cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Desain Konseptual Hybrid Propulsion Mesin Diesel dengan Motor Listrik pada Tugboat 70 Ton Bollard Pull Untuk Aplikasi di Pelabuhan Imron Noor Ardiwijaya; Indrajaya Gerianto; I Made Ariana
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11906

Abstract

Tugboat Adalah Salah Satu Jenis Kapal Yang Berfungsi Untuk Membantu Menarik Kapal Besar Di Area Pelabuhan. Dalam Menjalankan Kerjanya, Tugboat Beroperasi Pada Mode Operasi Yang Berbeda – Beda. Mode Operasi Kerja Tugboat Tersebut Adalah Sebagai Berikut Mode Standby, Mode Cruising, Dan Mode Assisting. Mode Operasi Tugboat Yang Berbeda – Beda Mengakibatkan Konsumsi Bahan Bakar Tidak Optimal. Salah Satu Alternative Untuk Mengatasi Hal Tersebut Adalah Dengan Menggunakan System Tenaga Penggerak Hybrid Atau Hybrid Propulsion System. Hybrid Propulsion System Adalah Konfigurasi Permesinan Dengan Dua Sistem Tenaga Penggerak. Sistem Tenaga Penggerak Hybrid Bekerja Pada Setiap Mode Operasi Dari Tugboat Untuk Mengoptimalkan Kerja Dan Konsumsi Bahan Bakar Penggerak Utama. Hybrid Propulsion System Tersusun Dari 2 Mesin Diesel Dan 2 Motor Listrik. Dengan Menggunakan System Tenaga Penggerak Hybrid Dapat Menghemat Bahan Bakar Hingga 30 % Dari Permesinan Konvensional.
Pengaruh oBrix Terhadap Karakteristik Perpindahan Panas Pada Evaporator Robert Sistem Quintuple Effect di PG. Gempolkrep Eza Anansa Storia
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.051 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15053

Abstract

Pabrik Gula Gempolkrep mengoperasikan evaporator Robert secara quintuple-effect dengan variasi tekanan yakni 1,6 bar, 1,26 bar, 0,9 bar, 0,54 bar dan 0,18 bar. Tekanan yang rendah membuat titik didih nira semakin menurun sehingga didapatkan nira yang terkonsentrasi. Konsentrasi nira ditunjukkan dalam obrix. Dalam penelitian ini, overall heat transfer coefficient dihitung untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas. Nilai ini dihitung berdasarkan metode Dessin dan koefisien konveksi perpindahan panas. Konveksi sisi dalam tube dihitung menggunakan Chen’s correlation sedangkan sisi luar tube dihitung menggunakan persamaan konveksi kondensasi film. Hasil yang didapat yaitu obrix semakin besar setiap keluar evaporator yakni 18 obrix, 25 obrix, 32 obrix, 43 obrix dan 68 obrix. Nilai U yang didapat untuk kelima evaporator berdasarkan metode Dessin adalah 3,46 kW/m2.K, 2,92 kW/m2.K, 2,35 kW/m2.K, 1,71 kW/m2.K, dan 0,86 kW/m2.K, sedangkan berdasarkan pendekatan koefisien konveksi didapat U 3,14 kW/m2.K , 2,92 kW/m2.K , 2,48 kW/m2.K , 2,21 kW/m2.K  dan 1,57 kW/m2.K secara berurutan.
Analisa Teknis Perancangan Turbin Pada Turbocahrger Menggunakan CFD Intan Essy Pandini; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12168

Abstract

Fungsi tambahan dari Turbocharger terhadap motor yakni dapat mengurangi SFOC (Specific Fuel Oil Consumption), memperkecil getaran, serta meningkatkan efisiensia. Prinsip kerja dari turbocharger adalah gas buang dari mesin diesel dialirkan menuju gas inlet cashing untuk menggerakan turbin turbocharger, setelah turbin bergerak aliran fluida akan keluar melalui gas outlet cashing. Karena turbin berputar maka shaft turbin yang telah terhubung dengan kompresor otomatis akan memutar impeller kompresor tersebut. Sehingga mengakibatka udara luar masuk melalui air inlet casing, akibat putaran kompresor fluida gas menjadi bertekanan dan dapat mensuplay ke mesin diesel tersebut. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas tentang analisa teknis perancangan turbin turbocharger dengan mevariasikan nilai putaran turbin sejumpah 5000 rpm,10000 rpm, 15000 rpm, 20000 rpm 25000 rpm dan 30000 rpm. Sedangkan mass flow rate fluida disesuaikan dengan exhaust gas mass flow rate berdasarkan kondisi engine 100%, 85%, 75 % sedangkan nilai mass flow rate sebesar 1.7 kg/s, 1.45 kg/s dan 1.28 kg/s. Jumlah blade dan diameter blade telah ditentukan dan tidak mengubah sudut setiap putaran turbin. Analisa menggunakan Computational Fluids Dynamics (CFD) dengan memasukan nilai-nilai yang telah ditentukan. Dengan menghasilkan putaran RPM ketika engine power sebesar 75% maka putaran 18944 RPM,Ketika engine power sebesar 85% maka putaran 22346 RPM.,Ketika engine power sebesar 100% sebesar 26956 RPM.
Performansi Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan MC22 Dan R407F Sebagai Alternatif Refrigeran Ramah Lingkungan Dengan Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Agung Dwi Perkasa
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.13181

Abstract

Dewasa ini, pengaruh pemakaian refrigeran tidak hanya masalah potensi kerusakan ozon (ODP) dan efek pemanasan permukaan bumi (GWP), tetapi juga mencakup pada masalah efisiensi energi. Bersamaan dengan faktor ODP dan GWP, diupayakan alternatif pengganti refrigeran halo-karbon yang dapat meningkatkan penghematan energi. Data penelitian kali ini didapatkan dengan melakukan pengujian pada peralatan sistem refrigerasi di laboratorium pendingin dan pengkondisian udara, dengan menguji performa sistem refrigerasi  cascade menggunakan intermediate tipe PHE yang menggunakan refrigeran MC22 di high stage dan R407F di low stage. Variasi yang dilakukan adalah laju pengeluaran kalor pada kondensor dengan mengatur kecepatan aliran udara fan yang melalui kondensor yaitu mulai dari kecepatan 1, 2, 3, 4, 5. Hasil yang didapatkan dari performansi studi eksperimen ini adalah pada variasi kecepatan fan tertinggi 2,8 m/s, coefficient of performance sistem sebesar 1.70, kapasitas refrigerasi sebesar 1,34 kW, heat rejection ratio sistem sebesar 1.63, temperatur evaporator LS sebesar -42.48 °C, dan temperatur kabin terendah sebesar -35.22 °C, dan nilai effectiveness alat penukar kalor tipe plate heat exchanger sebesar 95.93%.
Pemodelan Sistem Hidrolis Terhadap Variasi Tinggi Gelombang Air Laut Pada Sistem Wave Energy Hyperbaric Converter (WEHC) Frengki Mohamad Felayati; Taufik Fajar Nugroho; Sutopo Purwono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12513

Abstract

Perbedaan karakteristik gelombang berpengaruh terhadap listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Termasuk WEHC (Wave Energy Hyperbaric Converter) dalam instalasinya perlu dianalisa aliran energi terhadap variasi tinggi gelombang air laut dan mengetahui tinggi gelombang optimum untuk instalasinya. Sistem ini bekerja dengan sub sistem antara lain buoy, arm, hydraulic pump, hyperbaric accumulator, hyperbaric chamber, dan turbin pelton. Sistem bekerja secara tertutup dengan menggunakan fluida fresh water. Implementasi dari converter ini yaitu di daerah pantai curam atau dengan rekayasa struktur yang sesuai. Pembuatan simulasi menggunakan MATLAB Simulink dengan memvariasikan tinggi gelombang laut antara 1 – 2 m dan periode gelombang 5 – 7 m. Rancangan sistem ini menghasilkan daya terkecil 8.8 kW yaitu pada periode gelombang 7 s dan tinggi gelombang 1 m. Sedangkan daya terbesar yaitu 24.9 kW pada periode gelombang 5 s dan tinggi gelombang 2 m dengan efisiensi sebesar 82.8%.
Pengujian Karakteristik Kerja Pada Low Stage Sistem Refrijerasi Cascade Dengan Refrijeran R-407f Sebagai Alternatif Ramah Lingkungan Dari R-404a Dengan Variasi Beban Pendinginan Ruben Indurain Pinnata; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.5 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12593

Abstract

Sistem refrijerasi Cascade terdiri dari dua sistem refrijerasi uap tunggal dimana evaporator dan kondensor dari kedua sistem tunggal digabungkan pada sebuah intermediate heat exchanger. Sistem refrijerasi Cascade menggunakan dua jenis refrijeran temperature tinggi dan temperatur rendah dimana R-404a paling banyak digunakan di Indonesia sebagai refrijeran temperatur rendah ini. Meskipun banyak digunakan, R-404a memiliki Global Warming Potential yang tinggi sehingga penggunaan refrijeran alternatif yang mampu bekerja di sistem R-404a namun tetap menghasilkan performa yang baik perlu untuk dicari. Pada penelitian ini, R-407f yang diklaim cocok [1] sebagai refrijeran pengganti dan memiliki kadar GWP [2] yang rendah digunakan sebagai refrijeran alternatif. Data pada eksperimen yang dilakukan ini didapatkan dari mesin sistem refrijerasi Cascade, sistem refrijerasi dua tahap dimana pada High stage digunakan refrijeran Musicool-22 (propane) dan menggunakan R-407F pada Low stage. Karakteristik kerja evaporator low stage diukur pada keadaan tanpa beban, dengan penambahan beban yaitu heater yang dialiri tegangan 0, 120, 180 dan 240 Volt. Hasil yang didapatkan dari pengujian eksperimen ini adalah sistem cascade dengan R407f sebagai refrijeran tanpa mengganti komponen lainnya beroperasi dengan lebih baik. Dari pengujian didapatkan bahwa sistem memerlukan laju masa R407f yang lebih rendah sehingga lebih hemat pada rata-rata 0.001 kg/s, Temperatur terendah evaporator mencapai -42.5°C dan temperatur kabin -35.15°C, Kompresor membutuhkan daya yang lebih rendah sehingga koefisien prestasi rata-rata yang didapatkan adalah 1.32 sementara rasio pembuangan kalor yang didapat lebih mendekati angka 1 yaitu 1.74. Efektivitas dari evaporator low stage yang didapat secara rata-rata 99.99%, daya keluaran kompresor LS minimum adlaah 75[W] dan maksimum 150[W] sementara efisiensi isentropis kompresor LS maksimum 59.41%.
Pengaruh Perbandingan Rasio Inlet Dan Oulet Pada Tabung Reservoir Oscillating Water Column (Owc) Menggunakan Fluida Cair Mochammad Abdul Aziz; Toni Bambang Musriyadi; Irfan Syarif Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.236 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.12686

Abstract

Untuk menjaga ketersediaan energi listrik maka diperlukan suatu alternatif pembangkit listrik yang menggunakan energi yang ramah lingkungan dan bisa diperbarui. Salah satu tenaga alternative adalah tenaga air. Salah satunya menggunakan sistem Oscillating Water Column (OWC). Komponen utama yang menggerakkan generator karena terkena energi potensial air laut yang tersimpan di reservoir dan mendapatkan supply atau asupan akibat energi kinetik gelombang yang kemudian diarahkan untuk mengisi reservoir pada Oscillating Water Column (OWC). Metode pengerjaan yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan video perlambatan 250 fps dengan tujuan membantu penulis dalam analisa. Berdasarkan hasil perhitungan data menunjukkan ketika rasio antara diameter pipa inlet dan outlet serta ditunjukkan dalam grafik bahwa semakin besar rasio maka akan semakin tinggi juga kecepatan yang di hasilkan. Daya yang di dapat juga membuktikan bahwa semakin besar kecepatan yang di dapat maka semakin besar juga daya yang di hasilkan. Kata Kunci: Oscillating Water Collumn (OWC), Rasio inlet dan outlet Fluida,Reservoir,Tabung
Penentuan Lokasi DG dan Kapasitor Bank dengan Rekonfigurasi Jaringan Untuk Memperoleh Rugi Daya Minimal Pada Sistem Distribusi Radial Menggunakan Algoritma Genetika Ridho Fuaddi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.097 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.14832

Abstract

Jaringan distribusi yang paling umum digunakan ialah sistem dengan bentuk radial. Sistem ini memiliki bentuk yang sederhana serta biaya investasinya yang terbilang murah. Namun, kualitas pelayanan dayanya relatif buruk yang terjadi akibat adanya rugi daya pada saluran yang cukup besar. Hal itu terjadi karena jaringan distribusi yang merupakan ujung dari saluran transmisi memiliki perbandingan rasio R/X yang tinggi sehingga mengakibatkan rugi daya yang besar. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi rugi daya pada jaringan distribusi yakni dengan menggunakan rekonfigurasi jaringan, pemasangan kapasitor bank dan pemasangan unit distributed generation (DG) pada sistem distribusi. Pada tugas akhir ini, algoritma genetika merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan suatu pencarian nilai dalam masalah optimasi penentuan lokasi DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan yang tepat untuk mendapatkan rugi daya yang paling minimal. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini, diperoleh perbaikan rugi daya nyata paling optimal sebesar 94,92 % terhadap kondisi awal sistem distribusi radial 33-bus standart IEEE melalui penggabungan pemasangan DG dan kapasitor bank serta rekonfigurasi jaringan.
Back to Back Voltage Source Inverter untuk Kontrol Self Excited Induction Generator Ainur Rachmad Hidayat; Dedet Candra Riawan; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16020

Abstract

Wind is one of the most develop renewable energy to help human meet the electricity needs as availability is abundant. Instrument which can be used to convert wind energy into electrical energy is an induction generator. In this final project will discuss about the operation of the wind turbine with induction generator controlled using back to back voltage source inverter with grid connected system low voltage 380 V. Switching of back to back voltage source inverter was designed in average model. In back to back voltage source inverter, there are two converters that are machine side converter and grid side converter. Machine side converter has function to regulate the voltage and frequency of generator and turbine speed in order to the wind turbine can generate maximum power at any wind speed with method volt / hetrz constant control. Grid side converter has function to adjust the DC voltage keep be contant by synchronizing the phase angle between the converter output and grid using current controlled voltage source inverter method. The simulation results showed that wind turbine always generated the maximum power at any wind speed. Voltage and frequency of Generator is stable and directly proportional to the wind speed and the dc link voltage is always constant so the power flow can bidirectional. Therefore, back-to-back voltage source inverter is suitable for controlling wind turbine using an induction generator.  
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN DURASI CAMSHAFT TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI GAS BUANG PADA ENGINE SINJAI 650 CC Firman Iffah Darmawangsa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.877 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i1.15220

Abstract

Pengembangan industri otomotif mengarah pada jaminan kenyamanan saat dikendarai dengan menghasilkan unjuk kerja yang tinggi, konsumsi bahan bakar rendah, getaran dan emisi gas buang yang rendah. Salah satu parameter yang mempengaruhi adalah besarnya pasokan udara pembakaran kedalam ruang bakar. Dimana hal ini diatur oleh mekanisme camshaft melalui buka-tutup katup pemasukan dan katup pembuangan.Peran dari camshaft sangatlah penting, diantaranya sebagai penentu waktu pembukaan katup, mengatur lamanya durasi pembukaan katup, menentukan lamanya durasi overlap katup masuk dan katup buang, serta merupakan komponen utama dari mekanisme valve-train. Penambahan durasi camshaft menyebabkan pasokan udara yang bertambah pada putaran tinggi, sebaliknya pada putaran rendah pasokan udara menjadi berkurang. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh penambahan durasi camshaft terhadap unjuk kerja engine utamanya pada putaran tinggi. Penelitian ini dilakukan pada engine 4 langkah 2 silinder in-line SINJAI 650cc Single Overhead Camshaft (SOHC) sistem Port Injection dengan fokus pengoperasian pada putaran tinggi. Variasi durasi akan dilakukan pada kedua cam, yakni cam katup masuk dan cam katup buang. Dimana variasi durasi akan dibagi menjadi  248° (standar), 254°, 260°, 266°, 272° dan 278°. Penambahan durasi dilakukan secara simetris 3° poros engkol sebelum katup membuka dan setelah katup menutup sehingga tidak ada perubahan pada Lobe Separation Angel (LSA). Metode penelitian ini menggunakan dua tahapan, metode simulasi kemudian metode eksperimen. Untuk mengetahui pengaruh dari variasi durasi camshaft terhadap unjuk kerja engine, terlebih dahulu akan dilakukan simulasi menggunakan software LOTUS Engine Simulation. Variasi durasi camshaft yang menunjukkan hasil unjuk kerja terbaik dari simulasi akan difabrikasi dan diaplikasikan pada engine SINJAI 650cc SOHC Port Injection. Kemudian akan dilakukan pengujian eksperimental untuk membandingkan hasil unjuk kerja camshaft standar dengan camshaft terbaik hasil dari simulasi software LOTUS Engine Simulation. Dari hasil simulasi menggunakan LOTUS Engine Simulation pada engine SINJAI 650 cc SOHC port injection, diperoleh durasi camshaft terbaik 260° pada putaran tinggi. Dengan peningkatan torsi 0.908%, daya 0.908%, bmep 0.908%, efisiensi thermal 0.626%, efisiensi volumetris 1.003% dan penurunan bsfc 0.252%, dari camshaft standar 248° pada putaran tinggi . Menurut hasil eksperimen, perbandingan unjuk kerja dari durasi camshaft 248° dan 260°, terjadi peningkatan torsi 5.53%, daya 5.53%, bmep 5.53%, efisiensi thermal 14.58%, efisiensi volumetris 2.04% dan penurunan bsfc 17.905%, emisi CO 5.183%, serta emisi HC 7.578%. Dari seluruh penelitian menggunakan metode simulasi dan metode eksperimen terhadap durasi camshaft, dapat diketahui bahwa camshaft durasi rendah menghasilkan unjuk kerja yang lebih besar pada putaran rendah namun buruk pada putaran tinggi, dan sebaliknya camshaft durasi tinggi menghasilkan unjuk kerja yang baik pada putaran tinggi namun buruk pada putaran rendah.

Page 89 of 398 | Total Record : 3978