cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Rancang Bangun Prototype Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan Tiga Rotor Darmawan Rasyid Hadi Saputra; Bambang Pramujati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.251 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2989

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle atau yang biasa dikenal dengan istilah UAV  merupakan sebuah sistem penerbangan/ pesawat tanpa pilot yang berada di dalam pesawat tersebut. UAV dapat dikendalikan dengan menggunakan remote dari jarak jauh, diprogram dengan perintah tertentu, atau bahkan dengan sistem pengendalian otomatis yang lebih kompleks. Aplikasi dari teknologi UAV pun beragam mulai dari tugas militer hingga pengamatan udara. Dalam penelitian ini, sebuah UAV akan dikembangkan dengan tiga buah rotor dan satu buah motor servo di bagian belakang UAV. Perancangan model menggunakan software CATIA dengan batasan dimensi (panjang × lebar) maksimum 75 × 75 cm dan massa < 2 kg. Analisis struktur rangka dilakukan untuk menguji kekuatan rangka ketika terbang dan membawa beban, dengan menggunakan metode elemen hingga dan kriteria kegagalan Von-Misses. Dalam proses pengerjaan, rancangan dari CATIA dan analisis yang telah dilakukan dalam perancangan tersebut akan digunakan. Hasil yang didapat berupa UAV yang memiliki struktur rangka dengan defleksi maksimum 3,67 mm pada rangka tengah yang berbahan acrylic. Dalam pengujian di lapangan, UAV dapat melakukan gerak roll, pitch, dan yaw yang dikendalikan melalui remote control. Waktu operasi maksimum yang dapat dilakukan adalah selama 7 menit 43 detik.
Analisa Prediksi Potensi Bahan Baku Biodiesel sebagai Suplemen Bahan Bakar Motor Diesel di Indoesia Priyohadi Kuncahyo; Aguk Fathallah; Semin Sanuri Semin Sanuri Semin Sanuri
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3156

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan yang bersifat dapat diperbarui seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewanan. Indonesia adalah negara tropis, dimana memiliki curah hujan yang tinggi dan setiap tahun mendapat sinar matahari. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang tinggi, untuk itu terdapat banyak jenis bahan baku biodiesel yang berpotensi untuk dijadikan suplemen bahan bakar motor diesel di Indonesia. Saat ini jenis bahan baku di indonesia mencapai lebih dari 50 jenis bahan baku. Metode pemilihan dan analisa bahan baku biodiesel adalah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode prediksi yang dipakai adalah metode bilangan kuadrat terkecil (Least Square). Dari analisa bahan baku yang sudah dilakukan didapat 6 jenis bahan baku yang berpotensi sebagai suplemen bahan bakar motor diesel di Indonesia yaitu minyak jelantah, kelapa sawit, kelapa, alga, jarak pagar dan karet. Besar potensi produksi minyak biodiesel dari 6 jenis bahan baku biodiesel meliputi jarak pagar 557842 ribu barel minyak biodiesel. Disusul dengan kelapa sawit 438876, alga 258867 ribu barel, kelapa 238455 ribu barel, minyak jelantah 45515 ribu barel, dan karet 3989,7 ribu barel. Dengan adanya suplemen biodiesel, Indonesia akan dapat mengatasi krisis energi sampai pada tahun 2101.
Pengaruh Jarak Antar Dinding terhadap Distribusi Temperatur pada Inkubator Bayi Berdinding Ganda Eka Puji Kurniawan; Ridho Hantoro; Gunawan Nugroho
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.607 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3252

Abstract

Inkubator bayi berdinding ganda mampu mengurangi resiko terjadinya kehilangan panas secara radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi dalam membantu tercapainya NTE (Neutral Thermal Environment). Tujuan penelitian yang berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) ini adalah menganalisa aliran udara, distribusi temperatur, dan kelembaban pada inkubator bayi berdinding ganda dengan variasi jarak antar dinding. Hasil simulasi yaitu inkubator dengan modifikasi jarak antar dinding 2,5 cm dan 3 cm adalah yang paling baik karena mendekati nilai temperatur atur. Hal ini dapat mengurangi bahaya risiko terkena hipotermia pada bayi. Modifikasi jarak antar dinding tidak berpengaruh terhadap kecepatan aliran udara, kehilangan panas radiasi, dan kehilangan panas konveksi. Kehilangan panas konveksi tubuh bayi pada variasi jarak antar dinding sebesar 2,5cm dan 3cm cenderung meningkat 0,011 Watt hingga 0,13 Watt. Kelembaban relatif pada berbagai variasi jarak antar dinding juga identik. Perbedaaan antar variasi jarak antar dinding dengan berbagai pengaturan temperatur tidak lebih dari 1%. Pada pengaturan temperatur 35oC pada berbagai variasi jarak antar dinding memiliki kelembaban relatif yang lebih baik dibandingkan pada pengaturan temperatur lainnya.
Studi Karakteristik Aliran Tiga Dimensi Dan Perpindahan Panas Pada Cascade Airfoil Dengan Pengaruh Clearance Yusuf Wibisono; Gunawan Nugroho; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2261.723 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3255

Abstract

Dalam dunia teknik khususunya mekanika fluida, aliran tiga dimensi merupakan hal yang sangat penting guna untuk mengetahui fenomena aliran dan perpindahan panas yang terjadi pada bluffbody cascade airfoil. Error atau loses yang terjadi pada cascade airfoil disebabkan oleh adanya aliran sekunder. Error atau loses tersebut menurut penilitian yang terlah dilakukan dapat dikurang dengan aspek clearance. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisa karaktersistik aliran tiga dimensi serta perpindahan panas akibat adanya perubahan jarak antara leading edge antara cascade dan sudut serang serta bentuk geometri. hasil dari simulasi divisualisasikan dalam bentuk velocity dan pressure coefficient. Pada cascade airfoil dengan sudut serang 20° terjadi fenomena pada dinding clearance yaitu tip clearance flow di mana ketika aliran udara melewati dinding akan mengalami up stream yang mengakibatkan arah aliran menuju ke atas, sedangkan pada dinding airfoil ditemukan aliran sekunder berupa curl flow yang akhirnya membentuk spiral point pada trailing edge. Perubahan sudut serang menjadi -20° membuat perbedaan tekanan antara lower side dan upper side semakin lemah, begitu juga tip clearance flow yang terjadi pada wall clearance mengalami perubahan arah menjadi down stream yang mengakibatkan arah aliran menjuu kebawah. Perubahan sudut juga berpengaruh terhadap pressure coeficient pada boundary layer airfoil dan mengakibatkan blockage effect serta terjadinya vortex yang berbeda.
Fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Berdasarkan Fraksi Volume TiO2 Anatase-Rutile dengan Garcinia mangostana dan Rhoeo Spathacea sebagai Dye Fotosensitizer Sustia Agustini
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.098 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3478

Abstract

Sejak pertama kali dikembangkan, usaha untuk meningkatkan efisiensi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) terus dilakukan. Mulai dari pemilihan bahan pewarna, jenis semikonduktor yang digunakan, desain counter elektroda, struktur sandwich atau yang lainnya. Anatase dan rutile adalah fase dari TiO2 yang sering digunakan untuk fabrikasi DSSC. Penelitian ini menggunakan kulit manggis dan Rhoeo spathacea yang diekstrak menggunakan ethanol sebagai pewarna alami yang mengandung antosianin. Pewarna tersebut dikarakterisasi menggunakan UV-Vis dan FTIR, dan menunjukkan absorpsi pada panjang gelombang 392 nm untuk kulit manggis dan 413 nm untuk Rhoeo spathacea. TiO2 disintesis menggunakan metode co-precipitation. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 11 nm untuk anatase and 54,5 nm untuk rutile dengan menggunakan persamaan Scherrer. DSSC difabrikasi dengan variasi fraksi volume TiO2 anatase dan rutile. DSSC diuji dibawah cahaya matahari dengan daya sebesar 17 mW/cm2. Kurva arus-tegangan (I-V) DSSC yang dihasilkan fraksi volume 75%:25% memperlihatkan hasil terbaik dibanding yang lain. Efisiensi tertinggi adalah 0.037% dan 0.013% dihasilkan oleh DSSC dengan pewarna alami dari kulit manggis dan Rhoeo spathacea.
Respon Getaran Lateral dan Torsional Pada Poros Vertical – Axis Turbine (VAT) Dengan Pemodelan Massa Tergumpal Ahmad Aminuddin; Yerri Susatio; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.891 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3267

Abstract

Getaran merupakan gerakan bolak balik yang melewati titik kesetimbangan. Telah dilakukan penelitian yang menganalisa adanya getaran lateral dan torsional pada sebuah turbin jenis VAT. Metode yang digunakan untuk menganalisa dinamika sistem empat derajat kebebasan yaitu State Space. Simulasi dilakukan dengan variasi kecepatan 0,7 m/s; 0,8 m/s; 0,9 m/s; 1,0 m/s. Untuk VAT ujung bebas simpangan paling besar terjadi pada kecepatan 1,0 m/s yaitu 6.36  x 10-4 m pada massa ke-1 dan 7.63 x 10-3 m pada massa ke-2. Sedangkan pada model VAT ujung terikat simpangan maksimumnya yaitu 2.62  x 10-4 m  pada massa ke-1 dan 9.44 x 10-5 m pada massa ke-2. Untuk getaran torsional simpangn maksimumnya juga terjadi pada kecepatan 1,0 m/s. Getaran torsional pada VAT dengan ujung bebas nilai maksimumnya yaitu 3,12 x 10-3 rad pada massa ke-1 dan 7,59 x 10-3 rad pada massa ke-2. Sedangkan pada model VAT ujung terikat simpangan maksimumnya yaitu 1,47 x 10-3 rad pada massa ke-1 dan 1,12 x 10-3rad pada massa ke-2. Semakin besar kecepatan aliran air sungai, semakin besar pula gaya eksitasi yang dihasilkan, sehingga amplitudo getaranya juga makin besar.  Sistem VAT memiliki frekuensi natural yang cukup tinggi. Untuk sistem VAT dengan ujung bebas frekuensi naturalnya bernilai 89.33 rad/s ; 93.36 rad/s; 218.83 rad/s dan 429.10 rad/s. sedangkan untuk sistem VAT dengan ujung terikat nilai frekuensi naturalnya adalah 193.62 rad/s; 257.41 rad/s; 428.3 rad/s dan773.41 rad/s. Sistem VAT ini bekerja pada frekuensi kerja yang rendah yaitu, 5,30 rad/s; 5,56 rad/s; 6,57 rad/s dan 7,28 rad/s. Sehingga tidak terjadi resonansi pada sistem VAT tersebut. Frekuensi keja yang paling mendekati frekuensi natural adalah pada kecepatan 1,0 m/s yaitu 7,28 rad/s. Meskipun demikian, nilai tersebut masih jauh dibawah frekuensi naturalnya
Penentuan Parameter Bandul Matematis untuk Memperoleh Energi Maksimum dengan Gelombang dalam Tangki Eky Novianarenti; Yerri Susatio; Ridho Hantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.179 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3269

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong manusia untuk terus berinovasi dan mencari energi alternatif yang potensial untuk dikonversikan menjadi energi listrik. Hal ini yang melatarbelakangi suatu simulasi energi gelombang dengan penggerak sistem bandul yang ditempatkan di dalam sebuah tangki. Tugas akhir ini difokuskan pada respon kecepatan gerak bandul dengan variasi massa dan panjang bandul untuk memperoleh energi maksimal dari sebuah bandul yang berosilasi secara harmonik terhadap goncangan air. Diawali dengan pemodelan matematis pada sistem ponton-bandul dengan tiga derajat kebebasan kemudian dilakukan analisa terhadap respon gerakan ponton. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu model yang paling optimum. Hasil dari analisa tersebut menunjukkan bahwa nilai kecepatan tertinggi didapatkan pada amplitudo 6cm dengan panjang lengan bandul 9 cm dan massa bandul 300 gr yaitu sebesar 783,8x10-3 m/s dan kecepatan minimum didapatkan pada panjang lengan bandul 17 cm dan massa bandul 100 gr pada amplitudo 2 cm sebesar 2,4x10-3 m/s. Ini menunjukkan bahwa semakin pendek lengan bandul, maka semakin tinggi kecepatan bandul dan dengan semakin besar massa bandul maka kecepatannya juga maksimum.
Evaluasi Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 KV di Surabaya Menggunakan Loop Restoration Scheme Gheschik Safiur Rahmat; Ontoseno Penangsang; I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.251 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3293

Abstract

Saat ini keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan hal yang sangat penting terhadap penyaluran listrik ke konsumen, terutama pada kontinyuitas pelayanan daya. Pada Tugas Akhir ini untuk mengevaluasi indeks keandalan sistem distribusi 20 KV di Surabaya yaitu dengan menggunakan Loop Restoration Scheme (LRS) yang mana merupakan sebuah metode untuk pengontrolan sistem distribusi pada feeder untuk meningkatkan keandalan. Dengan menerapkan konfigurasi dari LRS maka akan didapatkan nilai Indeks Keandalan yang dihasilkan ketika terjadi gangguan pada sebuah sistem distribusi, dengan ditunjang data-data pada setiap feeder, maka data tersebut akan diolah dan simulasikan untuk mengetahui keandalan dari sebuah sistem distribusi tersebut setelah diterapkannya LRS. Berdasarkan hasil analisa dari penerapan Loop Restoration Scheme pada sistem distribusi ini didapatkan perbaikan nilai indeks keandalan, yaitu pada saat kondisi normal konfigurasi PLN pada simulasikan didapatkan SAIFI sebesar 4.7721 (f/cost.year), SAIDI sebesar 12.078 (h/cost.year) dan CAIDI sebesar 2.531(h/cost.interruption), sedangkan setelah diterapkankonfigurasi Loop Restoration Scheme (LRS)didapatkan SAIFI sebesar0.4797 (f/cost.year), SAIDIsebesar2.1401 (h/cost.year), danCAIDI sebesar4.461 (h/cost.interruption). Jika melihat dari hasil kedua simulasi yang telah dilakukan terlihat adanya perbedaan yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan pada konfigurasi LRS dilakukan penambahan Sectional Switch dan Automatic Recloser pada setiap penyulang.
Penentuan Daya Reaktif Untuk Perbaikan Kualitas Daya Berdasarkan Voltage State Estimation Pada Jaringan Distribusi Radial 20 KV Di Surabaya Ardyan Bhakti Setyarso; Ontoseno Penangsang; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.251 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3378

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas metode Weighted Least Square (WLS) state estimation untuk mengestimasi magnitude dan sudut tegangan pada bus yang tidak terpasang sensor pengukuran. Dari hasil simulasi WLS State Estimation pada lima penyulang jaringan distribusi 20 KV di Surabaya menunjukkan bahwa dengan metode ini, jumlah bus yang tegangannya dapat diestimasi mencapai 33.3 % hingga 45 % dari total jumlah bus dengan nilai error terbesar adalah 0.0205 % jika dibandingkan dengan analisa aliran daya. Setelah mengetahui magnitude tegangan pada masing- masing bus, dapat dilakukan aksi pada sistem apabila terjadi kondisi bus undervoltage berupa penyalaan kapasitor dengan nilai tertentu. Dari hasil estimasi WLS, menunjukkan nilai magnitude tegangan pada masing-masing bus di atas 99 %, sehingga diberikan gangguan pada sistem untuk mendapatkan kondisi undervoltage. Setelah itu, kapasitor dengan nilai tertentu dipasang pada bus yang mengalami drop tegangan paling besar. Lalu dilakukan state estimation ulang dan didapatkan magnitude tegangan bus yang baru dengan nilai error paling besar adalah 2.59 % jika dibandingkan dengan hasil perhitungan nilai kapasitor.
Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming Yunan Helmy Amrulloh
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.111 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3380

Abstract

Phasor Measurement Unit (PMU) merupakan peralatan yang mampu memberikan pengukuran fasor tegangan dan arus secara real-time. PMU dapat digunakan untuk monitoring, proteksi dan kontrol pada sistem tenaga listrik. Tugas akhir ini membahas penempatan PMU secara optimal berdasarkan topologi jaringan sehingga sistem tenaga listrik  dapat diobservasi. Penempatan optimal PMU dirumuskan sebagai masalah Binary Integer Programming (BIP) yang akan memberikan variabel dengan pilihan nilai (0,1) yang menunjukkan tempat yang harus dipasang PMU. Dalam tugas akhir ini, BIP diterapkan untuk menyelesaikan masalah penempatan PMU secara optimal pada sistem tenaga listrik  Jawa-Bali 500 KV yang selanjutnya diterapkan dengan penambahan konsep incomplete observability. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan BIP pada sistem dengan incomplete observability memberikan jumlah PMU yang lebih sedikit dibandingkan dengan sistem tanpa konsep incomplete observability.

Page 76 of 398 | Total Record : 3978