cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Evaluasi Kesesuaian Struktur Organisasi Pengelola Teknologi Informasi dengan Rencana Jangka Panjang Instansi (Studi Kasus pada Dinas XYZ) Arief Anwar Shodiq; Khakim Ghozali
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.672 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1088

Abstract

Setiap lembaga atau instansi memerlukan teknologi informasi (TI) untuk mendukung banyak aktivitas dalam menangani proses bisnisnya. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan teknologi informasi yang ideal dan pembentukan struktur organisasi yang relevan dan dapat menjawab kebutuhan akan kelancaran proses bisnisnya. Tidak terkecuali pada Dinas XYZ sebagai lembaga pemerintahan yang bertugas sebagai pengelola pendidikan dan kebudayaan di tingkat provinsi. Dibutuhkan sebuah struktur organisasi pengelola teknologi informasi yang selaras dengan Rencana Jangka Panjang Instansi untuk mendukung tujuan bisnisnya. Dan ketika perencanaan strategis ini diperbaharui, struktur organisasi juga dituntut untuk diperbaharui mengikuti perubahan kebijakan yang baru. Untuk itu, diperlukan analisis komprehensif mengenai perancangan struktur organisasi yang ideal bagi Dinas XYZ ini, yang meliputi studi pendahuluan yang mengkaji literatur dan kondisi kekinian Dinas XYZ, identifikasi Business Goals, identifikasi IT Goals dan IT Process, penentuan struktur organisasi pengelola TI masa depan beserta tanggung jawab masing-masing bagian, dan analisis gap mengenai kondisi saat ini dan kebutuhan TI masa depan, yang semua itu disesuaikan dengan framework COBIT 4.1 sebagai acuan best practice bagi pengelolaan teknologi informasi.
Identifikasi Bottleneck pada Hasil Ekstraksi Proses Bisnis ERP dengan Membandingkan Algoritma Alpha++ dan Heuristics Miner Laeila Mardhatillah; Mahendrawathi Er; Renny P Kusumawardani
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.959 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1100

Abstract

Saat ini banyak perusahaan menggunakan sistem informasi untuk menunjang proses bisnis. Namun kenyataannya hanya beberapa perusahaan yang melakukan evaluasi untuk proses bisnis pada sistem informasi tersebut. Evaluasi ini didapat dari data Event log yang merupakan hasil proses ekstrasi ERP. Cara melakukan evaluasi yaitu dengan process mining. Process mining berfungsi untuk menggali proses transaksi sehingga terbentuk suatu workflow proses bisnis yang actual. Workflow proses bisnis ini akan digambarkan dalam bentuk Petri Net, selanjutnya dari Petri Net inilah akan dilakukan analisis untuk mengidentifikasi adanya Bottleneck.  Bottleneck merupakan peristiwa pada suatu transaksi yang memiliki waktu tunggu yang lebih lama dibandingkan transaksi lainnya dalam suatu proses bisnis. Dengan adanya PROM Tools maka penggambaran mengenai proses bisnis ERP dapat terbentuk. Penggambaran model tersebut menggunakan dua algoritma, yaitu Algoritma Alpha ++ dan Heuristics Miner. Kedua algoritma ini digunakan untuk mencari perbedaan bottleneck yang terjadi. Dari penelitian didapatkan  hasil bahwa algoritma sangat mempengaruhi letak bottleneck. Letak tersebut didasarkan pada perhitungan waktu token yang ada pada place (tempat antara dua transisi atau dua transaksi) saat terbentuk model.
Komputasi Penghamburan dan Penyerapan Gelombang Elektromagnetik karena Titik Hujan dengan Metode Analitis pada Frekuensi diatas 10 GHz Muhammad Yahya Batubara; Eko Setijadi; Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.547 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1264

Abstract

Pertumbuhan pesat yang terjadi pada dunia komunikasi mendesak para engineer untuk mengembangkan sistem komunikasi gelombang mikro yang bekerja pada frekuensi yang lebih tinggi. Dalam penggunaannya, frekuensi diatas 10 GHz rentan terhadap redaman yang disebabkan oleh partikel-partikel di atmosfer yang akan menurunkan keandalan dan kinerja dari hubungan komunikasi radar dan ruang terkait. Partikel-partikel tersebut meliputi oksigen, ice crystals, hujan, kabut, dan salju. Diantara partikel tersebut, redaman terbesar disebabkan oleh titik-titik hujan. Memprediksi kinerja sistem yang terganggu akibat endapan lapisan ini sangat penting dengan melakukan pengujian.Pengujian dilakukan dengan asumsi titik hujan tersebut berbentuk bola (spherical). Untuk intensitas curah hujan yang tinggi, bentuk oblate spheroidal-lah yang lebih realistis. Pembangkitan dan pengalokasian titik hujan menggunakan lima distribusi, yaitu distribusi Eksponensial Marshall-Palmer, Eksponensial Le Wei Li, Eksponensial Lince, Weibull Sekine, dan Weibull Lince. Metode perhitungan redaman yang dilakukan adalah metode redaman hujan spesifik dan metode analitik.Berdasarkan hasil analisis, besar redaman hujan berbanding lurus dengan besar curah hujan dan frekuensi kerjanya. Semakin tinggi curah hujan dan semakin besar frekuensi kerjanya, maka gelombang akan mengalami redaman yang makin besar pula. Redaman hujan mulai berpengaruh pada frekuensi 10 GHz dan mengalami nilai tertinggi pada frekuensi antara 100 hingga 120 GHz.
Penerapan Case-Based Reasoning Pada Sistem Cerdas Untuk Pendeteksian dan Penanganan Dini Penyakit Sapi Irlando Moggi Prakoso; Wiwik Anggraeni; Ahmad Mukhlason
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.294 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1110

Abstract

Penyakit sapi memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan produksi daging bagi para peternak sapi. Untuk meminimalisir dampak dari penyakit perlu dilakukan pendeteksian dan penanganan dini untuk mencegah tingginya kerugian yang terjadi. Sistem cerdas dapat memudahkan peternak sapi untuk mendiagnosa secara mandiri. Penelitian sebelumnya menghasilkan sistem cerdas  untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan algoritma Backpropagation Artificial neural Network(ANN). Namun ANN bersifat black-box karena kita tidak dapat melihat informasi yang mendasari hasil diagnosa. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, yakni dengan membuat sistem cerdas berbasis Cased-Based Reasoning(CBR) untuk menyempurnakan sistem cerdas yang sebelumnya dibuat menggunakan ANN. CBR memberikan hasil diagnosa berdasarkan permasalahan terdahulu yang dapat direvisi untuk memecahkan permasalahan terbaru. Dari ketiga uji coba dengan case didalam case memory(skenario 1), diluar case memory(skenario 2), dan gejala parsial dari case memory(skenario 3) mendapatkan hasil yang baik dengan nilai precision 100% dan 95.83% untuk skenario 1 dan 3.   Serta nilai precision yang memang kurang baik untuk skenario 2 sebesar 59.31%. Dengan demikian, sistem cerdas ini dapat memberikan hasil diagnosa yang akurat dan memudahkan peternak sapi dalam mendiagnosa secara mandiri.
Pembuatan Strategic Dashboard untuk Mengidentifikasi dan Mengukur Potensi Tingkat Kesehatan Lembaga Keuangan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) dengan Metode PEARLS Studi Kasus APEX Jeanny Mareta Daud; Agus Hendrawan; Retno Auli
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.684 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1112

Abstract

BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) tidak diakui sebagai non-bank lembaga keuangan, pada prinsipnya, lembaga BMT harus berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana dari, untuk dan oleh masyarakat. BMT mencakup konsep pembiayaan kredit keuangan, jasa, asuransi simpananserta bagi masyarakat miskin dalam kegiatan ekonomi dan Pemerintah subsisten. Idealnya dengan mengintegrasikan konsep fungsi sosial, fungsi bisnis dalam satu wadah telah didirikan lembaga-lembaga penegakan hukum di lembaga-lembaga keuangan mikro syariah. APEX adalah lapis kedua (kedua lembaga tier) atau organisasi yang mendistribusikan dana (baik dari hibah, pinjaman atau jaminan) yang berperan untuk melayani anggota melalui sistem Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terintegrasi dalam lingkup nasional. APEX menjadi permukiman dan badan hukum akan mengetahui dan menganalisis kesehatan setiap anggota BMT. Pada dasarnya kesehatan penilaian diciptakan oleh World Council of serikat kredit (WOCCU) adalah Mutiara (Perlindungan, Efektif, Aset, Tingkat pengembalian dan biaya, Likuiditas dan Tanda pertumbuhan). Hasil telah dilakukan dengan pembuatan aplikasi PEARLS dan pembuatan Dashboard PEARLS memudahkan pihak Executive untuk mengidentifikasi dan mengukur potensi tingkat kesehatan LKMS BMT secara strategis dan efektif dengan  menggunkanan metode PEARLS.
Pengembangan Sistem Pengaduan Konsumen Terkait Bisnis Online Berbasis Facebook Open Graph Protocol Dan Sms Gateway Hendro Tri Utomo; Febriliyan Samopa; Bambang Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.501 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1115

Abstract

Tren bisnis online semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Di satu sisi, tren tersebut memberikan kemudahan dan kebebasan bagi konsumen dalam melakukan pembelian barang. Namun, disisi lain bisnis online juga memberikan resiko yang besar bagi konsumen. Berbagai modus penipuan online semakin marak, sementara dasar hukum yang mengaturnya masih baru dan belum tersosialisasikan dengan baik. Sehingga, diperlukan suatu upaya untuk memberikan sosialisasi dan perlindungan terhadap konsumen. Salah satu lembaga yang berperan aktif  dalam upaya perlindungan konsumen adalah Komisi Nasional Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha (KPKPU). KPKPU memberikan layanan pengaduan masalah, mediasi, sosialisasi hingga perlindungan hukum bagi konsumen. Kendala utama yang dihadapi KPKPU adalah masalah pelaporan yang tidak efisien (manual) serta sosialisasi yang kurang cepat (karena keterbatasan sumber daya manusia). Berdasarkan kendala yang dimiliki oleh KPKPU, maka dibutuhkan sistem pengaduan konsumen online (IKOn) yang efisien (otomatis) sekaligus mampu menjadi media sosialisasi yang dapat menggalang peran serta masyarakat (tidak terbatas hanya sumberdaya KPKPU). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, IKOn dikembangkan dengan teknologi Facebook Open Graph Protocol (FOGP) dan SMS Gateway. FOGP digunakan agar aplikasi dapat diintegrasikan didalam situs sosial media Facebook. Sehingga aplikasi dapat memberikan fitur sosial untuk sosialisasi informasi yang lebih cepat.
Clustering Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam Menentukan Kebijakan Bantuan Badan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Surabaya dengan Menggunakan Metode Self-Organizing Map (SOM) dan K-Means Cahyo Aji Nugroho; Rully A Hendrawan; Irmasari Hafidz
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1117

Abstract

Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) adalah bentuk usaha yang dilakukan masyarakat dengan modal terbatas dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan perekonomian rakyat dan mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Salah satu cara dengan membina para pelaku KSM agar dapat meningkatkan usahanya serta memiliki potensi yang cukup strategis dalam  perekonomian daerah. Selain itu KSM yang merupakan awal dari pertumbuhan badan usaha kecil, dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Perkembangan KSM di Surabaya cukup pesat namun belum semuanya bisa mendapatkan bantuan  dikarenakan belum bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Untuk meningkatkan jumlaj usaha KSM  yang diperlukan saat ini adalah permodalan,  pelatihan,dan pemasaran . Pada penelitian ini akan dilakukan klastering UKM di Surabaya dengan menggunakan metode Self-Organizing feature Map (SOM)  yang diintegrasikan dengan metode K-means. Dengan hasil klaster tersebut akan dihasilkan beberapa golongan karakteristik KSM. Setelah itu hasil tersebut akan dianalisa karakeriktik setiap golongannya. Setelah dilakukan penelitian terdapat 6 golongan klaster yang didapatkan setelah dilakukan perhintungan dengan SOM dan Kmeans yang memiliki karakteristik berbeda-beda Berdasarkan data perkembangan KSM yang telah dilakukan proses klaster 80% para pelaku KSM telah dapat melakukan produksi, dan namun hanya 65% yang dapat melakukan pemasaran secara aktif.
Analisis Komputasi Penyerapan Gelombang Elektromagnetik oleh Titik Hujan dengan menggunakan Methods of Moment Dika Oktavian Prasetya; Eko Setijadi; Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.166 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1261

Abstract

Redaman hujan menjadi permasalahan yang cukuppenting dalam propagasi elektromagnetik. Hal ini dikarenakanperkembangan teknologi telekomunikasi berkembang dengansangat cepat yang ditandai dengan penggunaan frekuensi tinggisampai dalam orde GHz, akibatnya adalah panjang gelombangmenjadi semakin pendek dan dalam perjalanannya akan mudahterganggu, termasuk oleh hujan yang akan menimbulkanpenghamburan dan penyerapan gelombang elektromagnetik.Pada penelitian ini dilakukan simulasi sebuah titik hujanberbentuk spherical dengan permitivivitas imajiner yang didapatdari penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode momenyang hasilnya akan dibandingkan dengan hasil penelitiansebelumnya. Pada langkah awal penelitian akan dibentuk sebuahcubic sphere berbentuk spherical lalu menentukan koordinatpusat tiap cell dan menggunakan metode momen untukmenyelesaikannya.Berdasarkan analisa hasil komputasi didapatkan hasil bahwapada frekuensi 30 GHz,untuk titik hujan berukuran 1mm & 2mmdengan cubic sphere berukuran 0.25 mm, rata – rata daya yangterserap secara berurutan adalah 2.77 dBm dan 6.87 dBm.Pengukuran lain dilakukan dengan cubic sphere berukuran0.5mm dan diperoleh rata – rata daya yang terserap secaraberurutan adalah 3.40 dBm dan 6.13 dBm. Pada frekuensi300GHz, titik hujan berukuran 1mm & 2mm dengan cubic sphereberukuran 0.25mm, rata – rata daya yang terserap secaraberurutan adalah 2.38 dBm dan 0.68 dBm. Pengukuran laindilakukan dengan cubic sphere berukuran 0.5mm dan diperolehrata – rata daya yang terserap secara berurutan adalah 15.58dBm dan 5.51 dBm.
Pengembangan Sistem Rekomendasi Peminjaman Buku Berbasis Web Menggunakan Metode Self Organizing Map Clustering Pada Badan Perpustakaan Dan Kearsipan (BAPERSIP) Provinsi Jawa Timur Ananda Riyandwyana; Erma Suryani; Ahmad Mukhlason
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.724 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1128

Abstract

Bapersip Provinsi Jawa Timur merupakan Badan Pemerintahan yang bertugas untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah yang bersifat spesifik yaitu dibidang perpustakaan dan kearsipan, Berdasarkan data perbandingan yang didapatkan dari tahun 2010 hingga sekarang, masyarakat Surabaya  yang meminjam buku di Bapersip adalah 1:76, dengan kata lain kesadaran masyarakat untuk membaca masih sangat rendah. Lebih memprihatinkan lagi dari berbagai penelitian yang dilakukan para ahli hanya 10% masyarakat Indonesia yang akrab dengan kebiasaan membaca. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Surabaya, penulis melakukan analisa terhadap data histori melalui transaksi peminjaman buku yang ada. Data histori dipilih sebagai bahan analisa karena dari data tersebut dapat diolah untuk menentukan pengelompokan terhadap profesi peminjam buku dengan buku yang dipinjam pada transaksi yang ada. Metode yang digunakan dalam proses identifikasi adalah metode Self Organizing Map (SOM). Hasil identifikasi pengelompokan akan diterapkan dalam sistem rekomendasi peminjaman buku yang membantu pengguna dalam mendapatkan rekomendasi buku lain yang hendak dipinjam.
Optimasi Perencanaan Jumlah Base Transceiver Station (BTS) dan Kapasitas Trafik BTS Menggunakan Pendekatan Goal Programming pada Sistem Telekomunikasi Seluler Berbasis GSM M. Fajrul Hakim; Wiwik Anggraeni; Apol Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.163 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1129

Abstract

Jumlah pengguna telepon seluler GSM telah mencapai 229.4 juta pada tahun 2011. Hal ini menyebabkan operator seluler GSM harus bisa memenuhi kebutuhan trafik pengguna. Pemenuhan kebutuhan jaringan dilakukan dengan membangun infrastruktur jaringan, salah satunya adalah BTS. BTS biasanya dibangun untuk dapat menampung trafik pengguna selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan pembangunan BTS diusahakan membutuhkan seminimal mungkin perangkat keras jaringan tetapi dapat memenuhi semaksimal mungkin kapasitas trafik yang ada. Untuk melaksanakan perencanaan tersebut dibutuhkan optimasi jumlah dan trafik BTS dalam satu wilayah. Optimasi tersebut mencakup dua fungsi tujuan. Salah satu metode optimasi yang mampu menangani kasus multi tujuan adalah metode goal programming. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan kapasitas trafik yang bisa menampung semua permintaan trafik dari pengguna telepon seluler dan menentukan kapasitas total trafik BTS yang tidak melebihi total kapasitas yang dimiliki masing-masing BTS. Dalam pengerjaan tugas akhir ini, permintaan trafik diramalkan selama 10 tahun mendatang. Hasil peramalan digunakan sebagai batasan dari fungsi tujuan. Kemudian model optimasi dibuat dalam bentuk program linear, lalu diubah sesuai metode goal programming. Model yang terbentuk diselesaikan menggunakan program komputer. Dari hasil penelitian dan perhitungan diperoleh bahwa metode goal programming dapat dijadikan sebagai metode untuk menyelesaikan multi tujuan.

Page 8 of 398 | Total Record : 3978