cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonat (SLS) dengan Bahan Baku Lignin Haryana, Irfan Dwi; Muntaha, Sihab Adha; Susianto, Susianto; Nurkhamidah, Siti
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121057

Abstract

Pada tahun 2027, diharapkan akan beroperasi Pabrik Surfaktan Sodium Lignosulfonat berkapasitas 2500 ton/tahun di Kabupaten Kampar, Riau, dengan bahan baku Lignin. Lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan politics/legal, supporting infrastructure, economical, dan environmental. Proses produksi dimulai dengan pre-treatment, di mana lignin diolah melalui evaporator dan tangki presipitasi untuk mendapatkan lignin pekat. Tahap selanjutnya adalah sulfonasi, di mana lignin bereaksi dengan larutan natrium bisulfit sebagai agen pensulfonasi dan NaOH sebagai katalis. Hasilnya adalah surfaktan sodium lignosulfonat (SLS) dengan konversi lignin sebesar 89.96% mol. Proses pemurnian dilakukan dengan metanol untuk menghilangkan sisa natrium bisulfit. Sodium lignosulfonat kemudian diolah melalui evaporator dan spray dryer untuk mengurangi kadar air sebelum disimpan di tangki penampungan. Pabrik ini bertujuan untuk menghasilkan surfaktan sodium lignosulfonat berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan pasar Asia Pasifik sebagai water reducer dalam pembuatan beton. Penggunaan water reducer diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2027, dan pabrik ini diharapkan dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Pra Desain Pabrik Minyak Kayu Putih Dari Daun Kayu Putih Hafid, Abdul; Syukharial, Muhammad Alraedi; Altway, Ali; Taufany, Fadlilatul
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121577

Abstract

Kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari data konsumsi minyak kayu putih di Indonesia. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dengan impor dari negara lain. Indonesia merupakan negara yang potensi kekayaan alam yang banyak seharusnya dapat memproduksi minyak kayu putih sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Melihat permintaan minyak kayu putih yang sangat besar dan belum dapat dicukupi dari produksi dalam negeri, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesari 60 ton/tahun. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, lokasi untuk mendirikan pabrik terpilih yaitu berada di Indramayu, Jawa Baray. Raw material yang digunakan pada produksi minyak kayu putih yaitu daun kayu putih. Produksi minyak kayu putih meliputi beb erapa proses diantaranya, proses steam distillation, condensation, decantation, dan, vacuum distillation. Steam dihasilkan dari boiler dengan bahan bakar briket yang didapat dari hasil pengolahan limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Analisa ekonomi dilakukan dengan asumsi modal awal yaitu 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, masa konstruksi 2 tahun, laju inflasi 3% per tahun, bunga bank 8% per tahun. Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan hasil dari Total Capital Investment (TCI) sebesar $922.191, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.877.495.732 ; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 12.450.709.153,00; Total Production Cost (TPC) Rp. 61.249.357.68; Internal Rate of Return (IRR) 16,17% ; Pay Out Time (POT) 6,23 tahun; dan Break Even Point (BEP) 29,15.
Pra Desain Pabrik Pupuk Urea Dari Ammonia (NH3) dan Karbon Dioksida (CO2) dengan Menggunakan Teknologi ACES21 Farros, Arditya Novan; Rahmawati, Yeni; Candraningtyas, Anissa
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121895

Abstract

Negara Indonesia dikenal sebagai negara agraris, dimana banyak masyarakat nya yang bekerja di sector pertanian. Karena itulah, tingkat konsumsi pupuk di Indonesia sangat tinggi karna merupakan komponen penting untuk kualitas tumbuhan. Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen sebanyak 46% yang berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan bagian-bagian vegetative tanaman seperti pembentukan klorofil, membentuk lemak, protein, dan mempercepat pertumbuhan daun, batang dan akar. Pembangunan pabrik urea direncanakan memiliki kapasitas 600.000 ton/tahun pupuk urea dalam bentuk prill, dimana pabrik akan didirikan di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan. Kawasan ini cukup dekat dengan sumber bahan baku, serta memadai dalam factor transportasi serta utilitas. Berdasarkan analisa neraca massa dan energi, pabrik ini membutuhkan bahan baku sebanyak 2122 ton/tahun NH3 dan 1223 ton/tahun CO2 dengan kebutuhan steam 51.270 kg/jam, cooling water 16.557.227 kg/jam serta listrik sebesar 11.193 KW/tahun. Pabrik ini terdiri dari enam tahap, yaitu sintesa, purifikasi, konsentrasi, pembutiran, recovery, serta condensate treatment. Bahan baku pada awalnya akan masuk sebagai liquid dan direaksikan menjadi urea pada reactor dengan kemurnian sekitar 30%. Kemudian, bahan baku yang belum berhasil bereaksi akan direaksikan Kembali di seksi selanjutnya untuk mendapatkan kemurnian urea hingga 99,7%. Larutan urea akan dipadatkan dalam bentuk prilling pada seksi pembutiran menggunakan alat prilling tower. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, pabrik urea memadai untuk didirikan dengan nilai IRR = 20,2%, NPV = 310,4 Juta Dolar, dan Pay Out Time (POT) selama 3 tahun.
Analisis Kondisi dan Perbaikan Perkerasan pada Ruas Jalan Gresik – Paciran KM SBY 28 sampai dengan KM SBY 38 dengan Menggunakan Metode PCI dan SDI Khairunnisa, Shaafiyah Zahroo; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.116173

Abstract

Ruas jalan Gresik–Paciran merupakan akses utama menuju pertambangan, pusat industri dan pelabuhan di Kabupaten Lamongan, Kota Gresik dan Kota Surabaya sehingga dilewati oleh berbagai macam jenis kendaraan termasuk truk dengan muatan. Pada ruas jalan ini terdapat berbagai macam kerusakan di beberapa titik pada ruas jalan tersebut. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga diperlukan perbaikan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas dan untuk mencegah kerusakan lebih berat. Metodologi yang digunakan dalam analisis kondisi dan perbaikan perkerasan ruas jalan ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur dan analisis data meliputi pengolahan data, penetapan nilai kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), penentuan metode penanganan, perencanaan perbaikan. Dari analisis hasil survei volume kendaraan yang melewati ruas jalan Gresik–Paciran didapatkan volume kendaraan sebesar 60.527 kendaraan/hari. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan tipe kerusakan perkerasan jalan pada ruas jalan Gresik–Paciran antara lain Depression, Alligator Cracking, Shoving, Block Cracking, Edge Cracking, Patching and Utility Cut Patching, Rutting, dan Weathering/Ravelling. Dari hasil penilaian kondisi perkerasan jalan, diperoleh bahwa dengan menggunakan metode SDI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Baik” dan kondisi “Sedang” sedangkan dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Excellent”, “Very Good”, “Good”, “Fair”, “Poor”, dan “Very Poor”. Dari tipe dan tingkat kerusakan didapatkan metode penanganan dengan patching dan rekonstruksi.
Perencanaan Dermaga Curah Urea di Papua Barat untuk Kapal 15.000 DWT Arrasyid, Ridho; Widyastuti, Dyah Iriani; Fuddoly, Fuddoly
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118262

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia. Menurut data Statistik Minyak dan Gas Bumi 2020 dari Kementerian ESDM, jumlah cadangan gas alam di Indonesia mencapai 62,39 TCF. Gas alam berjenis LNG dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pembuatan pupuk urea. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sarana transportasi berupa dermaga yang sesuai dengan standar. Maka, direncanakan dermaga curah kering yang dapat melayani kapal berkapasitas 15.000 DWT berjenis bulk carrier. Perencanaan dermaga yang dilakukan meliputi evaluasi layout perairan, evaluasi layout dermaga, perhitungan struktur atas meliputi perhitungan struktur atas jetty dan trestle, perhitungan struktur bawah, serta perhitungan kebutuhan fender dan bollard. Dari perencanaan dermaga tersebut dilakukan penentuan metode pelaksanaan serta perhitungan rencana anggaran biaya. Hasil dari perencanaan dermaga curah kering bertipe jetty meliputi: rekomendasi layout perairan dengan kedalaman -10,5mLAT. Rekomendasi layout dermaga dengan panjang trestle sebesar 1400m dan lebar 8m, serta struktur jetty dengan panjang 195m dan lebar 24m. Kedua struktur terletak pada elevasi +5.3mLAT. Dari hasil perhitungan, didapatkan kebutuhan pelat setebal 50cm pada jetty dan 30 cm pada trestle. Selain itu, kebutuhan balok pada jetty meliputi balok crane (800 x 1200mm), balok memanjang (500 x 700mm), balok melintang (500 x 700mm), dan balok plank (1300 x 2800mm). Pada Trestle dibutuhkan balok memanjang (500 x 700mm) dan balok melintang (300 x 450mm). Pada Jetty dibutuhkan poer ganda (2400 x 1200 x 1000mm) dan poer single (1200 x 1200 x 1000 mm), sedangkan pada trestle dibutuhkan poer single (1200 x 1200 x 1000mm). Dari hasil perhitungan struktur bawah didapatkan kebutuhan tiang pancang baja D812 dengan tebal 15mm untuk struktur jetty. Sedangkan, pada struktur trestle digunakan tiang pancang beton D800A. Pekerjaan yang dilakukan diantaranya pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur trestle, pekerjaan struktur jetty, dan pekerjaan instalasi aksesoris dermaga. Dari pekerjaan tersebut, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp171,158,670,000.
Perencanaan Terminal Khusus PLTU Timor-1 untuk Pemenuhan Kebutuhan Operasional Bahan Bakar Batu Bara dengan Kapal Barge 12000 DWT Kelly, Muhammad Febryansyah; Widyastuti, Dyah Iriani; Fuddoly, Fuddoly
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.122548

Abstract

Pemerataan kebutuhan listrik di Indonesia masih bisa dibilang kurang. Hal ini dibuktikan dengan program pemerintah Pembangunan Pembangkit 35000 MW. Salah satu perwujudan program ini adalah dengan munculnya proyek pembangunan PLTU Timor-1 2 x 50 MW yang berada di Nusa Tenggara Timur. PLTU tersebut direncanakan beroperasional dengan kebutuhan bahan bakar batu bara Namun, di Nusa Tenggara Timur, tidak terdapat pertambangan batu bara ataupun potensi pertambangan batu bara sebagai pensuplai kebutuhan operasionalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan transportasi batu bara melalui jalur laut dari daerah atau pulau lain dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Melihat Pelabuhan laut terdekat dari lokasi proyek PLTU Timor-1 berjarak sekitar kurang lebih 30 km, yang tentunya membutuhkan waktu dan biaya lebih untuk bongkar-muat hingga transportasi darat batu bara dari Pelabuhan menuju PLTU Timor-1. Maka dari itu, akan dilakukan perencanaan pembangunan terminal khusus sebagai fasilitas transportasi batu bara yang difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan operasional PLTU-Timor 1. Hasil dari perencanaan terminal khusus PLTU Timor 1, didapatkan bahwa dermaga yang digunakan adalah jetty dengan dimensi panjang 125 m, lebar 22,5 m, dan elevasi +5,5 MLAT, yang kemudian disambung dengan trestle dengan dimensi panjang 122,5 m, lebar 15,5 m, dan elevasi +5,5 MLAT. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pembangunan terminal khusus ini dengan menggunakan metode pengecoran in-situ. Kemudian untuk total estimasi rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk pembangunan terminal khusus ini adalah Rp 74.690.742.253,00 (Tujuh Puluh Empat Milyar Enam Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Dua Ribu Dua Rratus Lima Puluh Tiga Rupiah).
Evaluasi Kinerja Keterpaduan Layanan Bus Angkutan Umum Massal Antar Operator Menurut Presepsi Pengguna (Studi Kasus Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo) Nafiah, Adella Fajrin; Setiawan, Putu Rudy
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.123026

Abstract

Pada tahun 2018 Surabaya meresmikan layanan bus dalam kota yaitu Suroboyo Bus dibawah Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan disusul peresimian Trans Semanggi Suroboyo dibawah Kementerian Perhubungan akhir tahun 2021 yang tergabung dalam program nasional Teman Bus. Namun, sejak bulan pertama beroperasinya Trans Semanggi Suroboyo isu keterpaduan menjadi sorotan anggota komisi C bidang pembangunan DPRD Surabaya berdasarkan fakta empiris yaitu headway yang tinggi; halte-halte penghubung berjauhan; dan jadwal yang tidak sinkron pada halte-halte connecting/halte transit. Meserpon hal tersebut pada akhir tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya telah berencana untuk memadukan kedua layanan ini dalam hal tarif, aplikasi, dan rute dalam upaya meningkatkan efektivitas angkutan umum massal. Mendukung upaya tersebut, penilian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja keterpaduan layanan bus angkutan umum massal antar operator menurut presepsi pengguna (Studi Kasus Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian adalah data primer melalui proses observasi dan penyebaran kuesioner serta data sekunder melalui proses studi literatur dan inventarisasi data instansi. Data tersebut kemudian diolah menggunakan analisis delphi analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil temuan penelitian ini adalah didapatkan sembilan faktor yang mempengaruhi kinerja keterpaduan layanan Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo sebagai bus angkatan umum massal antar operator di Surabaya. Evaluasi sembilan faktor tersebut menurut pengguna adalah didapatkan nilai gap negatif, tingkat kepuasan 80%, dan terkelompokan dalam kuadran IPA yaitu kuadran I (prioritas utama) faktor keterpaduan fasilitas SAUM dan armada, keterpaduan mendapatkan informasi, keterpaduan jadwal, serta keterpaduan sistem ticketing dan tarif; kuadran II (pertahankan prestasi) faktor keterpaduan rute perjalanan; kuadaran III (prioritas rendah) yfaktor keterpaduan lokasi titik temu; serta keterpaduan informasi real-time; dan kuadran IV (berlebihan) faktor keterpaduan kebijakan dan regulasi; serta keterpaduan rencana penggunaan lahan.
Perancangan Ulang Sisi Udara Bandara Notohadinegoro Jember sebagai Bandara Sub-Embarkasi Haji/Umrah Widodo, Alvian Wahyu; Ahyudanari, Ervina
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.125678

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur juga meningkatkan animo penduduk Jawa Timur terutama wilayah Tapal Kuda (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo) untuk melaksanakan ibadah haji/umrah. Jemaah umrah wilayah Tapal Kuda setiap tahun mengalami kenaikan dan haji pada tahun 2023 sebesar 14 kloter. Para jemaah menggunakan transportasi darat menuju Bandara Juanda sebagai bandara embarkasi haji, oleh sebab itu munculnya usulan diberlakukan Bandara Notohadinegoro sebagai bandara sub-embarkasi haji sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang Bandara Notohadinegoro. Aksi tersebut mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) ke 9 ialah Industry, Innovation, and Infrastructure. Pengembangan infrastruktur Bandara Notohadinegoro bertujuan untuk meningkatkan pergerakan lalu lintas udara otomatis mendukung obyek pariwisata wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya sehingga meningkatkan perekonomian pada daerah tersebut. Dalam melakukan perencanaan sisi udara, langkah pertama dilakukan peramalan penumpang, pergerakan pesawat, jemaah haji, dan umrah dengan metode regresi linier. Hasil peramalan tersebut menghasilkan pesawat rencana. Kemudian diperhitungan volume jam puncak. Perencanaan geometri sisi udara berdasarkan SKEP/77/VI/2005, SNI 03-7095-2005, dan ICAO. Selanjutnya, dilakukan perhitungan tebal perkerasannya menggunakan FAARFIELD. Lalu, evaluasi kesesuaian KKOP terhadap topografi bandara. Selanjutnya menganalisis travel time dan cost wilayah Tapal Kuda menuju Bandara Notohadinegoro dan Juanda. Dari analisis, Bandara Notohadinegoro tahun 2027 akan melayani 5.415 jemaah haji, 33.251 jemaah umrah, 206.744 penumpang, dan 4.000 pesawat per tahunnya serta pesawat rencana Boeing 737-800NG. Runway berdimensi (2.250 x 45) m, taxiway selebar 15 m, dan apron (113 x 78) m. Tebal perkerasannya didapat perkerasan lentur runway dan taxiway setebal 490 mm dan perkerasan kaku apron setebal 635 mm. Kesesuaian KKOP terhadap topografi dapat disimpulkan bahwa arah memanjang runway memenuhi syarat, sedangkan arah melintang runway tidak memenuhi syarat. Travel time yang dikeluarkan jemaah haji/umrah wilayah Tapal Kuda menuju Bandara Notohadinegoro lebih cepat dibandingkan perjalanan langsung menuju Bandara Juanda. Travel cost yang dikeluarkan menuju Bandara Notohadinegoro lebih mahal dibandingkan perjalanan langsung menuju Bandara Juanda.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Paket 1 (Seksi 1) Menggunakan Metode Bowtie Pramesti, Audrey Anindita; Rachmawati, Farida
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.126131

Abstract

Risiko adalah suatu kemungkinan terjadinya suatu peristiawa yang memengaruhi suatu tujuan awal. Proyek Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 (Seksi 1) merupakan proyek yang berpotensi memiliki kecelakaan kerja tinggi yang disebabkan beberapa faktor seperti alat kerja, metode kerja, serta dari pekerja itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi risiko terkait kecelakaan kerja dengan menyebarkan kuisioner pendahuluan dan kuisioner utama. Pada tahap kuisioner utama dilakukan penilaian risiko pada risiko yang relevan menggunakan perhitungan severity index dan likelihood index. Berdasarkan hasil penilaian risiko ditemukan tiga risiko yang ekstrim yaitu segmen balok girder terguling, sling crane terlepas/terputus saat pengangkatan girder, dan girder runtuh. Setelah itu, dilakukan analisis risiko menggunakan metode bowtie sehingga diperoleh penyebab operator tidak terampil, pekerja kelelahan, perubahan cuaca mendadak, kondisi alat berat sudah tua, kelebihan beban, minim rambu keselamatan, manuver tidak memenuhi syarat, dan pemasangan girder tidak sempurna. Dampak dari risiko-risiko tersebut dapat berupa pekerja yang mengalami cedera dimana ada dapat dilakukan kontrol recovery berupa pemakaian APD dan kerusakan alat berat dimana dapat dilakukan faktor ekskalasi berupa penggalakan penggunaan APD dan pengecekan kelayakan alat berat.
Analisis Gerak SPM Hex-07 dan Tegangan Lokal pada Mooring Lug Gymnastiar, Farhan; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Syahroni, Nur; Rachman, Abdur
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.118499

Abstract

Floating structure seperti kapal tanker yang saat ini banyak digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi dipengaruhi oleh beban lingkungan. Perlu untuk meminimalisir gerak dari kapal tanker dengan menggunakan Single Point Mooring (SPM). SPM berguna sebagai sistem tambat untuk meredam gerak dari tanker serta dapat mentransfer minyak dan gas ke tempat pemrosesan selanjutnya. Mooring lug pada Turntable Bearing Unit SPM akan mengikuti arah gerak tanker. Analisis respon yang dilakukan menghasilkan arah heading terbesar untuk tanker dari gerakan roll arah 90˚ pada kondisi ballast dengan nilai 3.592 deg/m. Sedangkan untuk SPM dengan respon terbesar dari gerakan pitch arah 0˚ dengan nilai 3.323 deg/m. Analisis tension juga dilakukan dan memperoleh tension terbesar pada Hawser PS dengan nilai 771.199 kN dengan semua tension yang dihasilkan dibawah safety factor dari ABS Guide for Position Mooring Systems. Analisis tegangan lokal pada mooring lug akibat tension menghasilkan nilai maksimum sebesar 226.46 MPa pada variasi ke-3, semua tegangan tergolong aman karena dibawah tegangan izin sebesar 253.65 mengacu pada ABS Rules for Building Classing Single Point Moorings.