cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pra Desain Pabrik Floating LNG Di Blok Masela Hezron Yerido; Hadi Wiratama; Gede Wibawa; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.258 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10481

Abstract

Gas alam dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Gas alam cair (Liquefied Natural Gas, LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor dan hidrokarbon berat, kemudian gas alam dikondensasi menjadi cairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° C. Proses pembuatan LNG dari gas alam terdiri dari 3 unit utama, diantaranya 1. Treating unit: yang terdiri dari dehydration unit.  2. Fractionation unit : Plant  Fractionation Unit bertujuan untuk memisahkan hidrokarbon berat dalam gas alam sehingga menghasilkan LNG dengan kandungan methane tinggi. 3. CO2 Removal Unit dan Liquefaction unit : yang terdiri dari Refrigeration Unit dan Liquefaction Unit diikitu oleh CO2 Removal. Sekitar sepertiga atau 60 Trillyun Ft3 cadangan gas alam di dunia berada di lepas pantai, sehingga dengan adanya Floating LNG plant dapat memaksimalkan sumber daya gas alam yang selama ini masih belum terjamah. Maka dari itu, Floating LNG Plant ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang guna memenuhi pasokan gas untuk pembangkit listrik. Selain itu dapat mengatasi permasalahan pembebasan tanah untuk jalur pipa yang selama ini sulit untuk dilakukan, sehingga lebih memungkinkan untuk membangun pabrik LNG terapung (Floating LNG Plant). Proses FLNG ini berlangsung secara kontinyu, selama 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut dengan kapasitas produksi = 2,5 MTPA (Juta Ton/Tahun). Berdasarkan analisa ekonomi dengan menggunakan metode pendekatan Discounted Cash Flow yang terdiri dari perhitungan biaya produksi dan aliran kas/kinerja keuangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: IRR = 40,05 % pertahun Pay Back Periode = 3,23 tahun dan BEP = 46,8 % Ditinjau dari uraian di atas, dapat disimpulkan secara teknis dan ekonomis, bahwa pra desain pabrik “Floating LNG” ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum Kurniawan Candra; fredi Susanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.418 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9917

Abstract

Abstrak- Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 % per tahun, Pay Out Time : 4.09 tahun, dan BEP : 25.13 %
Analisa Penggunaan Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) Untuk Melindungi Peralatan di PT Pindo Deli Yohanes Sabriant Widyo Utomo; Margo Pujiantara, Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.344 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10062

Abstract

Increas demand load and power capacity requirement at PT Pindo Deli then the short circuit current that occur will be greater. this can cause damage to electrical equipment located around the point of interrupting and resulting failure of the electrical system in power distribution. from the analysis of the three phase short circuit current 1/2 cycle seen that the bus 1 exceeds the peak breacing  asimetry equipment.  Where breacing peak bus asymetri 1 was 43.88 kA. While the peak of 3-phase  short circuit on the bus 1 is 47.98 kA.  To protect the equipment and the entire electrical system in PT Pindo Deli would require  the use of Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) that will be placed on buses that  exceed or approach the critical point. There are two kinds of Superconducting Fault Current Limiter that type of resistive and saturated iron core. In this final project SFCL used  is a hybrid resistive Superconducting Fault Current Limiting. By using a hybrid resistive  SFCL then flow disturbance will quickly be reduced by utilizing the reactance of Current  Limiting Reactor (CLR) that is connected parallel with superonductor So as to secure all the equipment and electrical systems of a total blackout. After determination of Superconducting Fault Current Limiter setting the overcurrent relay coordination to determine whether existing coordination setting in accordance with the conditions there.  The coordination displayed using the curve Current Time Curve (TCC).
Pra Desain Pabrik Bioetanol Dari Nira Batang Sorghum Fredi Susanto; Kurniawan Candra Eka Prasetya Mamuji Putra; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.462 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10333

Abstract

Etanol merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia misalnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Akan tetapi etanol yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar harus mempunyai grade sebesar 99,5-100% volume, grade tersebut mutlak karena jika berkadar di bawah 90%, mesin tidak dapat menyala karena kandungan airnya terlampau tinggi. Bioetanol dengan kadar kemurnian 95% masih layak dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor. Hanya saja, dengan kadar kemurnian itu perlu penambahan zat antikorosif pada tangki bahan bakar agar tidak menimbulkan karat. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah sorghum karena memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari batang sorghum ini menggunakan proses fermentasi. Batang sorghum digiling dalam roll mill dan ditambahkan air sehingga menghasilkan nira. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Konsumsi premium pada 2017 diperkirakan sebesar 63.052.915 kL/tahun. Proses pembuatan bioetanol ini berlangsung secara kontinyu, 24 jam/hari dan 330 hari/tahun dengan perencanaan sebagai berikut, Kapasitas produksi : 355.916,41 kL/tahun, Bahan baku : 5.000.000 ton/tahun. Pabrik bioetanol ini akan didirikan di Sukoharjo pada tahun 2017. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: Internal Rate of Return : 36 %  per tahun, Pay Out Time : 4.09  tahun, dan BEP : 25.13 %.
Studi Numerik Karakteristik Perpindahan Panas pada Membrane Wall Tube Boiler Dengan Variasi Jenis Material dan Ketebalan Insulasi di PLTU Unit 4 PT.PJB UP Gresik I Nyoman Ari Susastrawan D; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15070

Abstract

Abstrak-Salah satu komponen terpenting dalam siklus pembangkit listrik bertenaga uap adalah boiler, dimana fungsi utama dari komponen ini adalah penghasil steam (uap) yang akan menggerakan turbin guna menghasilkan tenaga listrik. Proses pemanasan yang terjadi di dalam boiler memiliki suhu yang sangat tinggi, dimana suhu yang dihasilkan bisa mencapai 1000°C - 2000°C. Sesuai dengan hukum perpindahan panas, kondisi ini akan berpotensi menghasilkan kehilangan panas yang sangat besar. Peningkatan efisiensi pada boiler telah banyak diteliti, salah satunya dengan menggunakan material insulasi untuk menghindari kerugian akibat kehilangan panas (Heatloss). Material yang digunakan untuk insulasi pada pipa adalah material yang mempunyai nilai konduktivitas thermal rendah, tahan pada temperatur tinggi, instalasi mudah dan tidak korosif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur dan nilai heatloss pada membrane wall tube dengan memvariasikan ketebalan insulasi dan jenis material insulasi yang digunakan. Membrane wall tube akan disimulasikan secara 2 Dimensi dengan menggunakan prinsip Computational Fluid Dynamic (CFD) Variasi yang digunakan antara lain: ketebalan insulasi; temperature steam; jenis material insulasi (high temperature insulation) menggunakan Rockwool dan Glasswool. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan pengaruh perpindahan panas secara konveksi dan radiasi pada membrane wall tube. Hasil penelitian ini menunjukan nilai heatloss pada jenis insulasi rockwool jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis insulasi glasswool. Ketebalan juga ikut mempengaruhi besar heatloss yang terjadi dimana semakin tebal lapisan insulasinya maka semakin rendah nilai heatlossnya. Selain itu perubahan temperatur steam tidak memberikan pengaruh yang signifikan, namun dalam penelitian ini semakin tinggi temperatur steam maka nilai heatlossnya akan semakin kecil. Penelitian ini juga menunjukan pengaruh radiasi lebih mendominasi pengaruh konveksi, meski demikian pengaruh keduanya tidak dapat diabaikan karena sangat berpengaruh dalam proses perpindahan panas. Desain yang paling optimum dalam penelitian ini ialah insulasi rockwool dengan ketebalan 90 mm.
Hidrolisis Eceng Gondok dan Sekam Padi untuk Menghasilkan Gula Reduksi sebagai Tahap Awal Produksi Bioetanol Wilda Azmia Naufala; Ellina S. Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.229 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11308

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air dengan pertumbuhan cepat yang disebabkan oleh eutrofikasi di badan air. Eceng gondok yang mengandung struktur lignoselulosa ini memiliki ketersediaan yang sangat melimpah. Lignoselulosa yang terdiri dari lignin, selulosa, dan hemiselulosa ini juga terkandung dalam sekam padi. Sekam padi merupakan limbah pertanian yang pemanfaatannya masih belum maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran terbaik eceng gondok dan sekam padi yang dapat menghasilkan gula reduksi terbanyak. Perbandingan campuran eceng gondok dan sekam padi yang digunakan adalah 100:0, 75:25, 50:50, 25:72, 0:100 dengan berat total 100 gram. Tahap awal penelitian ini yaitu pretreatment dengan H2SO4 1% sebanyak 1000 mL dan pemanasan suhu 100oC selama 60 menit. Tahap selanjutnya adalah hidrolisis enzimatik dengan memanfaatkan Aspergillus niger dan Trichoderma viride dengan perbandingn 2:1. Reaktor yang digunakan merupakan reaktor kaca dengan volume 2 L. Parameter yang diukur meliputi lignoselulosa dan gula reduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang mengandung 100:0 eceng gondok dan sekam padi mampu menghasilkan kadar gula reduksi tertinggi, yaitu sebesar 23,33 mg/g.
Pemodelan dan Simulasi Sistem Proteksi Mikrogrid Christina Tio Trisnasari; Adi Soeprijanto; Rony Seto Wibowo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16013

Abstract

Mikrogrid mengintegrasi sumber energi terdistribusi untuk menyediakan sistem yang handal dan ramah lingkungan. Akibat adanya generator dan PV pada semua level sistem mikrogrid dan 3 konfigurasi sistem yang berbeda, yaitu hanya terhubung grid, terhubung grid dan mikrogrid dan islanding, arus gangguan pada sistem akan bervariasi (arus gangguan naik 8.2 kA ketika sistem terhubung dengan grid). Dengan koordinasi rele dan LVCB yang benar, maka sistem proteksi dapat mengamankan pembangkit dan beban. Sehingga dapat menyediakan keandalan sistem yang lebih tinggi. Sistem proteksi yang didesain dimaksudkan untuk dapat bekerja dalam 3 konfigurasi sistem yang berbeda akibat adanya grid dan sumber energy terdistribusi. Sistem proteksi yang digunakan pada tugas akhir ini dilengkapi dengan Directional Over Current Relay yang diuji menggunakan ETAP pada sebuah sistem mikrogrid yang terdiri dari PV dan biomassa. Dengan menggunakan Zone Selective Interlocking ( ZSI ) tidak perlu dilakukan pengaturan ulang pada sistem proteksi yang diakibatkan adanya perubahan konfigurasi sistem.
Studi Pemilihan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Fivid Rivantoro; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.097 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11582

Abstract

Desain dari Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) secara umum terdiri dari turbin dan mooring. Pemilihan desain terbaik dari PLTAL , yaitu memilih jenis turbin dan jenis mooring yang terbaik menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Metode AHP merupakan salah satu metode pemilihan dengan menggunakan hirarki, yatu langkah pertama adalah menentukan kriteria yang dibandingkan baik untuk turbin dan mooring. Kriteria pemilihan untuk turbin adalah daya yang dibangkitkan, keandalan, perawatan, faktor lingkungan, lokasi, biaya. Sementara kriteria untuk mooring adalah teknologi, biaya investasi, perawatan dan lokasi. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data mengani pilihan – pilihan baik turbin. Pilihan untuk turbin adalah straight axis, inclined axis, savonnius turbine, darrieus turbine dan h-rotor turbine. Sementara pilihan untuk mooring adalah vertical lift, monopole, dan tripod pile. Langkah terakhir adalah penyebaran kuesioner, kuesioner disebar kepada para ahli energi laut. Hasil perhitungan menghasilkan urutan pilihan turbin adalah h-rotor turbine, straight axis, inclined axis, darrieus turbine dan savonnius turbine. Sementara urutan dari mooring adalah vertical lift, tripod pile dan mono pile. Sehingga desain PLTAL menggunakan h-rotor turbine dan vertical lift mooring.
Analisa Kinerja Bandul Vertikal dengan Model Plat pada PLTGL Honey Rambu Anarki; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.599 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11625

Abstract

Sumber energi seperti energi fosil yang semakin menipis. Hal ini mendorong semua pihak untuk dapat menjadi lebih baik hingga ilmu yang terdapat didalam dunia perkapalan dapat melahirkan inovasi terbaru, salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga gelombang laut – sistem bandulan. Ponton yang menggunakan sistem bandul adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengkonversi dari energy laut menjadi energi listrik. Dalam kajian ini menggunakan kondisi uji onshore tanpa menggunakan ballast dan uji off-shore dengan ballas. Dari kajian ini didapatkan banyaknya putaran yang dapat dihasilkan bandul dengan variasi bentuk sudut juring, tebal plat juring dan sudut kemiringan ponton. Untuk uji on-shore daya terbesar didapatkan pada pengujian dengan menggunakan sudut juring 60 o, tebal 3 mm,sudut kemiringan 60 o daya yang dihasilkan 0.107 watt. Untuk pengujian offshore pada ballas 12 cm, 15 cm,17.5 cm, daya terbesar dihasilkan pada ballas dengan daya 0.124 watt pada juring, tebal, dan sudut kemiringan yang sama dengan pengujian onshore. Jumlah putaran dengan waktu, pada pengujian on-shore yang menghasilkan nilai paling besar pada juring dengan sudut 45 o, tebal 2 mm sudut kemiringan 45 o nilai yang didapatkan 1,176 rad/s. Pada pengjuain off-shore paling besar ada pada ballas 17.5 dengan 1.93 rad/s.
Optimasi Boost Converter Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif Penerangan Kmp Allu. Dengan Metode Logika Fuzzy Eko Haryanto; Agoes A. Masroeri; Adi Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11807

Abstract

Optimalisasi daya yang dihasilkan sel surya dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga arus dan tegangan pada titik maksimum. Salah satu upaya untuk mencapai titik daya maksimum ini adalah dengan menggunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) berbasis logika fuzzy. MPPT logika fuzzy diterapkan sebagai sistem kendali operasi pada konverter peningkat tegangan dc (dc – dc boost converter). MPPT logika fuzzy berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi yang mengendalikan besarnya duty cycle yang diterapkan pada sistem switching transistor boost converter. Pada penelitian ini ditampilkan pemodelan sistem transmisi daya sel surya berbasis MPPT logika fuzzy. Sebanyak 16 modul sel surya disusun menjadi susunan 8 seri dan 2 paralel. Pada susunan ini sistem sel surya dapat menghasilkan daya maksimum sebesar 3203 watt. Pada hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa MPPT logika fuzzy dapat bekerja optimal pada suhu 35oC dan irradiasi 800W/m2. Pada kondisi ini sistem sel surya dan MPPT logika fuzzy memiliki selisih tegangan 0.37%. Namun, peningkatan daya maksimum terjadi pada suhu 40 oC dan irradiasi 950 W/m2 dengan besar peningkatan daya 33.94%.   Kata kunci : MPPT logika fuzzy, sel surya, boost konverter, tegangan referensi.

Page 88 of 398 | Total Record : 3978