cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Panjang Serat Terhadap Nilai Koefisien Absorpsi Suara dan Sifat Mekanik Komposit Serat Ampas Tebu dengan Matriks Gipsum Stefanus Laga Suban; Mohammad Farid
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.192 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8724

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat material komposit gipsum berpenguat serat alam untuk bahan penyerap suara. Permasalahan yang dikaji adalah untuk mengetahui hubungan panjang serat pada komposit ampas tebu bermatrik  gipsum terhadap nilai koefisien absorpsi suara (α), kekuatan tekan, dan kekuatan lenturnya. Panjang serat yang digunakan adalah 10mm, 30mm, dan 50mm  dengan fraksi volum 30% serat : 70% gipsum. Tujuannya untuk mendapatkan hubungan nilai koefisien absorpsi suara, kuat lentur, dan kuat tekan dengan panjang serat yang diberikan serta aplikasinya dalam material bahan penyerap suara yang memenuhi standar ISO 11654. Metode pembuatan spesimen komposit yang digunakan adalah hand lay up. Metode pengujian berdasarkan standart ASTM E1050 untuk pengujian koefisien absorpsi suara, ASTM D790 untuk pengujian kuat lentur, dan ASTM D695 untuk pengujian kuat tekan. Dari hasil pengujian didapatkan nilai koefisien absorpsi suara memenuhi standar ISO 11654 dengan nilai koefisien α lebih besar dari 0,15. Nilai kuat lentur terbaik ialah pada panjang serat 30mm sebesar 1,952 MPa. Nilai kuat tekan terbaik ialah pada panjang serat 50mm sebesar 2,005 MPa
Penentuan Korelasi Perubahan Kelembaban Relatif Terhadap Ketinggian Inversi Dan Kualitas Udara Ambien Di Kota Surabaya Achmad Alvinsyah Rasyidi
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.295 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8839

Abstract

Kualitas udara Kota Surabaya memiliki konsentrasi yang berubah-ubah. Perubahan ini disebabkan oleh lapisan inversi yang dipengaruhi kelembaban relatif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa hubungan dari kelembaban relatif, lapisan inversi, dan kualitas udara ambien.  Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam kurun waktu 5 tahun, mulai 2009-2014. Data tersebut perlu diolah terlebih dahulu sebelum dianalisa dan dikorelasikan. Pengolahan data itu dengan cara mencari data ketinggian lapisan inversi, kelembaban relatif, dan konsentrasi gas pencemar. Pengolahan ini termasuk melingkupkan data berdasarkan kelengkapan data, pembagian musim penghujan dan kemarau, saat siang dan malam hari, dan pada hari senin-jum’at. Berdasarkan hasil pelingkupan data inilah bisa melakukan langkah selanjutnya yaitu antar data satu dengan data lainnya dikorelasikan dengan korelasi Pearson. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tidak berkorelasinya antara kelembaban relatif dengan lapisan inversi, antara lapisan inversi dengan gas pencemar, serta kelembaban relatif dengan gas pencemar. Tidak berkorelasinya ini kemungkinan  disebabkan oleh sinar dan panas matahari.
Penentuan Korelasi Curah Hujan Dan Ketinggian Lapisan Inversi Dan Hubungannya Dengan Kualitas Udara Ambien Kota Surabaya Novi Kartika Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.676 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8850

Abstract

— Kota Surabaya memiliki pencemaran tinggi yang dipengaruhi oleh meteorologi dan lapisan inversi. Dispersi polutan terbatas sampai ketinggian lapisan inversi atau mixing height. Penelitian ini menentukan perubahan curah hujan terhadap ketinggian lapisan inversi, perubahan curah hujan terhadap ketinggian lapisan inversi dan ketinggian lapisan inversi terhadap udara ambien kota Surabaya. Data yang digunakan adalah profil temperatur melalui penerbangan Radiosonde BMKG Juanda, curah hujan harian wilayah dari BMKG Perak 1 dan Juanda pada musim hujan serta rata-rata harian kualitas udara ambien di Stasiun 1,4, dan 5 kota Surabaya selama tahun 2009-2014. Penentuan korelasi menggunakan korelasi Pearson. Mixing height lebih rendah pada musim hujan akibat ketinggian awan yang rendah dan pengaruh jenis inversi. Mixing height memiliki korelasi positif lemah dengan curah hujan (0,120). Sebaliknya mixing height berkorelasi negatif lemah terhadap kualitas udara ambien kecuali SO2(-0,088≤r≤-0,581). Curah hujan memiliki korelasi lemah terhadap semua parameter ambien, kecuali SO2 memiliki korelasi lebih kuat (-0,122≤r≤-0,308).
Alternatif Pemanfaatan Air Limbah Dari Reverse Osmosis Dengan Metode Elektrolisis Untuk Menghasilkan Gas Hidrogen dan Oksigen Vien Inggit Diaratih; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.773 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8887

Abstract

Telah diketahui air laut memiliki range total dissolved solid (TDS) yang cukup tinggi. Salah satunya pada air limbah RO dari PT PLN Pembangkit Jepara. Penelitian ini menganalisis variasi tegangan dan jenis elektroda yang mempunyai volume gas O2 dan H2 yang dihasilkan pada proses elektrolisis air  limbah dari RO serta menganalisis kondisi optimum proses elektrolisis air limbah dari RO dalam menghasilkan gas O2 dan H2. Pada penelitian ini digunakan 2 variabel yaitu variasi tegangan dan jenis elektroda. Tegangan yang dipakai yaitu 9, 12 dan 13,8 V, sedangkan untuk jenis elektroda yaitu grafit dan platina. Dimana platina berbentuk tak beraturan yang berukuran diameter 0,5 cm dan tinggi 4 cm . Sedangkan grafit yang berasal dari  pencil 8B. Grafit ini berbentuk silinder yang berdiameter 0,4 cm dan tinggi 4 cm. Dalam penelitian ini akan dianalisis volume optimum gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan. Pengaruh variasi tegangan dan jenis elektroda yakni untuk produksi gas oksigen dan hidrogen menggunakan elektroda grafit didapatkan semakin besar tegangan maka semakin besar pula produksi gas nya. Kemudian untuk produksi gas oksigen dan hidrogen menggunakan elektroda platina memperhatikan titik optimum dalam produksi gas nya. Dalam penelitian ini belum bisa mencapai kondisi optimum. Hal ini dikarenakan dalam memproduksi gas oksigen dan hidrogen didapatkan kondisi variasi yang berbeda – beda, yakni gas oksigen ialah pada elektroda platina dengan tegangan 11 V pada menit ke 116 dan gas hidrogen ialah elektroda platina dengan tegangan 12 V pada menit ke 97.
Penentuan Korelasi Perubahan Kecepatan Angin dan Kekuatan Radiasi Terhadap Ketinggian Lapisan Inversi dan Hubungannya Dengan Kualitas Udara Ambien Kota Surabaya Ni Putu Isana Wikandari; Abdu Fadli Assomadi; Rachmat Boedi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8889

Abstract

Dispersi polutan pada udara ambien dipengaruhi oleh ketinggian lapisan inversi yang membatasi ruang mixing height di Kota Surabaya. Ketinggian lapisan inversi dipengaruhi oleh faktor meteorologi dan kestabilan atmosfer di suatu daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan kecepatan angin dan kekuatan radiasi terhadap ketinggian lapisan inversi dan kualitas udara ambien di Kota Surabaya. Metode yang digunakan untuk analisis korelasi dalam penelitian ini adalah metode korelasi Pearson. Data ketinggian lapisan inversi didapatkan dari profil temperatur terhadap ketinggian hasil pengukuran radiosonde BMKG Juanda pada tahun 2009 hingga 2014. Analisis korelasi yang dilakukan diasumsikan dalam keadaan normal sehingga data yang digunakan adalah data hasil pelingkupan pada pukul 00.00 WIB dan 12.00 WIB dengan nilai persentil 10% dari tahun 2009 hingga 2014. Lapisan inversi pada Kota Surabaya kemungkinan merupakan lapisan subsidence inversion. Lapisan inversi tersebut memiliki korelasi berbanding terbalik pada pukul 00.00 WIB dan korelasi berbanding lurus pada pukul 12.00 WIB terhadap kecepatan angin, sedangkan untuk kekuatan radiasi tidak berkorelasi. Korelasi ketinggian lapisan inversi dengan kualitas udara ambien SO2 berbanding terbalik, namun tidak berkorelasi dengan NO2 dan O3.
Analisis Penurunan Kadar Besi (Fe) Dengan Menggunakan Tray aerator dan Diffuser Aerator Aizar Lutfihani; Alfan Purnomo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.309 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8902

Abstract

Aerasi merupakan salah satu proses yang paling penting dalam pengolahan air minum. Salah satu fungsi dari proses aerasi adalah dapat menurunkan kadar mineral berlebih di dalam air baku untuk air minum, seperti kadar besi (Fe). Pada penelitian ini menggunakan tray aerator dan diffuser aerator untuk mengetahui peningkatan nilai oksigen terlarut yang dapat dihasilkan dari masing-masing jenis aerator. Nilai oksigen terlarut yang didapatkan akan digunakan untuk memilih jenis aerator yang paling besar nilai oksigen terlarut dan akan digunakan untuk menurunkan kadar besi (Fe).  Nilai rata-rata oksigen terlarut untuk tray aerator 3 tingkat adalah 6,84 mg/L, tray aerator 5 tingkat adalah 7,24 mg/L, diffuser aerator td 12 menit adalah 5,50 mg/L, dan diffuser aerator td 18 menit adalah 5,68 mg/L. Dari hasil tersebut maka untuk tray aerator 5 tingkat dan diffuser aerator td 18 menit digunakan untuk menyisihkan kadar besi (Fe).  Efisiensi penyisihan kadar besi (Fe) untuk tray aerator 5 tingkat adalah 10%, sedangkan untuk diffuser aerator td 18 menit adalah 2,6%.
Pemanfaatan Limbah Kerang Hijau (Perna Viridis L.) Sebagai Bahan Campuran Kadar Optimum Agregat Halus Pada Beton Mix Design Dengan Metode Substitusi Alfred Edvant Liemawan; Tavio Tavio; I Gusti Putu Raka
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.878 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8927

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan. Tetapi hal tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan material yang semakin meningkat, salah satunya adalah kebutuhan material untuk pembuatan beton. Dalam tugas akhir ini dibahas tentang material substitusi pengganti semen yang ramah lingkungan, salah satunya menggunakan cangkang kerang. Cangkang kerang yang dipakai adalah cangkang kerang hijau (Perna Viridis L.) Cangkang kerang  mengandung senyawa yang terkandung dalam semen. Untuk itu diharapkan cangkang kerang dapan dijadikan substitusi semen yang baik. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% kekuatan optimum 28 hari terjadi pada variasi 5% yaitu sebesar 20.98 MPa. Hasil rerata pengujian modulus elastisitas beton berturut-turut adalah, 41098.54 MPa, 26751.93 MPa, 24438.51 MPa, 18016.02 MPa dan 5375.01 MPa.  Disamping itu serbuk cangkang kerang juga memberikan pengaruh pada berat volume beton, dengan berat volume paling ringan terjadi pada variasi beton 20% pada umur 14 hari dengan berat 9.710 kg.
Pengaruh Densitas Arus dan Waktu Kontak Efektif Elektrolit Gel Terhadap Ketebalan Dan Kekuatan Lekat Lapisan Krom Pada Baja Dengan Metode Elektroplating Naufal Gati Furqon; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.19 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9138

Abstract

Dalam dunia industri, korosi merupakan ancaman yang sering muncul yang dapat menyebabkan terjadinnya kegagalan material. Korosi bukanlah sesuatu yang dapat dicegah, akan tetapi korosi dapat dikendalikan dengan beberapa cara. Pengendalian terhadap korosi merupakan cara yang dilakukan memperlambat timbulnya korosi pada material dan merupakan suatu hal yang vital untuk dilakukan. Dalam penelitian ini digunakan metode elektroplating dengan menggunakan media elektrolit gel dengan penam bahan 5% gelatin pada larutan elektrolit dan menganalisa pengaruh densitas arus (0.3 A/cm2; 0.45 A/cm2; 0.6 A/cm2) dan waktu kontak ( 300s ; 600s; 900s ) dari hasil penelitian didapatkan peningkatan ketebalan dan berat dari lapisan seiring penambahan nilai parameter yang diaplikasikan. Sedangkan pada kualitas kelekatan  lapisan tidak memiliki keteraturan pada hasil yang didapatkan akan tetapi kelekatan maksimal pada penelitian ini didapatkan pada 0.6A/cm2 dan 600 s sebesar 23.15 MPa
Studi Pengendalian Banjir Sungai Kalidawir Tulungagung Dian Ayu Ratnasari; Bambang Sarwono; Muhammad Bagus Ansori
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.996 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9168

Abstract

Studi Pengendalian Banjir Sungai Kalidawir Tulungagung merupakan studi penanggulangan terhadap masalah banjir yang terjadi di wilayah Kalidawir. Saat musim penghujan datang, terjadi debit banjir yang besar menyebabkan beberapa wilayah sepanjang kalidawir rawan terhadap banjir bandang tadi. Hal ini terjadi karena kapasitas penampang dari hulu yang semula mampu menampung debit banjir kemudian berubah semakin mengecil karena berada di dekat sawah dan pemukimam penduduk. Karena itu diperlukan analisa hidrologi untuk mengetahui debit banjir rencana dan analisa hidrolika dengan Hec.Ras 4.1.0 untuk mengetahui kapasitas sungai Kalidawir eksisting. Upaya Pengendalian banjir yang dilakukan dengan cara normalisasi. Upaya Normalisasi sejauh 8767.5 meter dilakukan dengan beberapa pekerjaan seperti pengerukan sedimen, perencanaan krib, perencanaan ambang (Ground sill) ditambah analisa hidrolika perubahan penampang.
Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali Putri Trisna Idha Ayuningtias
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.697 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16022

Abstract

Sistem distribusi PT. PLN Nusa Penida Bali merupakan sistem dengan jumlah section yang panjang sehingga untuk mengkoordinasikan peralatan proteksinya diperlukan setting rele yang tepat. Dengan menggunakan sistem proteksi konvensional, setting waktu rele pada sisi hulu akan semakin besar sehingga dapat melebihi waktu 1 detik. Hal ini kurang baik karena waktu kerja rele dan  pemutusan Circuit Breaker (CB) akan semakin lama. Efeknya yaitu akan terjadi undervoltage pada sistem dengan waktu yang lama pula sehingga besar kemungkinan akan mengakibatkan kegagalan pembangkit dimana generator utama akan mati ketika terjadi gangguan hubung singkat yang terlalu lama dan sistem pengaman tidak mampu melokalisir gangguan dengan waktu yang cepat. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan penelitian mengenai Analisis Skema Proteksi Arus Lebih Communication-Assisted pada Sistem Distribusi Radial-Tie Switch Jaring Menengah 20 kV dengan Distributed Generation (DG) di PT. PLN Nusa Penida Bali. Pada skema proteksi arus lebih communication-assisted, setting waktu rele proteksi arus lebih yaitu 0,1 detik. Rele proteksi arus lebih dikoordinasikan dengan bantuan media komunikasi sebagai media untuk mengirimkan informasi logic berupa blocking signal. Ketika rele proteksi merasakan gangguan pada zona primernya, maka rele tersebut akan mengirimkan blocking signal pada rele lainnya. Blocking signal tersebut sekaligus memberi informasi kepada rele lainnya untuk trip sesuai setting time delay ketika CB pada zona primer gagal mengamankan. Hal ini membuat sistem proteksi lebih handal dan bekerja lebih cepat.