning Regulator(STR) untuk pengaturan kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan software Matlab dan mikrokontroller AVR Atmega16 sebagai input dan output dari plant dengan komunikasi menggunakan serial rs232. Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba mengimplementasikan metode kontroler PID adaptif dengan menggunakan Matlab. Pada implementasi, dari respon plant dengan time constant yang diberikan pertama:4 detik , kedua:8 detik dan ketiga:12 detik, didapat respon transient dari plant dengan time constant pertama:4.45 detik, kedua:7.9 detik dan ketiga:12.2 detik. Dapat disimpulkan bahwa kontrol PID adaptif dengan Self Tuning Regulator ini dapat bekerja dengan baik untuk memperlambat respon plant.
Perancangan dan Implementasi Internal Kontroler PI Direct Torque Control Sebagai Driver Motor Induksi Rini, Widyanita Sekar; Abdul Kadier, Rusdhianto Effendie; Rameli, Mochammad
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.167

Abstract

Motor induksi telah banyak digunakan aplikasinya dalam industri karena mempunyai banyak keunggulan, diantaranya konstruksinya yang kokoh, performansinya yang handal, mudah dalam pemeliharaan, dan harganya yang lebih murah dibanding dengan jenis motor lainnya. Namun karakteristik motor induksi yang sulit diatur sehingga memerlukan pengemudian elektronik. Frekuensi dan torsi merupakan parameter pada motor induksi yang bisa gunakan untuk mengendalikan motor induksi. Salah satu metode yang dikembangkan dalam pengaturan kecepatan motor induksi adalah Direct Torque Control (DTC). Pada Tugas Akhir dilakukan perancangan dan implementasi Direct Torque Control (DTC) untuk mengatur kecepatan motor induksi 3 fasa dengan menggunakan internal kontroler PI. Kontroler PI yang telah dirancang mampu membuat kecepatan rotor hampir sesuai dengan nilai set point kecepatan yang diinginkan. Hal ini dibuktikan dengan kecilnya nilai error steady state yang terjadi pada pengujian sistem dengan menggunakan kontroler. Nilai error steady state mencapai 0,48% pada kecepatan stator 900 rpm, 0,63% pada kecepatan stator 1200 rpm, 0,57% pada kecepatan stator 1320 rpm, 0,79% pada kecepatan stator 1500 rpm, dan 0,59% pada kecepatan stator 1650 rpm.
Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang Hendre Angga Prasetya; Rusdhianto Effendie Abdul Kadier
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.831 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.182

Abstract

Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .
Perancangan dan Implementasi Direct Torque Control 2 Level Inverter pada Motor Induksi Prastiwi, widyanika; Abdul Kadier, Rusdhianto Effendie; Iskandar, Eka
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.185

Abstract

Direct Torque Control (DTC) merupakan salah satu metode yang dikembangkan dalam pengaturan kecepatan dengan cara mengatur secara langsung nilai dari torsi motor. Pada DTC klasik di dalam praktiknya, sering terjadi beberapa masalah seperti tingginya torsi ripple dan distorsi arus pada stator oleh  karena itu digunakan DTC dengan level yang lebih tinggi untuk mengurangi hal tersebut.
Perancangan dan Implementasi Sistem Pengaturan Optimal LQR untuk Menjaga Kestabilan Hover pada Quadcopter Kardono Kardono; Rusdhianto Effendie Abdul Kadier; Ali Fathoni
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.244

Abstract

Quadcopter adalah pesawat terbang yang memiliki potensi untuk lepas landas, hover, terbang manuver, dan mendarat bahkan di daerah kecil. Seiring dengan perkembangan teknologi modern, saat ini quadcopter banyak digunakan untuk pengawasan area, pengambilan foto/video, pelaksanaan misi yang beresiko tinggi dan lain-lain. Kestabilan hover pada quadcopter sangatlah penting dan harus dimiliki quadcopter agar pemanfaatannya dapat maksimal. Kontrol hover merupakan prioritas utama dalam setiap upaya pengendalian quadcopter baik pada pengendalian fase take-off, landing, dan trajectory, hal ini dikarenakan kesalahan yang kecil saja yang terjadi pada sudut dan atau ketinggian quadcopter dapat menyebabkan quadcopter bergerak baik terhadap sumbu x, y, maupun z. Dalam Tugas Akhir ini dibahas desain sistem kontrol pada quadcopter agar dapat melakukan proses hover secara otomatis dengan stabil dan metode yang digunakan adalah kontroler Linier Quadratic Regulator (LQR). Pada Tugas Akhir ini, didapatkan nilai parameter kontrol LQR dari hasil tuning diperoleh parameter R=1 dan Q=Q4 yang pada simulasi dapat terbang hover pada ketinggian 2 m, dan dapat mengatasi gangguan dengan rise time selama 0,1332detik. Respon hasil implementasi pada quadcopter tidak sebaik dengan hasil simulasi, terbang hover dengan set point ketinggian 100 cm masih berisolasi antara 50cm sampai 200cm, dan respon kestabilan sudut lebih lambat yaitu 0,23detik.
Studi Proses Ekstraksi Mineral Tembaga Menggunakan Gelombang Mikro Dengan Variasi Waktu Radiasi Dan Jenis Reduktor I Putu Rian Utanaya Murta; Sungging Pintowantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.891

Abstract

Sebuah material tembaga yang berjenis chalcopyrite dengan metode ekstraksi telah selesai dilakukan. Bahan dasar A yang digunakan adalah chalcopyrite(CuFeS2 ), silika (SiO2) serta arang dan briket kokas sebagai reduktor yang disinari gelombang mikro dengan variasi waktu radiasi 40 menit,  50 menit dan 60 menit.  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme proses ekstraksi mineral tembaga dengan penggunaan gelombang mikro dan untuk mengetahui waktu radiasi dan jenis reduktor yang optimal terhadap peningkatan kandungan tembaga. Studi dilakukan dengan pengujian XRF, SEM, serta XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kandungan Cu yang optimal didapat pada waktu radiasi selama 60 menit dengan menggunakan reduktor arang. Secara umum, semakin lama waktu radiasi dan semakin rendah nilai kalori dari reduktor maka % Wt Cu yang didapat semakin tinggi dengan nilai maksimum 3,53 Cal/gr. Hasil analisis XRD menunjukkan pada semua variasi waktu radiasi senyawa yang terbentuk adalah Cu dan CuS2 yang menandakan bahwa proses ekstraksi berjalan belum begitu sempurna.. Kata Kunci—chalcopyrite, ekstraksi, reduktor,gelombang mikro.
Studi Eksperimen Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Bioetanol Tipe Side Burner dengan Variasi Diameter Firewall R.R. Vienna Sona Saputri Soetadi; Djoko Sungkono Kawano
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.074 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.415

Abstract

Untuk mendapatkan kompor bioetanol efisiensi thermal maksimal diperlukan penelitian komprehensif. Salah satunya adalah penelitian terhadap posisi peletakkan beban pada kompor bioetanol kompak. Pengujian dilakukan pada kompor uji bioetanol dengan kadar 99%, yaitu kompor bioetanol tipe side burner dengan firewall 2.5 inci dan firewall 3 inci. Pengukuran temperatur api dengan 13 thermocouple K dengan pengukuran searah api keatas setiap 5 mm-an. Kemudian, water boiling test dilakukan untuk mendapatkan daya dan beban dan dilanjutkan mengukur waktu pendidihan air. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran total distribusi temperatur nyala api difusi. Hasil menunjukkan untuk kompor 2.5 inci dengan daya 1.6 kW mempunyai temperatur 542 ºC dengan jarak ketinggian 5 mm dari rim kompor sedangkan kompor 3 inci menghasilkan daya 2.38 kW dengan temperatur 516 ºC.