cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Variasi Waktu Tahan Hidrotermal Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene Achmad Azmy Adhytiawan; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.742 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8709

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan barang-barang elektronik. Dibutuhkan adanya media penyimpan energi yang mampu dihibridisasi dengan media penyimpanan energi yang lain. Media penyimpan energi tersebut adalah superkapasitor. Superkapasitor mampu melakukan proses pengisian (charging) hanya dalam waktu 2-5 menit. Untuk meningkatkan kapasitansi kapasitor diperlukan suatu material yang memiliki konduktivitas elektrik tinggi dan dapat aplikasikan pada elektroda superkapsitor. Sifat tersebut dimiliki oleh material graphene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tahan hidrotermal graphene terhadap nilai kapasitansi superkapasitor dari material graphene. Graphene memiliki konduktifitas elektronik dan luas permukaan yang tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas superkapasitor. Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffraction (XRD), dan Four Point Probe (FPP) digunakan untuk menganalisa sifat-sifat fisik. Selain itu, Cyclic Voltammetry (CV) digunakan sebagai identifikasi sifat-sifat elektrokimia dalam hal ini adalah sifat kapasitansi superkapasitor material graphene. Dari hasil XRD, SEM, dan FPP menunjukkan bahwa material yang disintesis adalah graphene. Dan nilai konduktivitas listrik tertinggi sebesar 2,833 S/cm. Dari pengujian CV nilai kapasitansi yang didapat pada scan rate 5 mV/s mencapai 190,01 F/g yang didapatkan pada graphene yang dihidrotermal selama 18 jam.
Analisis Pengaruh Penambahan Nikel (Ni) Terhadap Pembentukan Mg2ni Hasil Mechanical Milling dan Pengaruh Terhadap Hidrogenasi I Dewa Made Bakti Pramana; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.526 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8710

Abstract

Metal hydride merupakan media penyimpanan hidrogen yang aman dan efisien untuk aplikasi kendaraan. Paduan magnesium merupakan salah satu kandidat bahan yang menjanjikan sebagai material ini. Dalam penelitian ini, serbuk magnesium dan nikel dengan komposisi penambahan Ni (x=29, 31, 33 dan 35 at%) disintesa dengan metode mechanical milling pada atmosfer argon (Ar) 3 bar selama 10 jam dengan BPR 1:10. Proses mechanical milling belum mampu membentuk paduan intermetalik Mg-Ni. Kemudian dilanjutkan proses perlakuan panas  pada temperatur 385⁰C dalam atmosfir argon 3 bar satu jam. Belum terbentuk fasa intermetalik pada proses perlakuan panas. Dilanjutkan dengan proses hidriding pada keseluruhan sampel dengan perlakuan panas 300⁰C atmosfer hydrogen (H2) selama satu jam. Proses hidriding belum mampu membentuk fasa metal hydride untuk keseluruhan variasi penambahan Ni. Sintesis dilanjutkan dengan proses annealing, dimana terbentuk fasa intermetalik untuk keseluruhan variasi penambahan. Dilanjutkan proses hidriding siklik kedua untuk melihat pembentukan metal hydride, dan dipatkan pembentukan metal hidrid terdapat pada komposisi penambahan 31 at% Ni.
Pengaruh Variasi Goresan Lapis Lindung Dan Variasi pH Tanah Terhadap Arus Proteksi Sistem Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) Pada Pipa API 5L Grade B Trendy Leo Pratama; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.572 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8711

Abstract

Korosi merupakan penyebab utama terjadinya kegagalan material pipeline akibat berinteraksi secara langsung dengan lingkungan. Pemberian lapis lindung yang selama ini menjadi pilihan utama untuk mengontrol korosi tidak selamanya bisa diandalkan. Hal ini disebabkan kemungkinan terjadinya kerusakan lapis lindung selama proses shipping atau instalasi sangatlah besar. Oleh karena itu sering kali pemberian lapis lindung dikolaborasikan dengan perlindungan sistem proteksi katodik, khususnya sistem arus paksa (ICCP). Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh luas goresan lapis lindung dan pH tanah terhadap arus proteksi sistem proteksi katodik arus paksa (ICCP). Goresan yang diberikan berbentuk lingkaran dan persegi panjang dengan luas 10 mm2, 50 mm2, 100 mm2, 150 mm2, 250 mm2, dan 500 mm2. Spesimen tanpa goresan dan tanpa lapis lindung digunakan sebagai pembanding. Sedangkan untuk variasi pH tanahnya adalah pH 3 (asam), pH 7 (netral), dan pH 11 (basa). Pipa API 5L grade B digunakan sebagai katoda dan grafit sebagai anoda, serta rectifier sebagai penyearah arus (DC). Arus proteksi ICCP diatur hingga mencapai nilai potensial proteksi -850 mV vs elektroda Cu/CuSO4. Setelah dilakukan pengkondisian awal selama 8 hari dan 7 hari pengukuran arus, didapatkan hasil bahwa semakin semakin besar goresan lapis lindung maka semakin besar arus proteksi yang dibutuhkan dalam kondisi pH tanah yang sama. Sedangkan dalam kondisi luas goresan yang sama, kebutuhan arus proteksi meningkat seiring dengan semakin rendahnya pH tanah (semakin asam)
Pengaruh Variasi pH dan Temperatur Sintering Terhadap Nilai Sensitivitas Material TiO2 Sebagai Sensor Gas CO Ika Silviana Widianti; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.204 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8712

Abstract

Telah dilakukan berbagai macam pengupayaan untuk mengoptimalkan potensi Titanium dioksida (TiO2) sebagai sensor gas, mengingat TiO2 merupakan semikonduktor metal oksida. Pada penelitian ini digunakan TiO2 dalam bentuk serbuk, dengan pelarutnya H2SO4 yang diencerkan dengan air distilasi sehingga terbentuk variasi pH 1, 3, dan 5. Metode sol-gel dilakukan dengan perendaman dan dilanjutkan stiring selama 2,5 jam, kecepatan 700 rpm, dan temperatur 200ºC . Drying dilakukan selama 2 jam pada temperatur 350ºC, selanjutnya serbuk dikompaksi pada tekanan 200 bar agar terbentuk pellet. Pelet kemudian disintering pada temperatur 700,800, dan 900ºC selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD). Sedangkan untuk luas permukaan spesifik sampel TiO2 diuji dengan BET Analyser. Morfologi TiO2 yang dihasilkan dari proses sol-gel berbentuk bulat (spherical) dan memiliki fase stabil anatase. Nilai sensitivitas didapatkan dari pengujian pada temperatur operasi 100ºC dan variasi volume gas CO 5L, 12,5L, 25L. Respon tercepat adalah material TiO2 pH 3 yang disinter dengan temperatur 900ºC, serta memiliki ukuran pori 50,83 nm
Analisis Pengaruh Susunan Komposit Laminat Graphene-TiO2 sebagai Lapisan Semikonduktor Terhadap Unjuk Kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Wahyu Tirta Nugraha; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.959 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8713

Abstract

Penelitian mengenai sel surya mengalami peningkatan yang signifikan beberapa tahun terakhir. Khususnya penelitian tentang sel surya lanjutan, Dye Sensitized Solar Cell (DSSC).Karena fabrikasinya yang mudah dan murah dibandingkan dengan sel surya konvensional. Penelitian ini akan dilakukan untuk menghasilkan prototype DSSC. DSSC tersebut difabrikasi menggunakan susunan komposit laminat Graphene – TiO2 yang berbeda dengan metode Spincoating sebagai lapisan semikonduktor dan dye organik dari ekstrak Bunga Geranium. Lapisan semikonduktor dikarakterisasi menggunakan X –Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui terbentuknya lapisan Graphene-TiO2. Absorbansi larutan dye diuji menggunakan UV-Vis Spektrofotometer. Dan pengujian unjuk kerja kelistrikan diukur menggunakan I-V Keithley Instrumen.Hasil terbaik didapatkan pada susunan komposit laminat TiO2/Graphene/TiO2 (TGT) dengan nilai daya maksimum sebesar 0.259 Wm-2 , nilai efisiensi sebesar 0.0241 % dan Fill Factor sebesar 0.42.
Pengaruh pH Tanah dan Variasi Cacat Gores Lapis Lindung Terhadap Kebutuhan Arus Proteksi Sistem Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) pada Baja AISI 1045 Faris Putra Ardiansyah; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.572 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8718

Abstract

Korosi merupakan kerusakan atau degradasi pada suatu logam akibat terjadinya reaksi oksidasi antara satu logam dengan banyak zat yang ada dilingkungan sekelilingnya dan membentuk senyawa yang tidak diinginkan terbentuknya. Korosi tidak dapat dicegah namun masih dapat dikendalikan kelajuannya. Salah satu proses pengendalian korosi pada suatu material dapat menggunakan pelapisan/coating dan perlindungan katoda dengan memberikan arus paksa. Pada penelitian yang dilakukan kali ini akan mempelajari mengenai pengaruh dari variasi luas goresan lapis lindung dan pH tanah terhadap kebutuhan arus proteksi pada sistem proteksi katodik arus paksa (ICCP). Luas goresan yang diberikan berbentuk persegi panjang dan lingkaran dengan luasan masing-masing sebesar 10 mm2, 50 mm2, 100 mm2, 150 mm2, 250 mm2, dan 500 mm2. Sedangkan perbedaan pH pada tanah yang digunakan ialah pH 3, pH 7, dan pH 11. Spesimen tanpa goresan dan tanpa lapis lindung digunakan sebagai pembanding. Pada instalasi sistem ICCP, baja AISI 1045 digunakan sebagai katoda dan grafit sebagai anodanya. Sistem menggunakan rectifier yang berguna sebagai penyearah arus. Arus proteksi pada ICCP diatur sedemikian rupa hingga nilai beda potensial dapat mencapai -850 mV terhadap elektroda referensi Cu/CuSO4. Pengukuran arus proteksi pada sistem ICCP dilakukan selama 7 hari dengan pengambilan data setiap harinya. Setelah didapatkan pengukuran dari nilai arus proteksi, didapatkan hasil bahwa nilai arus proteksi terbesar pada luas goresan berbentuk persegi panjang 500 mm2 dengan kondisi tanah yang asam (pH 3) yaitu sebesar 1,696 mA. Sedangkan nilai arus proteksi terkecil pada luas goresan berbentuk lingkaran 10 mm2 dengan kondisi tanah yang basa (pH 11) yaitu sebesar 0,014 mA. Pengaruh dari dua variabel tersebut dihitung menggunakan analisa statistik regresi berganda sehingga mendapatkan persamaan Y = 0,127 + 0,0024 X1 + 0,00031 X2. Dimana nilai X1 sebagai kondisi pH tanah, X2 sebagai luas cacat goresan, dan Y sebagai arus proteksinya
Analisa Penambahan Aluminium (Al) terhadap Sifat Hidrogenasi Paduan Mg2-xAlxNi Hasil Sintesa Mechanical Milling dan Heat Treatment Ade Wahyu Yusariarta Putra; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.869 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8716

Abstract

Hydrogen storage merupakan salah satu kunci dalam pengembangan sumber energi hidrogen (H2) komersil. Magnesium diketahui memiliki kapasitas penyimpanan hidrogen yang relative cukup tinggi 7,6%. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesa Mg2-xAlxNi dari serbuk Mg, Al, dan Ni dengan mechanical milling dengan variasi Al (x = 0;0,1;0,25;0,5) dengan kecepatan 400 rpm dan BPR 10:1 selama 10 jam dalam lingkungan argon. Kemudian di heat treatment pada temperatur 385oC selama 10 menit. Kemudian dilakukan proses hidrogenasi pada temperatur 250oC dengan lingkungan hidrogen (H2) bertekanan 5 bar. Pada proses mechanical milling dan heat treatment belum mampu menghasilkan paduan intermetalik Mg2Ni, namun seiring dengan penambahan aluminium pada proses heat treatment berhasil mereduksi Mg(OH)2. Pada proses hidriding berhasil membentuk fasa hidrida metal MgH2, yang menyatakan bahwa hidrogen berhasil diserap oleh paduan. Dilanjutkan dengan proses annealing pada temperatur 600oC pada lingkungan nitrogen (N2), dan pada proses ini berhasil membentuk paduan intermetalik Mg2Ni, MgNi2 dan Mg3AlNi2, namun pada proses hidriding belum bisa membentuk fasa hidrida metal kecuali pada  komposisi x=0,1 dan x=0,5
Analisa Pengaruh Komposisi Graphene- TiO2 Terhadap Unjuk Kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Indera Cahya Pradana; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.057 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8721

Abstract

Saat ini,  89,5% pembangkit tenaga listrik di Indonesia menggunakan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari sumber energi alternatif dengan memanfaatkan energi surya yang dikonversikan menjadi energi listrik menggunakan dye-sensitized solar cell. Material semikonduktor pada fotoelektroda DSSC penelitian ini terdiri dari komposit TiO2 dengan graphene. Graphene yang dikompositkan merupakan hasil sintesis dengan metode modifikasi Hummer sebagai salah satu komponennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi 0; 5; 10 dan 15% wt graphene pada komposit graphene- TiO2 yang terbaik untuk didapatkan efisiensi unjuk kerja yang maksimal. Pada penelitian ini, digunakan dye dari ekstrak bunga Geranium (Geranium sylvaticum). Unjuk kerja DSSC pada penelitian ini didasarkan pada efisiensi dan fill factor DSSC. Efisiensi dan Fill Factor terbaik didapatkan pada komposisi 10% wt graphene pada komposit graphene- TiO2 dengan nilai efisiensi sebesar 0,00532% dan fill factor sebesar 0,69 (69%).
Studi Aplikasi Metode Risk Based Inspection (RBI) Semi-Kuantitatif API 581 pada Production Separator Moamar Al Qathafi; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.657 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8722

Abstract

Risk Based Inspection (RBI) merupakan sebuah metode untuk merancang inspeksi dengan menggunakan dasar resiko yang dimiliki oleh alat pada unit kerja. Pada tugas akhir ini peralatan yang diteliti adalah Production Separator. Dimana production separator merupakan salah satu jenis pressure vessel. Pressure vessel adalah alat yang memiliki tekanan dan temperatur berbeda dengan kondisi lingkungan untuk menyesuaikan dengan fluida. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa setiap alat yang menggunakan tekanan dalam kerjanya diperlukan sebuah inspeksi untuk meyakinkan alat dapat berkerja secara baik. Hal ini dikarenakan jika terjadi kegagalan maka akibat yang ditimbulkan sangat besar baik pada manusia maupun lingkungan. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode Risk Based Inspection Semi-Kuantitatif API 581, yang nantinya akan menghasilkan nilai resiko dan risk level dari alat. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat 24 bagian memiliki tingkat resiko medium risk dan 4 bagian memiliki tingkat resiko medium high risk. Dengan mekanisme kerusakan thinning maka disarankan untuk melakukan inspeksi selanjutnya tidak melebihi setengah sisa umur pakai. Untuk metode inspeksi yang disarankan adalah visual examination dan ultrasonic test.
Analisis Pengaruh Massa Reduktor Zinc Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene Rahman Faiz Suwandana; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.605 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8723

Abstract

Material graphene merupakan material inovatif yang memiliki kristal berupa lapisan dua dimensi. Kristal terdiri dari hibridisasi sp2 atom karbon dan membentuk struktur heksagonal serta memiliki luas permukaan spesifik sangat tinggi, mencapai 1500 m2/gram. Dengan luas permukaan tersebut, graphene sangat cocok digunakan sebagai bahan elektroda pada kapasitor elektrokimia karena alat tersebut bekerja berdasarkan luas permukaan untuk proses charging-discharging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi massa reduktor zinc agar didapat graphene dengan kapasitansi listrik terbaik. Grafit dioksidasi menjadi grafit oksida melalui metode Hummer. Grafit oksida yang diperoleh dilarutkan dalam aquades dan diultrasonikasi selama 90 menit sehingga diperoleh graphene oksida (GO). GO kemudian direduksi dengan menambahkan Zinc (Zn) sebanyak 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram. Proses selanjutnya hydrothermal selama 12 jam pada temperatur 160 oC. X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui perbandingan jarak antar layer dan kristalinasi grafit, graphene oksida dan graphene. Scanning Electron Microscope (SEM) untuk menganalisis morfologi graphene.  Four Point Probe (FPP) untuk mengukur konduktivitas listrik graphene, dan Cyclic Voltametry (CV) untuk mengukur kapasitansi elektroda nickel foam-graphene