cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Numerik Pengaruh Variasi Temperatur Air Heater Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara pada Fluidized Bed Coal Dryer dengan Tube Heater Tersusun Aligned Andi Kurniawan; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.328 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1188

Abstract

Kebijakan pemerintah lewat rencana bauran energi nasional secara jelas memprioritaskan pemakaian batubara hingga 33% untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional. Sebagian besar cadangan batubara Indonesia adalah batubara dengan kualitas rendah. Batubara kualitas rendah cenderung memiliki kandungan air yang besar sehingga kurang efektif dalam pemakaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian terkait model pengeringan batubara khususnya fluidized bed coal dryer menjadi menarik untuk dilakukan sebagai upaya untuk membantu memecahkan masalah terkait energi batubara. Penelitian dilakukan dengan metode numerik berbasis komputasi (CFD). Pemilihan kondisi simulasi digunakan model turbulensi k-ε realizable dan skema interpolasi first-order upwind. Pemodelan perpindahan massa dilakukan dengan menggunakan model species transport dengan melakukan pengaturan moisture content water pada permukaan batubara. Pada penelitian ini divariasikan temperatur udara pengering, yaitu 316 K, 327 K, 339 K. Dari penelitian ini dapat diketahui karakteristik pengeringan pada ruang pengering batubara tipe fluidized bed dengan tube heater tersusun aligned. Hasil post processing kuantitatif menunjukkan peningkatan temperatur air heater diikuti dengan peningkatan koefisien perpindahan panas dan massa serta laju perpindahan massa. Pengurangan laju moisture content terbesar didapatkan pada temperature air heater 339K  diikuti temperature 327K serta 316K. Konfigurasi tube heater secara aligned menimbulkan proses heating dengan humidifikasi yang ditandai dengan peningkatan temperatur dan humidity ratio serta nilai  relative humidity udara di sekitar tube heater yang lebih rendah daripada batubara di sekitarnya.
Studi Numerik Karakteristik Aliran dan Perpindahan Panas Pada Heat Recovery Steam Generator di PT Gresik Gases and Power Indonesia (Linde Indonesia) Dhika Suryananda; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.287 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1198

Abstract

Pertumbuhan ekonomi berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi, sehingga menuntut peningkatan efisiensi dari power plant sebagai salah satu produsen energi. Pada saat ini power plant yang memiliki efisiensi paling tinggi adalah combined cycle power plant. Pada sistem combined cycle tersebut terdapat komponen Heat Recovery Steam Generator (HRSG) yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dari power plant dengan  cara menggunakan sisa panas dari gas buang  (exhaust) gas turbine dan digunakan untuk memproduksi uap (steam) untuk proses selanjutnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode numerik (CFD) dengan software FLUENT 6.3.26. Pemodelan yang dilakukan pada penelitian ini adalah 3 dimensi, aliran steady, turbulence model yang dipakai Relizable k-ε model dengan reaksi pembakarannya menggunakan spesies transport. Mixture materials yang digunakan merupakan methane-air. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang di ambil di PT. GRESIK GASES and POWER INDONESIA.. Hasil yang didapatkan pada simulasi ini adalah bentuk bodi seperti enlargement, contraction, dan elbow memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap distribusi temperatur, terkanan, dan kecepatan pada HRSG. Error dari hasil simulasi numerik dan referensi CCR sebagai berikut pada secondary superheater sebesar 8 %, pada primary superheater sebesar 6%, pada evaporator sebesar 0.00008% dan yang terakhir pada economizer sebesar 92 % . Penyebab perbedaan antara numerik dengan data CCR  adalah kurang akuratnya proses simulasi dan simplifikasi dari jajaran heat exchanger terutama pada bagian economizer.
Simulasi Numerik Dynamic Stall Pada Airfoil Yang Berosilasi Galih S.T.A. Bangga; Herman Sasongko
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.579 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1206

Abstract

Kebutuhan analisa pada sudu helikopter, kompresor, kincir angin dan struktur streamline lainya yang beroperasi pada angle of attack yang tinggi dan melibatkan instationary effects yang disebut dynamic stall menjadi semakin penting. Fenomena ini ditandai dengan naiknya dynamic lift melewati static lift maksimum pada critical static stall angle, vortex yang terbentuk pada leading edge mengakibatkan naiknya suction contribution yang kemudian terkonveksi sepanjang permukaan hingga mencapai trailling edge diikuti terbentuknya trailling edge vortex yang menunjukkan terjadinya lift stall. Fenomena ini sangat berbahaya terhadap struktur airfoil itu sendiri. Secara umum, beban fatique yang ditimbulkan oleh adanya efek histerisis karena fluktuasi gaya lift akibat induksi vibrasi lebih besar dibandingkan kondisi statis. Simulasi numerik dilakukan secara 2D dengan menggunakan profil Boeing-Vertol V23010-1.58 pada α0 = 14.92°. Standard-kω dan SST-kω digunakan sebagai URANS turbulence modelling. Model osilasi dari airfoil disusun dalam suatu user defined function (UDF). Gerakan meshing beserta airfoil diakomodasi dengan menggunakan dynamic mesh approach. Simulasi numerik menunjukkan bahwa, model SST-kω menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Standard-kω. Fenomena travelling vortex yang terjadi mampu ditangkap dengan baik, meski pada angle of attack yang tinggi URANS turbulence model gagal memprediksikan fenomena yang terjadi karena dominasi efek 3D.
Pengaruh Proyek Kelistrikan 10.000 MW pada Biaya Listrik Lokal di Sistem Jawa Bali 500 kV Moh Fasich; Rony Seto Wibowo; Ontoseno Penangsang
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.921 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2217

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah meluncurkan program proyek kelistrikan 10.000 MW. Dengan adanya penambahan unit pembangkit baru khususnya di sistem Jawa Bali 500 kV akan berpengaruh terhadap biaya listrik lokal pada setiap bus. Oleh karena itu, Optimal Power Flow(OPF) dilakukan untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar dari pembangkit pada keseluruhan sistem dengan melihat batasan daya output setiap unit pembangkit serta pembagian pembebanan secara ekonomis. Pada tugas akhir ini, biaya pembangkitan dihitung menggunakan optimal power flow. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program Matpower 4.0. Hal ini ditunjukkan oleh hasil simulasi bahwa sesudah proyek kelistrikan 10.000 MW beroperasi biaya listrik lokal pada setiap bus lebih murah dibandingkan biaya listrik sebelum proyek kelistrikan beroperasi. Biaya listrik dari bus satu ke bus yang lain berbeda  tergantung dari lokasi pembangkit dan jaringan transmisi yang ada pada sebuah sistem. Berdasarkan wilayah(propinsi) biaya listrik di propinsi Jawa Timur lebih murah dibandingkan propinsi lainnya.
Karakterisasi Proses Gasifikasi Biomassa Tempurung Kelapa Sistem Downdraft Kontinyu dengan Variasi Perbandingan Udara-Bahan Bakar (AFR) dan Ukuran Biomassa Lailun Najib; Sudjud Darsopuspito
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.01 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1837

Abstract

Biomassa tempurung kelapa adalah salah satu bahan baku energi alternatif dengan jumlah melimpah. Pemakaian tempurung kelapa dapat meningkatkan nilai guna material yang sudah menjadi limbah atau produk samping. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor gasifikasi downdraft di Research Centre ITS, dimulai dengan melakukan pengujian terhadap propertis tempurung kelapa secara proximate dan ultimate. Kemudian dilanjutkan proses gasifikasi dengan pasokan biomassa secara kontinyu setiap 10 menit sebesar 0,45 kg, 0,48 kg, 0,5 kg dan 0,52 kg selama 120 menit dengan ukuran biomassa (0,8-12,6) cm² dan (12,7-50,3) cm². Penelitian dilakukan dengan 4 variasi kecepatan suplai udara sebesar 3,57 m/s, 4,37 m/s, 5,05 m/s dan 5,64 m/s dengan pengaturan dimmer pada blower. Hasil penelitian didapatkan nilai kalor bawah, komposisi syn-gas dan nyala api terbaik pada AFR 0,88 dan ukuran tempurung kelapa (0,8-12,6) cm². Besarnya nilai kalor bawah adalah 4718,33 kJ/mᶟ, komposisi syn-gas 39,273% dari volume total serta nyala api yang dihasilkan berwarna biru. Sedangkan efisiensi gasifikasi terbaik terjadi pada AFR 1,17 untuk ukuran tempurung kelapa (0,8-12,6) cm²  sebesar 52,030 %.
Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel Bayu Biru Chandra; Filan Setiawan; Setiyo Gunawan; Tri Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2359

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%), serat kasar (16,64%), abu (3,22%), protein (3,42%), kelembaban (4,15%), dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%). Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%), monogliserida (3,93%), digliserida (3,37%), trigliserida (81.06%) dan bioactive (3,4%).
Sistem Sensor Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan pada Pengukuran Kapasitansi dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya Zulfan Syah Putra; Muhammad Rivai; Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.726 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2410

Abstract

Minyak merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kualitas suatu minyak sangat penting diketahui, karena setiap minyak dengan jenis yang sama mempunyai kualitas yang berbeda. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah teknologi yang tepat guna dan ekonomis untuk mengetahui kualitas minyak tersebut. Pada tugas akhir ini penulis telah membuat Sistem Sensor kualitas Minyak Berdasarkan Pada Pengukuran Kapasitansi Dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya. Sistem untuk pengukuran kapasitansi bekerja menggunakan astabel multivibrator dengan frekuensi 50,332  Khz. Frekuensi  50,332  khz ini selanjutnya dirubah ke tegangan dengan menggunakan F to V konverter. Rangkaian F to V konverter yang dirancang mampu bekerja dari frekuensi 1khz-100 khz. Data tegangan yang diperoleh dari f to v konverter ini akan di baca oleh mikrokontroller sebagai data ADC 10 bit. Dengan berubahnya frekuensi, maka data ADC akan berubah. Untuk panjang berkas pembiasan cahaya, sistem ini menggunakan webcam yang berbasis komputer untuk menghitung panjang berkas pembiasan cahaya dengan mendapatkan nilai pixel setiap sampel minyak. Berdasarkan pengujian didapatkan bahwa sistem ini dapat membedakan kualitas minyak yang meliputi minyak goreng murni, minyak goreng bekas, oli murni, oli bekas
Plant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) in Bukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri; Shinta S. Hajar; Gede Wibawa; Winarsih Winarsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.04 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2436

Abstract

Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumiadalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiridari metana (CH). Gas alam cair (Liquefied Natural Gas) adalahgas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor danhidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadicairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar 160oPlant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas) inBukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri, Shinta S. Hajar, Gede Wibawa dan WinarsihJurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 4C dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan karenavolume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 600:1. Saat inigas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) danLiquefied Petroleum Gas (LPG), sedangkan sisa pencairan gasalam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yangtinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oil)dengan kualitas yang terbaik. Gas alam tidak berwarna, tidakberbau, tidak korosif, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gasalam juga digunakan sebagai pembangkit listrik PLTG danPLTU. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia pada tahun 2010Indonesia mengalami defisit sebesar 18,57 MTPA (Million TonPer Annum). Pabrik Cluster LNG direncanakan dibangun padatahun 2015 dengan target siap beroperasi pada tahun 2018.Pabrik ini berlokasi di Gresik dengan bahan baku yang diperolehdari sumur Lapangan Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur dengancadangan gas alam sebesar 52359,62 MMSCFD. Kapasitaspabrik ini adalah 20 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhikebutuhan konsumen skala kecil hingga menengah atas sepertihalnya pembangkit listrik untuk daerah Bali, Lombok dan JawaTimur. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Dehydration, unitAcid Gas Removal, unit Refrigeration dan unit Liquefaction.Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 60MUSD, IRR sebesar 39,67%, POT selama 2,38 tahun, BEPsebesar 18% dan NPV 10 tahun sebesar 63,904 MUSD.
Pengaruh Waktu Temper Perlakuan Panas Quench-Temper Terhadap Umur Lelah Baja St 41 Pada Pembebanan Lentur Putar Siklus Tinggi Ahmad Fahrur Rozaq; Soeharto Soeharto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.912 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2545

Abstract

Baja St 41 sering kali diaplikasi sebagai bahan dasar pembuatan komponen mesin maupun bahan konstruksi. Sering dijumpai bahwa kerusakan atau kegagalan banyak terjadi pada beban dinamik, walaupun beban berulang yang diterima oleh material masih jauh dari tegangan statis maksimum material. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan sifat mekanik material supaya didapatkan  kekerasan dan umur lelah yang lebih tinggi dengan cara perlakuan panas. Dalam penelitian ini digunakan material uji baja St 41 dengan dua alur pengujian yaitu pengujian tanpa perlakuan panas dan pengujian setelah proses perlakuan panas. Pengujian yang dilakukan meliputi pengamatan struktur mikro, uji kekerasan dan uji lelah yang dilanjutkan dengan pengamatan pola patahan. Sedangkan perlakuan panas yang digunakan dalam penelitian ini berupa quench-temper. Perlakuan panas dilakukan dengan memanaskan material hingga temperatur 8500C dengan waktu penahanan selama 30 menit dan dilakukan pendinginan cepat dalam media air. Kemudian material dipanaskan kembali hingga temperatur 2000C dengan variasi waktu temper 15 menit, 1 jam dan 5 jam dan dilakukan pendinginan di udara bebas. Selanjutnya material diamati perubahan struktur mikro, kekerasan dan umur lelahnya dari kondisi awal tanpa perlakuan panas. Dari penelitian ini diperoleh bahwa struktur mikro material awal berupa karbida spheroidal yang tersebar dalam matriks ferit dan didapat nilai kekerasan serta umur lelah tertinggi dibandingkan dengan material dengan perlakuan panas. Sedangkan pada material dengan perlakuan panas menunjukkan struktur mikro berupa martensit, perlit dan martensit temper. Semakin lama waktu temper maka martensit temper yang terbentuk makin banyak sehingga nilai kekerasannya menurun diikuti dengan meningkatnya keuletan. Hal ini menyebabkan  umur lelah yang didapatkan makin menurun pula.
Pengaruh Kadar Bioetanol 50% sampai dengan 95% pada Unjuk Kerja Kompor Etanol Ririn Ririn; Djoko Sungkono Kawano
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.543 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2563

Abstract

Persediaan bahan bakar fosil semakin hari semakin menipis, hal ini tidak sebanding dengan penggunaan yang semakin meningkat, terutama di sektor industri dan rumah tangga. Oleh karena itu sangat diperlukan energi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan penggunaan bioetanol pada kompor dalam bidang rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang performa kompor bioetanol berbahan bakar bioetanol kadar rendah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen untuk mendapatkan unjuk kerja kompor berbahan bakar  bioetanol dengan  variasi kadar bioetanol yaitu 50% sampai dengan 95% dengan interval 5%, yang didapatkan dari hasil pencampuran 99% bioetanol dan air suling. Kompor uji yang digunakan berdinding api ganda, lubang udara sebaris untuk diameter dinding api 3 inch dan  lubang udara  susun untuk diameter dinding api 1,5 inch. Pengujian kompor berdasarkan uji kompor kerosene yaitu metode air mendidih (Water Boiling Test version 3.0 revised January 2007) sesuai Provisional International Standards for Testing Woodstove (VITA 1982 & revised May 1985). Dari penelitian ini kadar bioetanol yang baik digunakan adalah kadar 95% sampai dengan 75%, sedangkan untuk 70% sampai 60% dihasilkan nyala api yang tidak stabil. Kadar 55% sampai dengan 50% tidak dihasilkan nyala api.

Page 74 of 398 | Total Record : 3978