cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Metode Ekstraksi Karakteristik Optis dari Solid Tissue Phantom Menggunakan Data Pengukuran Diffuse Optical Spectroscopy Surpan Surpan; Aulia Siti Aisyah; Nasution Nasution
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.872 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4064

Abstract

Diffuse optical spectroscopy merupakan teknik spektroskopi yang digunakan dalam karakterisasi media melalui pengukuran spectral diffuse reflectance pada rentang pita panjang gelombang yang dikenal dengan sebutan optical windows, yaitu 600 hingga 1000 nm. Salah satu metode ekstraksi karakteristik tissue dari pengukuran DOS adalah dengan menggunakan backward approach dimana data percobaan akan di fitting dengan pendekatan diffuse dari persamaan radiativ transfer (RTE) untuk mendapatkan optical properties dari media. Pada penelitian ini, dikembangkan metoda ekstraksi (backward approach) untuk mendapatkan karakteristik tissue berdasarkan pengukuran multi-distance DOS. Metoda ekstraksi ini dikembangkan berbasis algoritma fitting nonlinear Lavenberg-Marquadt. Data pengukuran DOS yang digunakan  merupakan pengukuran refelektansi difus atas tiga jenis solid phantom tissue dari ISS®, dengan karakteristik optis yang berbeda.
Pembuatan dan Karakteristik Komposit Polimer Berpenguat Bagasse Eqitha Dea Clareyna; Lizda Johar Mawarani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4295

Abstract

Bagasse memiliki kandungan serat yang cukup besar dan berpotensi digunakan sebagai bahan penguat dalam pembuatan komposit karena sifatnya yang kuat dan ringan. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibuat bahan komposit berpenguat bagasse dengan empat macam ukuran penguat yaitu serat chopped serta partikel berukuran 100 mesh, 140 mesh, dan 200 mesh. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan fraksi volume penguat divariasi dari 2,5% hingga 15%. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan densitas terbaik dimiliki oleh sampel komposit dengan penguat berukuran 200 mesh sebanyak 7,5% volume. Kekuatan tarik sampel tersebut adalah  28,83  MPa dan densitasnya adalah 1,15 gr/cm3. Adapun kekuatan impak terbesar dimiliki oleh sampel komposit dengan 2,5% volume sebesar 0,00271 J/mm2. Dengan demikian sampel komposit yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku industri menggantikan tiang penyangga (scantlings) pada struktur kayu (timber structure) sesuai standar AS 1720.1.
Rancang Bangun Kontrol Logika Fuzzy-PID pada Plant Pengendalian pH (Studi Kasus: Konsentrasi Asam Lemah dan Basa Kuat) Fista Rachma Danianta; Hendra Cordova
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.905 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4297

Abstract

Telah dilakukan perancangan plantpengendalianpH asamlemahdenganbasakuat dengan menggunakan metode Kontrol Logika Fuzzy-PID dengan Feedback secara real plant. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yaitu sensor pH, pH meter, transmiter,mikrokontroler, driver motor, pompa dc sebagai aktuator, power supply, dan komputer. Kontrol Logika fuzzy-PID berhasil diterapkan pada plant untuk men-schedule gain proporsional, integral dan derivatif yang berorientasi pada performa sistem dengan menggunakan nilai eror dan perubahan eror sebagai input. Sinyal kontrolnya berupa PWM (Pulse Width Modulation) yang beraksi merubah RPM (Rotate Per Minute) pada pompa larutan basa, sedang RPM pompa larutan asam dijaga konstan. Selain itu, hasil rancang bangun menunjukkan bahwa sistem merespon dengan cara memberi gain-gain pengendali yang sesuai dengan basis aturan (rule base) yang dibuat dengan tujuan memberi respon yang sesuai untuk reaktor guna memperkecil eror. Reaktan yang digunakan adalah NaOH sebagai zat basa pelarut dan CH3COOH sebagai zat asam yang terlarut.
Desain Sistem Kendali Rotary Pendulum Dengan Sliding-PID Muntari Muntari; Hendro Nurhadi
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.079 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4577

Abstract

Kebanyakan sistem kontrol yang ada di dunia nyata adalah sistem nonlinier sehingga sulit untuk dikenda-likan. Rotary pendulum adalah sistem yang mensimulasikan sebuah mekanisme kontrol untuk mengatur permasalahan kestabilan. Permasalahan utama dalam desain sistem kendali untuk rotary pendulum adalah menstabilkan batang pendul-um di daerah ekuilibrium pada arm yang digerakkan oleh motor. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem kendali dengan menggunakan kendali PID dan Sliding-PID. Sliding-PID merupakan gabungan antara Sliding Mode Con-troller dan PID controller. Pemodelan sistem dilakukan dengan Simulink Matlab yang berdasarkan persamaan kine-matika dan dinamika dari sistem. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kendali Sliding-PID menghasilkan respon yang lebih baik dibandingkan dengan kendali PID. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai maksimum overshoot pada kendali Sliding-PID (0% untuk sudut dan sudut ) lebih kecil daripada kendali PID (9.4664% untuk sudut dan 7.7107% untuk sudut ). Sedangkan waktu yang diperlukan untuk seluruh sistem rotary pendulum (untuk menstabilkan sudut dan sudut ) dengan kendali Sliding-PID (5.8591 detik) lebih besar jika dibandingkan dengan kendali PID (0.5190 detik). Selain itu steady state error dari kendali Sliding-PID (4.94%) lebih besar daripada kendali PID (4.81%).
Pola Vibrasi Dari Transmisi V-Belt Dibawah Pengaruh Parallel Misalignment Ardhian Heru Saputra; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.92 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4587

Abstract

Sistem transmisi v-belt banyak digunakan di industri karena mudah penanganannya dan murah harganya, tetapi di samping itu dibanding sistem transmisi daya yang lain v-belt juga lebih sering menunjukkan gejala fluktuasi transmisi. Di antara sekian metode condition monitoring, vibrasi sering dipraktekkan di industri, karena vibrasi adalah indikator yang sangat baik dari kondisi mesin, dan merupakan indikator dini terjadinya kerusakan/ketaknormalan sebelum terlanjur tumbuh menjadi lebih serius dan menyebabkan downtime yang tidak direncanakan. Pada studi ini dilakukan kajian eksperimental guna mempelajari karakteristik vibrasi pada sistem transmisi v-belt dengan adanya parallel misalignment antar pulley. Studi dilakukan pada sebuah test bed sistem transmisi v-belt dengan belt tunggal. Pengambilan data dan pengolahan data dilakukan dengan Integrating Vibration Meter BK-2513. Dari hasil yang didapat, ditemukan bahwa kecepatan rms vibrasi bertambah seiring bertambahnya besar misalignment. Tendensi grafik cenderung konsisten untuk tiap variasi kecepatan putaran input. Selain itu, gradient (slope) dari kecepatan rms vibrasi semakin bertambah seiring dengan bertambahnya misalignment dan kecepatan input pada pulley.
Perancangan Sistem Pengukuran pH dan Temperatur Pada Bioreaktor Anaerob Tipe Semi-Batch Dimas Prasetyo Oetomo; Totok Soehartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.403 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5226

Abstract

Proses pada bioreaktor dapat dilakukan secara aerob yaitu menggunakan bantuan oksigen dan anaerob yaitu tidak menggunakan bantuan oksigen. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi  enceng gondok untuk menghasilkan biogas menggunakan bioreaktor anaerob tipe semi-batch. Enceng gondok memiliki rasio C/N sebesar 22.5 – 35.84% yang merupakan komposisi optimum untuk ekstraksi biogas. Kinerja dari bioreaktor dalam produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti pH dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengukuran besaran pH dan temperatur secara online sehingga memudahkan dalam pengambilan data. Bahan yang digunakan pada proses fermentasi adalah campuran enceng gondok yang telah dicincang dan dicampur air dengan dua komposisi penambahan berbeda untuk dibandingkan. Pada Bioreaktor1 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1:3 dan pada bioreaktor 2 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bioreaktor 2 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25 menghasilkan biogas lebih aktif dibandingkan dengan bioreaktor 1 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1 : 3. Hal tersebut diketahui dari hasil pengukuran selama 76 hari. Dari hasil pengukuran juga diketahui bahwa penurunan nilai COD pada bioreaktor 2 lebih besar dari pada  bioreaktor 1.
Perancangan dan Implementasi Sistem Kendali Robot Tangan Prensilia Rizky Fauzy Nurmadyansyah; Achmad Arifin
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.588 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5258

Abstract

Teknologi robotika pada bidang medis terus berkembang dan penggunaannya semakin luas. Pada tugas akhir ini sistem kendali loop tertutup untuk robot tangan telah dikembangkan dan dievaluasi. Sistem kendali dengan komponen utama mikrokontroler untuk mengendalikan robot tangan IH2 Azzurra mampu bekerja secara real-time. Sistem yang dibuat memiliki antarmuka UART dengan baud rate sebesar 115,2kbps yang dapat menerima masukan dari sensor gerak berupa sarung tangan dan menghasilkan keluaran berupa suatu perintah sebagai masukan robot tangan. Perintah ini mampu mengatur kecepatan motor pada masing-masing jari robot tangan sesuai dengan gerakan tangan melalui sensor gerak. Metode sistem kendali yang digunakan adalah sistem kendali PID diskrit berbasis mikrokontroler ATMEGA8. Performansi dari sistem kendali yang dirancang dapat dilihat secara langsung menggunakan perangkat lunak berbasis PC yang telah dibuat. Selain itu, perangkat lunak PC dapat memperbaharui firmware pada mikrokontroler secara langsung dan parameter-parameter penting pada sistem dapat ditampilkan dalam bentuk grafik, atau disimpan pada media penyimpanan berbasis PC sehingga lebih mudah untuk dianalisa lebih lanjut. Performansi yang dihasilkan sistem cukup baik, dilihat dari nilai error steady state tertinggi sebesar 3,137%, settling time tertinggi sebesar 3,8 detik, overshoot tertinggi sebesar 3,529%, dan RMSE rata-rata tertinggi yang dihasilkan sebesar  0,0595%±0,0119%. Kebutuhan daya pada sistem relatif rendah yakni 111,9mW. Sehingga catu daya baterai li-ion berkapasitas standar dapat digunakan untuk mencatu sistem selama kurang lebih 29,4 jam atau 1,225 hari. Tingkat portabilitas dari sisi kebutuhan daya sudah terpenuhi untuk sistem ini.
Pengaruh Variasi Waktu Ultrasonikasi dan Waktu Tahan Hydrothermal terhadap Struktur dan Konduktivitas Listrik Material Graphene Muhammad Junaidi; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.901 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5396

Abstract

Graphene merupakan satu lapis atom karbon yang mengalami hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal 2D. Graphene memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelectronic materials. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu ultrasonikasi dan hidrothermal terbaik untuk mensintesis Graphene. Graphene disintesis dengan metode reduksi Grafit Oksida (GO). Grafit dioksidasi membentuk GO dengan modifikasi metode Hummer. GO diultrasonikasi dengan variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Kemudian proses reduksi GO dilakukan secara kimia dengan penambahan serbuk Zn dan teknik hidrothermal 200 oC dengan variasi waktu tahan 12, 18 dan 24 jam. Analisis morfologi dan struktur graphene dilakukan dengan pengujian SEM dan XRD. Pengujian Iodine Number untuk mengetahui kemampuan graphene menyerap Iodin. Pengujian FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk  pada GO dan Graphene. Pengujian Four Point Probe Test (FPP) untuk mengukur konduktivitas listrik Graphene. Hasil analsis menunjukkan bahwa graphene hasil ultrasonikasi 120 menit dan Holding 12 jam memiliki struktur Single Layer Graphene (SLG) dengan konduktivitas listrik terbaik 0.0105 S/m
Analisis Risk Assessment Menggunakan Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA) pada Central Gathering Station (CGS) di Onshore Facilities Dimas Jouhari; Lino Meris Rahmanto; Renanto Handogo; Juwari Purwo Sutikno; Ari Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.241 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5546

Abstract

Keselamatan proses merupakan faktor utama yang sering dibahas oleh industri-industri kimia beberapa tahun terakhir ini. Salah satu metode semi-kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan tingkat risiko bahaya yaitu dengan Process Hazard Analysis (PHA) dan Safety Objective Analysis (SOA). Hazard and Operability Studies (HAZOP) dan What-If Analysis merupakan metode identifikasi bahaya kualitatif yang sering diterapkan secara simultan untuk PHA-SOA. Process Hazard Analysis (PHA) ialah rangkaian aktivitas mengidentifikasi hazard, mengestimasi konsekuensi, mengestimasi likelihood suatu skenario proses disertai dengan safeguard, dan mendapatkan risk ranking yang dapat dilihat pada matrik PHA 6x6. Sedangkan Safety Objective Analysis (SOA) merupakan rangkaian aktivitas yang bergantung pada penyebab skenario, dan konsekuensi dari PHA, menghasilkan kebutuhan IPL (Independent Protective Layer) menggunakan matrik SOA 6x6. Risk ranking 6 pada penilaian PHA diketegorikan aman jika safeguard yang ada selalu siap mengurangi risiko yang timbul dari skenario tersebut. Namun tidak semua safeguard dapat selalu siap mengurangi risiko tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya analisis tambahan untuk memastikan risiko dari skenario dapat diperkecil. Analisis safety suatu skenario dengan SOA menghasilkan kebutuhan IPL yang dapat ditutup dengan mengkonfirmasi safeguard yang sesuai menjadi IPL. Hasil penilaian PHA-SOA CGS 1, CGS 3, CGS 4, dan CGS 5 menunjukkan bahwa ada penilaian severity dan PHA-SOA likelihood yang berbeda di tiap CGS padahal proses pada CGS tersebut identik, maka perlu adanya analisis konsistensi. Hasil analisis konsistensi ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan safety review pada risk assessment workshop kedepannya, yang biasanya diadakan setiap tiga hingga lima tahun sekali oleh industri.
Pengaruh Prosentase Solvent Non Polar dalam Campuran Pelarut terhadap Pemisahan Senyawa Non Polar dari Minyak Nyamplung Desy Anggraini; Della Istianingsih; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.006 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5553

Abstract

Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum oil) dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini kebanyakan hanya terfokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, diharapkan agar trigliserida (senyawa non polar) terpisah dengan resin beracun yang ada di dalam minyak nyamplung itu sendiri, dengan tujuan agar minyak nyamplung bisa dikonsumsi oleh manusia. Minyak nyamplung sendiri disinyalir mengandung senyawa anti HIV dan anti tumor yang sangat berfungsi bagi manusia. Resin beracun yang terdapat dalam minyak ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE). Trigliserida dalam minyak nyamplung sendiri berkisar antara 70-80%, sehingga jika trigliserida ini dapat terpisah dengan baik dari PAE atau komponen lain yang berbahaya dalam minyak nyamplung, bukan tidak mungkin minyak nyamplung nantinya akan dapat dikonsumsi oleh manusia. Proses isolasi trigliserida dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut-pelarut dengan dua macam variable solvent yaitu : n-hexane-methanol serta petroleum eter-methanol. Pemilihan pelarut berdasarkan atas nilai kepolaran yang dimilikinya karena solvent yang saling larut tidak dapat digunakan dalam ekstraksi ini. Rasio jumlah solvent non polar dan polar ini juga divariasikan, yaitu : 100:0, 75:25, 50:50 dan 0:100.