Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
3,978 Documents
Pengembangan Peta Interaktif Tiga Dimensi Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Menggunakan Unity3d Engine
Muhammad Imam Ghazali
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4573.981 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8357
Penggunaan teknologi informasi dalam pemetaan digital sudah lama digunakan. Dahulu orang cenderung melakukan pemetaan digital secara 2D untuk memetakan suatu area atau gedung, namun pemetaan secara 2D sendiri tidak memberikan informasi secara mendetail tentang keadaan dan topografi dari area atau gedung tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi penggunaan teknologi 3D pun mulai digunakan dalam pemetaan secara digital agar dapat memberikan informasi yang lebih mendetail tentang keadaan suatu area atau gedung. Untuk membangun sebuah peta 3D dapat dilakukan menggunakan engine 3D yang biasanya digunakan untuk membuat game. Dengan memanfaatkan Unity3D Engine penulis akan membangun sebuah pemetaan digital secara 3D agar dari pemetaan tersebut dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat mengenai keadaan area yang dipetakan sesuai dengan kenyataan. Dalam pembuatan akan dipetakan gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Pemetaan secara 3D ini dapat memberikan informasi yang akurat dan mendetail kepada pengguna peta 3D ini nantinya tentang keadaan dari gedung Rektorat.
Pengembangan Peta Interaktif Tiga Dimensi Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Menggunakan Unreal Engine
Mazza Fitroni
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8373
Teknologi yang semakin berkembang pesat saat ini membuat penyampaian informasi kepada masyarakat sangat cepat dan banyak perubahan terutama mengenai bangunan. Dahulu penyampaian informasi mengenai bangunan hanya menggunakan dua dimensi (2D), namun sekarang dapat menggunakan tiga dimensi (3D). Tampilan informasi bangunan gambar 3D ini menjadi terlihat lebih jelas, menarik, dan detail. Tak terkecuali pada perguruan tinggi Intstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi objek visualisasi 3D sebagai sarana promosi terhadap konsumen atau calon mahasiswa baru. Pada paper ini akan berisi tentang aplikasi virtual peta 3D yang akan menampilkan objek sebuah gedung Perpustakaan Pusat ITS. Aplikasi yang nanti akan digunakan dalam pembuatan virtual 3D adalah dengan Unreal Engine, dan adobe Flash sebagai user interface untuk informasi dan interaksi didalamnya. Aplikasi pendukung utama yaitu 3Ds Max untuk modelling benda 3D. Aplikasi virtual peta 3D nantinya akan menyampaikan tampilan sebuah Gedung Perpustakaan Pusat ITS yang memudahkan pengguna / user untuk mengetahui dan mengunjungi gedung tersebut secara virtual seperti dunia nyata
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Menggunakan WARP
Hasan Hasan;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4497.743 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8386
Salah satu permasalahan dalam perkembangan teknologi telekomunikasi yaitu bagaimana mencapai data rate yang besar namun dengan bandwidth yang tidak lebih besar dari bandwidth koheren kanal untuk menghindari terjadinya Inter-Symbol Interference (ISI). Salah satu solusi yang ditawarkan yaitu transmisi multi-carrier. Contoh transmisi multicarrier yaitu Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dimana subcarrier-subcarrier dapat saling tegak lurus satu sama lain sehingga bendwidth yang dibutuhkan menjadi lebih efisien jika dibandingkan dengan multicarrier konvensional seperti FDM. SDR merupakan sistem pemancar dan penerima yang menggunakan pemrosesan sinyal digital untuk coding, decoding, modulasi dan demodulasi data. Modul WARP tersebut digunakan sebagai model pemancar dan penerima pada pengukuran kualitas unjuk kerja sistem OFDM dengan barbagai kondisi. Hasil dari implementasi dan pengukuran menunjukkan bahwa nilai BER tidak selalu berpengaruh terhadap perubahan jarak karena ketika jarak semakin jauh tidak menjamin nilai BER semakin besar. Sementara dalam hal obstacle, nilai BER sangat berpengaruh dimana nilainya akan lebih baik saat tidak adanya obstacle. Seperti saat daya pancar sebesar -26.125 dBm nilai BER saat Line Of Sight (LOS) sudah 0 sementara Non Line of Sight (NLOS) bernilai 9.3x10-6. Untuk lingkungan pengukuran, lingkungan indoor menghasilkan kualitas sistem yang paling baik dibandingkan dengan lingkungan lainnya.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Modulasi dan Demodulasi GMSK dengan menggunakan WARP
Dwi Putri Kusumadewi;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7523.39 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8387
Modulasi GMSK ( Gaussian Minimum Shift Keying) adalah teknik modulasi yang mengurangi spectrum sidelobe pada modulasi Minimum Shift Keying (MSK) dengan cara melewatkan sinyal NRZ ke filter LPF Gaussian. Pada Tugas Akhir ini dilakukan proses perancangan dan implementasi modulasi dan demodulasi GMSK pada platform WARP. Proses perancangan modulasi GMSK dilakukan melalui pemrograman pada software MATLAB 2012. Sistem diimplementasi pada modul WARPLab7. Jumlah bit yang dibangkitkan adalah 106800 bit. Sebelum sistem diimplementasikan pada modul WARP, sinyal hasil ditambahkan dengan bit pilot dan preamble yang nantinya berguna untuk mendeteksi data informasi di penerima. Setelah penambahan pilot dan preamble, data di upsample terlebih dahulu kemudian dilakukan proses upconvert agar dapat dikirimkan melalui WARP. Pengujian implementasi sistem dilakukan dengan cara pengukuran nilai BER (Bit Error Rate) secara real pada beberapa kondisi, diantaranya perbedaan nilai BT, perbedaan jarak antara node pengirim dan node penerima dan kondisi LOS (Line of Sight) dan NLOS (No Line of Sight). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan pada lingkungan indoor nilai BER terkecil diperoleh pada jarak 4 meter kondisi LOS dengan TxRF sebesar -22.97 dBm dengan BER 6x10-6, sedangkan untuk lingkungan outdoor nilai BER terkecil diperoleh pada jarak 6 meter kondisi LOS dengan TxRF sebesar -22.97 dBm dengan BER 6.9x10-5
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Direct Sequence Spread Spectrum menggunakan Wireless Open-Access Research Platform (WARP)
Aditya Sukmana Putra;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6671.149 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8388
Dalam sistem komunikasi nirkabel, khususnya pada dunia komunikasi taktis atau militer, salah satu yang harus dihadapi adalah gangguan jamming.Salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) dimana informasi akan dikalikan secara langsung dengan pseudo-noise sequence yang mempunyai laju chip jauh lebih besar.Sistem ini dapat diimplementasikan pada Wireless Open-Access Research Platform (WARP) yang merupakan salah satu dari jenis Software Define Radio (SDR).Modul WARP mampu diprogram secara langsung dengan software MATLAB.Kinerja sistem terbaik didapatkan ketika daya sinyal jamming lebih kecil atau sama dengan daya sinyal carrier sistem DSSS. Pada Single Tone Jamming (STJ) sistem akan mencapai nilai BER 10E-3 saat daya sinyal jamming 125 % dari daya sinyal sistem DSSS, sedangkan pada Multi Tone Jamming (MTJ) sistem akan mencapai BER 10E-3 saat daya sinyal jamming 100 % dari daya sistem DSSS.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) Menggunakan WARP
Rini Nurpita Sari;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5160.126 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8394
Proses pengiriman informasi dari pengirim ke penerima terkadang terdapat gangguan, maka untuk mengatasi masalah tersebut dapat menggunakan metode Spred Spectrum, yang merupakan teknik pengiriman sinyal yang tahan terhadap gangguan berupa noise maupun jamming. Frequency Hopping Spread Spectrum merupakan sinyal informasi ditransmisikan yang dilompat ke dalam suatu spektrum frekuensi secara random atau sesuai pola tertentu. Implementasi sistem komunikasi SISO pada FHSS menggunakan Wireless Open Access Research Platform (WARP). Sistem FHSS ini akan dimodelkan dengan menggunakan software Matlab. Ketahanan sistem FHSS terhadap Single Tone Jamming dan Multi Tone Jamming akan diketahui dengan melakukan beberapa pengujian. Hasil yang diperoleh nilai Bit Error Rate (BER) akan semakin kecil jika daya yang dipancarkan semakin besar, sedangkan pada jamming dipengaruhi oleh nilai daya jamming. Penelitian ini menunjukan bahwa kinerja sistem berjalan baik saat Single Tone Jamming lebih baik dari pada Multi Tone Jamming. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai BER saat daya jamming 300% untuk Single Tone Jamming sebesar 0.4194, dan Multi Tone Jamming sebesar 0.4892. Rata-rata sistem tidak terpengaruh oleh gangguan jamming, saat nilai daya jamming 75% dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem FHSS lebih tahan terhadap Single Tone Jamming dan Multi Tone Jamming dibandingkan sistem 4-ary FSK.
Rancang Bangun Software Sistem Monitoring TV Digital DVB-T2
Galih Arindra Putra;
Endroyono Endroyono;
Gatot Kusrahardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4313.918 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8395
Sebuah software sistem pengawasan penerima televisi digital telah dikembangkan. Sistem telah dirancang sebagai solusi yang mudah digunakan untuk mengontrol kualitas layanan televisi digital dengan mengukur parameter service level agreement pada penerima. Software yang terintegrasi dengan DekTec 2131 mampu menampilkan pengukuran real time. Berdasarkan persyaratan sistem monitoring, bagaimana memastikan pengukuran secara real time menjadi masalah utama dari perangkat lunak. Selain itu banyaknya data yang dikumpulkan dan mengingat data history yang perlu disimpan dalam system maka untuk alasan tersebut file .txt merupakan komponen penting dalam sistem monitoring. Guna mengetahui kinerja dari perangkat lunak yang telah dirancang digunakan pengujian black box, MOS, dan SUS. Kesesuaian parameter input dan output pada pengujian black box menunjukkan bahwa software yang dirancang telah sesuai analisis kebutuhan. Selain itu, berdasarkan 32 data dari responden yang dilibatkan untuk mencoba dan menggunakan software diperoleh nilai MOS rata-rata 4,311818182. Responden juga terlibat untuk mengisi survei SUS untuk menentukan kegunaan dari sistem. Hasil pengujian SUS menunjukkan nilai rata – rata 77,97 yang artinya software yang dirancang bersifat acceptable.
Karakteristik Redaman dan Shadowing Dalam Ruang Pada Kanal Radio 2,4 GHz
Lina Mubarokah;
Puji Handayani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7682.36 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8396
Sistem komunikasi nirkabel menggunakan gelombang elektromagnetik yang melewati kanal radio untuk menyalurkan informasi dari pemancar ke penerima. Kanal radio merupakan bagian dari propagasi pada sistem nirkabel yang memiliki karakteristik tak tentu tergantung pada kondisi lingkungannya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik kanal radio diantaranya adalah redaman dan shadowing. Pengukuran terhadap kanal radio diperlukan untuk mendapatkan hasil data yang valid dari kondisi yang ada sehingga rugi-rugi lintasan yang terjadi dapat diketahui. Karakteristik rugi lintasan dan shadowing dibutuhkan untuk menganailsa bagaimana jalannya suatu sistem dan bagaimana optimasi kinerja sistem dengan menampilkan estimasi coverage area yang dapat dilayani oleh sistem tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran menggunakan sistem WARP (Wireless Open Access Research Platform) yang terintegrasi dengan software Matlab 2012a pada lingkungan dalam ruang dengan kanal radio 2,4 GHz untuk mengukur level sinyal pada jalur antara pengirim dan penerima. Hasil dari pengambilan data dikalkulasi menggunakan Matlab untuk mendapatkan nilai pathloss eksponen, standar deviasi, karakteristik redaman, karakteristik shadowing dan juga fungsi distribusi dari shadowing yang dihasilkan. Dari data hasil perhitungan karakteristik pathloss dan shadowing dapat diketahui bahwa kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap nilai pathloss eksponen dan distribusi shadowing dan juga cakupan wilayah pada sistem komunikasi propagasi dalam ruang pada kanal radio 2,4 GHz.
Sistem Pendukung Keputusan Perencanaan Penempatan Lokasi Potensial Menara Baru Bersama Telekomunikasi Seluler Di Daerah Sidoarjo Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Lucyana Angel Christine;
Achmad Mauludiyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5439.533 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8409
Perkembangan teknologi mengalami peningkatan yang pesat khususnya telekomunikasi misalnya pada teknologi GSM. Semakin berkembangnya teknologi maka semakin banyak juga pengguna sehingga operator akan menambah antena dan kemudian menambah menara untuk menyokong penambahan antena. Banyaknya menara telekomunikasi akan menimbulkan efek yang tidak baik. Oleh karena itu dikeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/PER/M.KOMINFO/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Telekomunikasi Bersama dimana dengan satu menara telekomunikasi harus diisi lebih dari satu operator. Melalui implementasi metode Simple Additive Weighting dapat ditentukan prioritas lokasi potensial untuk membangun menara baru berbasis website yang dapat melihat lokasi penempatan BTS eksisting ataupun menara baru dengan google Maps ataupun image yang telah diolah dari Mapinfo. Hasil yang didapatkan untuk tahun 2014 di Kabupaten Sidoarjo terdapat 469 BTS eksisting yang ditopang oleh 389 menara eksisting. Total jumlah kebutuhan untuk tahun 2019 adalah 774 BTS dan 496 menara. Dengan demikian perlu dilakukan penambahan 305 BTS dan 105 menara bersama yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo.
Optimasi Peletakan Base Transceiver Station Di Kabupaten Mojokerto Menggunakan Algoritma Differential Evolution
Ahadi Arif Nugraha;
Achmad Mauludiyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2430.711 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8412
Salah satu aspek penting dalam perencanaan infrastruktur jaringan seluler adalah Base Transceiver Station (BTS) yang merupakan sebuah pemancar dan penerima sinyal telephone seluler. Di satu sisi, peningkatan jumlah menara memang akan mendukung tercapainya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi. Namun di sisi lain, penempatan menara yang tanpa perencanaan serta koordinasi yang tepat akan menimbulkan jumlah menara yang berlebih sehingga dapat mengganggu estetika lingkungan, tata ruang suatu wilayah, dan radiasi gelombang radio yang tidak terkontrol sehingga sangat mengganggu. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dapat diselesaikan dengan cara menyusun suatu master plan yang lengkap dan rinci tentang penataan lokasi menara di Kabupaten Mojokerto untuk lima tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan algoritma Differential Evolution (DE) untuk menemukan solusi penataan menara yang baik berdasarkan luas cakupan area sel yang dihasilkan, kemudian menggunakan software MapInfo sebagai media visualisasi peta lokasi penempatan menara telekomunikasi. Dalam perancangan menara BTS tahun 2019, Kabupaten Mojokerto membutuhkan 106 menara BTS 2G dan 36 menara BTS 3G. Penempatan menara BTS 2G dan 3G menggunakan algoritma differential evolution mampu mengoptimalkan 2,94% dari luas wilayah Kabupaten Mojokerto