cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas) dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja Toto Iswanto; Muhammad Rifa'i; Yeni Rahmawati; Susianto Susianto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9705

Abstract

Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas). Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara sebagai bahan baku pabrik. Oleh karena itu, pabrik akan didirikan di Tanjung Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan. Pabrik akan didirikan tahun 2017 dan siap beroperasi tahun 2019. Pabrik yang didirikan diharapkan mampu mensubstitusi 40% kebutuhan gas alam PT Pupuk Sriwidjaja sebesar 88 MMSCFD atau sekitar 29.000 MMSCF per tahun. Proses pembuatan syngas dari batu bara kualitas rendah terdiri dari tiga proses utama, yaitu persiapan batu bara, gasifikasi batu bara, dan pemurnian gas hasil gasifikasi. Dari analisa perhitungan ekonomi diperoleh Total Cost Investment (TCI) sebesar 121.170.377,3USD, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 27,48%, Pay Out Time (POT) selama 3,47 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 45,05%. Kata Kunci — batu bara, gasifikasi, gas alam, synthetic gas
Studi Awal Desain Pabrik Bioetanol dari Corn stover Gumelar Ahmad Muhlis; Nia Fauziah Lestari; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9736

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Potensi energi limbah pada komoditas jagung sangat besar dan diharapkan akan terus meningkat sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung secara nasional yaitu program pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/CLS). Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga dalam studi ini diputuskan pemanfaatan sebanyak 50% limbah pertanian jagung yang ada di Kab. Tuban untuk selanjutnya diproses menjadi Bioetanol 95%. Ketersediaan bahan baku, letak strategis, transportasi yang mudah terletak di jalur pantura dan langsung terhubung dengan pelabuhan, serta potensi tenaga kerja yang cukup menjanjikan menjadikan alasan dalam pemilihan Kawasan Industri Kec. Jenu Kab. Tuban sebagai lokasi pabrik. Proses pembuatan bioetanol dari corn stover dengan proses fermentasi dibagi menjadi 4 tahap yaitu:  penyimpanan dan penanganan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, dan pemurnian. Desain konseptual yang disajikan mengacu pada Technical Report Pilot Plan National Renewable Energy Laboratory tahun 2011. Pabrik Bioetanol direncanakan dapat mengolah 484.625 ton corn stover kering/hari pada yield etanol (303 L/dry ton) dengan kapasitas produksi etanol 95% sebanyak 44.226 kL/tahun, harga jual adalah Rp13.500,00/L. Masa konstruksi pabrik yang didirikan 2 tahun dengan pembiayaan berupa modal tetap (FCI) Rp. 515.854.121.170; modal kerja (WCI) Rp. 91.033.080.207; investasi total (TCI) Rp. 606.887.201.377 ; total production cost (TPC) Rp. 345.715.009.709. Sehingga didapatkan IRR 23,37 % pertahun ;pay out time (POT) 6,98 tahun dengan project life 15 tahun ; BEP 43,23% kapasitas. Dari analisis ekonomi dan evaluasi teknis maka pabrik bioetanol dari corn stover ini layak didirikan
Kompensasi Kesalahan Sensor Berbasis Descriptor dengan Performa H_inf pada Winding Machine Hendra Antomy; Trihastuti Agustinah
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.39 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9859

Abstract

Kesalahan pada sensor dapat terjadi pada sistem kontrol dengan umpan balik sehingga mengakibatkan sistem mengalami penurunan stabilitas dan performa. Fault Tolerant Control (FTC) adalah metode untuk mengkompensasi kesalahan pada komponen sistem, salah satunya adalah kesalahan sensor. FTC dapat disusun dengan cara mendesain estimator untuk mengestimasi besarnya kesalahan sensor yang terjadi. Kompensasi dilakukan dengan cara mengurangkan estimasi kesalahan sensor dengan keluaran sistem. Pada makalah ini, FTC untuk kesalahan sensor diterapkan pada sistem winding machine. Estimator dirancang menggunakan pendekatan sistem descriptor dan didesain memenuhi performa H_inf. Permasalahan dalam desain estimator dirumuskan dalam bentuk Linear Matrix Inequality (LMI). Untuk merancang kontroler nominal, sistem winding machine direpresentasikan sebagai model fuzzy Takagi-Sugeno (T-S). Berdasarkan model tersebut, aturan kontroler disusun menggunakan konsep Parallel Distributed Compensation (PDC) dengan struktur kontrol servo tipe 1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan dapat menjaga performa dan stabilitas sistem saat terjadi kesalahan sensor. Selain itu, estimator memenuhi performa H_inf dengan L2-Gain kurang dari tingkat pelemahan yang ditentukan.
Studi Awal Desain Pabrik Pupuk Organik Granul Dari Organic Waste Zulfatul Hanna; Anggun Dwi Apriliani; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9808

Abstract

Banyak pertanian di Indonesia yang masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia. Padahal penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan bahan organik tanah. Untuk menyeimbangkannnya saat ini petani juga sedang menggalakkan penggunaan pupuk organik. Sehingga membuat kebutuhan pupuk organik meningkat setiap tahunnya. Pendirian pabrik pupuk organik granul ini dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk petani. Prosess pembuatan pupuk organik granul terdiri dari pencampuran bahan baku, yakni sampah organik, kotoran sapi, kotoran domba, dan dipotong dengan rotary knife cutter. Tahap berikutnya adalah proses fermentasi, dengan penambahan bioactivator agar meningkatkan kandungan C-organik, phosphor, dan kalium. Selanjutnya adalah proses granulasi, pembesaran dari partikel dengan proses aglomerasi. Ukuran yang diharapkan pada proses granulasi ini adalah 2-4 mm sehingga produk undersize maupun oversize akan dikembalikan ke dalam granulator setelah melewati screener. Selanjutnya pupuk organik granul dikeringkan. Selanjutnya produk dipisahkan berdasarkan ukurannya lalu didinginkan di Rotary cooler. Setelah keluar dari Rotary Cooler suhu keluaran sekitar 40 oC dan masih mengandung kadar air sebesar 13,7%. Produk dari rotary cooler siap untuk di packaging dan masuk ke dalam pupuk organik granul storage. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 45% dengan POT sesudah pajak sebesar 4,8 tahun.
Studi Awal Desain Pabrik Semen Portland dengan Waste Paper Sludge Ash sebagai Bahan Baku Alternatif Rasdiana Rahma Nur; Firda Dwi Hartanti; Juwari Purwo Sutikno
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9868

Abstract

Industri semen di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dan penggunaan batu kapur sebagai bahan baku pembuatan semen juga semakin meningkat. Saat ini sudah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi gunung kapur. Penggunaan batu kapur untuk produksi semen merupakan penggunaan yang terbanyak hingga 87,4% dari konsumsi total. Oleh karena itu, saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif agar produksi semen tetap berjalan dengan baik. Secara garis besar, desain proses pembuatan semen Portland menggunakan bahan baku alternatif waste paper slaudge ash dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku terdiri atas penambangan dan proses penghancuran (crushing). Tahap kedua adalah pembakaran bahan baku dan klinkerisasi di dalam suspension preheater dan rotary kiln, dilanjutkan pendinginan di dalam cooler. Proses terakhir yaitu proses akhir (finishing) dengan menambahkan zat aditif ke dalam klinker untuk membentuk produk semen Portland. Operasi pabrik direncanakan kontinyu 24 jam/hari selama 300 hari dalam setahun. Untuk memproduksi semen 2.000.000 ton/tahun diperlukan bahan baku sebanyak 2.074.971,46 ton/tahun. Pabrik direncanakan berumur 10 tahun dengan pay out time sebesar 3,6 tahun dan internal rate of return sebesar 33,7% dan interest 11% sehingga dari segi teknis dan ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.
Uji Kemampuan Bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis untuk Menyisihkan Trivalent Chromium (Cr3+) pada Limbah Cair Muhammad Fauzul Imron; Ipung Fitri Purwanti
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.046 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14854

Abstract

Penggunaan kromium dalam berbagai industri telah menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Limbah kromium yang sering ditemukan pada badan air dalam bentuk Cr3+ dan Cr6+. Bakteri diketahui mampu menyisihkan logam berat kromium sehingga dapat digunakan sebagai agen bioremediasi. Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis merupakan bakteri yang mampu menyisihkan logam berat kromium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum dan persentase penyisihan logam berat kromium oleh bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis baik secara tunggal ataupun konsortium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penyisihan tertinggi dilakukan oleh bakteri tunggal Azotobacter S8 yaitu 10,53% pada konsentrasi 50 mg/L dengan waktu 4 jam dan pH 8,35 serta jumlah koloni akhir yang terukur adalah 4 x 109 CFU/ml.
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave) Secara Kontinyu Daru Satria Prayanto; Muhammad Salahudin; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.442 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15173

Abstract

Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat) variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis) dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1 %, daya 800 Watt, dan laju umpan 0,73 ml/s, dengan yield sebesar 89,55 % , densitas sebesar 0,876 gram/cm3 dan viskositas sebesar 3,087 cSt.
Analysis Of Relationship Between The Sea Tidal And The Formed Sedimentation(Case Study;Pier Container Port Surabaya) Lailatul Qhomariyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14315

Abstract

Indonesian archipelago has a high necessity of sea transportation to support the trade activities and mobility between one island and another. The harbor security is an important factor to ensure the safety of the ships which are being leant there, therefore the sedimentation is needed to be observed in order to find out the changes of sedimentation so that the ship would not run aground. The formation of sedimentation in the dock is influenced by several factors, one of them is tidal. Domestic dock container port of Surabaya is one the docks that facilitates dock ships at the jetty port in East Java. To observe the influence of the tides to the dock sedimentation, it is necessary to know the changes of sedimentation, so the security of the ships that will be dock could be guaranteed.The results of this study was finding the impacts of tidal phenomena to the sediment formed in the domestic dock container port Surabaya we can conclude that when the Formzahl number is greater than the previous year, the sedimentation volume will also increase. The sedimentation volume in 2011 amounted to 9.460 m3 with Formzahl numbers of 0,662 is used as the reference to a sedimentation volume increasing in 2012 amounted to 49.537 m3 with formzahl number of 0,819. The increasing formzahl numbers which also means increase in the phenomenon of ebb and flow of sea water, has shown a difference of sedimentation volume from 2011 to 2012 amounted to 40.077 m3. And In the sedimentation volume in 2013 amounted to 14.306 m3 with a formzahl number of 0,722 is used as the reference to an increase in sedimentation volume in 2014 amounted to 35.102 m3 with formzahl number of 0,758. The increasing formzahl numbers which also means an increase in the phenomenon of ebb and flow of sea water which has resulted in a difference of sedimentation volume from 2013 to 2014 amounted to 20 ANALYSIS OF RELATIONSHIP BETWEEN THE SEA TIDAL AND THE FORMED SEDIMENTATION (CASE STUDY : PIER CONTAINER PORT , SURABAYA)
Penurunan Ion Besi (Fe) dan Mangan (Mn) dalam Air dengan Serbuk Gergaji Kayu Kamper Istifiarti Mandasari; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.802 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15113

Abstract

Air tanah mengandung berbagai mineral, antara lain besi dan mangan. Besi dan mangan yang berlebihan dalam air memerlukan pengolahan. Salah satu pengolahan yang sesuai adalah adsorpsi. Serbuk gergaji kayu memiliki kemampuan sebagai adsorben karena mengandung selulosa. Serbuk gergaji kayu diaktivasi terlebih dahulu dengan variasi pencucian akuades dan aktivasi kimia (HCl-NaOH). Masing-masing larutan Fe dan Mn sebanyak 75 ml dikontakkan dengan adsorben teraktivasi dengan dosis 6 gr/L dalam waktu 15; 30; 45; 60; 75; 90; 105; dan 120 menit. Diperoleh kapasitas adsorpsi terbesar Fe 0,179 mg/g dan Mn 0,095 mg/g dengan adsorben teraktivasi kimia pada waktu 15 menit. Adsorben dikontakkan dengan larutan Fe konsentrasi 2,6; 2,8; 3,0; 3,2; dan 3,4 mg/L selama 15 menit dan diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 0,182 mg/g dengan rata-rata efisiensi removal 22,13% pada adsorben teraktivasi kimia. Adsorben dikontakkan dengan larutan Mn konsentrasi 5; 6; 7; 8; dan 9 mg/L selama 15 menit dan diperoleh kapasitas adsorpsi maksimum terbesar 1,698 mg/g dengan rata-rata efisiensi removal 98,51% pada adsorben teraktivasi kimia. Adsorben dengan aktivasi kimia menunjukkan kapasitas adsorpsi terbesar dalam menurunkan kadar Fe dan Mn.
Aplikasi Non-Dispersif Infrared Sensor untuk Mengukur Konsentrasi Alkohol Faraha Pambayun Julismana; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.282 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15153

Abstract

Pengukuran konsentrasi alkohol merupakan hal yang sangat penting dalam pencampuran suatu larutan kimia. Pada umumnya, pengukuran konsentrasi alkohol menggunakan metode yang konvensional yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Metode Non-Dispersif Infrared (NDIR) mampu mengukur konsentrasi alkohol tanpa ada kontak langsung dan membutuhkan waktu uji yang relatif cepat. Pada sistem NDIR, sinar inframerah yang dikeluarkan oleh sumber akan melewati tabung sampel sehingga sinar akan diserap oleh partikel hidrokarbon dari alkohol yang kemudian dibaca oleh sensor inframerah. Pada penelitian ini, sumber inframerah yang digunakan berasal dari kawat nikelin berukuran 19 Gauge yang dipanaskan pada suhu 60°C dengan kontrol PID. Sinar inframerah yang terserap akan diterima oleh thermopile yang kemudian dikonversikan menjadi tegangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai penyerapan alkohol berbanding lurus terhadap besarnya konsentrasi dimana semakin besar konsentrasi maka semakin tinggi nilai absorbansinya. Nilai absorbansi pada aquades adalah 0 sedangkan nilai absorbansi pada alkohol 20 % berada pada 0.15 dan alkohol 60 % adalah 0.26.