cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pengaruh Bentuk Dan Material Elektrode Terhadap Partial Discharge Wildan Rahadian Putra; I Made Yulistya Negara; IGN Satriyadi Hernanda
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.309 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8753

Abstract

Partial discharge (peluahan sebagian) merupakan suatu fenomena yang terjadi pada tegangan tinggi. Secara definisi, partial discharge adalah terjadinya pelepasan muatan bunga api listrik yang terjadi pada isolasi suatu bahan. Partial discharge merupakan peristiwa peluahan listrik yang terjadi sebagian kecil sehingga menghubungkan dua elektrode yang seharusnya tidak terhubung. Hal ini apabila dibiarkan dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan isolasi. Partial discharge dapat terjadi pada bahan isolasi padat, bahan isolasi cair maupun bahan isolasi gas. Pada penulisan Tugas Akhir ini penelitian partial discharge akan dilakukan pada isolasi gas yaitu udara bebas dengan menggunakan elektorde yang berbentuk jarum, silinder tumpul, dan datar. Sedangkan bahan jenis yang digunakan antara lain kuningan, baja, dan aluminium. Dari serangkaian pengujian yang sudah dilakukan maka didapatkan nilai tegangan pra-peluahan dan nilai arusnya untuk masing-masing elektrode. Kombinasi elektrode yang paling cepat mencapai tegangan pra-peluahan untuk kesemua jenis bahan adalah elektrode jarum dan datar. Hal itu disebabkan karena tingkat ketidakseragaman medan kedua elektrode yang tinggi dibandingkan kombinasi elektrode yang lain. Setelah pengujian maka tahap selanjutnya adalah pengambilan foto SEM. Foto SEM dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tegangan pra-peluahan terhadap pengikisan ujung elektrode jarum diameter 1 mm. Dari hasil foto SEM maka dapat diketahui bahwa elektrode jarum berbahan jenis aluminium mengalami pengikisan yang paling besar pada ujungnya. Sedangkan elektrode jarum berbahan jenis baja menjadi elektrode yang mengalami pengikisan paling kecil.
Studi Numerik Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Critical Radius dan Distribusi Temperatur Pada Pipa Uap Eka Arisma Setyo Nugroho; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6456.193 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9116

Abstract

Umumnya transmisi uap panas menggunakan pipa dengan diameter yang besar. Pada transmisi uap panas tersebut, kehilangan panas dan penurunan temperatur selalu terjadi. Penambahan insulasi pada pipa uap panas akan sangat menguntungkan, karena akan meminimalkan heat loss. Maka perlu dilakukan penelitian guna menentukan critical radius dan ketebalan optimum pada pipa uap panas. Pada penelitian ini, proses analisa dilakukan dengan menggunakan software gambit dan fluent. Pada gambit dilakukan pembuatan domain simulasi dan meshing untuk diameter luar pipa sebasar 168 mm dan diameter 30 mm. Kedua, dilakukan penentukan kondisi batas pada kedua ukuran pipa. Ketiga, dilakukan entry properties pada fluent, yaitu variasi kecepatan (1 m/s, 3 m/s, 5 m/s), temperatur uap panas (773 K), termperatur sekeliling (300 K), material  pipa dan insulasi serta nilai konduktivitas masing-masing. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah critical radius tidak terjadi pada pipa dengan diameter luar 168 mm. Sedangkan  pipa dengan diameter 30 mm, terjadi pada ketebalan insulasi 2 mm. Temperatur permukaan luar pipa tanpa insulasi terendah didapatkan pada kecepatan angin 5 m/s sebesar 755,3K. Heat loss terbesar terjadi pada pipa tanpa insulasi dengan kecepatan angin 5 m/s dan ketebalan insulasi 0 mm sebesar 11953,6W/m dan terkecil pada kecepatan angin 1 m/s dengan ketebalan insulasi 100 mm sebesar 264,38W/m. Sedangkan untuk hasil teori, heat loss terbesar pada pipa tanpa insulasi dengan kecepatan angin 5 m/s sebesar 11641,74W/m dan terkecil pada pipa dengan insulasi 100 mm dengan kecepatan angin 1 m/s sebesar 263,77W/m. Ketebalan optimum dari sumber panas batubara sebesar 38 mm, sumber panas fuel oil sebesar 100 mm dan sumber panas gas alam sebesar 43 mm.
Simulasi Gatecycle Pengaruh Off Service High Pressure Heater Terhadap Performa Pembangkit Listrik Tenaga Uap 200 MW PT. PJB Gresik Akbar Kurnia; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4151.323 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9118

Abstract

Salah satu cara meningkatkan efisiensi sebuah pembangkit listrik tenaga listrik menambahkan feedwater heater yang berjenis high pressure heater (HPH). HPH berfungsi meningkatkan temperatur air yang akan dipanaskan di dalam boiler, sehingga pemasukkan bahan bakar lebih sedikit dibandingkan tanpa HPH. Namun dalam kondisi aktual, HPH sering menghadapi masalah sehingga dilakukan perbaikan yang mengharuskan HPH off service. Diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh off service HPH  terhadap performa pembangkit. Penilitian ini memvariasikan off service HPH menggunakan analisa termodinamika dengan bantuan software Gatecycle. Semua perhitungan menggunakan parameter input tekanan dan temperature uap yang sama pada boiler dengan memvariasikan jumlah laju bahan bakar. Berdasarkan Piping and Instrumentation Diagram (PID) dan data properties dari PT. PJB Gresik, permodelan dilakukan di dalam Gatecycle sehingga dapat dilakukan pemvariasian sebanyak tujuh variasi off service HPH. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pengaruh komposisi off service HPH terhadap pembangkit berupa efisiensi boiler, daya pembangkit, heat rate, dan efisiensi pembangkit. Semakin banyak jumlah HPH dalam kondisi off service, semakin tinggi efisiensi boiler, namun semakin rendah efisiensi pembangkit. HPH yang paling berdampak buruk terhadap efisiensi pembangkit ketika dalam kondisi off service adalah HPH  kedua.
Studi Eksperimental Pengaruh Model Sistem Saluran Dan Variasi Temperatur Tuang Terhadap Prosentase Porositas, Kekerasan Dan Harga Impact Pada Pengecoran Adc 12 Dengan Metode Lost Foam Casting Restu Yanuar Salam; Abdullah Shahab
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.682 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9121

Abstract

Metode pengecoran lost foam merupakan metode yang tergolong baru dalam industri pengecoran logam. Pada saat ini belum banyak industri pengecoran logam yang menggunakan metode ini dalam memproduksi benda cor. Sedikitnya industri yang menerapkan metode pengecoran ini, yang mendorong untuk melakukan percobaan pengecoran dengan menggunakan metode lost foam, dengan melakukan perbedaan variasi temperatur tuang dan variasi model sistem saluran. Proses pengecoran dengan metode lost foam ini menggunakan styrofoam sebagai polanya, yang ditanam dalam cetakan yang berisi pasir silika kering (tanpa pengikat) kemudian cetakan digetarkan untuk memadatkan pasir. Ketika logam cair dimasukkan ke dalam cetakan, maka styrofoam akan menguap sampai cetakan tersebut terisi penuh oleh logam cair. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah model sistem saluran dan variasi temperatur tuang terhadap kualitas hasil coran, diantaranya kekerasan, harga impact, prosentase porositas dan struktur mikro. Material yang digunakan dalam pengecoran ini adalah ADC (Aluminium Die Casting) 12. Parameter pertama yaitu model sistem saluran meliputi saluran samping, saluran bawah, saluran bawah dengan 2 gate dan saluran bawah dengan 3 gate dengan temperatur tuang konstan 700°C. Parameter kedua yaitu variasi perbedaan temperatur tuang antara 700°C, 750°C, 800°C dan 850°C dengan sistem saluran samping. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sistem saluran samping memiliki prosentase cacat porositas paling sedikit dibanding sistem saluran lainnya yaitu sebesar 2,7535% dan memiliki harga impact rata-rata paling besar yaitu 0,0275 J/mm2 pada potongan 1 dan 0,0660 J/mm2 pada potongan 2. Variasi temperatur tuang berpengaruh terhadap banyaknya cacat porositas dan harga impact rata-rata. Temperatur tuang 700°C dibanding temperatur tuang yang lain memiliki cacat porositas paling sedikit dan harga impact rata-rata paling besar yaitu 0,0275 J/mm2 pada potongan 1 dan 0,0660 J/mm2 pada potongan 2. Namun dari hasil pengujian kekerasan baik pada parameter model sistem saluran dan variasi temperatur tuang tidak dapat menunjukan perbedaan yang jelas.
Studi Eksperimental Pengaruh Laju Aliran Air Terhadap Efisiensi Thermal pada Kolektor Surya Pemanas Air dengan Penambahan External Helical Fins pada Pipa Sandy Pramirtha; Bambang Arip Dwiyantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3683.328 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9129

Abstract

Energi matahari merupakan salah satu sumber energi alternatif untuk menggantikan peran minyak bumi sebagai sumber energi utama. Kolektor surya pemanas air merupakan salah satu contoh pemanfaatan energi surya. Ada beberapa tipe kolektor surya salah satunya adalah  kolektor surya pelat datar, tetapi kolektor surya pelat datar memiliki tingkat efisiensi yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dari kolektor surya pemanas air pelat datar adalah dengan menambahkan fins pada pipa-pipa yang mengalirkan air. Salah satu bentuk fins yang dapat digunakan adalah helical fins. Pengujian dilakukan dengan variasi debit aliran air yaitu 75 liter/jam, 150 liter/jam, 225 liter/jam dan 300 liter/jam serta variasi warna kaca penutup yaitu warna hitam dan bening. Kolektor surya diletakkan pada sudut kemiringan β = 10o. Pengambilan data dimulai pukul 09.00-15.00 WIB. Setiap satu jam dilakukan pengambilan data berupa temperatur fluida masuk, temperatur fluida keluar, temperatur pelat absorber, temperatur cover glass, temperatur base dan intensitas matahari. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah efisiensi rerata kolektor terbesar terjadi pada kolektor dengan kaca penutup bening untuk variasi debit aliran air 300 liter/jam yaitu sebesar 63.06%, energi berguna terbesar terjadi pada kolektor dengan kaca penutup bening untuk variasi debit aliran air 300 liter/jam yaitu sebesar 1.24 MJ, serta temperatur air keluar kolektor terbesar terjadi pada kaca penutup bening dengan variasi debit aliran air 75 liter/jam yaitu sebesar 49 oC. Penambahan helical fins pada pipa tembaga dapat meningkatkan efisiensi kolektor. Kolektor surya dengan helical fins mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan kolektor tanpa fin maupun annular fins.
Performansi Kolektor Surya Pemanas Air Dengan Penambahan External Helical Fins Pada Pipa Dengan Variasi Sudut Kemiringan Kolektor Dendi Nugraha; Bambang Arip Dwiyantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5268.951 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9133

Abstract

Menipisnya sumber energi fosil mengakibatkan diperlukannya pemanfaatan energi alternatif seperti penggunaan kolektor surya untuk memanaskan air. Salah satu cara meningkatkan efisiensi kolektor adalah dengan menambahkan external helical fins pada pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana performansi kolektor surya dengan penambahan sirip berbentuk helical serta mengetahui pengaruh perubahan sudut kemiringan kolektor serta warna kaca penutup. Penelitian ini menggunakan variasi warna kaca penutup yaitu bening dan hitam dimana setiap warna divariasikan sudut kemiringan kolektor surya sebesar 100, 200 dan 300 serta debit diatur konstan sebesar 300 lt/jam. Pengambilan data dilakukan setiap satu jam dari pukul 09.00-15.00 WIB. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa efisiensi kolektor surya dengan penambahan external helical fins pada pipa terjadi pada saat kaca penutup bening dengan sudut kemiringan kolektor 300 yaitu sebesar 65,81% Pada saat radiasi matahari sebesar 4,177 MJ/m2. Sudut kemiringan 300 merupakan sudut kemiringan paling baik dibanding 100 dan 200 serta penggunaan kaca penutup bening menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibanding kaca hitam. Penambahan external helical fin pada pipa dapat meningkatkan efisiensi kolektor jika dibandingkan dengan tanpa penambahan fin.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Temperatur dan Debit Thermal Oil Sebagai Heater Generator Terhadap Performansi Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF Denis Aryanto; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6095.43 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9137

Abstract

Sistem pendingin saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang berbagai aktifitas manusia. Salah satu teknologi pendinginan yang ada saat ini adalah sistem refrijerasi difusi absorpsi atau DAR (Diffusion Absorption Refrigeration). Sistem ini menggunakan generator untuk menjalankan sistemnya sebagai pengganti kompresor pada sistem kompresi uap. Pada penelitian ini digunakan thermal oil yang dipanaskan dengan menggunakan electric heater sebagai sumber panas pada generator.  Fluida kerja yang digunakan dalam sistem adalah pasangan refrijeran-absorben R22-DMF (Dimethylformamide) dengan konsentrasi massa 60%-40% serta gas hidrogen sebagai gas inert. Pengujian sistem dilakukan dengan mengkombinasikan 3 variasi debit thermal oil yang masuk ke generator yaitu sebesar 6 liter/jam, 8 liter/jam dan 10 liter/jam dengan 3 variasi temperatur thermal oil sebesar 90ºC, 110 ºC dan 130 ºC. Hasil unjuk kerja terbaik dari sistem difusi absorpsi ini yaitu nilai COP terbesar 0.612 didapatkan pada temperatur thermal oil sebesar 130ºC dengan debit thermal oil sebesar 8 liter/jam. Untuk nilai kapasitas pendinginan ) terbesar diperoleh sebesar 139,1 watt, laju perpindahan panas pada generator ( ) 233 watt, laju perpindahan panas pada kondensor 143 watt, laju alir massa refrijeran 0.000721 kg/s serta efisiensi generator 0,233 yang didapatkan pada temperatur thermal oil sebesar 130ºC dan debit 6 liter/jam.
Analisis Kestabilan Transien dan Pelepasan Beban Pada Sistem Integrasi 33 KV PT. Pertamina RU IV Cilacap akibat Penambahan Beban RFCC dan PLBC Firdaus Ariansyah
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.847 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15169

Abstract

Abstrak - Keseimbangan daya antara kebutuhan beban dengan kapasitas pembangkitan generator merupakan salah satu parameter dari kestabilan operasi sistem tenaga listrik. Namun dalam pengoperasian sistem tenaga listrik akan selalu terjadi perubahan beban sehingga pembangkit perlu menyesuaikan daya keluarannya melalui governor maupun pengaturan eksitasi. Hal ini perlu dilakukan agar kestabilan sistem tetap terjaga. Adanya penambahan beban pada sistem kelistrikan di PT Pertamina RU IV Cilacap  mengakibatkan penambahan pembangkit dan pabrik baru. Akibatnya sistem kelistrikan di PT Pertamina RU IV Cilacap berubah karena perlu menambahkan sistem bus 33 kV. Untuk mengetahui batas kestabilan yang baik pada sistem kelistrikan suatu industri, maka ditetapkan standar batas kemampuan normal frekuensi, tegangan, dan sudut rotor. Standar yang digunakan mengacu pada IEEE Std C37.106-2003 (Revisi dari ANSI/IEEE C37.106-1987) mengenai pengamanan frekuensi abnormal turbin dengan menggunakan metode pelepasan beban.
Security Constrained Unit Commitment Considering Spinning Reserve and Transmission Line Capacity Using Binary Particle Swarm Algorithm Anton Frian Yohanes Reynaldo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.563 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16025

Abstract

Modern human nowadays couldn’t live and work effectively and efficiently without electricity. Electrical energy is an energy that really affects technology’s development and needs a system operation to generate and transmit the electricity. Power system operation in electrical system is expected to produce a reliable system and economically optimal to solve the fluctuative load condition in 24 hours. Unit Commitment (UC) could be used for on-off generation unit scheduling in the electrical system which is interconnected optimally. However, UC still could not do the unit scheduling by considering transmission line capacity. Security Constrained Unit Commitment (SCUC) is the development of UC with considering transmission line capacity as the calculation constraint. Particle swarm optimization algorithm is used to solve the SCUC. The application of SCUC by using particle swarm optimization is expected able to solve on-off generation unit scheduling, in case if the system couldn’t fulfill the security standard, which is considering the transmission line capacity. The result of this research is a generation unit scheduling calculation software that is more appropriate and meets the system standard.
Desain Pengisian Optimal Kendaraan Listrik Berdasarkan Kebutuhan Daya Grid dan Kondisi Grid pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Menggunakan Kontroler Logika Fuzzy Onang Surya Nugroho; Dimas Anton Asfani; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.132 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16027

Abstract

Electric vehicles has become one of alternatives in addressing energy crisis in the field of transportation. Increasing the number of electric vehicles that are not accompanied by a proper charging station management would give negative impact either to the distribution system on the network such as voltage fluctuation, voltage drop, voltage stress, lack of continuity of the power system, and even cause the blackout. Energy management design is needed for electric vehicles charging stations to obtain optimal power flow model between charging station and grid. This research will be designed an analysis and design of optimal charging by considering estimated power flow between charging station with the grid and load conditions on the grid (off-peak / peak) using fuzzy logic controller. This charging management uses the concept vehicle to vehicle (V2V), vehicle to grid (V2G), and the grid to vehicle (G2V) which adjust by charging index and charging rate results from rule fuzzy scoring result. The simulation results show that the fuzzy-based system can flatten the load curve peak of electric vehicle, reducing the impact of peak load to the grid, and can provide cost advantages in the form of cost saving.

Page 87 of 398 | Total Record : 3978